Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DESA PENGUDANG DALAM PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN Sidabutar, Yuanita FD; Bintang, Malahayati Rusli; Raymond; Hanifah; Putri , Nurul Hilda Syani; Fera , Mirta; Kareem, Zidan Dwi Khalfani; Risnawati
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 1 (2025): 2025 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.534

Abstract

This community service activity was carried out in Pengudang Village, Bintan Regency, Riau Islands Province, which is a coastal area with abundant marine ecosystem potential but is experiencing environmental pressure due to community activities and minimal ecological awareness. The purpose of this activity is to increase community awareness, knowledge, and skills in maintaining and managing the coastal environment sustainably. The implementation methods used include counseling, recycling-based waste management training, mangrove planting activities, the formation of environmentally conscious communities, and discussion forums in designing local conservation-based policies. The activity was carried out on May 27, 2025 and involved various elements of society such as fishermen, housewives, students, and village officials. The results of the activity showed an increase in community understanding of the importance of environmental conservation.
PENGARUH ASPEK LINGKUNGAN DAN TEKNIS TERHADAP PERENCANAAN KAWASAN INDUSTRI TEMBESI DI KECAMATAN SAGULUNG - KOTA BATAM Budiprasetiyo Kusumonugroho; Yuanita FD Sidabutar; Nurhaida Pohan
Jurnal Potensi Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v6i1.2169

Abstract

Perencanaan kawasan industri memerlukan pendekatan terpadu yang memperhatikan aspek lingkungan dan teknis sebagai prasyarat utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Kawasan Industri Tembesi di Kecamatan Sagulung, Kota Batam berkembang sebagai salah satu zona industri strategis karena kedekatannya dengan akses transportasi, permukiman tenaga kerja, serta keterhubungan dengan pusat aktivitas industri di Kota Batam. Namun, perkembangan kawasan ini turut menimbulkan berbagai tantangan, seperti meningkatnya tekanan terhadap sistem drainase, berkurangnya ruang terbuka hijau, potensi pencemaran lingkungan, serta meningkatnya beban infrastruktur jalan akibat lalu lintas logistik yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting Kawasan Industri Tembesi, mengidentifikasi permasalahan lingkungan dan teknis yang terjadi, serta merumuskan strategi pengembangan kawasan melalui analisis SWOT. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan analisis kuantitatif sederhana melalui skoring SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan, khususnya drainase, pengelolaan limbah, dan ketersediaan ruang terbuka hijau, serta aspek teknis berupa kondisi jalan, utilitas kawasan, dan kapasitas sistem drainase berpengaruh signifikan terhadap kualitas perencanaan kawasan industri. Strategi pengembangan diarahkan pada peningkatan kapasitas infrastruktur teknis, pengendalian tata guna lahan, penguatan pengelolaan lingkungan, serta penerapan konsep kawasan industri berkelanjutan.
PENGARUH KEMACETAN DAN KONEKTIVITAS TERHADAP POLA MOBILITAS DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN WILAYAH DI KELURAHAN MELAYU KOTA PIRING Adhiatmaji Paramayudha Ahmad; Yuanita FD Sidabutar; Raflis Tanjung
Jurnal Potensi Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v6i1.2170

Abstract

Kelurahan Melayu Kota Piring di Kecamatan Tanjungpinang Timur merupakan kawasan strategis yang mengalami transformasi mobilitas signifikan hingga tahun 2026. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kemacetan dan kualitas konektivitas jalan terhadap pola mobilitas masyarakat dalam kerangka pengembangan wilayah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun konektivitas antar-wilayah meningkat melalui revitalisasi jalan arteri, titik kemacetan baru di persimpangan utama menghambat efisiensi pergerakan logistik dan komuter. Konektivitas yang tinggi terbukti mendorong pertumbuhan sektor jasa lokal, namun kemacetan menjadi faktor penghambat optimalisasi potensi wilayah sebagai penyangga pusat kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemacetan dan konektivitas terhadap pola mobilitas dalam mendukung pengembangan wilayah di Kelurahan Melayu Kota Piring, serta merumuskan strategi pengembangan kawasan melalui analisis SWOT. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan analisis kuantitatif sederhana melalui skoring SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konektivitas berpengaruh positif terhadap perkembangan ekonomi di Kelurahan Melayu Kota Piring, namun kemacetan yang menyertainya menjadi tantangan utama bagi pola mobilitas yang efisien. Pengembangan wilayah kedepan harus memprioritaskan manajemen lalu lintas dan optimalisasi transportasi massal untuk memastikan pertumbuhan wilayah yang inklusif dan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA PULAU PUCUNG DESA MALANG RAPAT DALAM MEMBERDAYAKAN KEARIFAN LOKAL MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN GUNUNG KIJANG KABUPATEN BINTAN PROVINSI KEPULAUAN Risnawati; Yuanita FD Sidabutar
Jurnal Potensi Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v6i1.2172

Abstract

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki puluhan ribu pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Banyak dari pulau-pulau tersebut yang memiliki potensi alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal salah satunya adalah Kepuluan Riau. Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi di Pulau Sumatra. Provinsi Kepulauan Riau terdiri atas lima kabupaten dan dua kota. Berikut adalah daftar Kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau diantaranya Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang. Pulau Pucung Desa Malang Rapat terletak di Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Pulau pucung memiliki dermaga atau pelantar nelayan tempat untuk bersandar dan bongkar muat perahu nelayan. Pulau ini juga memilki Kelong apung untuk menangkap ikan berupa bangunan dari kayu yang dipasang jaring dibagian tengahnya ditupangi beberapa drum plastik agar mengapung diatas permukaan laut. Pulau ini juga memiliki garis pantai yang Indah yang sebagian daerahnya terletak ditepi perairan yang dipengaruhi air pasang tertinggi dan surut terendah. Kondisi Desa Pulau pucung saat ini untuk dikembangkan menjadi daerah wisata perlu adanya kebijakan pemerintah dengan membangun sarana dan prasarana yang mendukung pariwisata seperti : fasilitas umum, aksesbilitas, transportasi agar destinasi pariwisata dapat berkembang secara optimal sehingga dapat mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN KUALITAS LINGKUNGAN KAWASAN PUSAT PEMERINTAHAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU DI PULAU DOMPAK, KECAMATAN BUKIT BESTARI KOTA TANJUNGPINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU Roby Cahayadi; Yuanita FD Sidabutar; Alpano Priyandes
Jurnal Potensi Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v6i1.2173

Abstract

Kota Tanjungpinang sebagai ibukota Provinsi berdasarkan penetapan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002. Penentuan lokasi pusat pemerintahan di Kota Tanjungpinang merupakan hasil kesepahaman bersama serta penerbitan surat kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2007 yang menetapkan lokasi perkantoran pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berada di Pulau Dompak. Secara administrasi Pulau Dompak masuk wilayah Kelurahan Dompak Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang. Kualitas lingkungan dapat diartikan sebagai keadaan lingkungan yang dapat memberikan daya dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup manusia di suatu wilayah. Ketersediaan prasarana yang berkualitas dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan analisis SWOT dalam penyediaan sarana dan prasarana wilayah untuk mengoptimalkan kualitas lingkungan di Pulau Dompak sebagai Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau serta bagaimana strategi pengembangannya. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan melakukan pendekatan secara deskriptif dan teknik analisis yang digunakan adalah SWOT. Hasil penelitian memperoleh rumusan strategi penyediaan sarana dan prasarana untuk peningkatan kualitas lingkungan di Pulau Dompak yaitu pengembangan jaringan SPAM, peningkatan kapasitas drainase, penyediaan prasarana penerangan jalan, penyediaan RTH, pemeliharaan infrastruktur fisik yang telah terbangun, pemanfaatan lahan yang masih kosong untuk pembangunan lahan parkir, kerjasama dengan pihak lain dan penguatan kelembagaan pengelola kawasan.
SOSIALISASI PERAN SERTA MASYARAKAT SEBAGAI MITRA PENGGERAK UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PERENCANAAN WILAYAH DI KECAMATAN LUBUK BAJA Morwanto, Gatot; Sidabutar, Yuanita FD; Bintang, Malahayati Rusli; Raymond, Raymond; Basana, Basana
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.580

Abstract

Kecamatan Lubuk Baja merupakan salah satu wilayah strategis di Kota Batam yang memiliki dinamika pembangunan tinggi sebagai pusat perdagangan, jasa, dan permukiman padat penduduk. Namun, tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan wilayah masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya penguatan kapasitas masyarakat sebagai mitra penggerak pembangunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, peran, dan keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan wilayah secara partisipatif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi kelompok terarah (FGD), dan simulasi perencanaan partisipatif, yang diikuti oleh 60 peserta dari berbagai elemen masyarakat, perangkat kelurahan, karang taruna, dan tokoh masyarakat di Kecamatan Lubuk Baja. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Batam dengan pemerintah kecamatan sebagai mitra pelaksana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terhadap konsep perencanaan wilayah partisipatif—dari 40% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan. Peserta berhasil mengidentifikasi tiga isu utama pembangunan wilayah, yaitu kepadatan penduduk, masalah drainase, dan ketidakseimbangan tata ruang antara kawasan hunian dan komersial. Selain itu, muncul komitmen dari masyarakat dan pemerintah untuk membentuk Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (FMPP) sebagai wadah kolaboratif lanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan komitmen masyarakat untuk berperan aktif dalam perencanaan wilayah. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelaksanaan program pendampingan lanjutan dalam bentuk pemetaan potensi wilayah berbasis partisipatif di tingkat kelurahan, guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kecamatan Lubuk Baja. Kata kunci: perencanaan wilayah, partisipasi masyarakat, pengabdian masyarakat, pembangunan partisipatif, Kecamatan Lubuk Baja.
ENHANCING SELF-CARE AND PERSONAL HYGIENE SKILLS AMONG STUDENTS OF SMK GEMEREH SEGAMAT, MALAYSIA Yuanita FD Sidabutar; Malahayati Rusli Bintang; Silvia Mona; Raymond
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 3 (2026): 2026 Maret
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i3.758

Abstract

This community service project aimed to improve self-care and personal hygiene skills among students of SMK Gemereh Segamat Johor Malaysia. Personal hygiene is a crucial component affecting students' health, confidence, and learning performance. The program was conducted descriptively involving 25 students selected through total sampling. Activities included observation, interviews, pre-test, educational video sessions, and direct demonstrations. Data were collected through questionnaires assessing daily hygiene practices, handwashing habits, nail care, body hygiene, and cleanliness of clothing. The results show that before the program, students demonstrated moderate self-care and hygiene practices, especially in handwashing, nail care, and menstrual hygiene. After the intervention, there was a significant improvement in overall hygiene behavior, with 72% of students categorized as having good personal hygiene and 64% categorized as having adequate self-care. The program successfully enhanced students’ awareness and daily practices regarding cleanliness and health. Further community involvement and continuous monitoring are recommended to sustain behavioral changes.
EVALUASI FASILITAS PERENCANAAN WILAYAH PADA JEMBATAN BARELANG DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN WILAYAH DI KOTA BATAM Cholin Cholin; Yuanita FD Sidabutar
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 8 (2026): 2026 Agustus
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i3.800

Abstract

This study aims to evaluate the regional planning of the Barelang Bridge development in supporting regional growth in Batam City. A quantitative approach was employed using a survey method involving 20 respondents through a five-point Likert scale questionnaire consisting of 12 indicators. Data were analyzed using mean scores, variance analysis, Cronbach’s Alpha reliability test, and SWOT analysis to identify internal and external factors. The findings indicate that public perception of the Barelang Bridge is generally positive, with mean scores ranging from 3.65 to 4.10. The bridge significantly enhances inter-regional connectivity, improves mobility of goods and services, stimulates economic growth, and creates development opportunities in Rempang and Galang areas. The reliability test resulted in a Cronbach’s Alpha value of 0.9744, indicating excellent internal consistency. SWOT analysis reveals that strategic geographical location and government support constitute major strengths, while development disparities and limited supporting infrastructure remain key weaknesses. Industrial and tourism development opportunities are substantial; however, social conflicts and environmental degradation pose potential threats. Therefore, sustainable, participatory, and integrated regional planning strategies are required to optimize equitable development outcomes.
KONTRIBUSI PARTISIPASI MASYARAKAT PESISIR, PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL, KESADARAN LINGKUNGAN DAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KOTA BATAM Yuanita FD Sidabutar; Nur Effendi Anwar; Malahayati Rusli Bintang
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 8 (2026): 2026 Agustus
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i8.780

Abstract

Sustainable development in coastal areas requires active participation from all stakeholders, particularly local communities who directly interact with the environment. This study aims to examine the contribution of coastal communities to the sustainable development of Batam City from the perspective of regional planning. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through field observations, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that community participation in Batam’s coastal areas remains partial and has yet to be fully integrated into regional planning processes. Nevertheless, there are notable local initiatives focused on environmental conservation and the development of marine-based sustainable livelihoods. Key supporting factors include local wisdom, environmental awareness, and collaboration between communities and local governments. The study recommends strengthening community capacity, improving access to planning information, and implementing participatory policies that engage coastal residents from planning to implementation. These findings are expected to serve as a basis for formulating inclusive and sustainable coastal development strategies in Batam City.
ANALISA PERKEMBANGAN FASILITAS KAWASAN SAINS TEKNOLOGI BATAM (BATAM TECHNOPARK) Dian Hari Susanto; Yuanita FD Sidabutar
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 8 (2026): 2026 Agustus
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i8.1359

Abstract

Initiative to foster innovation-driven economic growth in the Riau Islands region. This study aims to analyze the development of facilities that support the function of the park as a dynamic innovation ecosystem, focusing on infrastructure, institutional support, and the involvement of key stakeholders such as government, academia, and industry. The methodology includes literature review, field observation, and semi-structured interviews with relevant parties. The analysis reveals progress in several areas, including business incubation units, research laboratories, and collaborative spaces. However, challenges remain regarding triple helix integration and sustainable funding mechanisms. The study recommends a systemic approach to the development of science and technology park facilities, emphasizing policies that encourage synergy among stakeholders. This research is expected to contribute to the advancement of more effective and competitive science and technology zones, both regionally and nationally.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Rohim, Abdul Adhiatmaji Paramayudha Ahmad Adi, Pramono Albert RR Palit Ali Akbar Alpano Priyandes Amelia, Cevy Andhika Pradita F Anwar, Jaitul Bambang Hermanto Basana Basana, Basana Budiati, Malinda Budiprasetiyo Kusumonugroho Cevy Amelia Cholin Cholin Danuwidjojo Yusuf J.I. Danuwidjojo, Jusuf Danuwidjojo, Yusuf Dedi Hantono Depri Dian Hari Susanto Dian Hari Susanto Edi Indera Elly Rumengan Fahin Winukaryahan Fahin Winukaryahan Fairuzzabadi Fairuzzabadi Fairuzzabadi, Fairuzzabadi Fandy Iood Farid Ahmad Marzuki Farid Ahmad Marzuki Fauzan Fauzan Fera , Mirta Fermana, Andhika Pradita Fhaisal Isfandhi Gatot Morwanto Ginting, Herman Suranta Gunawan Toto Hadiyanto Habibie, Mulia Hanifah Hardiyanti YM Herlina Suciati Herman Suranta Ginting Indera, Edi Indrawan, Mohamad Gita Iood, Fandy Irawan, Jhoni Ismael MP Sinaga Ismael P Sinaga Isramilda, Isramilda Istiqa, Suci Iyus Rusmana Jaitul Anwar Jusuf Danuwidjojo Kareem, Zidan Dwi Khalfani Leonar Rowardi M Ismael P Sinaga M.Ismail P.Sinaga Malahayati Rusli Bintang Malinda Budiati Martan, Viven Marzuki, Farid Ahmad Masfar, Febi Hendra Mona Silvia Morwanto, Gatot Muda Andrian Oktama Muhammad Dahari Nunung Nuring Hayati Nur Effendi Anwar Nuraida Pohan Nurhaida Pohan OK Henry OK.Henry Oktama, Muda Andrian Panusunan, Panusunan Pramono Purwasih, Hari Dewi Putri , Nurul Hilda Syani Raflis Tanjung Raharjo, Teguh Eko rahmat putra Rakhman, Kurnia Raymond Raymond Raymond Raymond Raymond Reinold Palit Renggi E Siregar Renggi Erwanda Siregar Rio Andrian Saputra Risnawati Risnawati Risnawati Riswanto Agung Sedayu Roby Cahayadi Rujiman Sabriani, Sabriani Saherny, Sukma Sarmini Sarmini Sedayu, Riswanto Agung Silalahi, Ratna Dewi Sinaga, M Ismael P Sirojuzilam Hasyim Sitio, Rini Lisbet Sitopu, Selli Dosriani Suci Istiqa Suhar Suhar, Suhar Suhara, Yayat Yatna Sutianto, Suwindar Agung Suwardi Suwindar Agung Sutianto Syafrijal Syafrijal Syafrijal Syaiful Bahri Tanjung, Raflis Teguh Eko Raharjo Tri Sutrisno TRI SUTRISNO Ully Irma Maulina Hanafiah Viven Martan Wartono Wartono Wenda, Notiben Yandi, Delpra Yasri, Ade Yayat Yatna Suhara Yusuf Danuwidjojo