Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

EKSPLORASI HERBAL NUSANTARA SEBAGAI KANDIDAT ANTIOKSIDAN UNTUK SISTEM PENGHANTARAN EMULGEL Sholikhah, Mar'atus; Sarmadi, Sarmadi; Suzalin, Ferawati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3436

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah termasuk tanaman obat yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Sejumlah penelitian telah melaporkan potensi antioksidan dari berbagai tanaman Nusantara seperti teh putih, minyak biji delima, daun kelor, kulit buah kakao, daun pepaya, daun juwet, dan daun jambu air. Artikel review ini bertujuan untuk meninjau potensi berbagai herbal Nusantara sebagai kandidat antioksidan sekaligus mengeksplorasi tantangan formulasi dalam pengembangan sistem penghantaran emulgel. Metode: Metode kajian yang digunakan berupa studi pustaka dengan penelusuran literatur melalui Google Scholar dan PubMed. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi tahun terbit publikasi, jenis publikasi ilmiah, kesesuaian topik, serta ketersediaan naskah dalam akses terbuka (open access). Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa formulasi emulgel dari berbagai sumber bahan alam telah diformulasi dalam bentuk emulgel dan menunjukkan karakteristik fisik yang baik. Namun, aktivitas antioksidan emulgel tersebut umumnya lebih rendah dibandingkan ekstrak. Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga stabilitas serta bioavailabilitas senyawa aktif.Kesimpulan: Perlu optimalisasi formulasi dan penerapan strategi penghantaran yang lebih tepat agar potensi aktivitas antioksidan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dalam sediaan emulgel.
Modifikasi Kelarutan Obat BCS Kelas II Piroksikam Melalui Sistem Kokristal Menggunakan Koformer Hidrofilik Sholikhah, Mar'atus; Sarmadi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.1

Abstract

Kelarutan merupakan salah satu parameter penting untuk mencapai konsentrasi terapetik obat dalam sirkulasi sistemik sehingga dapat menghasilkan respon farmakologis yang diinginkan. Banyak obat yang memiliki kelarutan buruk di dalam air. Obat dengan kelarutan rendah adalah masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan formulasi obat baru. Lebih dari 40% senyawa baru yang dikembangkan di industri farmasi memiliki kelarutan yang buruk dalam air. Piroksikam merupakan salah satu antiinflamasi non steroid yang digunakan untuk terapi penyakit inflamasi sendi seperti arthritis rheumatoid dan osteoarthritis. Piroksikam merupakan obat dengan dosis kecil (10-20 mg/hari) dan termasuk Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan rendah dalam air. Tujuan penelitian ini ialah meningkatkan kelarutan piroksikam melalui modifikasi fisikadengan sistem kokristal. Kokristal didesain dengan mengadopsi metode penguapan pelarut pada komposisi equimol (piroksikam dengan nikotinamid pada rasio molar 1:1). Karakterisasi yang dilakukan pada sistem penghantaran obat ini adalah uji titik lebur dan Fourier Transform Infrared(FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwamodifikasi fisika yang telah dilakukan diketahui telah mengubah karakteristik piroksikam meliputi turunnya titik lebur serta bergesernya spektrum serapan gugus kimianya.
Formulasi Tanaman Kunyit (Curcuma longa L.) dalam Berbagai Sediaan Farmasi: Systematic Literature Review Putri, Cindy Claudia; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.8

Abstract

Kunyit merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena kandungan kurkuminoid yang memiliki aktivitas farmakologis, seperti antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba. Namun, rendahnya kelarutan dan bioavailabilitas kurkumin menjadi tantangan dalam pengembangan produk farmasi berbasis kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk merangkum berbagai pendekatan formulasi yang telah dilakukan terhadap kunyit dalam bentuk sediaan padat, semisolid, dan cair serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai dasar pengembangan sediaan farmasi berbahan alam yang lebih inovatif dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah telaah pustaka terhadap artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan antara 2015-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai bentuk sediaan farmasi telah berhasil dikembangkan antara lain nanomouthwash, sabun, granul effervescent, tablet, salep, dan krim yang ditujukan untuk aktivitas terapeutik seperti antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan. Kemampuan kunyit untuk diaplikasikan dalam berbagai bentuk sediaan farmasi tersebut menunjukkan prospek yang menjanjikan sebagai agen fitofarmaka dalam perkembangan ilmu dan teknologi farmasi kontemporer.
Aktivitas Rimpang Lengkuas dalam Sediaan Farmasi: Systematic Literature Review Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i1.9

Abstract

Rimpang lengkuas merupakan tanaman obat yang kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, 1’-asetoksikavikol asetat, galangin, dan minyak atsiri yang memiliki beragam aktivitas farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merangkum berbagai aktivitas terapi rimpang lengkuas serta pemanfaatannya dalam berbagai bentuk sediaan farmasi. Berdasarkan telaah pustaka dari sejumlah studi in vitro dan formulasi farmasetikal, diketahui bahwa rimpang lengkuas memiliki potensi sebagai agen antibakteri, antijamur hingga antioksidan. Aktivitas terapeutik ini telah dimanfaatkan dalam berbagai bentuk sediaan terutama sediaan likuid dan semisolid seperti tonik, krim, gel, balsam, dan kondisioner karena kemudahan aplikasinya serta kestabilan senyawa aktifnya. Dengan efektivitas biologis yang luas dan karakteristik alami yang relatif aman, rimpang lengkuas menunjukkan potensi besar sebagai bahan aktif dalam pengembangan sediaan farmasi berbasis alam.
Pemanfaatan Biji Kopi (Coffea Sp) Sebagai Agen Bioaktif dalam Sediaan Kosmetik Berbasis Alami Chalisa, Nadya; Selviyani, Ratih; Azzahra, Sagita; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.32

Abstract

Kopi merupakan salah satu tanaman dengan kandungan senyawa bioaktif tinggi yang tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam dunia kosmetik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan biji kopi (Coffea sp.) sebagai agen bioaktif dalam berbagai produk kosmetik. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap artikel ilmiah terbitan satu dekade terakhir yang membahas kandungan bioaktif biji kopi dan penggunaannya dalam produk kosmetik. Hasil kajian menunjukkan bahwa biji kopi mengandung zat aktif seperti kafein, asam klorogenat, dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta mendukung kelembapan dan regenerasi kulit. Ekstrak biji kopi telah digunakan dalam berbagai bentuk kosmetik, seperti krim, masker, lipbalm, serum, dan sabun. Temuan ini mendukung pemanfaatan bahan alami dalam kosmetik modern yang lebih aman dan berkelanjutan. Meski demikian, hasil studi literatur ini masih memerlukan penelitian lanjutan secara eksperimental untuk mengonfirmasi efektivitas, keamanan, dan kestabilan formulasi, serta mengevaluasi potensinya.
Formulasi dan Uji Evaluasi Clay mask Berbasis Ekstrak Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) dengan Variasi Konsentrasi Bentonit dan Kaolin Triwulandari, Serli; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i1.35

Abstract

Indonesia memiliki beragam tanaman rempah yang dimanfaatkan sebagai obat dan bahan kosmetik, salah satunya bangle (Zingiber purpureum Roxb.) yang kaya antioksidan dan telah lama digunakan secara tradisional. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi sediaan clay mask yang mengandung ekstrak rimpang bangle dengan variasi konsentrasi kaolin dan bentonit sebagai basis. Metode penelitian bersifat eksperimental dengan pengujian pH, viskositas, daya sebar, waktu mengering, homogenitas, warna, dan bau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan stabil setelah penyimpanan 28 hari pada suhu kamar dan uji dipercepat. Formula III dengan kaolin 20% dan bentonit 2% merupakan formula paling stabil. Disimpulkan bahwa ekstrak bangle konsentrasi 2,10% dapat diformulasikan menjadi masker clay yang stabil secara fisik dan memenuhi persyaratan, dengan komposisi kaolin dan bentonit yang optimal sebesar 20% dan 2%.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Di Kota Palembang Teria, Nasywa Putri; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.50

Abstract

Hipertensi menjadi pemicu terjadinya penyakit kardiovaskular. Kepatuhan penggunaan obat menjadi parameter dalam keberhasilan terapi untuk mengontrol tekanan darah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan minum obat seseorang. Menggunakan rancangan cross sectional dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Penelitian dilakukan di kota Palembang dengan responden sebanyak 105 orang yang telah disesuaikan melalui kriteria. Hasil analisis menunjukkan hubungan kepatuhan dengan faktor-faktor (p<0,05) efikasi diri (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,008) dan jumlah obat yang didapatkan (p=0,000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa efikasi diri, dukungan keluarga dan jumlah obat yang didapatkan berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi serta meningkatkan efikasi diri penderita memiliki peluang lebih dalam meningkatkan kepatuhan. Sehingga para penderita, keluarga maupun tenaga farmasi berusaha bersama untuk menigkatkan kepatuhan sesuai perannya.
Pengembangan Sediaan Patch Berbasis Herbal Sasmita; Fania, Urba; Sholehah, Siti; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.52

Abstract

Patch transdermal adalah salah satu jenis formulasi yang umumnya memiliki aksi lokal dengan penggunaan topikal. Sistem penghantaran obat secara transdermal memiliki berbagai keuntungan, termasuk memberikan pelepasan obat yang stabil, mudah dalam penggunaannya, mengurangi frekuensi pemberian obat, menghindari proses metabolisme lintas pertama serta mengurangi efek samping seperti iritasi lambung. Pengembangan patch transdermal berbahan herbal yang mengkombinasikan berbagai bahan menawarkan metode inovatif untuk menyediakan agen terapeutik dalam penanganan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merangkum temuan terkait formulasi patch transdermal berbahan alam, meliputi komponen aktif, efektivitas, serta karakterisasi formulasi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dengan menerapkan empat kriteria inklusi. Analisis terhadap tujuh artikel ilmiah menunjukkan bahwa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid berpotensi memberikan aktivitas antipiretik, antiinflamasi, antioksidan, antihiperlipidemia, serta mempercepat penyembuhan luka. Formulasi patch umumnya menggunakan teknik pelarutan cetak dengan polimer hidroksipropil metilselulosa (HPMC) dan etil selulosa sebagai bahan utama, yang terbukti efektif dalam mengendalikan pelepasan obat. Secara keseluruhan, formulasi yang ditinjau menghasilkan patch dengan karakteristik fisik dan performa yang baik.
Korelasi Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Gastritis di Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang Faradiba, Zakia; Sholikhah, Mar'atus; Tedi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v1i2.53

Abstract

Gastritis ialah suatu peradangan yang terjadi di lapisan lambung yang menyebabkan nyeri pada ulu hati, mual, dan kembung. Gastritis merupakan masalah kesehatan di masyarakat dengan prevalensi tinggi di Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat gastritis di masyarakat yang berkunjung ke apotek Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional dan cross sectional. Survei dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 pada delapan apotek terpilih dengan total responden sebanyak 80 orang. Instrumen penelitian yang dipakai berupa kuesioner sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan analisis cross tab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sig pearson’s chi square sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa Ho < 0,10 berarti Ho di tolak yang artinya ada hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat gastritis di apotek Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang. Dengan demikian dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan memiliki hubungan signifikan dengan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat gastritis di apotek Kecamatan Seberang Ulu Satu Kota Palembang.
Formulasi Dan Evaluasi Deodoran Spray Ekstrak Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Dengan Variasi Aluminium Kalium Sulfat Sebagai Antirespiran Pratiwi, Dyah Intan; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i1.63

Abstract

Bau badan disebabkan oleh aktivitas bakteri pada keringat. Deodoran spray merupakan solusi praktis untuk mengatasi masalah ini. Ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) mengandung zat aktif seperti tanin, flavonoid, dan saponin yang bersifat antibakteri. Aluminium kalium sulfat sebagai antirespiran berfungsi untuk mengurangi produksi keringat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi deodoran spray dengan variasi konsentrasi aluminium kalium sulfat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental yang terdiri dari formula kontrol (tanpa ekstrak) dan tiga formula uji (mengandung 3% ekstrak daun rambutan) dengan konsentrasi aluminium kalium sulfat sebesar 9,5%, 10% dan 10,5%. Evaluasi dilakukan terhadap pH, viskositas, homogenitas, kejernihan, waktu kering, organoleptis, serta uji antirespiran selama 28 hari pada suhu kamar dan 12 hari dalam uji dipercepat (cycling test). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa formula kontrol, I dan III memiliki stabilitas dan memenuhi persyaratan pada organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, kejernihan, waktu kering, dan uji antirespiran selama penyimpanan 28 hari pada suhu kamar dan uji dipercepat 12 hari. Namun, formula II belum memenuhi syarat pH pada uji dipercepat. Ekstrak daun rambutan dapat diformulasikan menjadi deodoran spray yang stabil. Formula paling optimal adalah formula I (10% aluminium kalium sulfat).