Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Cerita Kita Website: Enhancing Elementary Students’ Multiliteracy and Literary Appreciation through a Local Wisdom-Based Ecocriticism Approach Mellyaning Khoiriya, Rika; Mudiono, Alif; Yuriananta, Renda; Kurnia, Vika Cahya; Faiza, Afidatun; Azizah, Maulidatil
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 9 No 2 (2025): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v9i2.2589

Abstract

This study developed the "Cerita Kita" website, integrating ecocriticism and local wisdom to enhance elementary students' multiliteracy and literary appreciation. Using design-based research with the ADDIE framework, the prototype's validity was measured through expert validation (CVI=0.89-0.91), practicality via implementation success rate (88%) and System Usability Scale (SUS=81.4), and effectiveness through stratified ecocriticism assessments and reflective journals. The study involved 84 fourth-graders in urban (n=33) and rural (n=51) Malang, Indonesia. Quantitative data analysis employed descriptive statistics and paired t-tests, showing significant multiliteracy gains, particularly in ecological awareness (rural: 78.6±18.3; urban: 56.4±21.7; p<0.01). Qualitative thematic analysis revealed that rural students' cultural connections drove their 39.2% superiority in environmental applications. The Coban Rondo legend proved most effective (87% ecological interpretation accuracy). Results demonstrate that cultural anchoring—not technological sophistication—is pivotal for digital multiliteracy, offering a sustainable model for Global South educational contexts that prioritizes cultural narratives over complex technology to achieve SDG 4.7 goals.
Penguatan Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Pemanfaatan AI untuk Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Yuriananta, Renda; Khoiriya, Rika Mellyaning; Oktarianto, M. Luthfi; Utari, Unga; Anggraini, Veronika Rafika; Ananda, Vannia Rahma Aulia
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.01

Abstract

Kegiatan Penguatan Literasi Digital Guru SD di Kecamatan Wonosari, Malang melalui penguasaan kecerdasan buatan (AI) bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran inovatif. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, meliputi observasi kebutuhan, pelatihan aplikatif berbasis learning by doing, serta pendampingan implementatif. Pelatihan diikuti 30 peserta, terdiri atas guru dan kepala sekolah, dengan materi penggunaan aplikasi Eduaide.ai, app.bugururia, dan LearningApps untuk pembuatan media pembelajaran interaktif. Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan AI, guru mampu menghasilkan media pembelajaran yang menarik dan sesuai kebutuhan siswa, serta meningkatkan keterlibatan peserta didik. Selain itu, terbentuk komunitas belajar guru yang kolaboratif dan didukung kepala sekolah, menunjukkan potensi keberlanjutan program. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar dan mendukung implementasi pendidikan berbasis teknologi di era digital.
STRATEGI PENGELOLAAN KELAS MELALUI KESEPAKATAN BERSAMA DAN PENGELOMPOKAN SISWA DALAM MEWUJUDKAN KELAS KONDUSIF Anisha Rahmadini, Nova; Adinda Anggi Cantika; Mirroh Rizki Yuniarta; Yuriananta, Renda
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Departemen Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2026.005.02.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengelolaan kelas melalui kesepakatan bersama dan pengelompokan siswa dalam mewujudkan kelas yang kondusif di kelas V SDN 1 Pagentan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepakatan kelas yang disusun secara partisipatif mampu menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab siswa, sedangkan pengelompokan siswa secara heterogen mendorong kerja sama, interaksi positif, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Keberhasilan strategi tersebut juga didukung oleh komunikasi yang baik antara guru dan orang tua. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pengelolaan kelas yang partisipatif dan efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di sekolah dasar.
PENGUATAN KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBIASAAN INTERAKSI DI KELAS Yuriananta, Renda; Wardani, Berlian Kusuma; Zahra, Laila Maghfirotul; Bachtiar, Misbakhul Munir; Aldafuadiyah, Nabila Safira; Sipahutar, Rosa Margaretta
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Departemen Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2026.005.02.08

Abstract

This article addresses the ongoing need to cultivate the habit of using Indonesian actively, politely, and communicatively during classroom interactions, particularly among lower-grade students with regional language backgrounds. The study aims to describe the implementation of contextual learning—integrated into classroom interaction routines—as a strategy to strengthen students' Indonesian language skills. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Research conducted in a first-grade class at SDN Bumiayu 1 revealed that the teacher adapted instructional modules to suit students' abilities, focused on foundational literacy, and utilized active learning methods such as storytelling, singing, educational games, letter and syllable cards, and instructional videos. Instruction was linked to students' real-life experiences and supported by peer tutoring, authentic assessment, individual guidance, and collaboration with parents. These findings demonstrate that contextual learning fosters an active, enjoyable, and meaningful learning environment. Consequently, establishing classroom interaction habits based on contextual learning can progressively strengthen students' Indonesian language proficiency, particularly regarding foundational literacy, confidence in communication, and language use in daily learning activities.
KARNAVAL SOUND HOREG: MENGUNGKAP FENOMENA KARNAVAL SOUND SYSTEM DI MALANG Yuriananta, Renda
Kusa Lawa Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kusa Lawa
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2025.005.02.05

Abstract

The sound horeg phenomenon that has emerged across Malang Raya reflects a unique form of youth social expression shaped by digital media, popular culture, and the dynamics of local identity. This study aims to reveal the social meanings, cultural contexts, and societal as well as governmental responses to this phenomenon. A qualitative-descriptive method was employed, utilizing a digital ethnography approach and field observations at several central locations of sound horeg activities. The findings indicate that sound horeg is not merely an eccentric or deviant behavior but also a symbolic communication strategy used by young people to express existence and solidarity in public spaces. However, tensions arise when such expressions clash with social norms, safety, and public order. Therefore, educational and cultural approaches are needed to channel the expressive energy of the youth toward more constructive purposes. This study contributes to contemporary cultural studies and character education in the digital era, particularly in understanding the transformation of values and social behavior among urban Indonesian youth Keywords: sound horeg, social expression, popular culture, youth identity, Malang Raya
INTERNALISASI NILAI BUDAYA JAWA DALAM ETNOPEDAGOGI DI SEKOLAH DASAR: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS persada, Yuris Indria Persada; Yuriananta, Renda; Kusumaningrum, Endah; Anestia, Selyna Dwi; Suranto, Aru Ratna Nanda; Winastuti, Auliane Retnaning; Albab, Afaf Ulul; Wahyudi, Maulidya Aprilia
Kusa Lawa Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Kusa Lawa
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2026.006.01.07

Abstract

Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah mendorong pergeseran orientasi budaya peserta didik sekolah dasar, sehingga internalisasi nilai-nilai budaya Jawa melalui etnopedagogi menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi strategi implementasi etnopedagogi Jawa melalui sintesis hasil penelitian terdahulu sebagai dasar penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sumber data diperoleh dari basis data Scopus dan Sinta (Sinta 1–4) terhadap artikel yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Melalui proses identifikasi, penapisan, uji kelayakan, dan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 50 artikel yang dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi etnopedagogi Jawa di sekolah dasar didominasi oleh tiga strategi utama, yaitu pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal, pembiasaan nilai budaya melalui hidden curriculum dan penggunaan unggah-ungguh bahasa Jawa, serta integrasi nilai budaya dalam pembelajaran kontekstual. Ketiga strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan literasi budaya, pembentukan karakter, dan penguatan identitas budaya peserta didik. Etnopedagogi Jawa merupakan pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan globalisasi melalui pembelajaran yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada pelestarian nilai budaya lokal. Penguatan implementasinya memerlukan inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta dukungan budaya sekolah agar nilai-nilai budaya Jawa dapat diinternalisasikan secara berkelanjutan pada peserta didik sekolah dasar.
MBEROT: TRANSFORMASI SENI PERTUNJUKAN BANTENGAN TRADISIONAL KE MODERN Yuriananta, Renda; Salsabrina, Aprilia Selva; Aisy, Indi Rihhadatul; Azizah, Putri Aulia; Kumalasari, Putri; Ramadhani, Rizka Auliya; Firdaus, Herdian Puspa
Kusa Lawa Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Kusa Lawa
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2026.006.01.08

Abstract

The transformation of traditional performing arts is inseparable from social dynamics, technological advancement, and changing public needs. One prominent example is the evolution of the Bantengan performing art in Greater Malang, East Java, from its traditional form into the contemporary performance known as Bantengan Mberot. This study aims to describe the transformation process of Bantengan, analyze the shifts in its cultural meanings and identity, and examine the negotiation between cultural preservation and modernization. This research employed a qualitative approach with a cultural ethnography design. The study was conducted in several areas of Greater Malang where Bantengan communities actively preserve and perform this tradition. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with performers, community leaders, event organizers, documentation, and literature review. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing through the interpretation of symbolic meanings from an anthropological perspective. The findings reveal that the transformation of Bantengan extends beyond changes in visual appearance, musical accompaniment, and performance technology to encompass shifts in its social functions and cultural meanings. Originally rooted in ritual and spiritual practices, Bantengan has evolved into a public performance that integrates entertainment, cultural identity representation, and the creative economy. Cultural symbols are continuously reinterpreted through a process of hybridity between tradition and modernity without eliminating the fundamental values embedded in the tradition. This study concludes that Bantengan Mberot represents a form of cultural adaptation that demonstrates the resilience of traditional performing arts through innovation while reinforcing the cultural identity of the Greater Malang community amid contemporary social transformation.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Project Based Learning: Analisis Kemampuan Belajar Siswa di SDN 1 Bumiayu Yuriananta, Renda; Angelia, Cindy Aprilia; Soliha, Lailatus; Hakim, M. Keivin Al; Wulandari, Nabila Tri; Laili, Vina Nur
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2025.009.01.05

Abstract

Indonesian language instruction in primary schools needs to be geared toward active, contextual, and meaningful learning experiences, particularly within the implementation of the *Kurikulum Merdeka* (Independent Curriculum), which emphasizes student-centered learning. This study aims to analyze the transformation of Indonesian language instruction through the application of Project-Based Learning (PjBL) at SDN 1 Bumiayu. A descriptive qualitative approach was employed, with teachers from SDN 1 Bumiayu serving as the primary informants. Data were collected through semi-structured interviews, field notes, and instructional documentation. Data analysis involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that lesson planning was conducted through the collaborative development of teaching modules within the school cluster, tailoring practical activities to the characteristics of the students' environment. The implementation of PjBL provided opportunities for students to learn through practice, environmental observation, and hands-on experiences, such as observing plants and utilizing simple learning aids. A learning challenge arose from the students' predominant use of Madurese in daily communication; consequently, teachers fostered the use of Indonesian in the classroom through correction and guidance. Learning evaluation emphasized not only summative assessment but also diagnostic assessment, active participation, interaction, collaboration, and problem-solving skills. The study concludes that PjBL has the potential to transform Indonesian language instruction into a more contextual, active, and meaningful process when supported by adaptive planning, simple learning aids, communicative language management, and process-oriented assessment.
Penerapan Metode Praktik Langsung dalam Pembelajaran Teks Prosedur pada Siswa Sekolah Dasar Putri, Dian Calista; Nurfadila, Dian Febriantika Valensia; Sholihah, Hanny Irmawarmawati; Hidayah, Muzayanatun Niswa; Walu, Yemima Miracle Luku; Yuriananta, Renda
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2025.009.01.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode praktik langsung dalam pembelajaran teks prosedur pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan analisis lembar kerja peserta didik. Penelitian dilaksanakan di Charis National Academy pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks prosedur melalui kegiatan praktik membuat sabun sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode praktik langsung mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa. Penggunaan media konkret seperti sabun batang, parutan, air panas, dan minyak zaitun membantu siswa memahami langkah-langkah prosedural secara lebih sistematis melalui pengalaman nyata. Selain itu, keterlibatan dan motivasi belajar siswa meningkat karena siswa terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan. Guru juga menerapkan asesmen autentik melalui LKPD, observasi praktik, pertanyaan lisan, dan soal esai sehingga penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode praktik langsung efektif digunakan dalam pembelajaran teks prosedur karena mampu menghubungkan teks dengan aktivitas nyata serta mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Membongkar Daya Subversif Album Gelap Gempita Band Sukatani melalui Studi Wacana Kritis van Dijk Titis Bayu Widagdo; Anang Santoso; Mochammad Syahri; Renda Yuriananta
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8328

Abstract

Penelitian ini mengkaji daya subversif lagu-lagu dalam album Gelap Gempita karya Band Sukatani dengan menggunakan model Studi Wacana Kritis (SWK) Teun A. van Dijk  untuk mengungkap struktur mikro, superstruktur, dan struktur makro dalam lirik yang bekerja membangun kritik sosial tajam terhadap institusi kekuasaan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-interpretatif dengan data lirik tiga lagu yang dinilai paling representatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu-lagu tersebut menyampaikan kritik tajam melalui repetisi, kelugasan sintaksis, dan ketajaman leksikal menjadi strategi utama dalam menyampaikan kritik. Pada level superstruktur, pola verse–chorus digunakan sebagai mekanisme pengorganisasian wacana yang menegaskan kritik secara tepat dan tegas. Sementara itu, struktur makro menampilkan tema besar tentang korupsi sistemik, ketidakadilan hukum, dan pembangunan eksploitatif yang membentuk representasi realitas sosial kelas bawah. Secara praktis, temuan ini berkontribusi pada pembelajaran bahasa dengan menunjukkan fakta bahwa pilihan diksi dan organisasi wacana dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan analisis dan berpikir kritis terhadap sebuah wacana.
Co-Authors Aan Fardani Ubaidillah Abidin, Mochammad Zaenal Adinda Anggi Cantika Aisy, Indi Rihhadatul Albab, Afaf Ulul Aldafuadiyah, Nabila Safira Alif Mudiono Ananda, Vannia Rahma Aulia Anang Santoso Andini, Welda Wahyu Anestia, Selyna Dwi Angelia, Cindy Aprilia Anggraini, Veronika Rafika Anisha Rahmadini, Nova Ardhiansyah, Ikhwan Asteria, Prima Vidya Azizah, Maulidatil Azizah, Putri Aulia AZZAHROH, FATIMAH Bachtiar, Misbakhul Munir Cahapay, Michael B. Endah Kusumaningrum, Endah Faiza, Afidatun Fibrilian, Haura Inas Firdaus, Herdian Puspa Frisdianti, Ananda Sanjaya Hakim, M. Keivin Al Hidayah, Muzayanatun Niswa Hikmal Tegus Budi Prakoso Ibramovich, Alfath Indri Cahya Kamelia Khomsiati, Nur Latifah Khotimah, Salza Chusnul Kumalasari, Putri Kurnia, Vika Cahya Kurniawati, Siti Yusmia Laili, Vina Nur Lufthansa, Uridna Marwah M. Luthfi Oktarianto Masitoh, Miftakhul Karima Miftakhul Revidayawati Mirroh Rizki Yuniarta Mochammad Syahri Mulyani, Sekar Ayu Lestari Nabila Lutfiatur Rosida Nisa Aulia Nurfadila, Dian Febriantika Valensia Persada, Yuris Indria Pradela Maynafia Wahani Prakoso, Hikmal Teguh Budi Praptawati, Atika Priyatama, Roby Bayu Putri, Dian Calista Rahmawati, Wanda Ramadhani, Rizka Auliya Rika Mellyaning Khoiriya Salsabrina, Aprilia Selva Santy Dinar Permata Sholihah, Hanny Irmawarmawati Sigit Wibowo Sipahutar, Rosa Margaretta Soliha, Lailatus Sukardi, Mochamad Ighfir Suranto, Aru Ratna Nanda Titis Angga Rini Titis Bayu Widagdo Unga Utari, Unga Utami, Nisa Dyan Wahani, Pradela Maynafia Wahyudi, Maulidya Aprilia Walu, Yemima Miracle Luku Wanaeloh, Arsiya Wardani, Berlian Kusuma Winastuti, Auliane Retnaning Wulandari, Nabila Tri Yasmine, Nadya Gelacia Zahra, Laila Maghfirotul Zahroh, Najwati Zakkiya, Erviana Khoiruz