Permasalahan degradasi lingkungan dan menurunnya kesadaran ekologis masyarakat memerlukan pendekatan pendidikan yang kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan. Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup berbasis kearifan lokal, seperti tradisi Sadranan Kali di Desa Tlogomulyo, menjadi salah satu solusi. Tradisi ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga mengandung nilai pelestarian lingkungan, khususnya sumber daya air. Namun, adanya modernisasi menyebabkan pergeseran makna ekologisnya, sehingga perlu dikaji kembali nilai-nilai Pendidikan lingkungan yang terkandung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pendidikan Lingkungan Hidup dalam tradisi Sadranan Kali serta menguji pengaruh kearifan lokal terhadap pembentukan nilai-nilai pendidikan lingkungan pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 91 responden yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi. Data diperoleh melalui observasi dan penyebaran kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Sadranan Kali berpengaruh kuat dan signifikan terhadap pembentukan nilai-nilai pendidikan lingkungan. Seluruh indikator memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, serta model penelitian dinyatakan layak dan memiliki kemampuan prediktif yang baik.