Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

SOUTH KOREAN GASTRODIPLOMACY: REFLECTION ON THE FILTRATION OF CONTEMPORARY THREATS TO INDONESIAN NATIONAL IDENTITY Baihaqi, Abyan; Santoso, Puguh; Malik, Ichsan; Widodo, Pujo; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3774-3784

Abstract

This study examines contemporary civilization's evolution towards new patterns of interaction dominated by globalization and technology, as well as its impact on national defense. The research begins with the First Peace of Kappel, which introduced the notion that gastrodiplomacy could be a pathway to peace. The aim of this study is to analyze how gastrodiplomacy, as a manifestation of national identity, may pose a non-military threat to Indonesia's national defense, utilizing the Cultural Dimensions Theory approach. However, the research findings present a divergent perspective when considering the success of the Korean Wave as a new form of Asian-style Westernization, explained through the strategic approach of Multi-Track Diplomacy. The resulting acculturation phenomenon demonstrates significant influence as a novel diplomatic medium, thereby creating competition in the socio-cultural, economic, and ideological aspects of Indonesian society. Ultimately, it is crucial for Indonesia to play a role in gastrodiplomacy within the international order, as crystallized in Law Number 3 of 2003, particularly given Indonesia's diversity and wealth of national identity.
POTENSI KONFLIK DAN BENCANA SOSIAL GANGGUAN EMOSI AKIBAT OVERTIME SCREENING GAWAI PADA GENERASI MUDA Diang Kirana, Rininta; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3172-3183

Abstract

Penggunaan gawai berlebihan pada remaja Indonesia mengakibatkan masalah kesehatan mental dan sosial yang serius, mempengaruhi keamanan nasional melalui potensi konflik sosial dan disintegrasi sosial yang dapat mengancam stabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa Potensi Konflik dan Bencana Sosial Gangguan Emosi Akibat Overtime Screening Gawai pada Generasi Muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan tools analisa SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam upaya mengatasi dampak negatif penggunaan gawai berlebihan pada remaja, strategi yang diusulkan meliputi pengembangan program edukasi berbasis teknologi seperti aplikasi mobile atau platform online interaktif. Program ini tidak hanya mengedukasi remaja tentang manajemen waktu layar, teknik relaksasi, dan pengelolaan stres, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan stabilitas emosional mereka, serta kontribusi positif dalam bidang pendidikan dan kreativitas. Selain itu, pengembangan aplikasi kesehatan mental yang mencakup monitoring waktu layar dan saran-saran efektif pengelolaan waktu, serta konten kesehatan mental seperti meditasi dan panduan mengatasi kecanduan teknologi, juga menjadi fokus. Kerjasama internasional dalam penanggulangan kesehatan mental, melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar negara untuk mengembangkan panduan terbaik, penelitian bersama, dan kampanye global, diharapkan dapat memperkuat kapasitas negara dalam menanggapi tantangan global, serta meningkatkan stabilitas dan keamanan nasional secara keseluruhan.
PENTINGNYA PERANAN TOKOH ADAT DALAM PENGENDALIAN KONFLIK MASYARAKAT ADAT DI INDONESIA Fadzilatus Siti Arofah, Alif; Samudro, Eko G.; Azhari, Yulian; Widodo, Pujo; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3833-3843

Abstract

Masyarakat adat merupakan masyarakat yang berpegang teguh pada hukum adat di wilayahnya. Apabila timbul konflik yang melibatkan masyarakat adat, seringkali hukum adat digunakan sebagai prinsip dalam penyelesaian konfliknya. Di setiap masyarakat adat, terdapat tokoh adat sebagai seseorang yang dihormati, dihargai, dan dipercaya oleh kelompoknya. Maka dari itu, tulisan ini ditujukan untuk menjelaskan seberapa penting peranan tokoh adat dalam pengendalian konflik masyarakat adat di Indonesia. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan dengan mengumpulkan sumber-sumber yang relevan dengan topik penelitian melalui artikel ilmiah, artikel berita, buku, serta sumber-sumber kredibel lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik lahan menjadi konflik yang seringkali menimpa masyarakat adat dengan meliputi beberapa penyebab seperti perbedaan pendapat, batas lahan yang tidak jelas, hingga pemindahan hak kepemilikan atas lahan tertentu. Penyelesaian konflik dalam masyarakat adat selalu melibatkan tokoh adat sebagai seseorang yang dipercayai dan dihormati. Seringkali tokoh adat berperan menjadi mediator dalam proses mediasi guna menghasilkan keputusan yang seadil-adilnya dan sebaik-baiknya bagi setiap pihak yang terlibat konflik. Hal ini tidak terlepas dari tokoh adat yang memiliki kedudukan tinggi, dipercayai, hingga dihormati oleh sekelompok masyarakat adat di wilayahnya. Selain itu, hukum adat masih menjadi peraturan yang dihormati dan dipatuhi dalam kehidupan sosial masyarakat adat di Indonesia. Tokoh adat diharuskan bersikap netral dan memiliki kemampuan pendekatan komunikasi yang baik sehingga konflik dapat dikendalikan dengan baik dan berakhir dengan perdamaian pada semua pihak. Oleh karena itu, keberadaan tokoh adat menjadi sangat penting dalam pengendalian konflik masyarakat adat di Indonesia