Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analysis of Dynamic Framework to Prevent Potential Post-Migration Conflict of Rohingya Ethnic in Aceh Anas, Muhammad Riza Fathu; Sukendro, Achmed; Malik, Ichsan; Widodo, Pujo; Chandra, Arlina Alfiani
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 4 No. 6 (2024): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities (September-October 2024)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v4i6.572

Abstract

The lack of recognition for the Rohingya ethnic group by Myanmar and Bangladesh had led to the influx of Rohingya refugees into the Aceh region of Indonesia. This research aimed to analyze the dynamics of conflict post-migration of the Rohingya ethnic group by utilizing the Dynamic Framework, which identified components of escalation and de-escalation, conflict factors, conflict actors, stakeholders, and political will. The methodology employed in this research was a qualitative approach with data collected through a literature review related to the research topic. The findings indicated that the potential for conflict arose post-migration of the Rohingya ethnic group due to criminal activities committed by the refugees while in Aceh, resulting from the government's failure to impose strict sanctions and the unclear status of the Rohingya refugees. Local community and students, responded negatively to this situation, necessitating further involvement from the central and local governments to prevent potential conflicts between Rohingya refugees and local residents. Although Indonesia had not ratified the 1951 Vienna Convention and its 1967 Protocol, Indonesia, through Presidential Regulation No. 125 of 2016, continued facilitate the Rohingya ethnic group humanely without neglecting the interests of local residents to prevent potential conflicts from escalating.
Managing the Rohingya Refugee Crisis in Aceh: Strategies for Conflict Management Liska Rahayu; Suwarno, Panji; G Samudro, Eko; Widodo, Pujo; Sukendro, Achmed
Formosa Journal of Social Sciences (FJSS) Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjss.v3i3.10171

Abstract

This study examines Aceh's challenges in managing Rohingya refugees and proposes conflict management strategies. Using a qualitative approach, it identifies issues in implementing Presidential Regulation 125/2016 and potential conflicts with local communities. A three-phase conflict management framework is proposed: prevention, cessation, and post-conflict recovery. Prevention strategies include developing institutional mechanisms, early warning systems, and community capacity building. Conflict cessation focuses on establishing specialized task forces and strengthening security systems. Post-conflict recovery emphasizes inclusive economic initiatives, sustained dialogue forums, integrated data management, comprehensive relocation studies, and psychosocial support. The research highlights the importance of collaborative efforts involving government agencies, international organizations, and local communities in addressing the complex challenges of refugee management
Potential for Social Conflicts Due to the Globalization of Digital Money Kirana, Rininta Diang; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; sukendro, Achmed
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v3i8.10373

Abstract

With the development of technology, digital money is spreading as a means of payment. The method used is qualitative descriptive. The results of the study show that The growth of social media and the adoption of cryptocurrencies marks a digital transformation in the payment system. However, the shift from cash to digital transactions has also had an impact. On the positive side, transactions are more practical and the risk of theft is reduced. However, there is a risk of system errors and potential social instability in the event of major disruptions in the digital system. The Great Reset agenda supports the use of digital money to improve economic efficiency and inclusivity, but it also poses challenges related to national sovereignty and security. Digital education, proper regulation, and international cooperation are key to effectively managing this complex transition.
PENYELESAIAN KONFIK AKIBAT SENGKETA TANAH DI KECAMATAN JATIUWUNG KOTA TANGERANG TAHUN 2023 Dewi Rosalina, Maria; Triadi, Irwan; Sumertha KY, I Gede; Widodo, Pujo; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2861-2867

Abstract

Tanah memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama dalam konteks ekonomi dan sosial. Penelitian ini menganalisis konflik sengketa tanah di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, yang menyebabkan penutupan Jalan Dahwa akibat tumpang tindih kepemilikan tanah antara ahli waris, perusahaan, dan warga. Konflik ini mengakibatkan gangguan sosial dan ekonomi bagi warga dan perusahaan setempat. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpang tindih kepemilikan tanah terjadi karena kelemahan struktur hukum, SDM yang korup, dan nilai ekonomis tanah yang tinggi. Strategi penyelesaian yang diadopsi pemerintah melibatkan dialog inklusif, mediasi, dan pemenuhan kesejahteraan masyarakat terdampak. Pendekatan ini sesuai dengan prinsip-prinsip teori konflik yang menekankan keadilan dan inklusi. Kesimpulannya, penyelesaian konflik tanah di Jatiuwung memerlukan adaptasi sistem hukum yang responsif dan partisipasi aktif dari semua pihak terkait untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.
STRATEGI BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM KEWASPADAAN DINI DAN PENANGANAN KONFLIK DI KOTA TANGERANG Wicaksono, Pamungkas; Ikhwan Syahtaria, Mohamad; Juni Risma Saragih, Herlina; Widodo, Pujo; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3874-3878

Abstract

Kota Tangerang memiliki letak strategis dan salah satu kota satelit vital dalam kawasan metropolitan Jakarta dan kemudahan, memberikan pengaruh secara langsung dan  tidak langsung dalam tingginya mobilisasi masyarakat setempat maupun masyarakat urban sehingga berpotensi konflik. Salah satu sub bidang pada Badan Kesbangpol Kota Tangerang adalah Kewaspadaan dini dan Penanganan konflik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa dan menjelaskan startegi kewaspadaan dini dan penanganan konflik  Badan Kesbangpol Kota Tangerang dengan penggunaan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data wawancara, literatur dan referensi dari berbagai sumber yaitu jurnal dan internet. Temuan dari penelitian ini adalah Badan Kesbangpol Kota Tangerang telah melakukan program kewaspadaan dini dan penanganan potensi konflik pada fokus : pemilu, ormas, wawasan kebangsaan, politik, potensi konflik sosial dengan seoptimal mungkin dan koordinasi multi stakeholder. Dalam implementasi kegiatan sering kali membutuhkan koordinasi dengan para pemangku kepentingan karena keterbatasan kewenangan. Tantangan lain adalah perlu pemahaman secara berkelanjutan kepada masyarakat karena beberapa konflik disebabkan oleh keterlibatan organisasi masyarakat yang menjadi pemicu eskalasi konflik.
PENOLAKAN PENGUNGSI ROHINGYA DI ACEH: PERAN MORAL FOUNDATION TERHADAP SIKAP PENOLAKAN MASYARAKAT ACEH Khansa Haidari, Ikrima; Radityawara Hidayat, Eri; Malik, Ichsan; Widodo, Pujo; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.3981-3993

Abstract

Pada akhir tahun 2023 banyak pengungsi Rohingya meninggalkan Bangladesh karena ancaman keamanan menuju Aceh. Masyarakat Aceh menolak kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh. Stereotip negatif sering menggambarkan pengungsi sebagai ancaman bagi keamanan negara, kesejahteraan ekonomi, atau nilai-nilai budaya. Stereotip ini dapat dipengaruhi oleh moral foundation individu, yaitu nilai-nilai moral yang melekat pada diri manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis stereotip dan moral foundation yang menjadi dasar penolakan masyarakat Aceh terhadap kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literature review. Literature review ini membahas mengenai pengaruh stereotip dan moral foundation care, fairness, loyalty, authority, dan purity terhadap sikap penolakan terhadap pengungsi, termasuk stereotip dan moral foundation yang dianut masyarakat aceh. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi panduan bagi penelitian selanjutnya terkait pengaruh moral foundation masyarakat lokal terhadap pembentukan stereotip terhadap pengungsi yang mengakibatkan sikap penolakan terhadap pengungsi.
DIPLOMASI KEAMANAN MARITIM PADA PENGAWASAN TERHADAP ANCAMAN KEAMANAN MARITIM DI PERAIRAN ASEAN UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045 Aulia Zafirawan, Rayhan; Yudho Prakoso, Lukman; Sukendro, Achmed; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3879-3885

Abstract

Dinamika kompleks perairan regional menimbulkan tantangan signifikan dalam menjaga keamanan, stabilitas politik, dan kelangsungan ekonomi suatu wilayah. Dalam konteks ini, sistem pengawasan maritim menjadi krusial untuk memantau, mengidentifikasi, dan merespons berbagai potensi ancaman. Pertanyaan esensial muncul seputar sejauh mana keefektifan sistem pengawasan maritim dalam mengatasi ancaman keamanan di perairan regional, terutama mengingat peran penting jalur maritim dalam perdagangan internasional. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian historis atau sejarah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang evolusi dan konteks historis terkait keamanan maritim di perairan ASEAN. Sumber daya historis seperti arsip, dokumen, dan catatan resmi digunakan untuk mendukung rekonstruksi kejadian-kejadian penting yang membentuk landasan evaluasi keefektifan sistem pengawasan maritim. Evaluasi keefektifan sistem pengawasan maritim dihadapkan pada beberapa tantangan, termasuk kurangnya data terkini, kurangnya kerjasama regional, dan ketidaksempurnaan standar evaluasi. Diplomasi keamanan maritim di ASEAN juga menjadi instrumen vital dalam mencapai tujuan nasional, khususnya dalam konteks Indonesia Emas 2045. Integrasi berbagai elemen seperti teknologi, kerjasama, dan diplomasi menjadi landasan untuk keberlanjutan dan ketangguhan sistem pengawasan maritim di masa depan 
MODEL KEAMANAN NASIONAL KOREA SELATAN SEBAGAI PEMBELAJARAN KEAMANAN NASIONAL INDONESIA Yeremia Alexander Abraham Hutagaol, Kennedy; Widodo, Pujo; Sitinjak, Halomoan Freddy; Setiawan, Bayu; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.4869-4881

Abstract

Penelitian ditujukan untuk mempelajari bagaimana pemahaman dan penerapan konsep keamanan nasional yang dilakukan oleh masing-masing Indonesia dan Korea Selatan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan komparatif. Dengan melihat Indonesia dan Korea Selatan sebagai sampel dengan pemilihan variabel berupa identifikasi ancaman, kerangka institusional, sumber daya manusia, teknologi dan intelijen serta kerja sama internasional. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah “Apa saja keunggulan praktik pembentukan dan pelaksanaan keamanan nasional Korea Selatan yang dapat dipelajari oleh Indonesia?” Peneliti menemukan beberapa perbedaan dan persamaan pelaksanaan keamanan nasional antara Indonesia dan Korea Selatan. Perbedaan terbesar terletak pada pemaknaan keamanan nasional. Indonesia yang mengadopsi pendekatan tradisional dan non tradisional, sedangkan Korea Selatan murni menggunakan pendekatan tradisional. Persamaan antara keduanya terletak pada upaya menjaga kedaulatan negara sebagai salah satu tujuan keamanan nasional dan pemanfaatan masyarakat dalam upaya pertahanan dan keamanan. Beberapa keunggulan keamanan nasional Korea Selatan dirangkum dan diolah menjadi saran dalam penelitian ini.
ANALISIS SWOT DALAM PENYELESAIAN KONFLIK SOSIAL (STUDI KOMPARASI LEMBAGA ADAT SUMATERA UTARA DAN SUMATERA SELATAN) Angelia Hartati Sinambela, Fitri; Juni Risma Saragih, Herlina; Setiawan, Bayu; Widodo, Pujo; Sukendro, Achmed
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3339-3348

Abstract

Di Indonesia, keberagaman budaya tidak hanya terlihat dalam kekayaan bahasa dan tradisi, tetapi juga dalam sistem hukum adat yang telah ada sejak zaman dahulu. Berdasarkan informasi dari Statistik Kebudayaan dua tahun terakhir, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan merupakan provinsi yang memiliki peringkat kekayaan tertinggi akan warisan budaya dan adat istiadat, yang menawarkan studi perbandingan menarik tentang peran lembaga adat dalam menangani konflik sosial di masyarakat. Kedua provinsi ini memiliki perbedaan dalam hal budaya, sejarah, dan kondisi sosialnya, yang berpotensi mempengaruhi cara lembaga adat bekerja dalam menyelesaikan konflik. Penelitian ini meneliti efektivitas lembaga adat dalam menangani konflik sosial di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan dengan menerapkan Analisis SWOT. Lembaga adat memiliki peran krusial dalam penyelesaian konflik di Indonesia, terutama di wilayah yang kaya akan kebudayaan seperti Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Melalui pendekatan perbandingan, studi ini mengidentifikasi kekuatan internal (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) lembaga adat, serta peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) yang dihadapinya dalam upaya menyelesaikan konflik sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa di Sumatera Utara, kekuatan lembaga adat terletak pada struktur hierarkis yang kuat dan tingkat legitimasi yang tinggi di kalangan masyarakat adat. Namun, lembaga tersebut dihadapkan pada tantangan dalam hal standarisasi regulasi dan integrasi dengan sistem hukum nasional. Di sisi lain, di Sumatera Selatan, lembaga adat mengandalkan nilai-nilai budaya lokal dan tradisi yang kuat untuk menangani konflik dengan efektif, meskipun menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan dinamika sosial dan ekonomi modern. Dengan memahami peran serta cara kerja lembaga adat di kedua provinsi ini, tentu akan mempermudah identifikasi pola-pola keberhasilan atau tantangan yang dihadapi dalam upaya mencapai keadilan dan perdamaian sosial.
INFRASTRUKTUR TANGGUH BENCANA SEBAGAI BENTUK MITIGASI DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA Wibisono, Naufal; Sukendro, Achmed; Heridadi, Heridadi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2893-2898

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang dilintasi garis lintang nol derajat yang biasa disebut dengan garis khatulistiwa, memiliki posisi geografis yang berdekatan dengan Benua dan Samudera, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisi tersebut membuat bentang alam dan demografinya sangat kompleks. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi negara dengan risiko bencana alam, non-alam, maupun buatan manusia/sosial yang sangat tinggi sehingga Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki laboratorium bencana. Dengan banyaknya kemungkinan bencana yang akan terjadi, maka diperlukan upaya pengurangan risiko bencana melalui riset dan aplikasi teknologi yang berkaitan dengan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana. Hal tersebut sejalan dengan program Sustainable Development Goals yang telah ditetapkan oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui badan bentukannya yaitu United Nation for Disaster Risk Reduction. Salah satu programnya berfokus pada “Sustainable Cities and Communities” yang menjelaskan pentingnya memiliki infrastruktur yang tangguh dalam upaya pengurangan risiko bencana merupakan sebagai bentuk mitigasi dan investasi untuk menciptakan kota dan permukiman manusia yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya perhatian khusus terkait infrastruktur oleh pemangku kebijakan.