Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF DI MISALAFIYAH SYAFI’IYAH AL-AMIEN RAJEKWESI KENDIT SITUBONDO Miftahus Surur; Fathor Rakhman; Weni Kurnia Rahmawati; Indah Yana; Warda Warda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tematik integratif merupakan strategi penting untuk diterapkan secara maksimal pada tingkat dasar. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman secara teori dan praktek terkait implementasi pembelajaran tematik integratif. Metode yang digunakan adalah ceramah, presentasi dan diskusi. Hasil dari pelatihan ini adalah tercapainya seluruh indikator keberhasilan pelatihan yang telah direncakan sejak awal observasi dan ketika diskusi awal bersama pihak sekolah. Keberhasilan pelaksanaan pelatihan dapat dilihat dari nilai aktifitas peserta pelatihan yang berada pada kategori sangat baik, pemahaman peserta pelatihan juga berada pada kategori sangat baik, serta nilai evaluasi narasumber yang juga berada pada kategori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan telah mencapai target yang diinginkan yaitu peningkatan pada aktifitas belajar dan pemahaman peserta pelatihan serta hasil evaluasi nilai narasumber yang sangat baik.
Efektivitas Model Pemeblajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Dengan Strategi Student Facilitator And Explaining Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa intan tri utami; Lisma Dian Kartika Sari; Miftahus Surur
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Derivat (April 2023)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jderivat.v10i1.2736

Abstract

AbsrtactMathematics is one of the compulsory subjects taught at all levels of education. a model is neededto support students' needs to improve students' understanding of concepts. The CORE learningmodel with the Student facilitator and explaining strategy is very good in improving students'understanding of mathematical concepts. The purpose of this study was to determine theeffectiveness of the CORE model with a student facilitator and explaining strategy on students'understanding of mathematical concepts. This study uses a quantitative method with a quasiexperimental approach and a non-equivalent control group design. the author conducted a test ofvalidity, normality, homogeneity and reliability of the test to determine the correctness andsuitability of the instrument used. From the calculation results, the results of the test have a validvalue and have a normal distribution. For the homogeneity and reliability test, all items werehomogeneous. The calculation using the Crombach alpha reliability test was obtained for all itemsmore than 0.05, so all items on the test were appropriate or reliable. It is known that the results ofthe t-test analysis in the experimental class have an average value (mean) of 63.7 post-test andpre-test of 47.5, the increase in the average result is known to be 16.2 for all test results. Inaddition, from the results of the percentage of the effectiveness of the model category, the result isa value of 63.75. So, from these results the category of effectiveness of the learning model isincluded in the category of quite effective. Keywords: Effectiveness, CORE Model and Student Facilitator and Explaining Strategy, Understanding Mathematical Concepts
PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KREATIF STUDI KASUS PADA USAHA EKONOMI RUMAH TANGGA Agusti Agusti; Fathor Rakhman; Elfina Elfina; Ika Lis Mariatun; Miftahus Surur
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 13 No 1 (2023): Bulan Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v13i1.3243

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (Field Research) dilakukan dengan menggali data yang bersumber dari lokasi atau lapangan penelitian. Jenis penelitian ini termasuk penelitian Kualitatif. Bertujuan untuk mengetahui pengembangan ekonomi masyarakat melalui ekonomi kreatif studi kasus pada usaha rumah tangga Rengginang Varian Rasa di desa dhuwet, dengan rumusan masalah. Bagaimana pengembangan ekonomi masyarakat melalui ekonomi kreatif serta bagaimana peran ekonomi kreatif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, setalah dilakukan penelitian dengan metode penelitian, yang dilakukan di masyarakat di desa Dhuwet, dengan memberikan peluang usaha baru yakni yang semula masyarakat hanyalah mengandalkan pendapatan ekonomi hanya dari sektor tani dan nelayan dengan ada pengembangan usaha yang baru yakni berupa Usaha Rengginang Varian Rasa mememiliki pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan ekonomi, baik dari segi pendapatan maupun dalam pembukaan lapangan pekerjaan baru yang terjadi di Desa Dhuwet terkhususya Usaha Rengginang Varian Rasa mengalami peningkatan pendapatan serta bisa membantu perekonomian keluarga.
Pengaruh profesionalisme dan sertifikasi terhadap kinerja guru mata pelajaran IPS di SMP Negeri Se-Kabupaten Lumajang Roni Wiranata; Miftahus Surur; Siti Aisyah
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v11i2.17368

Abstract

Profesionalisme merupakan unsur dari kompetensi guru. Indentifikasi keprofesionalan seorang guru dapat dibuktikan dengan kualitas kinerja yang baik dan juga diidentik dengan tunjangan profesi. Tunjangan profesi guru diproses melalui program sertifikasi yang diupayakan pemerintah untuk memberikan hak kepada guru yang keprofesionalnnya dianggap berkualitas sehingga dapat mempengaruhi kinerja yang positif. Tujuan dari research ini: (1) pengaruh profesionalisme dan sertifikasi secara parsial pada kinerja guru, (2) pengaruh profesionalisme dan sertifikasi secara simultan pada kinerja pendidik (3) variabel yang lebih dominan mempenggarui Kinerja guru. Penelitian ini dirancang dan dibuat dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi dalam research ini seluruh guru mata pelajaran IPS SMP Negeri se-Kabupaten Lumajang yang berjumlah 159 orang dengan mengambil sampel sebanyak 40 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen berupa angket/kuesioner. Data dianalisis dengan analisis regresi linear berganda. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial profesionalisme berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, dan juga sertifikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Secara simultan Profesionalisme dan Sertifikasi berpengaruh signifikan terhadap variable kinerja Guru Matapelajaran IPS di SMP Negeri se-Kabupaten Lumajang. Hasil nilai koefisien determinasi R2 menunjukkan nilai prosentase sebesar 28,4% variable kinerja guru IPS di kabupaten Lumajang dapat dipengaruhi oleh profesionalisme dan sertifikasi, sedangkan sisanya yaitu 71,6% kinerja guru dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengaruh Model Think-Talk-Write (TTW) Berbasis Kartu Bergambar Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas X MA Nurul Fata Ma’rifatul Hasanah; Miftahus Surur; Zainul Munawwir
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 2 (2023): July 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i2.2504

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dapat membantu peserta didik untuk mengelola segala informasi dan permasalahan yang didapat dengan membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk-Write (TTW) berbasis kartu bergambar terhadap kemampuan berpikir kritis pesserta didik pada mata pelajaran ekonomi kelas X MA Nurul Fata. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasi-eksperimental dan desain Nonequivalent control group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini kelas X MA Nurul Fata yang terdiri dari 4 kelas. Dalam teknik penetuan sampel, peneliti menggunakan Purposive Sampling dan diperoleh peserta didik kelas X-C sebagai kelas kontrol dan peserta didik kelas X-D sebagai kelas eksperimen. Teknik penggunaan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes dengan memberikan post-test ke masing-masing kelas. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test menggunakan SPSS for windows release 25. Dilihat pada hasil uji t setelah diberikan perlakuan kemampuan berpikir kritis di kelas eksperimen dan kelas kontrol dilihat dari kolom t-test for equality variances assumed diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,005. Karena nilai 0,005 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk-Write (TTW) berbasis kartu bergambar terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mat apelajaran ekonomi kelas X MA Nurul Fata. Kata kunci: Model Think-Talk-Write, kartu bergambar, kemampuan berpikir kritis Abstract Critical thinking skill can help students to manage all the information and problems obtained by making decisions about what to do. The purpose of this study was to determine the effect of a picture card based Think-Talk-Write (TTW) cooperative learning model on the critical thinkinh skills of students in economics class X MA Nurul Fata. Researches in this study used quantitative research with quasi-experimental methods and nonequivalent control group pretest-posttest design. The population in this study was class X MA Nurul Fata which consisted of 4 classes. In the technique of determining the sample, the researcher used purposive sampling and obtained students in class X-C as the control class and students in class X-D as the experimental class. The data usage technique used in this research is a test by giving a post-test to each class. Data analysis using independent sample t-test using SPSS for windows release 25. Seen on the results of the t-test after being given treatment with critical thinking skills in the experimental class and control class, it can be seen from the column t-test for equality variances assumed that the Sig value is known. (2-tailed) of 0,005. Because the value of 0,005 < 0,05, it can be concluded that there is an effect og the picture card based Think-Talk-Write (TTW) cooperative learning model on the critical thinking skills of students in the class X economics subject at MA Nurul Fata. Keywords: Think-Talk-Write model, picture cards, critical thinking skills 
Workshop Penyusunan Kisi Dan Soal MA Wali Songo Situbondo Miftahus surur; Fathor Rakhman
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i1.59

Abstract

Seorang pengajar perlu memiliki keterampilan untuk mengembangkan berbagai bentuk instrument yang baik guna mengukur ketercapaian kompetensi siswa. Suatu instrumen soal tes di katakan baik apabila dilakukan analisis instrumen tes dengan cara melakukan uji validitas isi, validitas konstruk dan realibilitas soal tes. Dalam penyusunan instrument soal tes, rencana juga disebut dengan kisi-kisi soal tes yang akan memberikan bimbingan terarah kepada penyusunan tes. Kisi-kisi soal suatu tes yang akan dilaksanakan pada prinsipnya sangat diperlukan agar hasil yang diharapkan dapat tercapai. Kisi-kisi soal yang dibuat dengan teliti dan konseptual akan memberikan jaminan bahwa pengajar dapat megukur penguasaan belajar siswa dengan relevan dan reprensentative. Dengan terukurnya kemampuan siswa, maka akan didapat informasi kemampuan akademik dan pencapaian tujuan pembelajaran. Penyusunan kisi-kisi merupakan solusi dari masalah di atas, karena kisi-kisi berisi ruang lingkup dan isi materi yang akan diujikan. Oleh karena itu, dirasa penting kegiatan penyusunan kisi-kisi soal bagi guru-guru MA Wali Songo. Metode kegiatan ini adalah workshop penyusunan kisi-kisi soal yang diberikan kepada guru-guru MA. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa, meningkatknya motivasi guru-guru untuk menyusun kisi-kisi soal serta membuat soal yang baik, valid dan reliabel serta meningkatnya kesadaran guru tentang pentingnya penyusunan kisi-kisi soal yang baik, valid dan reliabel.
Analysis of Constraints on the Implementation of the Independent Curriculum in PAUD Level Mobilizing Schools in Situbondo District Fathor Rakhman; Miftahus Surur
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.405

Abstract

This study uses a qualitative research approach to discuss the obstacles to the implementation of the independent curriculum in PAUD-driving schools in Situbondo Regency. Qualitative research methods were used to collect data through in-depth interviews with PAUD teachers in kindergartens in Situbondo, including Nurul Anshor Islamic Kindergarten, DWP 1 Besuki Kindergarten, DWP 1 Asembagus Kindergarten, Kartika IV-71 Kindergarten, Nurul Huda Kindergarten, DWP 1 Jatibanteng Kindergarten, and Hasyim Asy'ari Kindergarten, direct observation in schools that were the object of research, and document analysis related to the implementation of the independent curriculum. The results of this study show obstacles. These obstacles include differences in students' learning styles and initial abilities, adaptation to the "All Day Without Mom" program, the use of less attractive worksheets, limited facilities and infrastructure, limited understanding of IT teachers, limited budget, and difficulties in preparing school documents. The recommendations proposed to overcome these obstacles are teacher training and support, cooperation with parents, development of interesting learning materials, improvement of facilities and infrastructure, IT training for teachers, efficient budget management, and support in the preparation of school documents. By implementing these recommendations, it is hoped that PAUD schools in Situbondo District can improve the effectiveness of the implementation of the independent curriculum and the quality of education for PAUD children holistically and sustainably.
Non-Muslim Students' Perceptions of Islamic Religious Education Learning in class X at YPI Tunas Bangsa High School Palembang Asep Mulyana; Mumun Munawaroh; Yayat Suryatna; Miftahus Surur; Syafruddin Syafruddin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2862

Abstract

The purpose of this study was to determine how the perceptions of non-Muslim students towards learning Islamic religious education in Class X at YPI Tunas Bangsa High School Palembang. The research method used is a quantitative method with descriptive analysis. The total population is four non-Muslim students in class X. The data collection technique uses interviews, observation, documentation and questionnaire techniques. The data analysis technique used quantitative analysis to find out the perception data of non-Muslim students towards Islamic religious education learning by describing its implementation analytically using the percentage model. The results show 1) non-Muslim students like to hear PAI teachers with alternative answers: strongly agree (75%) and agree (25%); 2) non-Muslim students enjoy reading Islamic religious books with alternative answers: strongly agree (50%) and agree (50%); 3) non-Muslim students pay attention to all islamic education activities with alternative answers: agree (25%), unsure (25%) and disagree (50%); 4) non-Muslim students feel that Islamic religious lessons are not boring with alternative answers: strongly agree (25%), agree (50%) and disagree (25%); 5) non-Muslim students find it challenging to do islamic education lesson assignments with alternative answers: strongly agree (75%) and agree (25%); 6) non-Muslim students find islamic education lesson very enjoyable with alternative answers: strongly agree (25%), agree (50%) and disagree (25%); 7) non-Muslim students feel islamic education lesson are easy to understand with alternative answers: agree (75%) and unsure (25%); 8) non-Muslim students are not happy with Islamic religious lessons with alternative answers: unsure (25%) and disagree (75%); 9) religious education provides benefits in the lives of non-Muslim students with alternative answers: strongly agree (25%) and undecided (75%). Based on the results of the questionnaire above, it can be concluded that Islamic religious education has been carried out well, and all students participate in classroom learning. Although non-Muslim students are not required to take Islamic religious lessons, non-Muslim students remain silent in class and often participate in Islamic religious studies.
Context Input Process Product Evaluation of IMTAQ Program Development for Class VII Students of SMPN 23 Palembang Etika Vestia; Muhamad Yahya; Febriyanti Febriyanti; Tamsik Udin; Miftahus Surur
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.3028

Abstract

This study aims to determine the extent to which the implementation objectives of the IMTAQ program development have been carried out to determine whether the program was discontinued, whether it was carried out later, and whether revisions/improvements were needed. This is descriptive qualitative research with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data that has been collected is then analyzed descriptively and qualitatively. The results of the study indicate that the implementation of the IMTAQ program at SMPN 23 Palembang has created a conducive atmosphere and a religious culture. Integrating the IMTAQ program into learning is related to the faith and piety of students. In the IMTAQ program, activities to read the Qur'an are not spared. Furthermore, the school carries out the IMTAQ program development for students by providing examples, wise advice, habituation, rewards and punishments. The supporting factors are 1) motivation and support from the school community; 2) motivation and support from parents of students; 3) understanding of parents and society about religious teachings. While the inhibiting factors are 1) facilities and infrastructure, 2) funds, 3) supervisors, 4) and limited sources.
PELATIHAN MEMANFAATKAN GADGET SEBAGAI MEDIA INFORMASI DI SMP NURUL HUDA KECAMATAN KAPONGAN KABUPATEN SITUBONDO Arico Ayani Suparto; Siti Seituni; Miftahus Surur
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang dan semakin mendunia. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan penemuan yang sederhana hingga sangat rumit. Namun disadari atau tidak, teknologi dibuat untuk membuat sesuatu kehidupan yang lebih baik, lebih cepat dan lebih mudah. Teknologi bukan hanya seputar alat alat canggih yang mungkin anda sering temui dalam bentuk gadget dan sebagainya. Tapi berbagai rekayasa diberbagai bidang seperti rekayasa di bidang biologi atau yang sering disebut dengan bioteknologi juga termasuk ke dalam golongan teknologi. Berbagai informasi hingga hiburan yang sebelumnya hanya bisa didapatkan melalui media elektronik seperti TV dan Radio, namun saat ini media onlien telah menjamah melebih itu. Bahkan, tidak hanya mendapatkan informasi melalui media online, setiap orang bisa dengan mudah menciptakan informasi itu sendiri menggunakan smartphone. Kekuatan teknologi ini juga membawa media sosial menjadi platfrom yang murah untuk mendapatkan informasi hingga hiburan dari belahan dunia. Artinya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menciptakan dan menikmati informasi hingga hiburan hanya dalam satu genggaman saja, yaitu melalui smartphone. Saat ini perkembangan gadget di Indonesia pertumbuhannya cukup pesat. Bahkan peminat gadget di Indonesia semakin bertambah dan hampir semua kalangan masyarakat gemar menggunakan gadget. Beberapa perusahaan gadget kini tengah berlomba-lomba untuk mengembangkan produk dengan keunggulan masing- masing. jadi bisa dipastikan beberapa tahun ke depan, teknologi gadget semakin trend. Peserta akan diajak memahami proses editing berita. Pada proses ini, berita yang diedit harus disesuaikan antara gambar yang ditampilkan dengan naskah berita. Bagaimana menyusun rundown berita atau pola siaran berita. Tahap berikutnya adalah menayangkan di media sosial dengan headline berita yang tengah menjadi isu