Claim Missing Document
Check
Articles

KINERJA PANITIA KHUSUS DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN HALMAHERA SELATAN DALAM PENGUSULAN DAERAH OTONOM BARU KABUPATEN KEPULAUAN OBI Lating, Ali; Suaib, Rahmat; Bessy, Mujain; Amin Boti, Muhammad Risman
JURNAL GOVERNMENT OF ARCHIPELAGO - JGOA Vol 1 No 2 (2020): JGOA Volume I Nomor 2 September 2020
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jgoa.v1i2.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami kinerja Panitia Khusus ( Pansus ) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Halmahera Selatan Pada Pengusulan Daerah Otonomi Baru ( DOB ) Kabupaten Kepulauan Obi. Penelitian ini menggunakan tipe dan jenis peneiltian ini adalah deskriptif kualitatif menurut Nazir : pengertian metode deskriptif adalah suatu metode dalam penelitian suatu kelompok, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu peristiwa pada masa-masa sekarang. Penelitian ini adalah untuk membuat deskriptif, gambaran atau lukisan secara sistimatis aktual mengenal fakta-fakta, sifat hubungan-hubungan antara fenomena.Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja Panitia Khusus ( Pansus) DPRD Kabupaten Halmahera Selatan dalam pengusulan daerah otonom baru ( DOB ) Kabupaten Kepulauan Obi telah bekerja dengan baik sesuai regulasi yang berlaku sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah. Dalam mengusulkan daerah otonom baru Kabupaten Kepulauan Obi, kinerja Pansus sudah melakukan beberapa tahapan-tahapan kegiatan mencakup ; ( a ) menginventarisir usulan pembentukan Kabupaten Kepulauan Obi, dilaksanakan melalui usulan resmi dan tidak resmi ( b ) mengkaji aspirasi masyarakat yang berkembang tentang usulan pembentukan Kabupaten Kepulauan Obi, Pansus turun langsung ke Pulau Obi untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Obi yang kemudian dijadikan bahan kajian bersama antara Pansus dengan anggota DPRD lainnya dan ( c) menindaklanjuti hasil kajian pembentukan Kabupaten Kepulauan Obi, yang kemudian di Paripurnakan dan ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.
PEMEKARAN PULAU MANGOLI RAYA SEBAGAI DAERAH OTONOMI BARU ANTARA ISU POLITIK DAN KONFLIK KEPENTINGAN ELITE Umasugi, Gahral; Lating, Ali; Suhu, Bakri La; Pora, Rasid
JURNAL GOVERNMENT OF ARCHIPELAGO - JGOA Vol 5 No 2 (2023): JGOA Volume 5 Nomor 2 September 2023
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan konflik kepentingan dalam perencanaan pemekaran Pulau Mangoli. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Sementara pengumpulan data yang peneliti lakukan yakni dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, perencanaan Daerah Otonomi Baru Pulau Mangoli Kabupaten Kepulauan Sula yang menjadi agenda Prioritas Pemerintah Daerah saat ini melahirkan perbedaan pendapat di kalangan Elit Politik, yang dimana aktor strategis sendiri sangat optimis dengan keinginan Tersebut. Sementara dilain pihak elit Legislatif malah menunjukan sikap pesimis bahkan Sebagian masyarakat Pulau Mangoli pun memandangnya dengan berbeda bahwa ada Sebagian yang merasa Pulau Mangoli sangat mungkin untuk dimekarkan dan Sebagian lainnya berada pada posisi dilematis. Kedua, bahwa rencana pemekaran Pulau Mangoli merupakan sebuah keinginan sebagian elit lokal dan mayoritas masyarakat yang telah muncul jauh sebelumnya bersamaan dengan persiapan pemekaran Pulau Taliabu pada tahun 2013 saat itu. Akan tetapi upaya untuk memisahkan Mangoli dari daerah induknya hanyalah sebuah wacana yang bersifat nonformal yang sampai sekarang ini tidak ada arsip terkait dokumen pemekaran tersebut meskipun daerah kesiapan pemekaran (Pulau Mangoli) sangat urgen untuk dipisahkan menjadi sebuah daerah yang mandiri.
PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PELAYANAN PUBLIK PASCA PEMEKARAN DI KECAMATAN PULAU MANGOLI TENGAH KABUPATEN KEPULAUAN SULA Kemhay, Hardi; Suhu, Bakri La; Lating, Ali; Sangadji, Norita
JURNAL GOVERNMENT OF ARCHIPELAGO - JGOA Vol 2 No 2 (2021): JGOA Volume II Nomor 2 September 2021
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami persepsi masyarakat terhadap Pemerintah Kecamatan Mangoli Tengah dalam memberikan pelayanan publik pasca pemekaran kecamatan. Penelitain ini menggunaan tipe penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis Deskriptif (Descriptif Reseearce) yakni mendeskripsikan fakta-fakta sosial Pollitik yang bersentuhan dengan objek yang diteliti. Sebagaimana yang disarankan dalam teknik Penelitian Deskriptif pada umumnya dalam pengumpulan data penelitian, penulis menggunakan teknik Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa, Pertama : Pelayanan publik di bidang pendidikan pasca pemekaran Kecamatan Mangoli Tengah, telah berjalan dengan baik. Walaupun demikian bentuk pelayanan publik pada sisi pendidikan mesti terus ditingkatkan dengan perlu dibangunnya lembaga pendidikan formal diberbagai desa yang belum ada lembaga tersebut sebaga basis transformasi ilmu pengetahuan. Keciuali itu pula, masih terdapat kekurangan guru. Kedua : Pelayanan publik bidang kesehatan belum berjalan secara maksimal, oleh karena tenaga kesehatan yang ada tidak representative dengan jumlah fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Kecamatan Mangoli Tengah
Relasi Pusat-Daerah Dan Antar Daerah Di Tengah Covid-19 Ali Lating; Sarni Artha; Syarifudin Usman; Masohi Joyo Sukarno
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v1i1.711

Abstract

Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia pada khususnya mengakibatkan perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek. Kebijakan strategis harus diambil sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan covid -19. Aspek pengelolaan pemerintahan antara pusat dan daerah juga mengalami perubahan terkati dengan kebijakan strategis dalam menghadapi covid. Dominasi kewenangan pemerintah pusat dalam pengabilan strategis menyebabkan seluruh penanganan covid harus menunggu keputusan pemerintah pusat. Rivalitas antar Pememrintah Pusat dan Daerah terlihat jelas seperti di Jakarta dan Papua. Ditingkat Provinsi seperti Maluku Utara juga sangat jelas terlihat dalam sejumlah kasus pembagian bantuan sosial oleh Pemerintah Provinsidi sejumlah wilayah Kota Ternate tanpa sepengatahuan pemerintah Kota Ternate juga sebagai gambaran betapa dominasi kewenangan dan minimnya koordinasi terlihat dengan jelas dalam penyelesaian covid-19 . Potret penanganan covid -19 yang cenderung memperlihatkan dominasi yang begitu kuat serta lemahnya koordinasi antara pemerintahan ditengah kebutuhan akan pelayanan yang optimal demi keselamatan warga negara, maka memikirkan kembali hubungan kewengan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi sangat penting pilihan model desentralisasi asismetris menjadi salah satu alternative kedepan perlu dilakukan demi keselamatan warga negara.
“Damai “ Kearifan Budaya Lokal Pengelolaan Lingkungan dan Keselamatan Warga di Desa Maitara Utara Tidore Kepulauan Ali Lating; Darwis Haris; Fathnun Than; Fauziah Nurhamiddin; Masohi Joyo Sukarno
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 1 No. 2 (2021): JSSH : Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya lokal yang merupakan manisfestasi prilaku, pengalaman, kecerdasan alamiah yang dimiliki para lelhur dalam mengelola dan menjaga ruang penghidupan demi keberlangsungan bersama. Kearifan lokal bukan prilaku instan, namun sesuatu yang dinamis bergerak searah gerak waktu dan sikap, dipengaruhi derajat adaptasi dan tingkat pemahaman warganya. Sebagai pedoman yang memberikan arah dalam mengelola kehidupan bersama, budaya lokal mengedepankan nilai etis, norma serta prilaku yang egaliter, demi mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan warganya. Model tematisasi yang disediakan budaya lokal seperti pencegahan dini bencana alam baik fisik maupun non fisik sangat efektif. Praktek yang ramah, partisipatoris, mengedepankan ketaatan dan kedispilinan, budaya lokal senantiasa merepetisi nilai kebajikan, keluhuran budi dan rasa kebersamaan dalam menjaga dan memelihara lingkungan yang didasarkan atas kepatuhan hakiki terhadap petua leluhur yang senantiasa terpatri dalam tutur, sikap dan pengetahuan. Budaya lokal dalam pengelolaan lingkungan selalu mengajarkan pentingnya menyelesaikan bentangan hambatan maupun peluang ancaman secara dini maupun sedang berlangsung dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan tetap menjaga harmonisasi relasi manusia, alam dan Sang Maha Pencipta.
Dilema Air Bersih di Kota Pulau: (Studi Efektivitas Pelayanan Air Bersih Di PDAM Kota Ternate) Fajri Thaib; Ali Lating; Rahmat Suaib; Rasyid Pora; Abdullah Kaunar
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 1 No. 2 (2021): JSSH : Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v1i2.940

Abstract

Pelayanan publik dapat diartikan sebagai pemberian layanan keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan kepada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tatacara yang ditetapkan. Pemerintahan pada hakikatnya sebagai pelayan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan untuk melayani dirinya sendiri maupun golongan tertentu, tetapi menyediakan segala macam sarana yang diperlukan masyarakat, serta menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk setiap anggota masyarakat dalam mengembangkan kemampuan dan kreatifitasnya demi mencapai tujuan bersama. Perusahaan Daerah Air Minum merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah, yang bergerak dalam pelayanan air minum. PDAM sebagai instansi yang menjadi tumpuan harapan dalam peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat selaku konsumen air bersih. yang antara lain menyangkut jaminan untuk memperoleh pelayanan air bersih dengan layak dan terjamin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efaktifitas pelayanan Perusahaan Daerah Air Minun Kota Ternate dalam penyediaan air bersih di Kelurahan Tongole Kecamatan Ternate Tengah.
Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pelayanan Pendidikan di Wilayah Kepulauan Kasiruta Timur Ali Lating; Fathun Tan; Fauziah Nurhamiddin
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 2 No. 1 (2022): JSSH : Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v2i2.1129

Abstract

Sebagai personifikasi negara di tingkat daerah, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab yang sangat penting, terutama untuk menjamin kecukupan pelayanan di berbagai aspek. Salah satu aspek terpenting yang terkait dengan masa depan generasi penerus bangsa adalah layanan pendidikan. Sebagai landasan, Pasal 31 UUD 1945 dan lembaga turunannya menunjukkan tujuan mulia, yaitu terwujudnya potensi peserta didik yang beriman dan bertakwa, bertanggung jawab, mandiri, untuk kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia, melalui pendidikan. Satuan pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat rendah, sampai ke perguruan tinggi. Dinamika pengelolaan pendidikan di wilayah kepulauan seperti Provinsi Maluku Utara masih dihadapkan pada berbagai permasalahan seperti yang dialami di Kecamatan Kasiruta Timur Kabupaten Halmahera Selatan. Aksesibilitas, distribusi dan ketersediaan sarana prasarana masih terbatas, baik yang berkaitan dengan fasilitas pembelajaran, perpustakaan hingga ketersediaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur pendukung mengakibatkan kebijakan pegembangan mutu pendidikan terabaikan. Kondisi ini diperlemah dengan terbatasnya pengawasan dan komitmen pemangku kepentingan dalam merespon permasalahan yang dialami di wilayah terebut.
Peran Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Provinsi Maluku Utara Firayanti Ladjima; Ali Lating; Syarifuddin Usman
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 3 No. 1 (2023): JSSH : Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v3i1.1540

Abstract

Paham radikal sangat identik dengan aksi terorisme, keduanya merupakan momok yang menakutkan bagi sebagian besar umat manusia khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terorisme yang merupakan suatu kejahatan nasional, transnasional maupun internasional telah banyak menimbulkan ancaman dan bahaya terhadap keamanan, perdamaian serta merugikan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi upaya pencegahan paham radikal terorisme di Indonesia khususnya di daerah Provinsi Maluku Utara. Yang dalam hal ini merupakan tugas dan tanggung jawab Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara sebagai lembaga yang berperan pada bidang pencegahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara telah melakukan berbagai strategi dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di provinsi Maluku Utara, dengan melaksanakan program-program kegiatan baik yang bersifat mandatory BNPT maupun inisiatif FKPT sendiri. Program yang dimaksud berupa kegiatan sosialisasi, seminar, kerjasama, serta kegiatan-kegiatan lainnya. Adapun kendala yang dihadapi dalam upaya pencegahan tersebut ialah pendanaan, luas wilayah pencegahan, struktur kepengurusan yang belum dibentuk di kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Maluku Utara, minimnya pengetahuan atau pemahaman dari masyarakat serta rendahnya partisipasi masyarakat. FKPT Maluku Utara memilki peluang yaitu terdapat anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) meskipun terkadang kurang memadai. Sementara tantangan yang dihadapi adalah maraknya propaganda di media sosial.
“Saloi” Tradisi Leluhur di Ambang Jemari Renta Ali Lating; Syarifudin Usman; Aisyah Bafagih; Umar Tangke; Fathun Tan
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 3 No. 2 (2023): JSSH : Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v3i2.1796

Abstract

Sebagai wilayah kesultanan, Kota Ternate memiliki berbagai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur. Berbagi budaya lokal yang diwariskan ada yang berbentuk benda dan benda tak benda. Budaya tak benda seperti seni budaya hingga hari ini masih terus dipelihara melalui berbagai intrumen dan kelembagaan. Begitu juga berbagai artefak sejarah baik yang bersifat religi maupun lannya dapat ditemukan di sejumlah wilayah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui salah satu peninggalan leluhur yang kini dalam ambang kepunahan yakni kerajinan tangan saloi di kelurahan Foramadiahi. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif ekspolaratif, kepunahan kerajinan saloi di kelurahan Foramadiahi diakibatkan oleh regenasi yang terputus, prilaku pragmatisme dan kurangnnya perhatian pemerintah. Penting kedepan agar kebijakan perlindungan terhadap warisan budaya kerajinan perlu dilakukan baik dalam bentuk pelatihan maupun instrument lainnya yang penting bagi keselamatan budaya tersebut.
Improving the Quality of Smoked Fish Products to Ensure the Existence of the Polkhastar Group May Blessings Come Through Diversification of Fishery Products in the Digital Age Ruslan A. Daeng; Umar Tangke; Ali Lating; Putri Fani Batibae; Irgi Amatory Naim; Siti Umra Ube
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 5 No. 2 (2025): JSSH : Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v5i2.2616

Abstract

This community service article discusses efforts to improve the quality of smoked fish products among the Polkhastar Semoga Berkah group in Ternate City, North Maluku. The main problems faced are low quality consistency, limited product diversification, and minimal use of digital marketing. Through a participatory approach, the community service activities included training on product quality improvement using GMP and SSOP standards, product diversification development such as smoked fish flakes, smoked fish sambal, and ready-to-eat instant products, as well as digital marketing training through social media and marketplaces. The results of the activities showed an improvement in product quality, diversification that expanded the market, and increased sales through digital platforms. In addition, strengthening the group's institutional capacity through business management training reinforced the sustainability of the business. In conclusion, the integration of quality improvement, diversification, and digital marketing is a holistic strategy to ensure the existence of fish processing groups in the digital era.
Co-Authors Abdullah Kaunar Al Fauzi Rahmat Alhafiz, Isra Amin Boti, Muhammad Risman Andriansyah, Agussalim Ardiansyah, Agussalim Artha, Sarni Asnita, Rika Bafagih, Aisyah Bafagih, Aisyah Bessy, Mujain Bunyamin Bunyamin Bunyamin Bunyamin Darwis Haris Darwis, Fachroji David Ricardo, David Dewi, Hanik Anggraeni Djafri, Taufik Djoko Sugiono Dwi Danesty Deccasari Dwi Nita Aryani Evy Latifah Fajar Rahmanto Fajri Thaib Fajri Thaib Fathnun Tan Fathnun Tan Fathnun Tan Fathnun Than Fathun Tan Fera Tj Fera Tjahjani Firayanti Ladjima Hariadi, Sugeng Haris, Darwis Haryono A. Hi. Gani Hegan Da May DJ, Alvinnio Dominico Imama Zuchroh Imama Zucroh Indra Kusuma Irgi Amatory Naim Kadarusman . Kaplale, Muhammad Kaunar, Abdullah Kemhay, Hardi Kolo, Nikodemus La Suhu, Bakri Ladjima, Firayanti Laitupa, Ibnu Lating, Fadil Abdullah Liena Sofiana M.Aksan Botji M.Djae, Raoda. Marli, Marli Masohi Joyo Sukarno Moch Suwa Ahdiyansyah Mohammad Hikmatul Qubro Nevi Danila Noeriwan, Noeriwan Nunung N Nunung Nurastuti Utami Nunung Nurastuti, Nunung Nurhamiddin *, Fauziah Pora, Rasid Pora, Rasyid Putra, Julio C Putri Fani Batibae Rahmad Suaib Rasyid Pora Renaldy Andika Susanto Rovina Ruslami, Rovina Ruslan Daeng Matteru, Ruslan Daeng Sahrul Pora Sangadji, Norita Sarni Artha Sarni Artha Setiawan Setiawan Setyawan Setyawan Siti Munfaqiroh Siti Umra Ube Sonia Beatrice Laurenza Suaib, Rahmat Sugeng H Sugeng Hariadi Sugiarto, Didik Priyo Sukarno, Masohi Joyo Supriyanto Busra Syahnul Sardi Titaheluw Syarifuddin Usman Syarifuddin Usman Syarifudin Usman Talib, Ahmaad Tan, Fathnun Tan, Fathun Thaib, Fajri Than, Fathnun Tjahjani, Fera Triana Murtiningtyas Triana Triana Trijaya, Dewi Sekarsari Umar Tangke, Umar Umasugi, Gahral Usman, Syarifuddin Usman, Syarifudin Wance, Marno Yuyuk Liana