Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Kompetensi: Membangun Karakter Siswa SMK Muhammadiyah 4 Tallo Hatta, Harmin; Akmal, Muhammad Syafruddin; Jayadi, Karta; Manggau, Arifin; Ramli, Asia
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.77193

Abstract

Kepemimpinan adalah elemen penting yang mempengaruhi kesuksesan suatu organisasi, termasuk di lingkungan sekolah melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Banyak anggota OSIS yang menghadapi tantangan dalam aspek kepemimpinan, seperti kurangnya disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan manajerial. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepemimpinan yang berfokus pada kompetensi kepada siswa SMK Muhammadiyah 4 Tallo. Metode yang diterapkan mencakup ceramah, diskusi, simulasi, dan bimbingan. Materi pelatihan diarahkan pada pengembangan soft skills (komunikasi, pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, kerja tim) dan hard skills (manajemen waktu, perencanaan strategis, evaluasi kinerja). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang kepemimpinan, keterampilan organisasi, dan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas sebagai pengurus OSIS. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang disiplin, inovatif, dan memiliki integritas.
Pelatihan Teater Melalui Board Games Teater Rakyat Kondobuleng bagi Siswa SMA Negeri 2 Majene Sulawesi Barat Saputra, Andi Taslim; Ramli, Asia; Jayadi, Karta; Mar, Dzulfitrah Ramadhani; Suprianto, Safei
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 1 No. 3 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/a78dns50

Abstract

SMA Negeri 2 Majene Sulawesi Barat merupakan Sekolah Menengah Atas yang terletak di Majene Sulawesi Barat. Sajian seni di sekolah ini selalu berkembang dan berkembang. Ekosistem seni yang dikembangkan mencakup semua genre. Fenomena pembelajaran teater merupakan salah satu fenomena yang paling banyak dikaji karena orientasi seni dalam kerangka seni rupa, tari, musik, dan teater belum mempunyai landasan nilai-nilai lokal yang kuat. Meskipun demikian ekosistem kesenian berkembang tetap terdapat permasalahan sosial yangg turut hadir dan membuat ketidakstabilan. Atas fenomena permasalah maka lahirlah pelatihan yang diinisiasi institusi. Tujuan pengabdian adalah pelatihan teater rakyat Kondobuleng berbasis Board games. Metode yang digunakan adalah analisis, perancangan, pengenalan dan roleplay, simulasi games dan evaluasi. Pelatihan ini dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran, sarana refleksi, perubahan dan pengajaran berharga bagi siswa SMA Negeri 2 Majene Sulawesi Selatan. Pelaksanaan pelatihan dengan model pendampingan bagi peserta atau mitra agar pelatihan lebih aktif, kreatif dan menyenangkan. Pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: (1) Merancang pelatihan teater melalui Board Games, dan (2) melaksanakan kegiatan games berbasis permainan tradisional. Selain itu, pelatihan ini menghasilkan luaran sebagai berikut: (1) Mengurai persoalan dengan pendekatan teater yang menjadi patron serta meningkatkan nilai tradisional melalui pembelajaran Board games Teater Rakyat Kondobuleng
Mural Dan Grafitti Sebagai Sarana Eksisteansi Kedaerahan Bagi Masyarakat Kota Makassar Edy, Muhammad Suyudi; Jayadi, Karta; Akmal, Muhammad Syafruddin; Cahyadi, Dian
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16330

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis  penelitian deskripti kualitatif yang  memiliki tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai eksistensi graffiti dan mural sebagai sarana berekspresi  di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan datayang diperoleh dapat disimpulkan bahwa (1) Seni Graffiti dan mural  yang  bertebaran di kota Makassar belum memperlihatkan sebuah eksistensi  kedaerahan.  Seni Graffiti dan mural  hanya menjadi ajang perebutan ruang publik bagi para bomber grafitti dan penggiat  mural. (2) Faktor penghambat dalam kasus ini adalah tidak tersediannya sarana atau wadah bagi para bomber. Belum lagi kebanyakan Masyarakat  masih menganggap Seni Graffiti dan mural merupakan tindakan  vandalism yang hanya mengotori dinding.  (3) Dan adapun faktor yang mendukung perkembangan seni Grafitti dan mural di Kota Makassar adalah  masih banyaknya ruang kosong  yang dapat dimanfaatkan oleh para bomber sehingga aktivitas mereka tetap berjalan dengan. Selain itu, mereka juga memiliki  networking yang kuat  dengan para bomber di sejumlah Kota Besar di Indonesia.
Pengaruh Status Sosial terhadap Kepemilikan Simbol-Simbol Ketorajaan di Kota Makassar Jayadi, Karta; Suyudi, Muhammad; Akbar, Arjun Subbanul
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78492

Abstract

Abstrak. Penelitian ini adalah sebuah studi konseptual yang menelaah pengaruh status sosial terhadap kepemilikan simbol-simbol ketorajaan pada masyarakat Toraja di Kota Makassar. Dalam konteks diaspora, simbol budaya Toraja mengalami transformasi fungsi dari ranah ritual di Tana Toraja menuju ranah representasi identitas dan instrumen prestise di lingkungan urban. Kondisi ini menunjukkan bahwa simbol budaya mengalami transformasi fungsi; dari medium sakral menuju representasi identitas dan instrumen prestise sosial. Tujuan utama kajian ini adalah menganalisis bagaimana transformasi ini memengaruhi simbol sebagai alat diferensiasi sosial di komunitas perantauan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konseptual dengan menelaah literatur seni, budaya, dan sosiologi yang relevan. Analisis dilakukan melalui integrasi tiga kerangka teori utama: konsep modal simbolik dan budaya Pierre Bourdieu, pendekatan simbol sebagai sistem makna Clifford Geertz, dan teori identitas sosial Tajfel dan Turner. Melalui kerangka ini, simbol ketorajaan dipahami tidak hanya sebagai penanda etnisitas, tetapi juga sebagai kapital estetis yang memperkuat kohesi komunitas sekaligus meneguhkan stratifikasi sosial di perantauan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa status sosial berperan signifikan dalam menentukan bentuk dan intensitas kepemilikan simbol ketorajaan di Makassar. Keluarga dengan modal ekonomi dan sosial lebih tinggi cenderung mampu menampilkan simbol budaya secara lebih menonjol. Simbol berfungsi ganda; tidak hanya mempertahankan identitas Toraja di tengah masyarakat multikultural, tetapi juga menjadi instrumen legitimasi sosial yang mengukuhkan hierarki internal komunitas diaspora melalui kerangka modal simbolik. Kata Kunci: status sosial, simbol ketorajaan, Toraja, diaspora, identitas budaya
Transformasi Metode Pendirian Rumah Tradisional Bugis di Masa Lampau dan Masa Kini di Kabupaten Wajo Jayadi, Karta; Suyudi, Muhammad; Akmal, Muhammad Syafruddin
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78494

Abstract

Abstrak. Rumah tradisional Bugis, yang dikenal sebagai "Rumah Panggung," mencerminkan identitas budaya masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Wajo. Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol status sosial dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Seiring berjalannya waktu, metode pendirian rumah tradisional Bugis mengalami transformasi yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Artikel ini akan membahas transformasi tersebut dengan menyoroti perbedaan antara metode pendirian rumah tradisional Bugis di masa lalu dan masa kini di Kabupaten Wajo. Pada masa lalu, pembangunan rumah tradisional Bugis melibatkan serangkaian ritual dan tradisi yang kaya akan makna simbolis. Proses konstruksi biasanya dimulai dengan pemilihan lokasi yang dianggap baik berdasarkan petunjuk panrita bola (ahli bangunan tradisional) dan pertimbangan feng shui lokal. Setelah lokasi ditentukan, dilakukan upacara "mattolo bola" atau memasukkan pasak pada tiang utama sehari sebelum pendirian rumah. Upacara ini bertujuan untuk memohon restu dan perlindungan dari leluhur serta roh penjaga. Pendirian rumah dilakukan secara gotong-royong oleh masyarakat setempat. Proses ini melibatkan pengangkatan dan penegakan tiang utama rumah secara bersama- sama, biasanya dilaksanakan pada pagi hari setelah salat subuh dan selesai sebelum salat zuhur. Kerja sama dan semangat kebersamaan menjadi elemen penting dalam proses ini, mencerminkan nilai-nilai sosial masyarakat Bugis yang kuat. Transformasi metode pendirian rumah tradisional Bugis di Kabupaten Wajo mencerminkan dinamika perubahan sosial dan budaya yang terjadi dalam masyarakat. Perubahan material, teknik konstruksi, fungsi, dan partisipasi masyarakat menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Namun, upaya pelestarian melalui renovasi dan penelitian menunjukkan adanya kesadaran untuk menjaga warisan budaya tersebut. Penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus berkolaborasi dalam menjaga dan mempromosikan arsitektur tradisional Bugis sebagai bagian integral dari identitas budaya Sulawesi Selatan. Target dalam penelitian ini adalah berupa tulisan yang akan dipublikasikan pada Jurnal terakreditasi SINTA sebagai bentuk pertanggung jawaban publikasi penelitian Kata Kunci: Transformasi ; Pendirian ; Rumah ; Tradisional ; Bugis
Pengaruh Digitalisasi Terhadap Peningkatan Desain Branding UMKM di Desa Kaluppini, Kabupaten Enrekang Jayadi, Karta; Hatta, Harmin
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78856

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh digitalisasi terhadap penguatan desain branding Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kaluppini, Kabupaten Enrekang. Latar belakang studi ini didasari oleh situasi UMKM setempat yang masih bergantung pada cara pemasaran konvensional, sehingga mengalami kesulitan dalam bersaing di dunia digital. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian berupa kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen, di mana subjek penelitian terdiri dari pemilik UMKM, desainer lokal, serta pelaku pemasaran digital. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi, dengan memanfaatkan aplikasi desain grafis dan platform media sosial, mampu meningkatkan kualitas visual branding produk lokal, terutama untuk produk gula semut “GOLEA” yang dikelola oleh KUBE Mabarakka. Digitalisasi memberikan kontribusi pada perbaikan logo, kemasan, dan strategi promosi digital yang memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan utama, antara lain akses internet yang terbatas, rendahnya keterampilan digital anggota UMKM, kekurangan perangkat, dan masalah biaya produksi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa digitalisasi memiliki peran yang krusial dalam memperkuat identitas merek, meningkatkan daya tarik visual, serta memperluas akses pasar UMKM di Desa Kaluppini. Dukungan dari lembaga, kerjasama dengan institusi pendamping, dan kebijakan dari pemerintah desa ternyata menjadi faktor penting dalam suksesnya penerapan branding digital Kata Kunci: Digitalisasi; Desain Branding; UMKM; Pemasaran Digital; Daya Saing
Sistem Irigasi Otomatis IoT Off-Grid untuk Optimalisasi Budidaya Cabai di Wilayah Pedesaan Tanpa Listrik Samad, Putri; Jayadi, Karta; Arnanto, Ganggang Canggi; Sabril, Aulia; Sukma, Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i2.10522

Abstract

Kegiatan ini menerapkan sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) pada lahan cabai di Dusun Matanre yang tidak memiliki akses listrik. Sistem memadukan sensor kelembapan tanah, mikrokontroler ESP32, pompa submersible, jaringan irigasi tetes, dan genset sebagai sumber daya. Pelaksanaan meliputi edukasi, pelatihan teknis, instalasi perangkat, difusi teknologi, serta pendampingan operasional. Hasil menunjukkan peningkatan efisiensi air sebesar 35%, penurunan konsumsi bahan bakar hingga 30%, dan pengurangan beban kerja harian dari empat jam menjadi sekitar satu jam. Produktivitas meningkat dari 200 kg/ha menjadi 800 kg/ha dalam satu musim tanam. Pelatihan berbasis praktik langsung membuat 92% peserta mampu mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri. Implementasi ini membuktikan bahwa teknologi IoT dapat berfungsi efektif sebagai teknologi tepat guna pada wilayah pedesaan non-elektrifikasi.
PKM Penerapan Media Digital Sederhana dalam Pembelajaran Dasar-Dasar Seni Rupa di Taman Kanak-Kanak Jayadi, Karta; Suyudi, Muhammad; Akmal, Muhammad Syafruddin
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.79070

Abstract

Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul "Penerapan Media Digital Sederhana dalam Pembelajaran Dasar-Dasar Seni Rupa di Taman Kanak-Kanak" bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran seni rupa bagi anak usia dini melalui pemanfaatan media digital yang sederhana, interaktif, dan menarik. Media digital ini digunakan sebagai alat bantu untuk memperkenalkan konsep dasar seni rupa seperti bentuk, warna, dan teknik sederhana kepada anak-anak di Taman Kanak-Kanak Melati DWP UNM. Metode pengabdian dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan langsung kepada pendidik serta penerapan media digital dalam kegiatan belajar mengajar. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan media digital sederhana efektif dalam meningkatkan minat, motivasi, dan kreativitas anak-anak dalam proses pembelajaran seni rupa. Anak-anak menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran, sementara para pendidik memperoleh kemudahan dalam menyajikan materi dengan cara yang lebih komunikatif dan menyenangkan. Selain itu, penerapan media digital turut membantu memperkuat pemahaman nilai seni rupa pada anak usia dini. Pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkaya metode pembelajaran di taman kanak-kanak serta mendorong pemanfaatan teknologi secara sederhana untuk mendukung pendidikan seni yang inklusif dan efektif.Kata kunci: media digital sederhana, seni rupa, pembelajaran anak usia dini, taman kanak-kanak.
Generative Design dalam Transformasi Tongkonan Toraja: Menjembatani Nilai Tradisi dan Kebutuhan Arsitektur Modern Abidah, Andi; Jayadi, Karta; Djawad, Yasser Abd; Marsa, Ivan Fachrul; Marwan, Nurfaizah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi potensi generative design sebagai metode inovatif untuk mentransformasikan Arsitektur Vernakular Tongkonan di Toraja ke dalam konteks arsitektur modern yang adaptif dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan filosofisnya. Tongkonan merupakan manifestasi budaya Toraja yang kaya akan kosmologi dan simbolisme, berperan sebagai pusat kehidupan sosial dan ritual. Di tengah tuntutan modernitas, muncul kebutuhan untuk menjembatani kearifan lokal ini dengan efisiensi fungsional dan ekologis kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang diperkuat dengan eksperimen desain digital. Pengumpulan data awal dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan studi literatur untuk mendalami filosofi (kosmologi) dan simbolisme Tongkonan, termasuk elemen-elemen kunci seperti bentuk atap, struktur panggung, dan orientasi bangunan. Nilai-nilai kualitatif ini kemudian diterjemahkan menjadi sistem generative design menggunakan SketchUp dan plugin pendukung (Ruby Console, Parametric Modeling, dan Sefaira). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemodelan generatif mampu menghasilkan alternatif desain (misalnya Model B) yang mencapai keseimbangan optimal (78% efisiensi energi dan 1.1 m/s sirkulasi udara). Model ini mempertahankan proporsi ruang utama (banua) dan orientasi tradisional, yang terbukti secara performatif meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal. Evaluasi kualitatif dengan tokoh adat dan akademisi menegaskan bahwa rancangan yang dihasilkan tetap menghormati wujud dan nilai filosofis Tongkonan sambil mengadopsi fungsionalitas modern. Kesimpulan menunjukkan bahwa generative design berfungsi sebagai medium reflektif yang berhasil menerjemahkan kearifan lokal Tongkonan ke dalam paradigma digital. Transformasi ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang kuat untuk pelestarian budaya dinamis, memungkinkan arsitektur tradisional Indonesia berevolusi secara kontekstual, efisien, dan berpihak pada keberlanjutan.Kata Kunci: Arsitektur Vernakular, Generative Design, Kearifan Lokal,  Tongkonan Toraja, Transformasi Arsitektur