Claim Missing Document
Check
Articles

Impact of Hull Breadth Modification on Tugboat Resistance: A Comparative Analysis Using Holtrop and CFD Methods As’ad, Miftachus Surur; Pawara, Muhammad Uswah; Ikhwani, Rodlian Jamal; Wulandari, Amalia Ika
Indonesian Journal of Maritime Technology Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Issue 1, June 2024
Publisher : Naval Architecture Department, Kalimantan Institut of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/ismatech.v2i1.1062

Abstract

Estimating resistance experienced by a ship is crucial for determining the required engine power and fuel consumption to maintain a required speed. This study examines the comparative effects of altering the breadth of a tugboat from the approved initial design of 9 meters to a modified design of 8.6 meters, both utilizing the same engine power of 2x1018 HP. The analysis employs the Holtrop method, and Computational Fluid Dynamics (CFD). Using the Holtrop method, the largest differences at a speed of 14 knots were found to be 11.577 kN in resistance, 198.66 HP in engine power, and 0.617 g/kW.h in Specific Fuel Oil Consumption (SFOC), corresponding to a 5.141% difference in engine load. CFD results indicated the largest differences at 10 knots, with 9.009 kN in resistance, 102.47 HP in engine power, and 3.192 g/kW.h in SFOC, translating to a 5.034% difference in engine load. The modification of the breadth by 0.4 meters, while keeping the engine constant, impacts the resistance, engine power, and fuel consumption of the vessels.
Enhancing Community Self-Sufficiency: A Case Study of Motorcycle Maintenance Training in North Balikpapan Suardi, Suardi; Pawara, Muhammad Uswah; Mahmuddin, Faisal; Klara, Syerly
Indonesian Journal of Maritime Technology Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Issue 1, June 2024
Publisher : Naval Architecture Department, Kalimantan Institut of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/ismatech.v2i1.1121

Abstract

Motorcycle maintenance and service training represents a strategic initiative to enhance technical skills and empower individuals to independently maintain the condition of their vehicles. This training program was implemented in RT 33 Balikpapan with the primary objective of imparting both practical and theoretical knowledge on motorcycle maintenance and repair to local residents. The training methodologies employed encompassed classroom-based theoretical sessions, live demonstrations, and hands-on practical work under the guidance of experienced instructors. The outcomes of this training program indicated a substantial improvement in participants' comprehension and technical proficiency. Prior to the training, most participants possessed minimal knowledge regarding the fundamental aspects of motorcycle maintenance. However, post-training assessments revealed that participants were capable of performing various routine maintenance tasks such as oil changes, brake inspections, and chain adjustments. Furthermore, participants demonstrated the ability to diagnose and repair common issues, including carburetor contamination and ignition system malfunctions. The success of the program was evaluated not only by the enhancement of technical skills but also by the increased confidence and self-reliance of the participants in maintaining their motorcycles. The broader implications of this training include cost savings on vehicle maintenance for residents, improved driving safety, and potential economic uplift through the establishment of independent motorcycle service ventures. In conclusion, the motorcycle maintenance and service training program conducted in RT 33 Balikpapan had a marked positive impact, enhancing the technical capabilities of the community and fostering community empowerment through the development of practical skills.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN SEMAYANG SEBAGAI PENYANGGA IBU KOTA NEGARA Pawara, Muhammad Uswah
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3741

Abstract

Pelabuhan Semayang adalah sebuah pelabuhan laut yang terletak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pelabuhan ini dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV. Pelabuhan ini berada pada Alur Laut Kepulauan Indonesia II di tepi Selat Makassar. Pelabuhan Semayang memiliki dermaga dengan panjang 4.89,5 meter dan lebar 21 meter. Dari sisi internal, Pelabuhan Semayang Balikpapan memiliki kendala dengan angka kunjungan kapal yang terus meningkat, peningkatan tersebut mengakibatkan kebutuhan akan fasilitas pelabuhan juga meningkat. Dengan terpilihnya wilayah Kalimantan Timur menjadi Ibu Kota Negara (IKN), jumlah penduduk kota tersebut dipastikan nantinya akan meningkat, di sekitar wilayah ibu kota akan tumbuh berbagai macam kegiatan ekonomi. Oleh sebab itu Strategi pengembangan pelabuhan dengan fungsi Pelabuhan Semayang dengan terpilihnya Kalimantan Timur menjadi Ibu Kota Negara (IKN) perlu dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi pengembangan pelabuhan semayang terhadap nilai indikator kinerja fasilitas pelabuhan semayang sebagai penyangga Ibu Kota Negara.
ANALISIS KEANDALAN DAN RISIKO SISTEM PELUMASAN MESIN UTAMA SABUK NUSANTARA 43 suardi, suardi suardi; Pawara, Muhammad Uswah; Mahmuddin, Faisal; Klara, Syerly; Alwi, Muhammad Rusdy; Abidin, Abdul Basiq Zainal
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan pendekatan sistematis dalam mengevaluasi keandalan sistem pelumasan pada kapal Sabuk Nusantara 43. Penilaian risiko dilakukan dengan menerapkan dua pendekatan, yaitu metode kuantitatif dan metode semi-kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menggunakan pendekatan nilai numerik dalam analisis, sementara pendekatan semi-kuantitatif menggabungkan elemen analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi kejadian yang tidak hanya berpotensi mengganggu operasional perpipaan, tetapi juga dapat berdampak pada aspek keselamatan dan lingkungan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa risiko terbesar terkait dengan instalasi pelumas pada kapal Sabuk Nusantara 43 terfokus pada komponen filter. Tingkat kerusakan komponen ini mencapai lima kali dalam satu tahun, dan berdasarkan analisis risk matrixplotting, risikonya masuk dalam kategori "major" (Tidak Diterima). Sebagai solusi pengendalian risiko yang direkomendasikan, dianjurkan pemilihan komponen saringan yang mematuhi standar yang berlaku, pelaksanaan perawatan berkala yang cermat, serta penghindaran penggunaan minyak pelumas yang sudah terlalu lama atau bekas. Dalam konteks ini, penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi keandalan sistem pelumasan pada kapal Sabuk Nusantara 43 dengan memanfaatkan pendekatan metode kuantitatif dan semi-kuantitatif. Temuan utama menunjukkan bahwa risiko terbesar terkait dengan komponen filter, dan perbaikan serta perawatan yang teliti sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko kerusakan. Sebagai rekomendasi pengendalian risiko, disarankan pemilihan komponen yang memenuhi standar yang berlaku, pelaksanaan perawatan berkala yang teliti, serta manajemen penggunaan minyak pelumas yang lebih efisien.
Design and Implementation of Solar Cells as an Alternative Power Source for Pinisi Ships Suardi, Suardi; Maulana, Mohammad Khafid; Ikhwani, Rodlian Jamal; Pawara, Muhammad Uswah; Mahmuddin, Faisal; Tasrief, Muhdar
Computational And Experimental Research In Materials And Renewable Energy Vol 7 No 2 (2024): November
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/cerimre.v7i2.52111

Abstract

The Pinisi is a traditional Indonesian ship recognized as a maritime cultural masterpiece and remains widely utilized, particularly in liveaboard tourism. The increasing demand for sustainable and innovative energy solutions in the tourism and maritime industries highlights the relevance of adopting solar cells as an alternative energy source for lighting on these ships. Solar cells, primarily made from silicon, efficiently convert solar radiation into electrical energy. This study evaluates the feasibility of using solar cells to power lighting systems on Pinisi ships operating in the Selayar Islands. Solar radiation data from NASA Surface Meteorology was utilized to estimate the optimal power output of solar modules. The analysis indicates that 10 solar cell modules can generate an energy output of 19.480 kWh, sufficient to meet the ship's lighting requirements. Configurations were optimized for different decks, ensuring efficient energy distribution while maintaining sustainability. The findings demonstrate that implementing solar cells on Pinisi ships not only fulfills their energy needs but also supports the maritime tourism industry by providing an eco-friendly and innovative energy solution. This approach contributes to the preservation of maritime heritage while addressing contemporary environmental challenges.Keywords: Pinisi ship, solar cells, energy conversion, maritime tourism innovation
EXPERIMENTAL ANALYSIS OF CASTOR OIL AND DIESEL OIL MIXTURES IN A 4-STROKE COMPRESSION COMBUSTION ENGINES: EXPERIMENTAL ANALYSIS OF CASTOR OIL AND DIESEL OIL MIXTURES IN A 4-STROKE COMPRESSION COMBUSTION ENGINES Suardi, Suardi; Alamsyah, Alamsyah; Nugraha, Andi Mursid; Pawara, Muhammad Uswah
International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Mechanical Engineering Department, Engineering Faculty, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/MECHTA.2023.004.02.6

Abstract

The production of hydrocarbon fuels shows a downward trend which forces people to look for alternative renewable fuels such as biodiesel from vegetable oil. One solution that can be applied in the use of biodiesel mixed with castor oil. The purpose of this study was to determine the effect of using a mixture of castor oil on the performance of diesel engines. The method used in this experiment is testing it directly on a diesel engine. Experiments were carried out on machines with a load of up to 4000 watts by mixing pure diesel fuel with castor oil to produce biodiesel B10, B20, and B30 as fuel. The results showed that the use of castor oil biodiesel tends to be lower than diesel oil, the torque produced by B20 17,59 N.m is greater than diesel oil, and the thermal efficiency of B20 17,04 % and SFC B20 is 470,2 gr/kWh more economical than diesel oil. B20 provides better performance values foe diesel engines and this is the right solution to be an alternative fuel other than diesel oil.
Experimental Study on The Performance Characteristics of 4 Stroke CI Engine using Biodiesel Blend from Coconut Oil suardi suardi; Feston Sandi Paribang; Wira Setiawan; Amalia Ika Wulandari; Muhammad Uswah Pawara; Andi Mursid Nugraha Arifuddin; Alamsyah Alamsyah
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 1 (2024): March 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i1.188-196

Abstract

To address the challenges faced by the government in the realm of petroleum imports, a promising strategy was adopted in the utilization of biodegradable and renewable sources of biodiesel, such as coconut oil. This research employed two distinct methodologies: Transesterification for biodiesel synthesis and a comprehensive assessment of fuel properties. Subsequently, an experimental phase assessed biodiesel within an engine environment to analysis performance metrics. Results showed that B30 (30% coconut oil, 70% diesel oil) has density of 0.850 g/cm³, B50 (50% coconut oil) at 0.861 g/cm³, and B100 (Pure coconut oil) at 0.893 g/cm³. The values differed from regional standards. As per ASTM D6751, B30 has a viscosity of 2.31 cSt, B50 3.22 cSt, and B100 is 7.02 cSt. Engine performance revealed B50 with the highest torque at 11.787 Nm, while B0 (pure hydrocarbon diesel) has a thermal efficiency of 38%. B0’s lowest SFC (Specific Fuel Consumption) is 261.12 g/kWh at 2000 watts load and 1000 rpm. Biodiesel coconut oil provided comparable power and torque (0.3% difference from B0) but consumed more fuel (21.6 % higher usage than B0). Keywords:  Biodiesel, Coconut oil, Engine performance, Fuel properties, Transesterification.
PERAMALAN BEBAN PENERANGAN KAPAL RO-RO 32.45 METER MENGGUNAKAN METODE ZCM (ZONAL CAVITY METHOD) Suardi Suardi; Wira Setiawan; Muhammad Uswah Pawara; Andi Mursid Nugraha Arifuddin; Alamsyah Alamsyah; Widya Yulia Astin
Jurnal Media Elektrik Vol. 20 No. 3 (2023): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v20i3.5554

Abstract

Sistem penerangan di atas kapal penumpang kapal ro-ro 32.45 meter masih menggunakan lampu fluorescent atau biasa disebut sebagai lampu neon, lampu ini dipandang kurang efektif mengingat berbagai penelitian menyebutkan bahwa lampu fluorescent memiliki dampak negatif berupa kandungan mercury yang membahayakan lingkungan dan daya yang lebih boros dibandingkan dengan menggunakan lampu LED. tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji tingkat penghematan daya generator untuk penerangan setelah mengganti lampu fluorescent menjadi lampu LED. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode lumen atau biasa disebut metode ZCM (Zonal Caviti Method). Hasil penelitian di dapatkan jumlah beban listrik penerangan pada penerangan fluorescent yang telah di akumulasikan tiap deck sebesar 24.41 kW, sedangkan penerangan dengan jenis penerangan LED di dapatkan beban listrik penerangan sebesar 12.49 kW. Sehingga dengan hasil yang tertera di atas didapatkan efisiensi daya sebesar 11.92 kW yang kemudian akan disimulasikan pada desain gambar 3D.
APLIKASI DESIGN SAFETY PLAN DI LINGKUNGAN RT.14 KARANG JOANG DALAM MENDUKUNG KEAMANAN DAN KESELAMATAN JIWA MASYARAKAT Arifuddin, Andi Mursid Nugraha; Sherina Fitri Hariani; Elfin Zulmi Azhar; Fiesta Olivia; Rara Gusnia Nurulhaini; Ahmad Razzan; Gom Gom Mulia Yehezkiel Tambunan; Abiyyu Harly Saputra; Suardi; Muhammad Uswah Pawara
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 5 No. 1 (2024): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v5i1.1112

Abstract

Keamanan dan keselamatan jiwa merupakan aspek yang yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari hari. Ketika beraktiftas, semua instrument pendukung keamanan dan keselamatan harus terpenuhi. Selain instrument untuk perlengkapan diri sendiri, instrumen pendukung yang terdapat di lingkungan harus memadai. Seluruh instrument pendukung sebaiknya dituangkan dalam sebuah desain safety plan agar masyarakat bisa mengetahui, memahami dan mengaplikaikan setiap instrument pendukung keamanan dan keselamatan jiwa yang tersedia. Tujuan dari pembuatan safety plan yaitu untuk memberikan gambaran awal tindakan yang harus dieksekusi jika sewaktu-waktu terjadi kejadian yang mengancam jiwa manusia seperti bencana alam, non alam dan sosial. Olehnya itu, diperlukan sebuah desain perencanaan penanganan bencana pada setiap kawasan pemukiman. Salah satu daerah di Balikpapan yang belum memiliki desain safety plan yaitu lingkungan RT 14 khususnya Perumahan Batu Ratna Indah Residence. Selain itu, Kawasan ini adalah wilayah terdampak banjir jika curah hujan tinggi. Kurangnya kesadaran akan pentingan desain safety plan sebagai wujud mitigasi bencana menjadi fenomena di wilayah ini. Sehingga diperlukan sebuah pendekatan yang bisa mengedukasi masyarakat setempat tentang pentingnya perencanaan antisipasi bencana. Sebuah konsep kegiatan berupa penyuluhan perencanaan safety plan akan dilakukan dilokasi ini. Selain itu, desain safety plan yang direncanakan akan coba diaplikasikan di lingkungan tersebut dengan menyiapkan beberapa marka jalur evakuasi dan rambu keselamatan lainnya.
Preliminary Design and Energy Production of a Mobile Floating Structure (MFS) for Offshore Wind Turbines in Indonesian Waters Pawara, Muhammad Uswah; Sitorus, Chris Jeremy Verian; Hariyono, Hariyono; Arifuddin, Andi Mursid Nugraha; Alamsyah, Alamsyah; Hidayat, Taufik; Suardi, Suardi; Syadzali, Abdul Mujib; Mahmuddin, Faisal
EPI International Journal of Engineering Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 Number 1, Februari 2025
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Engineering Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Mobile Floating Structure (MFS) is an innovative floating wind turbine concept that utilizes a catamaran hull design to enhance mobility and operational efficiency. Unlike stationary platforms, the MFS can relocate to areas with higher wind energy density, making it a promising solution for optimizing wind energy harvesting in offshore environments. This study focuses on the preliminary design and energy production of the MFS. Maxsurf is used to analyze hydrostatics and assess the hydrodynamic performance of the MFS hull after the dimension of the MFS is determine with key considerations including rotor diameter and the weight of the wind turbine. Furthermore, four wind turbines are installed in the MFS. Those aspect were integrated into the design process to ensure realistic operational adaptability. As result. the resulting dimensions of the MFS were determined utilizing Maxsurf. Moreover, different with the previous study that use satellite data, the present study employs reanalysis data to estimate the energy density and power production of MFS. the energy density map is also produced in the present study to determine the monthly location of the MFS. The energy production of the MFS with four turbines has been calculated, and the energy production map is also drawn. Finally, the energy production of the MFS in the chosen location has also been estimated. The energy production map can be utilized to develop MFS in other location.
Co-Authors A, Alamsyah A. B. Mapangandro A. B. Mapangandro Abdul Basiq Zainal Abidin Abdul Mujib Syadzali Abdurrahman, Luthfi Abdurrahman, Luthfi Abdurrahman Abidin, Abdul Basiq Zainal Abiyyu Harly Saputra Ade Ray Siahaan Adhy Rahmat Agus Budianto Ahmad Razzan Ahmed Reza Falevi Akhir, Anshar Yaumil Alam, Alamsyah Alamsyah Alamsyah Alamsyah - Alamsyah Alam Alamsyah Alam Alamsyah Alamsyah Alamsyah Alamsyah Alamsyah Alamsyah Alamsyah alamsyah Alamsyah, Alamsyah Alfawan Alfawan Alwi, Muhammad Rusdy Amalia Ika W Amalia Ika W Amalia Ika Wulandari Amalia Ika Wulandari Amalia Ika Wulandari Amalia Ika Wulandari Amalia Ika Wulandari Andi Mursid Nugraha Arifuddin Andi Mursid Nugraha Arifuddin Andi Mursyid Nugraha Arifuddin Andi Mursyid Nugraha Arifuddin Anggela, Anggela Anugerah, Andi Nurwahid Ardianti, Andi Ardianti Arifuddin, Andi Mursid Nugraha Arifuddin, Mursid Nugraha Astin, Widya Yulia As’ad, Miftachus Surur Aung Ye Kyaw Bancin, Sutomo Baratau, Irentya Anugra Budi Prayitno Cahyani, Alviana Eka Dianiswara, Anggoronadhi Dwiyanti, Diva Syahirah Elfin Zulmi Azhar Fachrul Jaya, Muhammad Reza Faisal Mahmuddin Faisal Mahmuddin Faisal Mahmuddin Feston Sandi Paribang Fiesta Olivia Fitri, Ade Gom Gom Mulia Yehezkiel Tambunan Hapsari, Dessy Purwita Harifuddin Harifuddin Hariyono, Hariyono Hijriah Hijriah Hijriah, Hijriah Hijriah, Hijriah Ikhwani, Rodlian Jamal Indah Sari, Fitria Irawan, Reynadi Firzy Irfan Fadillah Jumalia, Jumalia Jumardi, Jumardi Klara, Syerly Kumandang, Niti Gede Kustiwansa, Harlian Kusuma, I Putu Arya Lolo, Musa Lumbantoruan, Hendra Eliakim Lumenteri, Fido Fortunatus Mahmuddin, Faisal Manik, Aljoiden Maulana, Mohammad Khafid Moch Purwanto mubarak, azhar aras Muhammad Riyadi Muhammad Rusdy Alwi Muhammad Syarif Muhammad Yusuf Al-Hafidz Muhammad Zulkifli Muhdar Tasrief Musyarofah Musyarofah, Musyarofah Naufal, Daffa Ahmad Ningrat, Andi Nizam, Syahrul Ni’matus Sholihah Nugraha Arifuddin, Andi Mursid Nugraha, Andi Mursid Nugroho Septianda Oktavaro Pangestu, Aldo Paribang, Feston Sandi Pengestu, Pria Adi Pratama, Brian Yoga Prayoga, Dimas Rachmianty, Andi Raditya, Muhammad Yogi Rajagukguk, Pernando Anju Ramadana, Andi Najwa Ramadhani, Rizky Rara Gusnia Nurulhaini Rifai, Muhammad Rizky Risaldo Rodlian Jamal Ikhwani Rodlian Jamal Ikhwani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Samsu Dlukha N Setiawan, Wira Sherina Fitri Hariani Sherly Clara Siagian, Firman Veryvicasi Vernando Simatupang, Gusrawati, Sander V S Sitorus, Chris Jeremy Verian Suandar Baso Suardi Suardi Suardi, Suardi Sultan Mahmud Cakasana Syadzali, Abdul Mujib Syahab, Husein Syerly Klara Syerly Klara Tasrief, Muhdar Tasrief, Muhdar Taufik Hidayat Taufik Hidayat Tobing, Andreyano Yosefan Lumban Widya Yulia Astin Wijaya, Vibra Wira Setiawan Wira Setiawan Wira Setiawan Wira Setiawan wulandari, amalia ika Wulandari, Amalia Ika Yosefan, Andreyano