Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Prototipe Desalinator Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Pada Desa Meurandeh Kecamatan Manyak Payed Juni Prastika; Eka Mutia; Ellida Novita Lydia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.734

Abstract

Abstrak Desa Meurandeh, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang yang berada didaerah pesisir mengakibatkan sulitnya mendapatkan air bersih. Air yang digunakan oleh masyarakat adalah air payau yang tidak layak dikonsumsi. Tujuan penelitian yaitu membuat model desalinator dengan tenaga surya dan mengetahui tingkat kualitas air. Maka diperlukan sistem pengolahan air payau menjadi air bersih dengan membuat model prototipe desalinator tenaga surya berukuran 100x100 cm, dengan skala 1:100 menggunakan metode desalinasi evaporasi. Dari pengujian destilasi diperoleh volume air yang kemudian dilakukan analisa debit aliran melalui lubang kecil yang menghasilkan debit nyata Q = 7,838 x 10-8 m3/dtk pada hari ke-1 lebih kecil dari debit teoritis Qt = 7,4 x 10-4 m3/dtk yang disebabkan adanya pelepasan uap panas. Kualitas air hasil destilasi diperoleh warnanya jernih, tidak berasa, tidak berbau, dengan hasil pengujian alat TDS diperoleh nilai 21 Mg/l dan pH meternya 7,3 Mg/l, hasil tersebut sudah sesuai standar baku mutu sehingga airnya layak dikonsumsi. Kata kunci: Desalinasi, evaporasi, kualitas air, debit aliran lubang kecil  Abstract Meurandeh Village, Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency, which is located in a coastal area, makes it difficult to get clean water. The water used by the community is brackish water which is not suitable for consumption. The purpose of the research is to make a desalinator model with solar power and to determine the level of water quality. So we need a brackish water treatment system into clean water by making a prototype model of a solar desalinator measuring 100x100 cm, with a scale of 1:100 using the evaporation desalination method. From the distillation test, the volume of water was obtained which was then analyzed for flow through a small hole which resulted in a real discharge Q = 7,838 x 10-8 m3/s on day 1 which was smaller than the theoretical discharge Qt = 7,4 x 10-4 m3/ s due to the release of hot steam. The quality of the distilled water obtained is clear, tasteless, odorless, with the results of the TDS tool testing the value is 21 Mg/l and the pH meter is 7.3 Mg/l, these results are in accordance with quality standards so that the water is fit for consumption.   Keywords: Desalination, evaporation, water quality, borehole flow rate
MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN INTERAKTIF Ellida Novita Lydia; Eka Mutia; Meilandy Purwandito
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5122-5132

Abstract

Program literasi kesiapsiagaan bencana pada anak usia dini sangat penting, terutama di Indonesia, yang merupakan wilayah rawan bencana alam. Program Pembelajaran Interaktif Kesiapsiagaan Bencana (PIKB) diimplementasikan di TK Negeri Nurul A’la untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang bencana dan mitigasinya. Kegiatan ini melibatkan senam gempa, permainan ular tangga siaga bencana, dan presentasi visual mengenai berbagai jenis bencana. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan di kalangan siswa, dengan rata-rata peningkatan dari 41% menjadi 81% setelah kegiatan. Kegiatan fisik seperti senam gempa juga berhasil membantu siswa menginternalisasi tindakan perlindungan yang harus diambil saat terjadi bencana. Permainan ular tangga, yang menggabungkan konsep mitigasi bencana dalam bentuk permainan interaktif, berhasil menarik minat siswa dengan tingkat jawaban benar mencapai 98% terkait tindakan yang harus diambil dalam situasi gempa bumi. Partisipasi aktif siswa dalam program ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan mereka. Program ini juga didukung oleh para guru yang menyatakan bahwa kegiatan ini membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kesiapsiagaan bencana.Â