Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Socio-Demographics Factors Influencing Parental Knowledge About Childhood TB Putri, Azalia Melati; Rakhmawati, Windy; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Hendrawati, Sri
Journal of Nursing Care Vol 6, No 3 (2023): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v6i3.44724

Abstract

Knowledge is a fundamental aspect that can influence attitudes and behaviour in seeking parental health services and have an impact on reducing the scope of finding cases of TB in children. The eastern region of Bandung Regency is a densely populated area with a low socioeconomic level and has a high number of TB cases. Knowledge is known to be related to behavior in seeking health services and is one of the factors that influence the behavior of parents who have children with TB. This study aims to determine the relationship between socio-demographic factors that can influence parents' knowledge about TB in children. This research with a correlational descriptive design was carried out using purposive sampling with the criteria of a sample of parents who have children aged 0-14 years and are undergoing TB treatment in the eastern region of Bandung Regency in the 2020–2022-year range. The number of samples involved in this research was 54 people. The questionnaire used in this study was based on the Knowledge, Attitudes and Practice (KAP) survey guidelines developed by the World Health Organization. Bivariate data analysis was performed using contingency correlation test. Most parents already have good knowledge about TB (57.4%). Age (p=0.019) is a factor related to parents' knowledge about child TB. Unrelated factors were education (p=0.064), economy (p=0.425), and parents' occupation (p=0.272). The knowledge of parents who have children with a history of TB in the Eastern Region of Bandung Regency regarding childhood Tuberculosis is quite good. This can be influenced by aspects of education, economics, and parents' work. Health workers play a major role in increasing parental knowledge about child TB. Nurses as care givers and educators can involve parents in the process of caring for childhood TB patients and increase knowledge through education and health promotion about TB.  
Sikap dan Perilaku Pencarian Pelayanan Kesehatan Orang Tua dengan Anak Tuberkulosis saat Masa Pandemi COVID-19 di RSUD Al-Ihsan Rausanfikra, Syiffa Salsabila; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani
Holistic Nursing and Health Science Vol 6, No 1 (2023): June
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.6.1.2023.19-29

Abstract

Peningkatan kasus TBC saat pandemi COVID-19 karena isolasi sosial memicu penularan TBC di rumah akibat kontak erat selama isolasi. Hal ini menyebabkan keterlambatan diagnosis sehingga meningkatkan kejadian tuberkulosis. Sikap memiliki pengaruh besar terhadap terbentuknya perilaku pencarian pelayanan kesehatan orangtua dengan anak TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua dengan anak TBC di RSUD Al-Ihsan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif dan teknik purposive sampling. Kriteria sampel adalah orang tua yang memiliki anak dengan TBC sebanyak 67 sampel. Untuk mengukur sikap dan perilaku menggunakan kuesioner KAP Surveys yang dikembangkan oleh WHO. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi deskriptif  kuantitatif. Hasil penelitian sikap dengan reaksi orang tua ketika anaknya tertular TBC sebagian responden (50,7%) takut tertular TBC dan seluruh responden (95,5%) ketika anaknya tertular penyakit TB mengajak bicara dokter dan tenaga kesehatan. Adapun perilaku pencarian pelayanan kesehatan orangtua dengan anak tuberkulosis sangat bervariasi, lebih banyak responden yang memilih pusat kesehatan, segera ke pelayanan kesehatan setelah gejala TBC muncul dan faktor penghambat pergi ke layanan kesehatan adalah biaya, jarak, dan ketidaktahuan.  Sikap orang tua terhadap TBC sangat serius dan menganggap anaknya berpotensi dapat tertular penyakit TBC. Sikap ini sesuai dengan perilaku pencarian tempat pelayanan kesehatan. Penelitian selanjutnya diharapkan menganalisis determinan sikap dan perilaku orangtua anak dengan TB dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Pengetahuan Ibu tentang Masalah Gizi Kronis pada Anak: Sebuah Narrative Review Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Mirwanti, Ristina; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Status gizi anak di Indonesia masih cukup rendah. Keadaan ini dapat mengancam upaya Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya karena masalah gizi kronis. Dalam hal ini, pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi pada anak sangat penting, karena dengan pengetahuan ibu yang baik akan memberikan makanan yang baik dan seimbang kepada anak, dengan demikian maka hal ini dapat mempengaruhi status gizi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang masalah gizi kronis pada anak. Metode: Kajian literatur ini menggunakan metode narrative review. Pencarian literatur menggunakan electronic database yang terdiri dari Google Scholar, Pubmed, dan EBSCOhost. Kata kunci yang digunakan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kriteria inklusi yang digunakan adalah penelitian original berbahasa Indonesia atau Inggris, penelitian kuantitatif atau kualitatif, artikel menggunakan sampel yaitu ibu yang memiliki anak serta penelitian terkait status gizi anak dan masalah gizi kronis pada anak, artikel terbit dalam 10 tahun terakhir (2012-2022), dan tersedia dalam full text. Peneliti menemukan 11 artikel yang dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil: Dari 11 artikel yang menggambarkan pengetahuan ibu tentang masalah gizi kronis pada anak menunjukan bahwa pengetahuan ibu terkait masalah gizi kronis pada anak secara garis besar masih dalam kategori kurang pengetahuan. Hal ini mungkin disebabkan rendahnya tingkat pendidikan ibu, rendahnya tingkat sosial ekonomi, pengasuhan ibu terkait pemberian makan pada anak masih kurang, dan perilaku ibu sebagian besar kurang sesuai dalam hal pemenuhan gizi anak. Sebagian besar ibu belum mengetahui terkait pemenuhan gizi seimbang pada anak. Kesimpulan: Hasil analisis dari beberapa jurnal menunjukkan bahwa pengetahuan ibu sangat mempengaruhi masalah gizi pada anak. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang masih dalam kategori kurang perlu dilakukannya promosi kesehatan terkait pemenuhan gizi seimbang dan praktik pemberian makan pada anak. Hasil tinjauan literatur ini diharapkan dapat dijadikan sumber referensi sebagai acuan untuk memberikan promosi kesehatan, salah satunya oleh perawat guna mencegah risiko masalah gizi kronis pada anak.
Intervensi Non Farmakologis untuk Menurunkan Mual dan Muntah pada Anak Kanker pasca Kemoterapi: Sebuah Narrative Review Hendrawati, Sri; Rukmasari, Ema Arum; Mediani, Henny Suzana; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Febriansyah, Rifki
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVII)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan abnormal sel dalam tubuh. Kemoterapi merupakan salah satu terapi modalitas dalam pengobatan kanker. Mual dan muntah merupakan efek samping kemoterapi yang diakibatkan oleh penggunaan obat yang sangat emetik dari kemoterapi sehingga diperlukan intervensi untuk mengatasinya, diantaranya intervensi non farmakologis yang mudah untuk dilakukan, murah, dan minim efek samping. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi non farmakologis dalam menurunkan mual dan muntah pada anak dengan kanker pasca kemoterapi. Metode: Desain yang digunakan adalah narative review dengan database terdiri dari PubMed, Science Direct, EBSCOhost, dan search engine Google Scholar. Kata kunci dalam penelitian ini menggunakan boolean frase dan kata kunci bilingual. Kriteria inklusi pada narrative review ini yaitu anak dengan kanker, intervensi non farmakologis untuk mual dan muntah, dan artikel free full text yang berbahasa Inggris dan Indonesia dengan tahun publikasi 2012-2022. Hasil pencarian artikel dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil dan Diskusi: Hasil pencarian mendapatkan sebanyak 1.140 artikel, dan hanya sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari hasil telaah sembilan artikel tersebut ditemukan lima jenis intervensi non farmakologis mual dan muntah pada anak kanker pasca kemoterapi. Intervensi non farmakologis tersebut diantaranya terapi akupuntur, akupresur, terapi pijat, hipnoparenting, dan teknik relaksasi otot progresif. Kesimpulan dan Saran: Intervensi non farmakologis yang terdiri dari akupuntur, akupresur, terapi pijat, hipnoparenting, dan teknik relaksasi otot progresif mampu menurunkan tingkat mual dan muntah akibat kemoterapi, mempercepat waktu pemulihan, mengurangi biaya pengobatan, serta meredakan nyeri dan distres akibat mual dan muntah. Perawat diharapkan dapat memastikan akan penguatan peran dan tanggung jawab dalam kemampuannya menerapkan intervensi non farmakologis untuk menangani mual dan muntah sebagai opsi pada pasien kanker baik di lingkungan rumah sakit, pelayanan primer, maupun di rumah.
Edukasi Perawatan Gigi dan PHBS pada Anak-Anak Usia Dini (Paud) di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek Mardhiyah, Ai; Eriyani, Theresia; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Yudianto, Kurniawan; Rukmasari, Ema Arum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17870

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan keadaan umum dari bentuk kekurangan gizi (PE/mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin. Selain itu, stunting yang dialami balita juga merupakan salah satu tanda gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan dampak yang sulit diperbaiki pada 2 tahun awal kehidupan. Meningkatkan pemahaman dalam upaya pembiasaan PHBS dan kebersihan gigi yang benar sebagai pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode penyuluhan dan sosialisasi dengan tahapan demonstrasi, lagu dan permainan, media edukasi, dan tanya jawab serta diskusi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa dan orang tua yang dilihat dari peningkatan nilai dari pre-test dan post-test. Data menunjukkan bahwa pengetahuan peserta, seperti orang tua dan siswa PAUD mengenai topik tersebut sebelum dan sesudah mengikuti penyuluhan mengalami peningkatan. Dengan meningkatnya pengetahuan para peserta, terutama orang tua yang menjadi agen perubahan, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di desa tersebut. Kata Kunci: Perawatan Gigi, PHBS, Stunting  ABSTRACT Stunting is a common condition of malnutrition (PE/micronutrients) that affects infants before and shortly after birth, related to the mother's size, nutrition during pregnancy, and fetal growth. In addition, stunting experienced by toddlers is also a sign of chronic malnutrition that can reflect the overall socioeconomic disturbances of the past and the difficult-to-repair impacts during the first two years of life. To enhance understanding in the efforts of habituating PHBS (Clean and Healthy Behavior) and proper dental hygiene as a prevention of stunting. This study uses a method of outreach and socialization with stages of demonstration, songs and games, educational media, as well as question and answer sessions and discussions. There is an increase in knowledge among students and parents, as evidenced by the improvement in scores from the pre-test to the post-test. The data shows that the knowledge of participants, such as parents and early childhood education students, regarding the topic increased before and after attending the counseling session. With the increasing knowledge of the participants, especially the parents who become agents of change, it is hoped that the stunting rate in the village can be reduced. Keywords: Dental Care, Healthy Lifestyle Behavior, Stunting
TINJAUAN LITERATUR: KEBUTUHAN ORANG TUA DENGAN BAYI SAKIT KRITIS DALAM IMPLEMENTASI FAMILY CENTERED CAREDI RUANG PERAWATAN INTENSIF NEONATAL Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Permana, Septa
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/76kcxv32

Abstract

Infant hospitalization in the neonatal intensive care unit adversely affects both infants and their parents. Efforts can be developed to minimize the negative impact by applying family-centered care. The first step is to identify the needs of parents. Therefore, this literature review aims to identify the needs of parents with critically ill infants in the neonatal intensive care unit. Articles were collected through EBSCOhost, PubMed, Science Direct, and Scopus electronic database using the keywords critically ill infants, family-centred care, needs of parents, and neonatal intensive care unit were searched for qualitative and quantitative studies. The articles reviewed were only articles with full text, written in English, and published from 2015 to 2024. It found 925 articles on infant care in the neonatal intensive care unit, only 10 articles explicitly related to the needs of parents. Needs of parents with critically ill infants, including the needs for (1) positive acceptance and caring attitude of nurses towards infant and parents; (2) accurate information, effective communication, and involvement of parents in decision-making regarding the condition of the infant; (3) feel confident and believe that infant gets the best care; (4) have adequate contact with an infant; (5) involved in caring for the infant with the guidance and supervision of nurses; and (6) comfortable neonatal intensive care unit environment. According to the six needs, each parent has a different priority. Identifying the needs of parents in the neonatal intensive care unit can allow nurses to integrate these needs into family-centered care so that parents can meet these needs, get satisfaction, and improve the quality of life of infants
Tingkat Kecemasan Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB BC Multahada Purwati, Dewi; Hendrawati, Hendrawati; Setyorini, Dyah; Asriyani Maryam, Nenden Nur; Hernawaty, Taty
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.353

Abstract

Anak tunagrahita memiliki berbagai keterbatasan, baik dalam fungsi intelektual maupun fungsi adaptifnya. Keterbatasan ini membuat orang tua menjadi cemas terhadap masa depan dan tingkat kemandirian anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB (Sekolah Luar Biasa) BC Multahada. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua (ayah/ibu/wali/pengasuh utama di rumah) yang memiliki anak tunagrahita di SLB BC Multahada dengan jumlah sebanyak 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Kuesioner yang digunakan adalah Penn State Worry Questionnaire versi Indonesia yang memiliki nilai validitas, yaitu: 0,75 sampai 0,80; dan nilai reliabilitas 0,88. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah responden mengalami kecemasan sedang diikuti kecemasan ringan. Lalu sebagian kecil mengalami kecemasan berat dan sebagian kecil lagi tidak mengalami kecemasan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kecemasan yang dirasakan orang tua akan berdampak terhadap dirinya maupun anaknya. Apabila kecemasan ini tidak segera ditangani nantinya akan berkembang menjadi lebih buruk. Adapun faktor yang mempengaruhi kecemasan orang tua adalah jenis kelamin, status pekerjaan, usia, pendidikan, derajat tunagrahita, dan usia anak
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai Intervensi Penurunan Angka Stunting dengan Pendampingan Keluarga di Desa Jelegong Mardhiyah, Ai; Mediani, Henny Suzana; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Fitria, Nita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22653

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia, termasuk di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Angka stunting di Desa Jelegong terbilang cukup tinggi, yaitu sebanyak 39 balita. Salah satu pendekatan yang mungkin untuk mengurangi stunting adalah dengan membeli lebih banyak makanan (PMT), yang didampingi dengan penyuluhan mengenai gizi seimbang melalui media leaflet kepada keluarga. Untuk mengidentifikasi pelaksanaan pendampingan keluarga dalam pemberian makanan tambahan sebagai intervensi untuk menurunkan angka stunting di Desa Jelegong. Kegiatan ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan sosialisasi. Terdapat kenaikan berat badan dan tinggi badan dari sebelum dan sesudah dilakukan pemberian makanan tambahan, dengan rata-rata kenaikan berat badan sebesar 0,37 kg dan kenaikan tinggi badan sebesar 0,94 cm. Kegiatan ini telah membantu meningkatkan kesadaran keluarga balita tentang pentingnya pemberian makanan tambahan, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya lingkungan dan sanitasi yang sehat dan layak bagi tumbuh kembang balita. Kata Kunci: Intervensi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Pendampingan Keluarga, Stunting  ABSTRACT Stunting is a nutritional problem that remains a major concern in Indonesia, including in Jelegong Village, Rancaekek District, Bandung Regency. The stunting rate in Jelegong Village is quite high, with 39 toddlers affected. A possible approach for reducing stunting is to buy more food (PMT), accompanied by counseling on balanced nutrition through leaflet media for families. This report aims to identify the implementation of family assistance in the provision of supplementary feeding as an intervention to reduce stunting in Jelegong Village. The methods used in this activity include observation, interviews, and socialization. There was an increase in body weight and height between before and after giving additional food, with an average increase in body weight of 0.37 kg and an increase in height of 0.94 cm. The results of this activity have helped raise the awareness of families with toddlers about the importance of supplementary feeding, exclusive breastfeeding, balanced nutrition, and the importance of a healthy and suitable environment and sanitation for the growth and development of toddlers. Keywords: Intervention, Provision of Additional Food Giving, Family Assistance, Stunting
ANALISIS KESIAPAN KESELAMATAN WISATAWAN DAN PENGELOLA PANTAI PANGANDARAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PARIWISATA Nurhamsyah, Donny; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul; Khan, Alexander M. A; Setiawan, Setiawan
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v14i1.52501

Abstract

Pantai Pangandaran merupakan destinasi wisata unggulan yang ramai dikunjungi wisatawan untuk menikmati keindahan alam serta kuliner laut khasnya. Namun, tingginya intensitas kunjungan menghadirkan tantangan serius dalam hal keselamatan. Program ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis keperawatan pariwisata sebagai platform yang mendukung informasi keselamatan wisata secara komprehensif di Pantai Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei awal guna mengidentifikasi kondisi keselamatan di pantai, pengembangan rencana dan desain SIG, serta peningkatan kapasitas melalui pelatihan keselamatan bagi pengelola dan wisatawan. Pada tahun pertama, fokus kegiatan diarahkan pada pengumpulan data di lapangan dan pembuatan prototipe SIG dalam bentuk website yang mudah diakses oleh wisatawan dan pengelola. Website ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat informasi terkait potensi risiko, langkah keselamatan, dan peta lokasi aman di kawasan pantai. Pengembangan ini direncanakan untuk dilanjutkan dengan transformasi SIG menjadi aplikasi berbasis web dan mobile yang interaktif dan dapat diakses dengan mudah. Hasil awal menunjukkan bahwa SIG berpotensi tinggi sebagai platform informasi keselamatan yang efektif, membantu wisatawan dan pengelola lebih waspada dan siap dalam menghadapi risiko. Prototipe website yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi sumber informasi utama terkait keselamatan di kawasan wisata Pantai Pangandaran. Selain itu, dalam jangka panjang, SIG ini diharapkan dapat diadopsi oleh destinasi wisata pantai lainnya di Indonesia, sehingga turut berkontribusi pada peningkatan standar keselamatan nasional di sektor pariwisata pantai. Dengan adanya SIG berbasis keperawatan pariwisata ini, Kabupaten Pangandaran memiliki peluang untuk menjadi contoh dalam penerapan teknologi keselamatan wisata yang inovatif, memperkuat upaya perlindungan wisatawan di tingkat nasional, dan meningkatkan daya tarik wisata pantai dengan pendekatan berbasis keselamatan.
Description of Perceptions of Neonatology Nurses in the Implementation of Assessment and Management of Pain in Neonates Nugraha, Puput; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Maryam, Nenden Nur Asriyani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i1.2615

Abstract

Neonates with complications admitted to the Neonatal Intensive Care Unit (NICU) must receive various invasive actions that cause negative impacts, one of which is pain. The limited growth and development of neonates causes pain to be objective depending on the nurse's perception. As a result, pain is not managed properly and has a high risk of causing negative impacts for neonates. Objective: This study aims to identify the perception of neonatology nurses in the implementation of pain assessment and management in neonates. Method: This study used descriptive quantitative research with a cross-sectional time approach to neonatology nurses who were collected in pediatric nurse organizations in the West Java region using a convenience sampling technique. The instrument used was The Nurses' Attitudes and Perceptions of Pain Assessment in Neonatal Intensive Care Questionnaire (NAPPAQ). Results: The results of the study with a total of 72 respondents, 50% of respondents strongly agreed on the importance of pain assessment, and 48.6% strongly agreed on the importance of using pain assessment tools. The assessment tools that are often used in assessing pain are NIPS (72.2%), and non-pharmacological pain management that is often given is physical methods. Conclusions: Although most nurses agree on the importance of pain assessment, in practice there are still nurses who assess pain without using clear assessment tools.