Claim Missing Document
Check
Articles

Quality of Life and Social Support among Parents of Adolescence with Thalassemia Apriani, Desi; Mardhiyah, Ai; Mulya, Adelse Prima; Lukman, Mamat; Maryam, Nenden Nur Asriyani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3470

Abstract

Thalassemia major causes sufferers to experience severe anemia. This can impact parents’ daily lives as a caregiver of adolescents with thalassemia and makes social support important. Objective: This study aims to identify the relationship between social support and quality of life in parents who have adolescent children with thalassemia major at dr.Slamet Garut Regional Hospital. Method: A cross-sectional approach was applied in this study, which included 64 parents of adolescents with thalassemia major (10-18 years old) who were selected using a consecutive sampling technique. Quality of life values were assessed using the World Health Organization Quality of Life Brief Version (WHOQoL-BREF) and social support was scored using the Multidimensional Scale Of Perceived Social Support (MSPSS). The WHOQoL-BREF is a valid (r=0.390-0.798) and reliable (α=0.941) instrument, as is the MSPSS questionnaire (α=0.920). Spearman correlation test was used for bivariate analysis. Results: There 52 respondents (81.2%) had high social support and 61 respondents (95.3%) with a good quality of life. The results of the correlation analysis revealed a significant relationship that exists between social support and parents' quality of life with a correlation coefficient = 0.447 (p<0.05). Conclusions: Therefore, this research concluded that there is a relationship between social support and quality of life among parents of adolescents with thalassemia major at dr.Slamet Garut Regional Hospital. High social support can improve parents’s quality of life as a caregiver.
STUDI KASUS DESKRIPTIF ASUHAN KEPERAWATAN PADA NEONATUS DENGAN CONGENITAL TALIPES EQUINOVARUS (CTEV) DI RUANG PERINATOLOGI Hendrawati, Sri; Dewi, Ratih Kusuma; Maryam, Nenden Nur Asriyani
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i2.2269

Abstract

Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) merupakan kelainan kongenital yang idiopatik dengan angka kejadian 1: 1.000 kelahiran. CTEV belum diketahui penyebabnya namun banyak bukti menyebutkan bahwa genetik dan faktor lingkungan memiliki kontribusi besar pada angka kejadiannya. CTEV dalam jangka pendek dapat mengakibatkan kaki menjadi kurang fleksibel. CTEV yang tidak tertangani berakibat pada gangguan berjalan hingga gambaran citra tubuh yang buruk pada anak yang menuju masa remaja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan yang dapat dilakukan pada neonatus dengan CTEV. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengambilan data yaitu dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.  Hasil studi kasus menunjukkan masalah keperawatan utama pada neonatus dengan CTEV yaitu gangguan mobilitas fisik. Permasalahan tersebut dapat ditangani oleh perawat berlandaskan rujukan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan evidence based practice. Intervensi yang dapat dilakukan berdasarkan evidence based practice diantaranya metode ponseti sebagai koreksi CTEV yang membutuhkan kolaborasi antara perawat dan dokter, dan juga melibatkan orang tua dalam perawatannya (family centered care). Motode ponseti sangat efektif untuk memperbaiki kelainan bentuk CTEV sehingga meminimalkan gangguan mobilitas fisik pada pasien. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan perawat mampu melaksanakan peran sebagai educator dengan mendampingi orang tua dalam selama masa pengobatan dan perawatan anak.Keywords: Clubfoot, Congenital Talipes Equniovarus, CTEV, Kongenital
Pencegahan Kekerasan Seksual Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun): Prevention of Sexual Violence in School-Aged Children (6-12 Years) Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Rakhmawati, Windy; Abas, Latifa Hidayani; Amita, Dzira Fitria; Risminda, Nestia
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Juli-September
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i3.1844

Abstract

Currently, violence against children has increased significantly, including sexual violence. Sexual violence can cause psychological, physical and social disorders. This case, if not handled immediately, will undoubtedly have a broad impact on children. So, it is necessary to prevent sexual violence in children early on. This health education activity aims to teach children aged 6-12 years about sexual violence and how to prevent it. The health education method is carried out with lectures, discussions, and questions and answers using teaching video media regarding the prevention of sexual violence in children. This activity was carried out during the COVID-19 pandemic, so it was done online through the Zoom Meeting platform. The activity was held on Sunday, October 24, 2021, by 54 children aged 6-12 years whom their parents accompanied from various regions in Indonesia. The activity increased children's knowledge about sexual violence and how to prevent it. The assessment was carried out using pre-test and post-test questionnaires via Google Forms. The pre-test results showed that most children (63%) had good knowledge, and the post-test showed that all children had good knowledge (100%). The results showed that health education effectively increased children's knowledge (p-value = 0.000). Thus, there needs to be an effort from the school in collaboration with health workers, especially nurses, to increase health education programs in schools, especially elementary schools, regarding preventing sexual violence in children.
Terapi Bermain Video Game Pada Anak Usia Sekolah Dengan Diagnosa Medis Hipospadia Post Op Uretroplasti : Studi Kasus Maesaroh, Imas; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Rukmasari, Ema Arum
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i2.2929

Abstract

Hipospadia merupakan salah satu kelainan bawaan yang sering terjadi pada anak laki-laki. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah pembedahan dan pada fase post operasi akan dirasakan nyeri akut. Studi kasus ini untuk mengetahui apakah penatalaksanaan nyeri dengan bermain game dapat mengurangi nyeri akut yang dirasakan pada anak. Tujuan studi kasus ini untuk memberikan salah satu penatalaksanaan manajemen nyeri non farmakologi terapi bermain video game untuk mengurangi  nyeri akut post op pada anak usia sekolah. Metode menggunakan studi kasus pada nyeri akut post operasi uretroplasti anak usia sekolah. Metode pengumpulan data secara primer yang dilakukan dengan wawancara, observasi, pengkajian fisik, serta secara sekunder melalui rekam medis. Intervensi keperawatan terapi bermain video game diberikan dengan durasi 3 jam per harinya. Hasil studi kasus ini yaitu penerapan terapi bermain video game pada anak usia sekolah dapat menurunkan intensitas nyeri. Manajemen nyeri dengan penatalaksanaan terapi bermain video game dapat menurunkan intensitas nyeri post op pada anak usia sekolah
Program Pendampingan Kader dalam Monitoring Pertumbuhan Balita 0-5 Tahun dengan Berbasis Aplikasi di Desa Jelegong Kabupaten Bandung Mardhiyah, Ai; Eriyani, Theresia; Rakhmawati, Windy; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Mediani, Henny Suzana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20605

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan teknologi untuk memantau kesehatan balita berdampak besar dalam meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pemantauan tumbuh kembang anak. Dengan teknologi  memungkinkan para ibu untuk berinteraksi dengan petugas kesehatan tentang perkembangan anak-anak mereka dengan lebih cepat dan mudah, sehingga meminimalkan kemungkinan keterlambatan dalam mendeteksi masalah Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader terkait pencegahan stunting pada balita, meningkatkan pengetahuan kader terkait cara melakukan pencatatan dan pelaporan pertumbuhan anak melalui SIP online sehingga dapat mengoptimalkan monitoring pertumbuhan balita berbasis teknologi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan wawancara kepada kader Kesehatan terkait pemanfaatan SIP Online di wilayah tersebut. Sebagian besar kader kesehatan di Desa Jelegong sudah mengetahui pemanfaatan teknologi dalam monitoring pertumbuhan balita dengan menggunakan SIP Online. Perlu dilakukan evaluasi rutin terhadap kapasitas kader dalam memanfaatkan aplikasi SIP daring, serta pemahaman ibu tentang cara memantau pertumbuhan bayi secara digital. Kata Kunci: Balita, Kader Kesehatan, Monitoring, Pertumbuhan, Teknologi ABSTRACT The use of technology to monitor toddler health has a major impact on increasing parental involvement in the process of monitoring child growth and development. Technology allows mothers to interact with health workers about their children's development more quickly and easily, thereby minimizing the possibility of delays in detecting health problems. This study aims to improve the knowledge of cadres regarding the prevention of stunting in toddlers, improve the knowledge of cadres regarding how to record and report child growth through online SIP so that they can optimize technology-based toddler growth monitoring. The method used is counseling and interviews with health cadres regarding the use of Online SIP in the area. Most health cadres in Jelegong Village already know the use of technology in monitoring toddler growth using Online SIP. Routine evaluation of the cadre's capacity in utilizing the online SIP application, as well as mothers' understanding of how to monitor infant growth digitally, is needed. Keywords: Toddlers, Health Cadres, Monitoring, Growth, Technology
Hubungan Self-Efficacy dengan Perilaku Pencegahan Stunting pada Ibu Balita di Tiga Lokus Stunting Kota Bandung Putri, Alfita Rahma; Sari, Sheizi Prista; Maryam, Nenden Nur Asriyani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20193

Abstract

ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that remains a serious health issue in Indonesia. One factor that influences the success of stunting prevention is maternal behavior in child health practices. In this case, maternal self-efficacy plays an important role in encouraging the consistent and effective implementation of stunting prevention behavior. This study aims to analyze the relationship between self-efficacy and stunting prevention behavior among mothers of toddlers in three stunting loci in Bandung City, namely Margasari, Dago, and Babakan Ciparay Villages. This study used a cross-sectional design with a correlational analytic approach based on secondary data. The results of this study indicate a significant relationship between self-efficacy and stunting prevention behavior in mothers of toddlers with a positive relationship direction (p-value=0.011). The higher the mother's self-efficacy, the better the stunting prevention behavior applied. Therefore, strengthening stunting prevention behavior in mothers needs to be initiated by increasing mothers' self-efficacy for this behavior.  Keywords: Self-Efficacy, Behavior, Stunting Prevention, Mothers Of Toddlers  ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pencegahan stunting adalah perilaku ibu dalam praktik kesehatan anak. Dalam hal ini, self-efficacy ibu berperan penting dalam mendorong penerapan perilaku pencegahan stunting yang konsisten dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu balita di tiga lokus stunting Kota Bandung, yaitu Kelurahan Margasari, Dago, dan Babakan Ciparay. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan analitik korelasional berbasis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self-efficacy dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu balita dengan arah hubungan bersifat positif (p-value = 0,011). Semakin tinggi self-efficacy ibu, semakin baik pula perilaku pencegahan stunting yang diterapkan. Oleh karena itu, penguatan perilaku pencegahan stunting pada ibu perlu diawali dengan peningkatan self-efficacy ibu terhadap perilaku tersebut. Kata kunci: Self-Efficacy, Perilaku, Pencegahan Stunting, Ibu Balita
Pengaruh Metoda Ceramah Dan Demonstrasi Terhadap Pengetahuan Kader Kesehatan Mengenai Perawatan Infeksi Saluran Nafas Akut (Ispa) Dan Deteksi Dini Pneumonia Pada Balita di Cikijing Kabupaten Majalengka Adistie, Fanny; Nurhidayah, Ikeu; Mardhiyah, Ai; Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.219 KB) | DOI: 10.33867/jka.v4i2.34

Abstract

Di Indonesia, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi fokus program kesehatan terutama pneumonia karena merupakan penyebab utama mortalitas anak balita di Indonesia. Maka dari itu, mengoptimalkan peran kader kesehatan dapat membantu masyarakat untuk dapat melakukan perawatan ISPA dengan benar serta mendeteksi adanya tanda bahaya dari ISPA tersebut seperti pneumonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan kader kesehatan mengenai perawatan ISPA dan deteksi dini pneumonia pada anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest. Responden pada penelitian ini sebanyak 39 kader kesehatan, dengan intervensi yang dilakukan adalah pelatihan pada kader kesehatan mengenai perawatan ISPA dan deteksi dini pneumonia pada anak dengan menggunakan metode ceramah serta demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan intervensi pengetahuan kader kesehatan menunjukkan 44,4% responden memiliki pengetahuan yang cukup dan sebagian besar responden 55,6% responden memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah dilakukan intervensi pengetahuan kader kesehatan menunjukkan sebagian besar 77,8% responden memiliki pengetahuan yang baik dan hanya 22,2% responden yang memiliki pengetahuan yang cukup. Hasil Uji dengan Wilcoxon didapatkan pengaruh yang signifikan dari metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan kader kesehatan mengenai perawatan ISPA dan deteksi dini pneumonia pada anak (p = 0.000). Implikasi dari penelitian ini adalah metode ceramah yang dikombinasikan dengan demonstrasi terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan para akder kesehatan, maka dari itu metode pada intervensi ini dapat digunakan dalam memberikan pelatihan kepada para kader kesehatan.
Gambaran Kesehatan Jiwa Mahasiswa Keperawatan Di Masa Pandemi COVID-19 Widianti, Efri; Mega Septania, Salma; Nur Asriyani Maryam, Nenden
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.537 KB) | DOI: 10.33867/jka.v9i1.330

Abstract

Hadirnya pandemi COVID-19 telah banyak memberikan pengaruh pada sektor pendidikan yaitu adanya penutupan sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan lainnya. Perguruan tinggi memiliki beban kerja lebih penuh sehingga perlu mengatur segala upaya agar kegiatan pembelajaran dapat tetap terlaksana. Sejumlah perguruan tinggi beradaptasi dengan mentransisikan berbagai kegiatan menjadi online/daring (dalam jaringan), tetapi dalam pelaksanaannya pembelajaran daring ini menimbulkan masalah kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan jiwa pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran di Masa Pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini terdiri dari Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran kampus Jatinangor dan Pangandaran angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021. Jumlah sampel 100 mahasiswa, dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner MHI (Mental Health Inventory) yang dikembangkan oleh Veit dan Ware (1983). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran mengalami kesehatan jiwa yang cenderung pada kategori Psychologicalwell-being (60%) dan hanya sebagiannya mengalami kesehatan jiwa pada kategori Psychological distress (40%). Pada kategori Psychological well being sub variabel yang paling mempengaruhi adalah General positive affect dan pada kategori Psychological distress sub variabel yang paling mempengaruhi adalah Loss of behavioral/emotional control
Optimalisasi Peran Perawat dalam Kesehatan Reproduksi Remaja: Scoping Review Nurkhofifa, Revika; Musova, Rifdah Asalin; Bafadhal, Syane Koesavitri; Maryam, Nenden Nur Asriyani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3363

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja pada umumnya memiliki peran sebagai tolak ukur dalam kesehatan untuk kaum remaja secara keseluruhan. Kesehatan reproduksi pada remaja merupakan salah satu tantangan global yang belum terselesaikan. Data WHO tahun 2020 menyebutkan bahwa angka kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), dan aborsi tidak aman di kalangan remaja masih tinggi. Beberapa literatur menunjukan bahwa perawat memiliki posisi sentral sebagai advokat, edukator, dan konselor dalam memberikan dukungan terhadap kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan peran profesional perawat dalam :layanan kesehatan reproduksi bagi remaja. Studi ini mengadopsi metode scoping review untuk merangkum bukti ilmiah yang mengenai optimalisasi peran perawat dalam kesehatan reproduksi remaja. Artikel yang dikumpulkan menggunakan database EBSCO, Garuda, Google Scholar, Pubmed, Emerald, dan ScienceDirect.  Sebanyak 16 artikel berhasil didapatkan untuk selanjutnya melalui tahap review. Hasil scoping review menunjukkan bahwa strategi dan peran perawat memiliki pengaruh terhadap pelayanan kesehatan reproduksi khususnya pada remaja. Dalam kesehatan reproduksi remaja, peran  perawat sebagai edukator merupakan peran yang paling berdampak dalam mengoptimalkan kesehatan reproduksi remaja. Selain itu, strategi dan peran perawat memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja.
Pengalaman Orang Tua Selama Perawatan Anak di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Hendrawati, Sri; Permana, Septa; Maryam, Nenden Nur Asriyani
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5547

Abstract

Care for children in the Pediatric Intensive Care Unit (PICU) is a stressful experience not only for the child but also for parents. The complex PICU environment, the use of advanced medical equipment, and the child’s critical condition can affect parents’ emotional, psychological, and spiritual well-being. Therefore, a deep understanding of parents’ experiences during their child’s care in the PICU is essential as a foundation for implementing family-centered care (FCC). During PICU hospitalization, parents strive to balance anxiety and hope, with clear and empathetic communication from healthcare professionals identified as a primary support need. This study aimed to explore parents’ experiences during their child’s care in the PICU. A qualitative descriptive design was employed. The participants consisted of five parents (three mothers and two fathers) whose children were treated in the PICU. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The analysis identified six main themes: strong emotional reactions when the child was first admitted to the PICU; parents’ feelings of role loss during the child’s hospitalization; nurses as a source of safety and reassurance; hope and spirituality as coping strategies; parents’ desire to be more involved in their child’s care; and unmet parental needs during PICU care, particularly related to information, emotional support, and orientation to PICU routines. Spirituality emerged as an important parental need within the Indonesian cultural context and played a significant role in parents’ coping processes. In conclusion, parents’ experiences during their child’s care in the PICU are complex and shaped by interactions with healthcare providers, fulfillment of informational needs, involvement in care, and emotional and spiritual support. These findings highlight the importance of implementing holistic and culturally sensitive family-centered care in PICU nursing practice.