Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Komparasi Agama Dan Negara Sebagai Upaya Deradikalisasi Melalui Pendidikan Agama Islam Arifin, M. Anugrah; Mappanyompa, Mappayompa; Palahuddin, Palahuddin
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 7, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v7i1.10317

Abstract

Abstrak : Penelitian ini merupakan upaya ilmiah untuk mengkomparasikan konsep normative idealis tentang hukuman bagi tindak pidana pencurian dalam prespektif Islam dengan Negara. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk mencari titik temu antara penegakkan syariát Islam dalam tindak pidana pencurian yang kerapkali dikonfrontasikan dengan hukum negara. Penelitian ini merupakan jenis penilitian Kualitatif dengan pendekatan Studi Kepustakaan. Peneliti mengelaborasi dan mengkomparasikan sumber primer yang menjadi objek utama penelitian yaitu; teks Al-Qurán surat Al-Maidah ayat 33-38 dan BAB XXII Pasal 362-367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah editing, Organizing & finding. Adapun analisis data yang digunakan adalah Deduktif-Komparatif dimana penelitian ini berangkat dari konsep-konsep umum mengenai tindak pidana pencurian dalam Islam kemudian dikomparasikan dengan konsep umum tindak pidana pencurian dalam BAB XXII Pasal 362-367 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara normative, Syariát Islam dengan Hukum Negara memiliki kesamaan dalam konsep dan tujuan (Maqasid Asy-Syar‎’iyah) pemberian hukuman (had) bagi pelaku tindak pidana pencurian yang disertai dengan perbuatan mengancam nyawa orang lain (Al-Muharib ) yaitu; ancaman kurungan penjara (yunfauna min al-ardhi) sampai dengan hukuman mati. Dengan demikian upaya deradikalisasi dapat dilakukan dengan memberikan edukasi bahwa Syariat Islam telah termanisfesatasikan dalam hukum di NKRI dengan menggunakan maqoshid asy-syaríyah sebagai jembatan penghubung antara Islam dengan Negara sehingga dapat dipahami bahwa Islam menjadi nilai dalam sendi-sendi kehidupan benegara. Abstract:  This research is a scientific effort to compare the idealistic normative concept of punishment for the crime of theft in an Islamic perspective with the state. The urgency of this research is to find common ground between the enforcement of Islamic law in the crime of theft which is often confronted with state law. This research is a type of qualitative research with a literature study approach. The researcher elaborates and compares the primary sources which are the main objects of research, namely; the text of the Koran Al-Maidah verses 33-38 and CHAPTER XXII Articles 362-367 of the Criminal Code (KUHP). Data collection techniques used are editing, organizing & finding. The data analysis used is Deductive-Comparative where this research departs from general concepts regarding the crime of theft in Islam and then compares it with the general concept of the crime of theft in CHAPTER XXII Articles 362-367 of the Criminal Code (KUHP) so that it can concluded that normatively, Islamic Shari'a and State Law have similarities in the concept and purpose (Maqasid Asy-Syar‎'iyah) of giving punishment (had) for perpetrators of the crime of theft accompanied by acts that threaten the lives of others (Al-Muharib), namely; the threat of imprisonment (yunfauna min al-ardhi) up to the death penalty. Thus deradicalization efforts can be carried out by providing education that Islamic Shari'a has been manifested in law in the Republic of Indonesia by using maqoshid ash-syaríyah as a bridge between Islam and the state so that it can be understood that Islam is a value in the joints of state life.
Sharing Knowledge Dalam Rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup 2025: Environmental Sustainability In Mining Industry Sukuryadi, Sukuryadi; Adiansyah, Joni; Nurhayati, Nurhayati; Muliatiningsih, Muliatiningsih; Wijaya, Arif; Ariyanto, Ariyanto; Matrani, Bedy; Johari, Harry; Palahuddin, Palahuddin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13289

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025 dengan tema Environmental Sustainability in Mining Industry. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pemangku kepentingan termasuk karyawan industri pertambangan, mahasiswa, dan masyarakat sekitar mengenai praktik keberlanjutan lingkungan di sektor pertambangan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sharing knowledge yang meliputi seminar interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus berbasis pengalaman nyata di lapangan. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep green mining, pengelolaan limbah tambang yang ramah lingkungan, serta strategi rehabilitasi lahan pascatambang. Dampak kegiatan terlihat pada meningkatnya komitmen peserta dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di lingkungan kerja maupun komunitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat dalam mendorong praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.
Penyembelihan Karakter Bahimiah Sebagai Implementasi Nilai Iduladha Palahuddin, Palahuddin; Sukuryadi, Sukuryadi; Mahsup, Mahsup; Ibrahim, Ibrahim; Gunawan, Adi; Hafiz, Abdul; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Adiansyah, Joni Safaat; Johari, Harry Irawan; Nurhayati, Nurhayati; Suteja, Yulianto
Abdimas Mandalika Vol 5, No 1 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i1.33939

Abstract

Abstract: This community service aims to provide understanding and internalization of the values of Eid al-Adha to Muslims, especially in the context of the slaughter of sacrificial animals carried out by Prophet Ibrahim and Ismail. This community service initiative is considered important due to the phenomenon of society being trapped in patterns of animalistic behavior, such as the ruthless and oppressive nature of wolves, the cunning of rats, the deceitful nature of dogs, and the slave-like mentality of sheep. The community service initiative was implemented using a service-learning approach with a lecture method. The results of this service show positive changes in perspective and behavior, reflected in increased religious devotion and better control of negative behavior in daily life. The activity is considered effective in strengthening religious understanding, building awareness, and promoting the values contained in Eid al-Adha.Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Iduladha kepada umat Islam, terutama dalam konteks penyembelihan hewan kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail. Pengambdian kepada masyarakat ini dianggap penting karena fenomena masyarakat yang sudah terjebak dalam pola hidup karakter bahimiah, seperti karakter serigala yang kejam dan menindas, tikus yang licik, anjing yang penuh tipu muslihat, dan domba yang bermental budak. Metode pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning dengan metode ceramah. Hasil pengabdian ini menunjukkan perubahan pandangan dan perilaku positif yang tercermin dalam peningkatan ketaatan beribadah dan pengendalian perilaku negatif dalam kehidupan sehari-hari.. Kegiatan dianggap efektif dalam memperkuat pemahaman agama, membangun kesadaran, dan mempromosikan nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Adha.
Perayaan resepsi milad ke-45 tahun UMMAT: momentum refleksi dan mengambil ibrah dari Bendungan Ma’rib Palahuddin, Palahuddin; Sukuryadi, Sukuryadi; Ibrahim, Ibrahim; Johari, Harry Irawan; Gunawan, Adi; Hafiz, Abdul; Saudi, Yusron; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Adiansyah, Joni Safaat; Nurhayati, Nurhayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.33799

Abstract

Abstrak Perayaan milad UMMAT ke-45 harus dijadikan sebagai momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan UMMAT selama ini. UMMAT harus mengambil iktibar dari negeri Saba’ yang awalnya subur, makmur, dan diberi anugerah rizki melimpah melalui bendungan Ma’rib, tetapi karena kufur nikmat akhirnya kenikmatan itu berubah menjadi malapetaka. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan implementasi nilai-nilai al-Qur’an dengan mengambil iktibar dari bendungan Ma’rib. Metode pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning dengan metode ceramah. Hasil pengabdian ini menunjukkan perubahan pandangan dan perilaku positif yang tercermin dalam peningkatan tata kelola UMMAT. Kegiatan partisipatif dalam resespsi milad dapat menjadi alternatif model yang efektif dalam memperkuat pemahaman agama, membangun kesadaran, dan mempromosikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Al-Quran dalam membangun tata kelola kampus yang lebih baik, terencana, transparan, dan akuntabel. Kata kunci: resepsi; refleksi; milad UMMAT ke-45; Bendungan Ma’rib. Abstract The 45th anniversary celebration of the UMMAT should be used as an opportunity to reflect on the UMMAT's journey thus far. The UMMAT must learn from the story of the land of Saba', which was once fertile, prosperous, and blessed with abundant provisions through the Ma'rib dam, but due to ingratitude, that prosperity eventually turned into disaster. This community service initiative aims to enhance understanding, awareness, and implementation of Quranic values by drawing lessons from the Ma’rib dam. The service learning approach is implemented through lectures. The outcomes of this community service demonstrate positive changes in perspectives and behavior, reflected in improved governance within the UMMAT. Participatory activities during the anniversary celebration can serve as an effective alternative model for strengthening religious understanding, fostering awareness, and promoting the values contained in the teachings of the Qur’an in building a better, well-planned, transparent, and accountable campus governance system. Keywords: reception; reflection; 45th milad of the UMMAT; Ma’rib Dam
Pelatihan Penggunaan Media Sempoa Aritmatika Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa SD Mahsup, Mahsup; Sirajudin, Sirajudin; Palahuddin, Palahuddin; Sukuryadi, Sukuryadi
Abdimas Mandalika Vol 5, No 1 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.36737

Abstract

Abstract:  This community service activity aims to improve the understanding of using arithmetic abacus media in elementary students' mathematics calculations. The implementation method of the activity consists of preparation, socialization, activity execution, and evaluation. The results of the activity show that the use of arithmetic abacus media is proven to be effective in enhancing elementary students' calculation abilities. This activity successfully had a positive impact on students' cognitive abilities and learning motivation. Students have an increased understanding, and the abacus media is effectively used in mathematics learning, which can enrich students' learning experiences.Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman penggunaan media sempoa aritmatika dalam berhitung matematika siswa SD. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari persiapan, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Hasil kegiatan bahwa penggunaan media sempoa aritmatika terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa SD. kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif terhadap kemampuan kognitif dan motivasi belajar siswa. Siswa memiliki pemahaman yang meningkat dan media sempoa efektif digunakan dalam pembelajaran matematika yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.
Transformation of Muhammadiyah’s cultural dakwah in perspective of Islam: A literature review on role of dakwah bil-Hal in responding to diversity Palahuddin, Palahuddin; Putra, Bayu Karunia
The Journal of Religion and Communication Studies Vol. 3 No. 1: (February) 2026
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jorcs.v3i1.2026.2540

Abstract

Background: The cultural dakwah of Muhammadiyah plays a significant role in promoting tolerance and social cohesion in Indonesia’s diverse society. In the context of West Nusa Tenggara, a region marked by ethnic, religious, and cultural diversity, the practice of Dakwah bil-Hal da’wah through actions and real-life examples has emerged as a critical mechanism for addressing intergroup differences and fostering communal harmony. Methods: This study employs a qualitative literature review method, analyzing scholarly articles, policy documents, and organizational reports to examine how Muhammadiyah’s cultural dakwah adapts to and responds to the challenges of diversity in the region. Findings: The findings indicate that Dakwah bil-Hal effectively mediates conflicts and builds tolerance by integrating Islamic ethical principles with local social norms. Muhammadiyah’s initiatives, such as community service, interfaith dialogues, and educational programs, demonstrate that religious practice can actively promote social inclusivity without compromising Islamic values. However, challenges remain in fully institutionalizing these practices across diverse communities and aligning them with governmental diversity policies. Conclusion: The conclusion emphasizes that the integration of cultural dakwah and Dakwah bil-Hal provides a practical model for fostering tolerance and social cohesion in pluralistic societies. Novelty/Originality of this article: The novelty of this article lies in its synthesis of Islamic cultural dakwah theory with empirical insights from West Nusa Tenggara, offering a nuanced perspective on how faith-based initiatives can complement local governance strategies in managing diversity.