Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MASSAGE EXTREMITAS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Putri, Zahnia Mariska; Fitri, Nurwijaya; Anggraini, Rima Berti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.800

Abstract

Hipertensi adalah suatu penyakit dimana seseorang mengalami tekanan darah di atas normal mengakibatkan peningkatan angka rasa sakit (penyakit) dan angka kematian (mortalitas). Tekanan darah 140/90 mmHg didasarkan pada dua tahap Setiap detak jantung adalah sebuah fase sistolik 140 menunjukkan fase perdarahan jantung memompanya diastolik 90 menunjukkan fase perdarahan kembali ke hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi massage extremitas terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Drs. H. Abu Hanifah Bangka Tengah Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pre eksperimen dengan menggunakan pendekatan one group pretest dan posttest group design yaitu pada diukur Tekanan darah pre post pasca intervensi massage ekstermitas. Hasil uji paired t test didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 < α 0,05, yang artinya ada perbedaan yang signifikan tekanan darah sitolik dan tekanan darah diastolik antara sebelum dan sesudah diberikan massase ekstremitas Di RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2024. Hasil peneltian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan serta dapat dijadikan sebagai bahan referensi penelitian dan rujukan untuk selanjutnya agar bisa dikembangkan dalam penerapan asuhan keperawatan.
HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN, DAN JENIS STROKE TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN STROKE Vivi; Agustiani, Sirli; Fitri, Nurwijaya
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.804

Abstract

Stroke merupakan suatu keadaan terjadi kematian mendadak pada jaringan otak disebabkan kurangnya oksigen mengakibatkan pasokan darah ke otak terganggu. Stroke dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia dan dapat baru atau berulang terjadi pada orang yang sama. Stroke menyebabkan disabilitas berat yang dapat mengganggu kestabilan emosional dan ekonomi, baik pasien maupun keluarga. Kualitas hidup penderita stroke mengalami gangguan atau hambatan karena adanya kecacatan fisik, kognitif, gangguan psikologis dan sosial. Selain itu, adanya penurunan kualitas hidup pasien pasca stroke yang meliputi aktivitas sehari-hari, pola komunikasi, aktivitas sosial, pekerjaan, istirahat, dan rekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, dan jenis stroke terhadap kualitas hidup pasien stroke. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Saraf RSUD Depati Bahrin Sungailiat pada tanggal 20–30 Juni 2024. Populasi pada penelitian ini jumlah pasien stroke di Poliklinik RSUD Depati Bahrin Sungailiat tahun 2023 sebanyak 295 orang. Perhitungan sampel dengan rumus slovin didapatkan 83 orang. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen yaitu kuesioner. Data yang terkumpulkan kemudian analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan usia (p-value=0,000), jenis kelamin (p-value=0,299) dan jenis stroke (p-value=0,250). Kesimpulan ada hubungan usia dengan kualitas hidup pasien stroke. Diharapkan pasien stroke agar menambah pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk melakukan perawatan mandiri dan mengembangkan aktivitas-aktivitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien stroke.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DAN KUALITAS HIDUP TERHADAP PENERIMAAN DIRI PASIEN ULKUS DIABETIKUM Putrianingsih, Seilla; Mardiana, Nova; Fitri, Nurwijaya
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.811

Abstract

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan gangguan metabolik peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Salah satu gejala penyakit diabetes melitus paling umum dan mudah dikenali adalah ulkus diabetikum. Ulkus kaki diabetikum merupakan penyebab utama pasien dilakukan rawat inap di rumah sakit dan penyebab peningkatan angka amputasi non-traumatik. Beberapa orang tidak dapat menyesuaikan diri secara mental atau fisik setelah didiagnosis menderita Diabetes Melitus, Hal ini menunjukkan rendahnya tingkat penerimaan diri pada pasien DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dan kualitas hidup terhadap penerimaan diri pasien ulkus diabetikum di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang tahun 2024. Jenis penelitian dilakukan dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menderita ulkus diabetikum di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dalam penelitian ini 64 pasien yang dijadikan sampel dengan metode penarikan sampel secara Purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress (p-value = 0,003 < a 0,05), kualitas hidup (p-value = 0,003 < a 0,05) dengan penerimaan diri pada pasien ulkus diabetikum di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. Saran diharapkan tenaga kesehatan khususnya di bidang pelayanan memberikan asuhan keperawatan mengenai deteksi dini stress dan kualitas hidup maupun penerimaan diri, serta memberikan kebijakan tentang penambahan program konselingdengan ahli psikologi untuk menurunkan tingkat stress dan kualitas hidup.
Relationship Between Depression, Anxiety Levels, and Coping Mechanisms in Patients with Congestive Heart Failure Afrida, Yuni; Fitri, Nurwijaya; Mardiana, Nova
Genius Journal Vol. 6 No. 2 (2025): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v6i2.804

Abstract

Introduction: Congestive heart failure is a serious medical condition that often experiences severe physical symptoms and significant psychological distress, including depression and anxiety. Coping mechanisms are strategies used by patients with congestive heart failure to deal with depression and anxiety related to their medical condition. Patients with adaptive coping mechanisms can better manage symptoms and reduce the risk of depression and anxiety. However, patients with maladaptive coping mechanisms are more vulnerable to psychological distress. Objective: This study aimed to determine the relationship between depression and anxiety levels and coping mechanisms in congestive heart failure patients attending the Heart Polyclinic of Sejiran Setason Regional General Hospital in 2025. Method: This study used a cross-sectional design and chi-square test, with univariate and bivariate analyses. The study was conducted from May 21 to June 10, 2025. The population was 138 outpatients with congestive heart failure who were admitted to the Heart Polyclinic of Sejiran Setason Regional General Hospital between January and February. The sample consisted of 67 congestive heart failure patients. Result: The results of this study indicate a relationship between depression (ρ = 0.016) and anxiety (ρ = 0.000) and coping mechanisms in patients with congestive heart failure. Conclusion: This study suggests that it can serve as a basis for developing a holistic care program for patients with congestive heart failure, one that focuses not only on managing physical symptoms but also on psychological aspects and enhancing patients' coping skills to face daily challenges.
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY STRESS, DEPRESSION, AND COPING MECHANISMS IN SCHIZOPHRENIA FAMILIES Emelda, Emelda; Fitri, Nurwijaya; Mardianna, Nova
Journal of Vocational Nursing Vol. 6 No. 2 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v6i2.68979

Abstract

Introduction: Families play a crucial role in caring for members with schizophrenia, but the stress and depression resulting from caregiving often overshadow the coping mechanisms used. This study aims to analyze the relationship between stress, depression, and coping mechanisms in families caring for individuals with schizophrenia. Methods: A quantitative approach with a cross-sectional design was used. The sample included 59 families with members suffering from schizophrenia who were receiving treatment at the Outpatient Clinic of dr. Samsi Jacobalis Mental Hospital in Bangka Belitung Islands Province in 2024. Stress and depression were measured using the Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42), with Cronbach's alpha values of 0.8806 for stress and 0.9053 for depression. Coping mechanisms were measured using the Brief COPE, with a reliability coefficient of 0.952. Data were analyzed using the chi-square test with SPSS software. Results: The study found that 31 individuals (52.5%) experienced severe stress, and 38 individuals (64.4%) experienced moderate depression. Additionally, 39 individuals (66.1%) exhibited maladaptive coping mechanisms. Statistical analysis revealed a significant relationship between stress and coping mechanisms (p = 0.000), and between depression and coping mechanisms (p = 0.000). Conclusions: The study concludes that there is a relationship between stress and depression with family coping mechanisms in schizophrenia patients. It is recommended that families be provided with clear information about schizophrenia, its impact, and how to care for affected members. Additionally, offering training on adaptive coping strategies, such as relaxation, mindfulness, and acceptance, may help families better manage stress and depression.
Hubungan Daya Tilik Diri, Harga Diri, Stigma Diri terhadap Kualitas Hidup Pasien Skizofrenia Sanjaya, Arya; Fitri, Nurwijaya; Maryana, Maryana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2384

Abstract

Seseorang dikatakan sehat apabila mampu menggunakan ketrampilannya secara maksimal, mengatasi tekanan hidup, bekerja secara produktif, serta berguna dan berguna bagi masyarakatnya. Terdapat 7916 kasus skizofrenia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2019, 4701 kasus pada tahun 2020, dan 4497 kasus skizofrenia pranoid pada tahun 2021. Tujuan dari eksplorasi ini adalah untuk mengetahui hubungan antara informasi diri, kepercayaan diri, dan aib diri sendiri. dan kepuasan pribadi. pasien skizofrenia penderita skizofrenia di Klinik Medis Dr. Samsi Jacobalis Wilayah Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2023. Eksplorasi dilakukan dengan menggunakan rencana cross sectional yaitu melakukan cross tab antara variabel reliabel dengan faktor bebas dan uji chi square dengan univariat dan hasil bivariat. Populasi pemeriksaan adalah pasien jangka pendek yang berobat ke Poliklinik RSJD Dr. Samsi Jacobalis pada tahun 2023. Jumlah yang mengikuti penelitian sebanyak 33 orang. Uji statistik menunjukkan adanya korelasi antara kualitas hidup pasien skizofrenia dengan pengetahuan diri, harga diri, dan stigma diri, dengan nilai p sebesar 0,000 ± 0,05 untuk kebijaksanaan, 0,000 ± 0,05 untuk harga diri, dan 0,000 ± 0,05 untuk stigma diri. . Saran peneliti Pasien hendaknya dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang mendukung intervensi keperawatan dan memiliki keterampilan pemecahan masalah yang membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan dan memecahkan masalah terkait penyakit.
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Seledri terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Lansia Kusuma, Bayu; Agustiani, Sirli; Fitri, Nurwijaya
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4193

Abstract

Asam urat adalah jenis artritis terbanyak ketiga setelah osteoartritis dan kelompok rematik luar sendi (gangguan pada komponen penunjang sendi, peradangan, penggunaan berlebihan. Peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) merupakan faktor utama terjadinya asam urat. Tingginya kadar asam urat dalam darah atau kondisi hiperurisemia memiliki keterkaitan dengan beberapa penyakit.Rebusan seledri merupakan alternatif pengobatan untuk menurunkan nilai kadar asam urat.Tujuan penelitian ini untuk menegtahui adanya pengaruh air rebusan seledri terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia diwilayah kerja puskesmas Namang Tahun 2024. Pada penelitian ini jenis yang digunakan adalah Pre-experiment dengan rancangan pretest-posttest one group design dengan uji paired sample T test. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien penderita asam urat di puskesmas Namang tahun 2024. Dalam pemilihan sampel menggunakan metode purvosive sampling didapatkan sampel 12. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh pemberian air rebusan seledri terhadap penurunan kadar asam urat dengan didapatkan nilai p-value <0,05 yang berarti ada perbedaan rata-rata kadar asam urat sebelum dan sesudah minum air rebusan seledri. Saran dari penelitian adalah menganjurkan untuk mengkonsumsi air rebusan seledri sebanyak 200 ml dalam membantu menurunkan kadar asam urat.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Meningkatnya Kejadian Diabetes Mellitus Anzalno, Rio; Anggraini, Rima Berti; Fitri, Nurwijaya
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4297

Abstract

Diabetes Mellitus dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pertama adalah faktor risiko yang tidak dapat berubah misalnya jenis kelamin, umur, dan faktor genetik. Kedua adalah faktor risiko yang dapat diubah misalnya kebiasaan merokok, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, faktor stress, serta konsumsi kopi dan kafein yang berlebihan. Selain itu faktor pengetahuan yang kurang mengenai penyakit, pengobatan dan dampak yang dirasakan jika tidak segera ditangani akan memperburuk keadaan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian diabetes mellitus. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Popurlasi dalam pernerlitian ini adalah semua pasien Diabetes Mellitus yang dirawat pada tahun 2023 sebanyak 156 orang. Sampel dalam pernerlitian ini mernggurnaka rumus slovin didapatkan 67 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dari penelitian sebelumnya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat mengunakan uji chi square. Hasil uji statistik Chi-square pengetahuan (p-value=0,000), pola makan (p-value=0,000) dan aktivitas fisik (p-value=0,000). Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan, pola makan dan aktivitas fisik dengan merningkatnya kejadian Diabetes Mellitus di RSUD Sejiran Setason Tahun 2024.
Pengaruh Terapi Relaksasi Autogenik Zikir terhadap Kecemasan pada Pasien Hemodialisa Komariah, Komariah; Fitri, Nurwijaya; Maryana, Maryana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4366

Abstract

Kecemasan adalah kondisi pada psikologis seseorang yang penuh dengan rasa takut dan khawatir, dimana perasaan takut dan khawatir akan sesuatu hal yang belum pasti akan terjadi. Salah satu intervensi nonfarmakologi untuk mengurangi kecemasan yaitu dengan terapi relaksasi autogenik, teknik relaksasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah terapi relaksasi autogenik zikir, yaitu suatu metode yang memadukan antara relaksasi dan zikir dengan focus latihan pada relaksasi dan kata yang terkandung di dalam zikir yang dapat memunculkan respon relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi autogenik zikir terhadap kecemasan pada pasien hemodialisa di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental one grup pre test dan post test. Penelitian ini di lakukan pada 26 pasien hemodialisa di RSUD Depati Bahrin Sungailiat pada tanggal 1 Juli – 5 Juli 2024. Peneliti melakukan pengukuran sebelum dan sesdudah diberikan terapi relaksasi autogenic zikir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata rata tingkat kecemasan sebelum dilakukan terapi relaksasi autogenic zikir adalah (M=13,11 ± SD= 2,519). Setelah diberikan terapi relaksasi autogenic zikir, nilai tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa mengalami penurunan menjadi (M= 9,76 ± SD= 2,285). Hasil uji dependent t-test (paired t-test) didapatkan nilai p-value = 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi relaksasi autogenik zikir terhadap kecemasan pada pasien hemodialisa di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024.
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN PENTINGNYA KESEHATAN MENTAL DAN EMOSIONAL REMAJA SMA Fitri, Nurwijaya; Mardiana, Nova; Sari, Indah Permata
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Citra Delima Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Citra Delima
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/jp.v1i1.365

Abstract

Menurut Badan Kesehatan Dunia tahun 2018, remaja adalah individu yang masuk di kisaran usia 10-19 tahun, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) nomor 25 tahun 2014, remaja merupakan seseorang yang berada direntang usia 10-18 tahun. Menurut World Health Organization (2020), angka kejadian permasalahan gangguan kesehatan mental di dunia dengan rentang remaja usia 10 sampai 19 tahun dan terus terjadi peningkatan 16% setiap tahunnya. Gangguan kesehatan mental yang terjadi diawali usia mulai dari 14 tahun, dan yang terjadi mayoritas kasus yang terdeteksi sangat minim sekali dan perlu di lakukan pencegahan sejak dini. Terlepas dari semua masalah kesehatan mental tersebut, remaja yang sedang memasuki masa pubertas sangat beresiko dan paling rentan mengalami gangguan kesehatan jika tidak dapat beradaptasi dan memanajemen masalah yang di hadapi. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu remaja di SMA tempat pengabdian, didapatkan informasi bahwa siswa tersebut belum pernah mendapatkan informasi terkait pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menambah informasi, knowledge dan kemampuan remaja SMA tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pretest, pendidikan kesehatan menggunakan powertpoint, leaflet dan posttest. Kegiatan diikuti oleh remaja SMA Bahrul Ulum Sungailiat berjumlah 40 orang. Hasil kegiatan ini menggambarkan adanya peningkatan pengetahuan Remaja dalam hal informasi pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional dengan selisih nilai pre dan posttest sebesar 20%. Kesimpulan dengan pengaplikasian pendidikan kesehatan pada remaja sangat efektif dalam hal meningkatkan informasi, pengetahuan dan diharapkan kegiatan ini bisa berimplikasi terhadap pengetahuan dan motivasi remaja terkait pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional sejak dini.
Co-Authors Adrienne Fashihah Afrida, Yuni Agustiani, Sirli Agustin Agustin Akmal Haidar Alda Silviyana Anggraini, Rima Berti Anzalno, Rio Aprilia Sapitri Ardiansyah Arjuna Arjuna Arjuna, Arjuna Asep Mulyadi Ayu Pratiwi, Ayu Ayu, Diyona Permata Barokah Barokah Cindy Savira Danial Ramadhan eldapasya, eldapasya emelda, emelda Erni Chaerani Faizal, Kgs. M Faizal, Kgs. M. Febriansyah, Pratama Fitriyanti Fitriyanti Ghandi, Ira gita, mutiara kemala Hasanah, Salmiya Hendra Kusumajaya Hendra Kusumajaya Hendra Kusumajaya Indah Permata Sari Indah Permata Sari Indah Permatasari Indri Puji Lestari Indri Puji Lestari Izati, Nurul Juniarti, Linda Kesy Zhulfa Kasi Kgs. M. Faizal Khairunisa, Desvina Komariah Komariah Kusuma, Bayu Kusumajaya, Hendra Lasmini Lasmini, Lasmini Lestari, Indri Puji Luthfi Handayani Mardianna, Nova Marisa Marisa Marlizah, Marlizah Maryana Maryana Maryana Maryana, Maryana Meta Susanti Muhammad Thufeil Addausy Nabila, Ikrima Neva Nogi Zulfikaredi Aditama Nova Mardiana Nova Mardiana Nova Mardiana Nova Mardiana, Nova Novitasari Novitasari Nurmiati Nurmiati Oktaningsih, khendy Putri Safitri Putri, Zahnia Mariska Putrianingsih, Seilla Ratri Mawarni Ratu Hidyah Awaliyah Safitri Safitri Sanjaya, Arya Saputro, Dicky Bagus Savira, Cindy Shanti Wardaningsih Sholehah, Annisa Siti Zakiyah Sugiarsih, Sugar Susiana Susiana Suzanna Suzanna Tambunan, Intan Mawarizki Tasya Anggraini Tasya, Tasya USWATUN HASANAH Vergia, Okta Vivi Windiani Windiani, Windiani Wisnu diarti, Sundari Yesi Purnamasari Yulyani, Yulyani