Claim Missing Document
Check
Articles

ASI Eksklusif Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Hanifa, Fanni; Izza, Lina Nurul; Hidayani, Hidayani; Sugesti, Retno
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i2.5469

Abstract

World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI kepada bayi baru lahir untuk mencegah kematian dan masalah kekurangan gizi pada bayi dan balita. Organisasi tersebut merekomendasikan agar bayi baru lahir diberikan ASI hingga usia enam bulan. Tujuan dari edukasi pemberian ASI adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara menjaga gizi anak. Edukasi tentang ASI Eksklusif Sebagai Upaya Untuk Pencegahan Stunting dilakukan pada 19 Maret 2024 pukul 10.00 WIB melalui zoom meeting. Meeting ID: 861 6995 3789. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui pelatihan online yang diikuti oleh lima puluh orang. Pretest dan posttest diberikan kepada peserta untuk mengukur pengetahuan mereka. Untuk mencegah stunting, edukasi tentang ASI eksklusif meningkat pesat dari 8% menjadi 100%. Anak-anak yang tidak menyusui ASI eksklusif memiliki kemungkinan lebih tinggi menjadi pendek atau kerdil dibandingkan dengan anak-anak yang menyusui ASI eksklusif. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor tambahan, seperti jumlah ASI yang diberikan kepada anak-anak dan asupan gizi ibu menyusui, yang berdampak pada pola menyusui ASI eksklusif. Konsumsi ASI yang kurang dapat menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme tubuh, yang menyebabkan bayi mengalami masalah. Diharapkan dengan kegiatan ini, ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan akan belajar tentang pentingnya ASI eksklusif untuk mencegah stunting. Ini akan membantu ibu lebih memahami pentingnya nutrisi selama kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Asuhan Kebidanan Pada Wanita Perimenopause Keluhan Hot Flash Dengan Pemberian Olahan Kedelai : Midwifery Care In Perimenopause Women Complaining Hot Flash With Processed Soybean Administration Khotimah, Khusnul; Yolandia, Rita Ayu; Hanifa, Fanni
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 3 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i3.1343

Abstract

Perimenopause merupakan bagian dari proses penuaan alami seorang wanita dan ditandai dengan penuruanan produksi esterogen ovarium. Tindakan untuk meminimalisir keluhan Hot Flash   dapat dilakukan salah satu nya dengan memberikan terapi komplementer berupa olahan kedelai yang merupakan sumber makanan kaya fitoestroge. Penelitian ini bertujuan untuk  memberikan Asuhan Kebidanan pada wanita Perimenopause keluhan hot flash dengan pemberian Olahan kedelai di Klinik Pt R Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah Case Study  dengan melakukan Asuhan Kebidanan pada 2 wanita perimenopause selama 14 hari yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok diberikan olahan kedelai dan yang tidak diberikan olahan kedelai. Hasil Penelitian didapatkam bahwa selama 14 hari observasi dengan intervensi olahan kedelai pada responden diperoleh hasil 7 tren menurun, 2 tren meningkat dan 5 tren tetap yang artinya pemberian olahan kedelai dapat mengurahi gejala hot flash. Kesimpulan penelitian adalah konsumsi olahan kedelai dalam jumlah tertentu dapat mengurangi keluhan hot flash   yang dialami perempuan perimenopouse.
Studi Kasus Efektivitas Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Bayi Pasca Imunisasi DPT Di PMB. N: The Effectiveness Of Red Onion Compress In Reducing Body Temperature Of Infants Post DPT Immunization At PMB N Kurnia, Nia; Hanifa, Fanni
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 3 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i3.1344

Abstract

Demam yaitu dimana tubuh mengalami peningkatan suhu  dengan nilai >37,5oC terjadi oleh karena di hipotalamus meningkatnya pusat pengatur suhu. Bayi pasca imunisasi DPT akan mengalami peningkatan suhu sesaat setelah penyuntikan, dan akan sembuh setalah 1-2 hari pasca penyuntikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh bayi pasca imunisasi DPT di PMB N. Jenis penelitian yang digunakan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penurunan suhu tubuh pada responden 1 sebanyak 1,2oC (awal 38,0oC menjadi 36,8oC) dan pada responden 2 mengalami penurunan sugu tubuh 0,4oC (awal 36,2oC menjadi 37,6oC). Kesimpulan penelitian ialah kompres bawang merah terbukti efektif terhadap penurunan suhu tubuh bayi pasca imunisasi DPT di PMB N Tahun 2023. Saran bagi ibu bayi diharapkan agar mampu meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemberian imunisasi dan penatalaksanaan yang dapat diberikan kepada bayi dengan KIPI agar mampu meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan bayi.
Hubungan Pengetahuan Remaja, Pergaulan, dan Pengawasan Orang Tua terhadap Resiko Pernikahan Dini salaka, lisda novita; Hanifa, Fanni; Noviyani, Ernita Prima
Journal of Nursing Education and Practice Vol. 3 No. 3 (2024): Journal of Nursing Education and Practice
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jnep.v3i3.167

Abstract

Introduction: Adolescence is a period of transition from the childhood phase to the maturity phase. During this period there are changes both mentally, physically, and emotionally and it becomes a very important phase for someone because of that, this phase becomes a phase for them to find their identity. One of the things that should be a concern in this case is early marriage because it occurs in the teens. The role of parents in the family is very important to reduce the number of underage child marriages, in North Maluku province, cases of underage child marriage cross national boundaries. Objectives: The aim was to get an overview of the relationship between adolescent social knowledge and parental supervision of the incidence of early marriage in Kukumutuk Village in 2022. Subjects in This study were adolescents aged 15-19 years in Kukumutuk Village. Method: The type of research used in this study was descriptive quantitative with a cross-sectional design. The sample in this study consisted of 78 teenagers aged 15-19 years. The researcher used a total sampling technique in taking the sample. The data collection instrument uses a questionnaire. Data analysis in this study used univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square test. Result: The relationship between the level of knowledge of adolescents and the incidence of early marriage was obtained by p-value = 0.000 < α = 0.05. The relationship between social relations and the incidence of early marriage was obtained by p-value = 0.000 < α=0.05. The relationship between parental supervision and the incidence of early marriage was obtained by p-value = 0.00 < α = 0.05. Conclusion: There is a relationship between the level of adolescent knowledge, social interactions, and parental supervision and the incidence of early marriage in Kukumutuk Village, Kao Subdistrict in 2022.
Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Stunting pada Anak Usia 12-23 Bulan di Kabupaten Bener Meriah Aceh dan Upaya Penanggulangannya Karmila, Linda; Farid, Farid; Susanto, Herman; Hanifa, Fanni
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 4 (2024): JUPIN November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.553

Abstract

World Health Organization (WHO) menetapkan batas toleransi stunting sebesar 20% atau seperlima dari jumlah seluruh balita; jika prevalensi balita pendek lebih dari 20%, itu sudah merupakan masalah kesehatan masyarakat. WHO juga mengatakan bahwa prevalensi stunting antara 30 dan 39 persen adalah masalah kesehatan masyarakat yang berat, dan bahwa prevalensi stunting lebih dari 40% adalah masalah serius. Meningkatnya status kesehatan gizi anak merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan, yang selalu menjadi tantangan bagi seluruh negara di dunia dalam upaya peningkatan kesehatan, penurunan angka kesakitan dan kematian khususnya pada bayi dan anak. Menurut WHO, kesehatan masyarakat dianggap berat bila prevalensi stunting sebesar 30-39% dan dikatakan serius bila prevalensi stunting sebesar ≥40%, oleh karena itu stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang butuh penanganan serius. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko stunting dan penanggulangannya terhadap anak usia 12-23 bulan. Metode pada penelitian ini Untuk mengetahui menggunakan observasional analitik dengan desain case control, yang membandingkan dua kelompok antara kelompok kasus (balita stunting) dan kelompok kontrol (balita normal). Selanjutnya menggunakan desain quasi-eksperimental (one group pre-post test). Kedua kelompok akan diberikan intervensi berupa edukasi tentang faktor-faktor penyebab, dampak stunting dan upaya penanggulangannya. Hasil dari penelitian ini ditanyara Pemberian makanan pendamping yang tidak memadai, praktik menyusui yang tidak memadai, dan infeksi merupakan faktor penyebab stunting pada balita usia 12-23 bulan di Kabupaten Bener Meriah. Aceh. Selanjutnya edukasi kepada ibu balita dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap ibu dalam menangani balita stunting.
IKAN GABUS TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI KLINIK KASIH BUNDA LUBUKLINGGAU Hanifa, Fanni; Yulandari, Novalinda; Sugesti, Retno
Jurnal Kebidanan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan (JBd) Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jbd.v4i1.492

Abstract

Background : Injury to the perineum occurs when a tear occurs in the birth canal during the natural birth process or as a result of surgical removal of the pericardium during childbirth. In general, wounds on the perineum are usually located in the middle of the perineum and can expand due to various factors such as rapid labor in the lower part, uncontrolled labor, body imbalances, problems with abdominal tissue, birth of large babies, internal problems. presentation of the baby, shoulder dystocia, cuts to the epigastrium, and possibly other factors. Objective: To determine the effect of snakehead fish on the healing of perineal wounds in post-partum mothers at the Kasih Bunda Clinic, Lubuklinggau in 2023. Method: The method used in this research is a case study which involves a series of activities related to collecting data from various sources, including libraries, reading, note-taking and research document management. Conclusion: There is "the influence of snakehead fish which can speed up the healing process of perineal wounds in post partum mothers who were given snakehead fish intervention, the wounds had started to dry on the second visit and were already dry on the third visit. Keywords: Snakehead Fish, Post Partum Mothers, Perineal Wounds
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN AIR DAUN SIRIH DAN AGAR – AGAR LIDAH BUAYA TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI Susilawati, Arti; Rini, Ageng Septa; Hanifa, Fanni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36589

Abstract

Keputihan adalah kondisi yang sangat umum dialami oleh wanita, dengan Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa hingga 75% wanita mengalami setidaknya satu episode keputihan dalam hidup mereka, sementara 45% mengalami lebih dari dua kali. Di Indonesia, keputihan sering menjadi masalah kesehatan reproduksi, khususnya pada remaja putri. Hal ini dipengaruhi oleh iklim tropis yang mendukung pertumbuhan jamur seperti Candida albicans, serta perubahan hormonal selama masa pubertas yang meningkatkan risiko keputihan patologis. Penelitian terbaru mengevaluasi efektivitas terapi nonfarmakologis, yaitu rebusan daun sirih (Piper betle) dan agar-agar lidah buaya (Aloe vera), dalam mengatasi keputihan pada remaja. Studi kasus ini melibatkan dua remaja putri dengan keputihan patologis, menggunakan data primer melalui observasi. Kedua metode terapi menunjukkan keberhasilan, di mana gejala keputihan berkurang hingga hilang sepenuhnya setelah intervensi. Efektivitas daun sirih diduga berasal dari kandungan senyawa antibakteri dan antijamur seperti eugenol, flavonoid, dan tanin, yang secara aktif melawan mikroorganisme penyebab infeksi. Lidah buaya, dengan efek antiinflamasi dan regeneratifnya, membantu memperbaiki jaringan yang rusak. Kombinasi ini memberikan efek sinergis dalam meningkatkan kesehatan reproduksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi herbal dapat menjadi solusi aman dan alami untuk keputihan, khususnya di komunitas yang memiliki keterbatasan akses ke perawatan medis konvensional. Namun, studi lebih lanjut dengan sampel lebih besar diperlukan untuk memvalidasi hasil ini dan mengeksplorasi penggunaan jangka panjang. Edukasi tentang kebersihan organ intim juga penting untuk mencegah keputihan.
EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA Hanifa, Fanni; Yolandia, Rita Ayu
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.5488

Abstract

The World Health Organization (WHO) reports that the prevalence of anemia worldwide ranges between 40 and 88%, and about 53.7% of teenage girls in poor countries experience it. Anemia is one of the global health problems that needs attention, especially in developing countries like Indonesia. Kemenkes RI (2018) that 32% of adolescents aged 15 to 24 suffer from anemia, or 3 in 10 adolescents. The proportion of anemia in women is quite high (27.2%). Anemia can also affect teenage girls' learning performance, as anemia can lower learning concentration. Teenage girls with anemia are 1,875 times more likely to lower learning performance than teenagers without anemia. The dedication will take place on December 23, 2023 through Zoom meetings. The activities will be conducted through discussions, lectures, and questions. Education can enhance youth awareness of anemia prevention efforts in adolescents, both before and after education. Teenagers with good knowledge increased from 58.8% to 82.5%, while sufficient knowledge fell from 32.5% to 15%, and less knowledge decreased from 7% to 2%. 
PENGARUH BIRTH BALL TERHADAP PENGURANGAN RASA NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI RSUD SULTAN MUHAMMAD JAMALUDIN I TAHUN 2023 HAFIZAH, ISTY; JAYATMI, IRMA; HANIFA, FANNI
Journal Of Midwifery Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Nyeri persalinan merupakan pengalaman subjektif tentang sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan, dengan menggunakan metode nonfarmakologi. Metode: jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan Two group Pretest-post tes. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Numeric Rating Score. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yaitu ibu bersalin di RSUD Sultan Muhammad Jamaludin 1.Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan tingkat nyeri persalinan sebelum dan sesudah menggunakan birth ball. Dimana tingkat nyeri sesudah menggunakan birth ball memiliki rata-rata penurunan rasa nyeri persalinan pada ringkat nyeri pada nilai 4 atau berada pada tingkat rasa sakit yang menyedihkan, sedangkan sebelum menggunakan birth ball memiliki rata-rata rasa nyeri persalinan pada ringkat nyeri pada nilai 7 atau berada pada tingkat rasa sakit yang sangat intensKesimpulan: disimpulkan bahwa Terdapat pengaruh pengurangan rasa nyeri persalinan kala I fase aktif tanpa menggunakan birth ball pada ibu bersalin kala I fase aktif dengan nilai p value 0,028 < 0,05, serta terdapat pengaruh pengurangan rasa nyeri persalinan kala 1 fase aktif menggunakan birth ball pada ibu bersalin kala I fase aktif dengan nilai p value 0,00 < 0,05.
Pengaruh Modul Sukun terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Bayi Usia 6-11 Bulan dengan Metode Two Group Pretest Post-test Design Handika, Dina; Sari, Agustina; Hanifa, Fanni
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 1 (2025): JUPIN Februari 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1046

Abstract

Kurangnya pengetahuan ibu mengenai pemenuhuan gizi menjadi salah satu penyebab masalah utama gizi pada bayi. Pengetahuan ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana ibu bersikap dan berperilaku dalam menentukan jenis makanan bayinya. Permasalahan gizi wasting menurut SSGI 2022, prevalensi bayi wasting di Indonesia sebanyak 7,7%. Kemudian, prevalensi bayi underweight sebesar 17,1% pada 2022. Di sisi lain, prevalensi bayi overweight badan sebesar 3,5% pada 2022. Prevalensi bayi kurang gizi di Jawa Barat tahun 2021 sebanyak 24,5% dan menurun menjadi 20,2% pada tahun 2022. Dinas Kesehatan Kota Depok tahun 2022 mencatat ada 3.693 bayi (3,42%) mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh nyuluhan dengan modul bahan pangan lokal (sukun) dengan pengetahuan dan sikap ibu di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan teknik cluster random sampling sebanyak 64 ibu yang memiliki bayi di UPTD Puskesmas Harjamukti. Responden penelitian dibagi kedalam 2 kelompok yang masing-masing terdiri atas 32 ibu bayi kelompok intervensi dan 32 ibu bayi kelompok non intervensi. Instrumen penelitian yang digunakan ialah kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap ibu bayi sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dengan modul bahan pangan lokal (sukun). Hasil penelitian didapatkan nilai p-value untuk masing-masing variabel pengetahuan dan sikap 0,001. Kesimpulan penelitian ini ialah ada pengaruh penyuluhan modul bahan pangan lokal (sukun) terhadap pengetahuan dan sikap ibu bayi usia 6-11 bulan di UPTD Puskesmas Harjamukti tahun 2023. Saran diharapkan ibu bayi mampu meningkatkan pengetahuan dengan mempelajari modul bahan pangan lokal (sukun) sehingga dapat memberi sikap positif terhadap pemenuhan MP-ASI pada bayi usia 6-11 bulan menggunakan bahan pangan lokal sukun.
Co-Authors Adam, Yenny Irawati Andrieta Shintia Dewi Anggraini, Milka Apriliani, Feni Iltari Apriyani, Rani Arisandi, Deasy Asih, Fitri Nur Bayu, Retno Budiarti, Asri Pahala Ciptiasrini, Uci darmi, salfia Defrianti, Fera Dewi, Meinasari Kurnia Dewi, Ratna Agustina Dillak, Vaya Juliana Dwi Rahmawati, Yanti Farid Farid, Farid Fauziah, Neng Ganjar Mohamad Disastra HAFIZAH, ISTY Hanani, Salma Handika, Dina Hasan, Ade Mira Hasanah, Zirni Al Herman Susanto Hidayani, Hidayani Hilin, Hilin Hindayani Hindayani Indarwati Indarwati Irmayani Iswandaru, Eryfia Candika Izza, Lina Nurul Jayatmi, Irma K, Milka Anggreni Karmila, Linda Kartika, Fidina Dwi Kartini, Neni khusnul khotimah Khusnul Pangestu, Gaidha Krishna Kusumahadi KURNIA KURNIA, KURNIA Kusuma, Widi Mulia Endar Kusumastuti, Istiana Lia Hermawati Lisca, Shinta Mona Mahodim, Maria Meita Dhamayanti Migiarti, Imas Mohammad Muslih Mon, Novarista Intan Narulita, Lina Nency, Aprilya Nia Kurnia Notiasary, Marina Noviana, Rieke noviyani, ernita prima Nurhaeti, Eti Nurhikmahwati, Meisya Nurwijayanti Nurwiyani, Nurwiyani Oktianingsih, Neti Pangestu, Gaidha Khusnul Payawati, Tri Pidiyanti, Pidiyanti Pitriani, Epilis Pransiska, Cika Pratiwi, Regina Priyanti, Decy Purnamasari, Asri Desrina Puspita, Sherly Shanta Putri, Magdalena Tri Putri, Riskiana Rahmaliani, Desy Rahmawati, Mimi Ratri Wahyuningtyas Rindu, Rindu Rini, Ageng Septa Ristanti, Ristanti Ristawani Simamora Purba, Rina Rohaeni, Erni Rukendar, Shinta Kandayani Rumahorbo, Nora Agustina S, Sri Mulyani Dewi Safari, Sari Zahrawani salaka, lisda novita Santika, Asri Sari, Agustina Sari, Ratih Nurma Setyarini, Oktaviani Ike Sidabalok, Lasmaria Silawati, Melani Sopiah, Sopi Sugesti, Retno Sugihermiani, Neni Suhaeni, Heni Sundari, Helena Supriyatin Supriyatin Susilawati, Arti Wahyuni, Fuzi Fauziah Widiarti, Asri Widya Sastika WULANDARI Yani, Euis Yolandia, Rita Ayu Yulandari, Novalinda Yuniarti, Malis