Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Membentuk Kepribadian (Akhlakul Karimah) Anak Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Era Digital Muis, Muhammad Aufa; Muth'mainnah, Sarah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 17 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13897719

Abstract

Hadirnya imedia ipembelajaran iyang imenarik, itentunya isangat iberpengaruh iterhadap iperkembangan ikognitif ipara isiswa iterutama ipada ipembelajaran iyang ibersifat iaudiovisual iseperti ipenampilan ianimasi iyang idiisi idengan itokoh-tokoh iyang idapat imengajarkan ipesan-pesan iedukatif imaupun imoral idan ikeagamaan. iOleh ikarena iitu isalah isatu imedia ipembelajaran iyang idapat idigunakan ipada isiswa iyakni idengan imenghadirkan imedia ipembelajaran iPAI idengan imenampilkan ipembelajaran iberbasis ikartun iIslami iyang idapat idiakses idi iberbagai iaplikasi imelalui iinternet idan ijuga ivideo iyang idapat idiakses imelalui youtube. iPenelitian iini ibertujuan iuntuk imengembangkan iwawasan ipara isiswa, iserta imengidentifikasi inilai-nilai ipendidikan iIslam iyang iterdapat idalam iserial ikartun iIslami ianak. iPenelitian iini itergolong ikedalam ipenelitian ikajian iliteratur, i(literature ireview) iyang idi idasarkan ipada irujukan iserta ireferensi iyang iakurat, idan idianalisis isecara iinteraktif. Adapun hasil ipenelitian iini imenunjukkan ibahwa imelalui imedia ikartun iIslami iyang itelah iditonton ipara isiswa i ipada isetiap iepisodenya iselalu imengajarkan inilai-nilai ikeagamaan iyang idi idasarkan ipada iajaran iIslam, idan ihal iini ijuga iyang imenjadikan ikartun iIslami imenjadi irujukan ibagi ipara iguru iuntuk iselalu imengembangkan imedia ipembelajaran, idikarenakan iilmu idan ipengetahuan dalam iserial ikartun iini itelah imewakili igambaran ikegiatan imereka isehari-hari iyang itentunya idilakukan isesuai idengan iajaran iIslam.
Inovasi Kurikulum Pai Berbasis Teknologi Digital Untuk Membangun Jiwa Kewirausahaan Islami Muhammad Aufa Muis; Amiddana Silfia; Vivi Juliana; Neviani Neviani; Nabila Nabila
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis teknologi digital. Latar belakang penelitian ini berfokus pada perubahan signifikan yang terjadi dalam dunia pendidikan akibat digitalisasi, yang tidak hanya mempermudah akses materi pembelajaran, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana integrasi nilai-nilai kewirausahaan Islami dalam kurikulum PAI dapat membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia usaha. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik, pengambil kebijakan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung inovasi kurikulum yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum PAI berbasis teknologi digital dapat membangun karakter kewirausahaan yang kuat dan adaptif di kalangan siswa, meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan resistensi terhadap perubahan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan untuk mendukung inovasi ini, sehingga pendidikan agama Islam dapat berperan lebih efektif dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga mandiri dan berdaya saing di era global. Pengembangan kurikulum PAI yang inovatif dan berbasis teknologi digital menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera direspon untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pengaruh Penggunaan Artifical Intelligence (AI) Terhadap Kemandirian Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Muhammad Aufa Muis; Fahrureza Fahrureza; Tuti Nuriyati
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap kemandirian belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Transformasi digital dalam pendidikan telah mendorong integrasi teknologi AI, yang menawarkan potensi besar sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam konteks penguatan kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Sampel penelitian terdiri dari peserta didik jenjang sekolah menengah yang mengikuti pembelajaran PAI berbasis platform digital dengan dukungan AI. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat kemandirian belajar dan persepsi terhadap penggunaan AI. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi untuk menguji pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran PAI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemandirian belajar peserta didik. Temuan ini sejalan dengan penelitian lain yang mengungkapkan bahwa AI, melalui fitur seperti chatbot islami dan sistem adaptif, mampu memberikan umpan balik personal dan memperluas akses materi, sehingga mendorong siswa untuk lebih proaktif, bertanggung jawab, dan percaya diri dalam proses belajarnya. Namun demikian, penelitian juga mengidentifikasi potensi risiko ketergantungan pada jawaban instan yang dapat melemahkan kemampuan analisis kritis jika penggunaan AI tidak diawasi dengan tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI efektif dalam menumbuhkan kemandirian belajar PAI, dengan syarat pendidik memainkan peran kunci sebagai fasilitator dan pengawas untuk memastikan penggunaan teknologi tetap sejalan dengan tujuan pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran PAI yang inovatif dan adaptif di era digital.
Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran Muhammad Aufa Muis; Radi Umar Firdaus; Dyan Yogi Angresti; M. Khoiril Ansori; Safril Gunawan
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 4 No. 2 (2026): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v4i2.2153

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan perangkat pembelajaran serta mengidentifikasi manfaat dan tantangan penerapannya. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI umumnya memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI karena mampu meningkatkan efisiensi penyusunan perangkat pembelajaran, memperkaya referensi, dan mendorong inovasi pembelajaran. Namun, pemanfaatan AI juga menghadapi tantangan berupa potensi ketergantungan, validitas informasi, serta perlunya verifikasi agar sesuai dengan tujuan pendidikan dan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, penggunaan AI perlu didukung oleh kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab profesional guru agar memberikan manfaat optimal dalam proses pembelajaran.  
Belajar Tanpa Batas: Transformasi Pendidikan Luar Sekolah di Era Digital: Learning Without Limits: The Transformation of Out-of-School Education in the Digital Era Muhammad Aufa Muis; Tri Norwahyudi; Siti Maharani; Alya Maisarah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11647

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan luar sekolah. Transformasi digital membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan secara lebih fleksibel melalui konsep belajar tanpa batas, namun di sisi lain masih terdapat berbagai tantangan seperti kesenjangan akses teknologi dan rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan luar sekolah di era digital, mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi, serta mengkaji peran pendidikan Islam dalam mendukung pelaksanaan pendidikan luar sekolah berbasis digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen yang relevan dengan pendidikan luar sekolah, transformasi digital, pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), dan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses pengumpulan, reduksi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) transformasi pendidikan luar sekolah di era digital ditandai oleh fleksibilitas pembelajaran, pemanfaatan teknologi informasi, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dan tersedianya sumber belajar yang lebih luas; (2) digitalisasi pendidikan luar sekolah memberikan peluang berupa peningkatan akses pendidikan, penguatan pembelajaran sepanjang hayat, dan peningkatan efektivitas proses pembelajaran; (3) tantangan yang dihadapi meliputi kesenjangan akses teknologi, rendahnya literasi digital masyarakat, dan keterbatasan kompetensi tutor dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran; (4) dalam perspektif pendidikan Islam, transformasi digital dapat menjadi sarana penyebaran ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan prinsip menuntut ilmu sepanjang hayat; dan (5) optimalisasi pendidikan luar sekolah di era digital memerlukan peningkatan literasi digital, penguatan kompetensi pendidik, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran
Andragogi di Tengah Keberagaman Generasi: Konsep, Dinamika, dan Tantangan Pendidikan Orang Dewasa di Masyarakat Multigenerasi Muhammad Aufa Muis; Tuti Nuriyati; Annisa Fitriani; Muhammad Muhyidin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10789

Abstract

Pendidikan orang dewasa atau andragogi merupakan komponen penting dalam pembelajaran sepanjang hayat yang membantu individu beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi yang berlangsung secara cepat pada era modern. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep andragogi, menganalisis dinamika masyarakat multigenerasi dalam pelaksanaan pendidikan orang dewasa, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang relevan untuk meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan dari data yang terkumpul. Hasil kajian menunjukkan bahwa andragogi berlandaskan pada prinsip kemandirian belajar, pengalaman hidup sebagai sumber belajar, orientasi pemecahan masalah, serta motivasi internal sebagai pendorong utama keberhasilan proses belajar orang dewasa. Keberagaman generasi, mulai dari Generasi Baby Boomers, Generasi X, Generasi Milenial, hingga Generasi Z, terbukti memengaruhi pola komunikasi, tingkat literasi digital, dan preferensi gaya belajar peserta didik dewasa, sehingga menciptakan dinamika yang cukup kompleks namun juga berpotensi memperkaya proses pembelajaran melalui interaksi lintas generasi yang saling melengkapi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi rendahnya motivasi belajar, kesenjangan literasi digital, keterbatasan waktu akibat tuntutan pekerjaan dan keluarga, perbedaan gaya belajar antar generasi, serta minimnya dukungan kebijakan dan fasilitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan andragogi yang adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan peserta didik, melalui pemanfaatan teknologi secara integratif dan pengembangan pembelajaran lintas generasi guna meningkatkan efektivitas pendidikan orang dewasa secara berkelanjutan di tengah masyarakat yang semakin beragam.  
Ethical Islamic AI Literacy : Model Literasi Artificial Intelligence Berbasis Paradigma Pendidikan Agama Islam Muhammad Aufa Muis; Chanifudin Chanifudin; Tuti Nuryati; Abdul Basir
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v8i1.2653

Abstract

Artificial Intelligence (AI) has significantly transformed educational practices by providing rapid access to information, supporting personalized learning, and assisting academic activities. However, the increasing use of AI in education also raises concerns regarding academic integrity, misinformation, overreliance on technology, and ethical responsibility. In the context of Islamic Religious Education, these challenges require a framework that integrates AI literacy with Islamic educational values and objectives. This study aims to develop the Ethical Islamic AI Literacy (EIAL) model as a conceptual framework for responsible AI utilization from the perspective of Islamic Religious Education. Using a conceptual analysis approach, this study synthesizes contemporary AI literacy discourse with the philosophical foundations of Islamic education, including ta'dib, insan kamil, ulul albab, amanah, sidq, tabayyun, adab, and maslahah. The study proposes five interconnected dimensions of Ethical Islamic AI Literacy: Spiritual Awareness, Critical Verification, Academic Integrity, Responsible Utilization, and Social Benefit. These dimensions position Artificial Intelligence as a learning instrument that supports the formation of knowledgeable, ethical, responsible, and socially beneficial individuals. The EIAL model contributes theoretically by expanding AI literacy discourse through the paradigm of Islamic Religious Education and practically by providing a foundation for curriculum development, academic policies, and ethical guidelines for AI utilization in Islamic educational institutions.