Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Effect Of Bangun-Bangun Leaves Ethanol Extract On Lipid Profile Ovariectomized Female Rats Suharyanisa; Hasibuan, Poppy Anjelisa Zaitun; Nasution, Pandapotan
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Vol. 4 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/idjpcr.v4i1.5360

Abstract

Menopause was a condition of the body when ovaries stopped producing ovum; ovum is the main producer of estrogen hormone. Menopause can increasing lipid profile in blood; it causes any problems in the cardiovascular system. People of North Sumatra have long used Bangun-Bangun leaves as a breastfeeding agent; it contains flavonoid bioactive compounds, which are be expected to replace lost estrogen hormone. This study determined the estrogenic activity of Bangun-Bangun leaves ethanol extract (BBLEE) on lipid levels of ovariectomized female rats as a menopausal model. BBLEE has obtained by maceration techniques with 96% ethanol and extract used on 24 ovariectomized rats which were divided into 6 groups. Group 1 (normal), group 2 (positive) was treated by estradiol at dose of 0.18 mg/kg BW, group 3 (negative) was treated by 0.5% Na-CMC and group 4, 5, 6 were treated by BBLEE at dose of 30, 60, 90 mg/kg BW given orally for 14 days. The data were analyzed by ANOVA and Post Hoc Tukey HSD test. The result showed that effective dose of BBLEE was 90 mg/kg BW which improved lipid profile (TC = 55.75±0.47; TG = 63.00±0.40; HDL = 37.00±0.81; LDL = 30.50±0.86) in blood of ovariectomized female rats as a menopausal model. BBLEE at the dose of 90 mg/kg BW can ameliorate the lipid profile in the blood of ovariectomized female rats as a menopausal model.
KOMPONEN FITOKIMIA DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGISNYA Monica Suryani; Suharyanisa; Eva Dian Sari Marbun; Annisa Fadhilla; Syifa Yasfini; Irwan Edianto Purba
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava) merupakan tanaman obat dengan potensi farmakologis yang signifikan, terutama pada daunnya yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tannin, terpenoid, dan alkaloid. Studi ini menyoroti komposisi fitokimia dan aktivitas farmakologis daun jambu biji, dengan fokus pada sifat antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antidiabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flavonoid, terutama kuersetin dan katekin, berkontribusi terhadap efek antioksidan dan antimikroba yang kuat, sementara tannin memiliki aktivitas penyembuhan luka dan antimikroba yang tinggi. Terpenoid dan minyak esensial memberikan tambahan sifat antimikroba dan insektisida, memperkuat potensinya dalam pengelolaan penyakit infeksi. Studi ini juga mengungkapkan potensi antidiabetes daun jambu biji, dengan penghambatan alfa-glukosidase yang signifikan dan peningkatan sensitivitas insulin yang moderat, mendukung perannya dalam kontrol glikemik. Uji efektivitas antimikroba menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji secara efektif menghambat Escherichia coli (MIC: 0,5 mg/mL), Staphylococcus aureus (MIC: 0,3 mg/mL), dan virus Influenza (MIC: 1,0 mg/mL). Temuan ini mendukung penggunaan tradisional daun jambu biji sebagai agen terapeutik alami untuk mengelola stres oksidatif, infeksi, dan gangguan metabolik. Penelitian klinis lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis optimal dan formulasi yang sesuai untuk aplikasi farmasi.
PENGARUH EKSTRAK DAUN IPOMOEA BATATAS L. TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA RATTUS NORVEGICUS Suharyanisa, Suharyanisa; Situmorang, Manahan; Hutauruk, Dumartina
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak menimbulkan efek samping dan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional adalah ubi jalar ungu (Ipomoea Batatas L) dari famili Convolvulaceae. Luka sayat adalah jenis luka yang disebabkan oleh benda tajam seperti pisau. Daun ubi jalar ungu diekstraksi dengan cara maserasi dengan etanol 96%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun ubi jalar ungu terhadap penyembuhan luka sayat pada punggung tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan ekstrak daun ubi jalar ungu menggunakan 24 hewan uji dengan 4 kelompok perlakuan yaitu tidak ada luka sebagai kontrol negatif (-), Povidone-iodine 10% sebagai kontrol positif (+), salep ekstrak daun ubi jalar ungu 200 mg ( 20%) dan salep ekstrak daun ubi jalar ungu 400mg (40%). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) dapat mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan dosis paling efektif 400 mg (40%). Efektivitas salep ekstrak daun ubi jalar ungu terhadap penyembuhan luka pada tikus putih, data dianalisis secara deskriptif dengan melihat tidak adanya eritema, pembengkakan, dan penutupan luka pada sayatan.
Identifikasi Simplisia dan Uji Aktivitas Antibakteri Daun Ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) Terhadap Bakteri Streptococcus pyogenes dan Bakteri Salmonella typhi Marpaung, Jon Kenedy; Suharyanisa, Suharyanisa; Situmorang, Manahan; Loi, Astina
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT DARI SARI BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Tampubolon, Manuppak Irianto; Suharyanisa; Tarigan, Yenni Gustiani
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 1 No. 1 (2019): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan antioksidan yang cukup tinggi yaitu likopen, polifenol dan vitamin C. Antioksidan dapat melindungi tubuh manusia memperbaiki kerusakan akibat senyawa oksigen reaktif dan radikal bebas lain. Senyawa oksigen reaktif yang memicu stres oksidatif di kulit dapat menyebabkan kanker, penuaan, peradangan, dan kerusakan sel-sel kulit, oleh karena itu tomat dapat digunakan untuk produk kebersihan dan kecantikan seperti sabun mandi. Tujuan penelitian ini ialah untuk memformulasikan sari buah tomat dalam bentuk sediaan sabun padat menguji efektivitas dalam melembapkan kulit, dan menguji kualitas mutu sabun berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Penelitian dilakukan secara eksperimental, meliputi perolehan sampel, identifikasi sampel, pembuatan sari buah tomat dengan menggunakan juicer. Pembuatan sabun padat dimulai dari formula blanko (F0) dan penambahan konsentrasi simplisia 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3). Pemeriksaan stabilitas fisik sediaan meliputi pengujian iritasi, dan hedonik terhadap sukarelawan, dan uji kelembapan kulit. Pemeriksaan kualitas sabun padat berdasarkan Standar Nasional Indonesia yaitu pH, ketinggian busa, kadar alkali bebas dan asam lemak bebas. Hasil yang didapatkan ialah sari buah tomat dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun padat yang tidak mengiritasi kulit sukarelawan. Sabun dengan konsentrasi eksfolian 15% (F3) memberikan efektivitas melembapkan kulit terbaik yaitu kadar air meningkat 40,80%. Sabun padat memenuhi Standar Nasional Indonesia yaitu: pH 9,61-9,83, busa yang stabil, kadar alkali bebas 0,08% serta asam lemak bebas 0,765%. Sediaan sabun padat yang mengandung sari buah tomat dengan konsentrasi 15% menunjukkan efektivitas dalam melembapkan kulit yang paling baik dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia.
FORMULASI SEDIAAN FACIAL WASH MENGGUNAKAN SARI JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes Suharyanisa; Harefa, Karnirius; Lina br Tarigan, Frida
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facial wash  merupakan sabun pembersih wajah yang ringan dan lembut yang berfungsi untuk menjaga kebersihan kulit. jeruk nipis yang sangat masam mengandung vitamin c yang bertindak sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui formulasi sediaan facial wash anti acnes dari perasan jeruk nipis (citrus aurantifolia swingle) dan Untuk mengetahui aktivitas perasan jeruk nipis dalam menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes. Pembuatan sari jeruk nipis di lakukan secara sederhana yaitu menggunakan juicer. Masing-masing formulasi di lakukan replikasi sebanyak tiga kali. Pada penelitian ini formulasi dilaksanakan dengan perbedaan konsentrasi bahan aktif dengan F0 tanpa kandungan sari jeruk nipis, F1 mengandung 10% sari jeruk nipis, F2 mengandung 12,5% sari jeruk nipis, dan F3 mengandung 15%  sari jeruk nipis. Pengujian terhadap sediaan Facial wash meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, uji homogenitas, uji iritasi, uji saponin, uji antibakteri. Hasil penelitian diperoleh bahwa semua sediaan Facial wash homogen, memiliki pH 6,5-7,2 dan stabil selama 4 minngu. Sediaan Facial wash sari jeruk nipis. Semua sediaan Facial wash sari jeruk nipis tidak mengiritasi kulit. Fasial wash sari jeruk nipis ( Citrus aurantifolia swingle ) dapat menghambat bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter zona hambat kuat dengan konsentrasi 10%,12,5%,15%.
KARAKTERISTIK DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KETAPANG MERAH (Terminalia catappa L.) YANG TUMBUH DISEKITAR KECAMATAN SELESAI KABUPATEN LANGKAT Jon Kenedy Marpaung*; Suharyanisa; Wilson Sembiring, Antonius
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Ketapang Merah (Terminalia Catappa L). termasuk suku Combretaceae. Tumbuhan daun Ketapang dapat diperoleh didataran rendah dan dataran tinggi. Daun Ketapang merah hanya bisa didapat Ketika musim gugur saja. Ketapang (Terminalia catappa L.) adalah tanaman yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah karakteristik daun ketapang merah (Terminalia catappa L.) memenuhi persyaratan mutu dan untuk mengetahui golongan senyawa apa saja yang terkandung didalam daun ketapang merah (Terminalia catappa L.) . Pembuatan Ekstrak daun ketapang dilakukan dengan metode maserasi yaitu dengan menggunakan pelarut etanol 96%.Dengan hasil rendemen ekstrak etanol yaitu 0,134%. Hasil Karakterisasi simplisia daun Ketapang merah memenuhi persyaratan mutu, kadar air yang diperoleh 3,32% ; kadar sari larut dalam air 16,87% ; kadar sari larut dalam etanol 14,16% ; kadar abu total 5,15% ; kadar abu tidak larut asam 1,40%.Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun Ketapang merah Terminalia catappa L. mengandung golongan senyawa metabolit sekunder alkaloid, glikosida, flavonoid, saponin dan steroid/triterpenoid.
UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK ESTRAK ETANOL AKAR GANTUNG BERINGIN (Ficus benjamina Linn) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI PEPTON 10% Kenedy Marpaung, Jon; Suharyanisa; Tarigan, Yenni Gustiani
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyan hanging root (Ficus benjamina Linn) is a plant that has medicinal properties. Banyan hanging root (Ficus benjamina Linn) contains flavonoid substances that are able to inhibit prostaglandins so that they have antipyretic activity.  This study aims to test the antipyretic activity of banyan hanging root (Ficus benjamina Linn) against male white rats (Rattus norvegicus) induced peptone 10%.  This study is an experimental study with a Complete Randomized Design (RAL). The test animal used was a male white rat (Rattus norvegicus) which had been adapted for 1 week and was satisfied for ± 18 hours and was only given to drink ad libitum. The male white rats used were 15 heads with a body weight of 150–200 g. The test animals were divided into 5 groups in a randomized way, namely the Negative Control group (CMC 1%), the Positive Control group (Paracetamol 45 mg) and the test group, namely the administration of banyan hanging root ethanol extract (Ficus benjamina Linn) at a dose of 200 mg / Kg BB, 400 mg / Kg BB, and 600 mg / Kg BB. Each group consisted of 3 rats. Each of the test animals will be given pepton 10%.  Temperature measurements are carried out before the administration of peptone 10%, 1 hour after administration of pepton 10% and once every 30 minutes after treatment until the 180th minute. The data obtained were analyzed using the ANOVA test and continued with the Tukey HSD test.  A 180-minute study showed that banyan hanging root ethanol extract had antipyretic effects at a dose of 200 mg/Kg BB, a dose of 400 mg/Kg BB, and the most effective dose at a dose of 600 mg/Kg BB.  That the ethanol extract of the hanging root of banyan (Ficus benjamina Linn) has antipyretic activity in male white rats (Rattus norvegicus).
UJI AKTIVITAS DIURETIK INFUSA KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus Benth.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Norvegicus) GALUR WISTAR Suharyanisa; Rosina Sitohang; Br purba, Hana Ike Dameria; Sulisty, Yenni
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diuretics are substances that can increase urinary output (diuresis) through direct action on the kidneys. Diuretics can also reduce electrolyte reabsorption in the renal tubules by involving active transport processes The cat's whiskers plant contains polymethoxylated flavonoid compounds, phenylpropanoids (caffeic acid derivatives), and terpenoids (especially diterpenes and triterpenes). IDKK was obtained from the infusion technique with distilled water and then the infusion was used on 25 diuretic rats which were divided into 5 groups. Group I (negative) Na-CMC 0.5%, group II (positive) Furosemide 3.6 mg/kgBB, and group III, IV, and V IDKK doses of 10, 20, and 40% were given orally. Rats were given aqua dest orally at a 15 ml/kg BW dose. Mice were placed in metabolic cages, then the physical examination of urine was carried out every 1 hour for 6 hours. The results showed that the IDKK with the best dose was 40%, which increased urine volume, affect urine pH, affect urine specific gravity, and affect the color of urine and the clarity of urine.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL PADA MENCIT (Mus musculus) Suharyanisa; Kenedy Marpaung, Jon; Fentiana, Nina
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesterol merupakan zat alamiah dengan sifat fisik serupa lemak yang mempunyai gugus steroid. Kenaikan kolesterol mengakibatkan pengendapan pada dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis yang dapat meningkatkan resiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK). Flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin pada kacang merah diduga dapat menurunkan kadar kolesterol total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) terhadap penurunan kadar kolesterol total mencit (Mus musculus) yang diinduksi pakan tinggi lemak selama 14 hari. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 16 ekor mencit jantan (Mus musculus) terbagi dalam 4 kelompok. Pada kelompok perlakuan kontrol negatif diberi Na-CMC, kontrol positif diberi simvastatin, diberi ekstrak etanol kacang merah dosis 80 mg/kg BB dan 160 mg/kg BB.