This Author published in this journals
All Journal INOTEKS : Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR Analisis Kebijakan Pertanian Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Jurnal Pangan dan Agroindustri Jurnal Agroindustri Jurnal Industri Hasil Perkebunan Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesian Journal of Chemistry Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Food Science and TechnologyJournal Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Gorontalo Agriculture Technology Journal Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Saintech Transfer Jurnal Agritechno To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Mutu Pangan : Indonesian Journal of Food Quality JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Media Agribisnis Jurnal Bioindustri Food ScienTech Journal Analisis Kebijakan Pertanian Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Buletin Poltanesa Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Teknologi Pangan Journal of Health and Nutrition Research Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Warta LPM Celebes Journal of Community Services Journal of Bioindustry Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Kondimen Perisa Tempe Biji Karet (Hevea brasiliensis) Reni Septiana; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Sholahuddin Sholahuddin
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2020): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v3i2.43142

Abstract

Tempe biji karet merupakan salah satu bahan pangan sumber protein yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kondimen. Sampai saat ini jenis tempe yang digunakan untuk ekstrak bahan kondimen terbaik belum diketahui. Tujuan penelitian iniuntuk mendapatkan jenis ekstrak tempe yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori kondimen terbaik. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu (1) faktor perlakuan yaitu jenis ekstrak tempe (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu tempe segar (t1), tempe semangit (t2), tempe segar+ semangit (t3). Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Analisis data fisikokimia menggunakan ANOVA (α=5%) dan uji lanjut T berpasangan (α=5%), sedangkan analisa sensori menggunakan uji Friedman (α=5%) dan uji lanjut T berpasangan (α=5%). Berdasarkan analisa data menunjukkan bahwa  jenis ekstrak tempe berpengaruh pada karakteristik fisikokimia dan sensori kondimen yang dihasilkan. Hasil terbaik kondimen adalah menggunakan bahan baku tempe biji karet semangit dengan karakteristik fisikokimia yaitu kadar air (7,67%), kadar abu (6,31%), kadar protein (41,36%), rendemen (5,82%) dan karakteristik sensori yaitu warna 4,91 (netral), aroma 4,20 (netral), rasa 4,77 (netral) dan kesukaan keseluruhan 5,00 (agak suka).
Penggunaan Jeruk Sambal (Citrus Amblycarpa) sebagai Bahan Pengasam Alami Terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensori Mayones Syarifah Fatimah Humaira; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Lucky Hartanti
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v4i1.56638

Abstract

Mayones merupakan produk pangan yang dapat menggunakan jeruk sambal sebagai bahan pengasam alami. Mayones adalah emulsi semi solid yang diperoleh dari campuran minyak nabati, kuning telur, asam (cuka dan sari jeruk), bumbu-bumbu, asam sitrat atau asam malat yang fungsinya untuk mempertahankan warna dan aroma. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi jeruk sambal sebagai bahan pengasam alami yang menghasilkan mayones terbaik berdasarkan sifat fisikokimia dan sensori. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi jeruk sambal sebagai bahan pengasam yang terdiri dari 6 taraf (10, 20, 30, 40, 50 dan 60 %). Analisa data yang digunakan yaitu ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf 5%. Apabila berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 %. Hasil uji sensori dianalisis dengan uji Friedman. Penentuan perlakuan terbaik pada hasil penelitian mayones dilakukan dengan uji indeks efektifitas. Konsentrasi sari jeruk sambal dalam pembuatan mayones direkomendasikan sebesar 20 % dengan karakteristik pH (4,34), total padatan terlarut (1,05 ⁰Brix), kadar air (8,30 %), kadar protein (1,96 %), kadar lemak (86,04 %) dan kadar vitamin C (2,91 mg/100 g) serta dengan karakteristik sensori warna (3,63), aroma (3,23), rasa (2,90), kekentalan (2,80) dan kesukaan keseluruhan (3,07).
Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Bumbu Instan Bubuk Gulai Tempoyak dengan Penambahan Maltodekstrin Sri Wahyuni; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Tri Rahayuni
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2021): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v4i2.56718

Abstract

Gulai tempoyak merupakan makanan khas nusantara, tempoyak dalam masakan gulai berfungsi sebagai bumbu penyedap alami yang memberikan citarasa yang khas. Pengeringan bumbu instan bubuk gulai tempoyak diperlukan bahan pengisi. Salah satu bahan pengisi yang dapat digunakan adalah maltodekstrin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi maltodekstrin pada bumbu instan gulai tempoyak yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu perbandingan maltodekstrin (g) dengan ekstrak bumbu gulai tempoyak (ml) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 6 kali ulangan (1:20, 2:20, 3:20, 4:20). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA 5%, dengan uji lanjut menggunakan uji BNJ dengan taraf 5%. Perlakuan terbaik menggunakan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan maltodekstrin 120 g. Karakteristik fisikokimia bumbu terbaik menghasilkan kadar air (5,14%), kelarutan (94,25%), total padatan terlarut (12,85°Brix) dan rendemen (17,01%). Hasil uji sensoris terbaik yaitu warna (3,76), rasa (3,90), dan aroma (3,46).
Ginger (Zingiber officinale) Mass Ratio on Physicochemical And Sensory Characteristics of Liang Tea Surachman Surachman; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 5 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.2443

Abstract

The study aims to find out the effect of ginger mass ratio on the physicochemical and sensory characteristics of liang tea. The ingredients of liang tea was consisting of the leaves of D.chinensis, T.spathacea, O.vulgare, P.amaryllifolius, stem bark of secang woods (Caesalpinia sappan), midrib skin of lidah buaya (Aloevera chinensis) and rhizome of ginger with certain mass ratio. The treatment was in the form of mass ratio of liang tea and ginger rhizome powder (20:0; 20:1; 20:2; 20:3; 20:4; 20:5; 20:6; 20:7). Parameters to observed are physical characters include color, pH and chemical characters include qualitative phytochemical testing, vitamin C content, total phenol content, total flavonoid content and antioxidant activity with DPPH inhibitory activity and followed by sensory characteristic. The results showed that the formulation of the mass ratio of liang tea:ginger 20:0 possess the highest value on total phenolic content, flavonoid content and antioxidant activity (43.62 ± 5.64 mg GAE/g, 39.69 ± 1.32 mg QE/g and 56.02 ± 1.74 % respectively). The color value of tea which possess the highest phytochemical content and antioxidant activity are *L value (28.6±0), *a (4.1±0), *b (3.7±0), *c (5.5±0) and *h (42.35±0.14). Sensory characteristic showed that liang tea and ginger with mass ratio 20:0 was the best result, with colour value (3.93±0.91), flavor (3.57±0.94), taste (3.60±0.97), sweetness (3.77±0.97) and fondness overall (3.80±0.85) Based of the results of Index effectivity showed that liang tea and ginger with mass ratio 20:0 showed the best formulation as rich-antioxidant liang tea.
Phytochemical Characteristics and Antioxidant Activity of Liang Tea at Different pH During Storage Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 5 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.2436

Abstract

Tea is a popular beverage consumed in Pontianak City, Indonesia. The ingredients of tea were consist of the leaves of D.chinensis, R.discolor, O.aristatus, P.amaryllifolius, heartwood of C.sappan and peels of A.vera with certain ratio. The study aims to find out the effect of storage time on phytochemical content and antioxidant activity of  liang tea with different pH. The liang tea was prepared by hot brewing of the tea ingredients for 6 minutes and let it cooled down. The pH of tea adjusted to 4, 5, 6 and 6,5 by adding citric acid buffer and stored in plastic container and leave it at room temperature. The observed parameters were pH, vitamin C content, Total Soluble Solid (TSS), total phenolic content, total flavonoid content and antioxidant activity by DPPH scavenging method. Each of mentioned parameters of tea were observed for 17 days, with 2 days interval measurement. The treatment was replicated five times. The results in averaged time showed that liang tea with pH 4 possess highest total phenolic content and TSS (13.04 ± 1.21 mgGAE/g dw and 2.40 ± 0.3oBrix respectively) and pH 5 liang tea possess highest vitamin C, total flavonoid content and antioxidant activity (5.49 ± 0.94 mg/100ml; 20.02 ± 2.12 mgQE/g dw and 40.38 ± 4.37 % respectively. Base on the result showed the optimum pH of liang tea during storage was ranged 4 to 5, which pH 4 liang tea possess highest total phenolic content and total dissolved solid and pH 5 liang tea possess highest vitamin C, total flavonoid content and antioxidant activity.
PROFIL PRODUKSI PEWARNA MERAH ANGKAK DENGAN MEDIA KOMPOSIT PADA BERAS IR 42 DAN TEPUNG BIJI KARET DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI STARTER Dinda Chandra Anggrayni; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Lucky Hartanti
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v17i2.7815

Abstract

Pembentukan pigmen warna merah “angkak” yang dihasilkan oleh M. purpureus memerlukan waktu relatif lama, dan diproduksi dalam jumlah yang sedikit karena merupakan metabolit sekunder. Upaya meningkatkan jumlah pigmen yang dihasilkan dilakukan dengan pengayaan media pertumbuhan M. purpureus. Tujuan penelitian ini  untuk mendapatkan perbandingan massa rasio media komposit dari (beras:tepung biji karet) dan konsentrasi starter yang menghasilkan pigmen warna tertinggi. Penelitian menggunakan kombinasi dua faktor perlakuan, yaitu perlakuan perbandingan massa rasio media komposit (beras:tepung biji karet) disingkat M, terdiri dari m0=(100:0)%; m1=(100:4)%; dan m2=(100:8)%, dan konsentrasi starter M. purpureus (S) terdiri dari s1=4%; s2=8% dan s3=12%. Analisis data menggunakan ANOVA (α=5%) dan dilanjutkan uji BNJ (α=5%) bila berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen ekstrak angkak tertinggi terdapat pada media komposit beras dengan media komposit (beras:tepung biji karet) dengan massa rasio (100:0)% dan konsentrasi starter 4% yaitu 7,215%. Jenis media komposit dan konsentrasi starter yang sama juga yang menunjukkan nilai intensitas pigmen merah tertinggi yaitu nilai 0,172 AU/g dan kelarutan pada suhu 100℃ sebesar 0,673 AU/g. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa media komposit beras:tepung biji karet (100:0)% dan konsentrasi starter M. purpureus 4% menghasilkan rendemen, nilai intensitas pigmen dan kelarutan pigmen angkak terbaik.
RESPON KANDUNGAN GLUKOSA DARAH TERHADAP PEMBERIAN MINUMAN LIANG TEH PONTIANAK Ubi Mekar; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Dzul Fadly
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 11 No. 1: January 2023
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2023.011.01.2

Abstract

Minuman tradisional liang teh Pontianak sehingga berpotensi menurunkan kandungan glukosa darah manusia karna mengandung senyawa bioaktif tinggi. Selain itu terdapat daun muje yang memiliki sifat antioksidan yang secara turun temurun digunakan dalam pengobatan. Tujuan penelitian, mengetahui kadar total fenol, kadar flavonoid, aktivitas antioksidan, dan respon kandungan glukosa darah dari liang teh Pontianak yang diberi tambahan daun muje. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 2 perlakuan yaitu 16 g dan 32 g daun muje (Dicliptera chinensis) pada formulasi liang teh Pontianak. Subjek yang terlibat 13 orang untuk uji klinis, mengonsumsi liang teh Pontianak dengan penambahan daun muje sesuai perlakuan sebanyak 250 ml dengan glukosa 50 g. Hasil analisis menunjukkan kandungan komponen bioaktif tertinggi pada formulasi liang teh dengan kandungan 32 g daun muje yaitu total fenol 1591.30 ± 6.01 mgGAE/100 g, total flavonoid 1989.13 ± 31.00 mgQE/100 g dan aktivitas antioksidan  60.25 ± 1.00 %.Kesimpulannya, penggunaan 32 g daun muje pada liang teh menghasilkan kandungan senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan, dan penurunan glukosa darah terbaik.
Enkapsulan ekstrak liang teh hasil seduhan pada berbagai pH sistem sebagai bahan inti: karakteristik fisikokimia [Physicochemical Characteristic of liang tea extract encapsulation on various pH] Sherlirianti Sherlirianti; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Dzul Fadly
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 28, No 1 (2023): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v28i1.54-65

Abstract

Liang tea is a traditional drink made from herbal ingredients and tea ingredients which are functional as antioxidants. The use of a cup of tea leaves produces an interesting red-purple color, partly because it contains brazilin pigment. The color of the liang infusion is affected by pH but it is not yet known whether it has an effect on its physicochemical characteristics. The obstacle faced is because the form of the drink in the form of steeping becomes impractical so it needs modification, one of which is in the form of an encapsulant. One of the conditions for the steeping pH is achieved by using citrate buffer. Our study aimed to obtain the steeping pH conditions that produce liang tea extract as the core ingredient to obtain the best encapsulant based on physicochemical characteristics. The research design used complete randomization with 4 treatment levels, namely the addition of citrate buffer to pH 4.25; 5.07; 6.06 and without administration of citrate buffer (pH 6.37). The physicochemical characteristics of the encapsulant were observed for pH, water content, solubility, polyphenol content and antioxidant activity in liang tea extract as the core and encapsulant material. The results showed that liang tea extract brewed at system pH 4.25 had antioxidant activity (70.48 ± 0.81 %), produced encapsulants with highest total polyphenols (493.75 ± 12.50 mg GAE/g encapsulant) and antioxidant activity (72.24 ± 3.56 %) but also highest water content (10.76 ± 0.08 %) while the highest solubility was obtained in the encapsulant with the main ingredient of liang tea extract which was brewed at a system pH of 6.37.
Physicochemical Characteristics of Edible Film Sodium Caseinate with Sappan Wood Extract Addition Govinda Anggita Fortin; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Lucky Hartanti
Food ScienTech Journal Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/fsj.v5i1.16956

Abstract

Packaging will protect food from physical and chemical deterioration and maintains the economic value during storage. Generally, food packaging was made by plastic material which is cheap and easy to use. Plastic waste makes it difficult to degrade, so it is necessary to develop technology that aims to reduce the impact of plastic waste pollution by biodegradable packaging included edible film. Casein is one of the hydrocolloid ingredients which is utilized to made of edible film. Casein has flexibility, transparency, and tasteless film properties also it has a carrier antioxidant capacity. The addition of sappan wood extracts to the edible film that is interesting to observed as a carrier of antioxidant compounds. This research was conducted to obtain the concentration of sappan wood extract, which produces the best physicochemical characteristics of sodium caseinate edible film. The method used in this study was a one-factor Randomized Block Design (RBD) consisting of 5 levels of sappan wood extracts (0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10% w/vtotal) with 5 replications. Based on this research to obtained the best physicochemical characteristics of edible film sodium caseinate with the addition 10% sappan wood extracts, which has a thickness value of 0.20 mm, solubility 24.421%, color L* (79.0) a* (8.3) b* (32.8), water holding capacity of 6.863 (g/g), and antioxidant activity of 24.170%.
KAJIAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI PADA TEH HERBAL KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) Theresia Oktavia Triprastika Dewi; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Sholahuddin Sholahuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.46227

Abstract

Teh herbal adalah produk minuman yang dapat dibuat dengan infusi air dari akar, daun, bunga, kulit dan bagian komponen lain dari berbagai spesies tanaman yang sangat beragam. Saat ini, kulit buah nanas merupakan limbah yang berpotensi dikembangkan menjadi teh herbal. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan suhu pengeringan yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan orgnalopetik teh herbal kulit buah nanas terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok, suhu pengeringan sebagai perlakuan yang terdiri dari 3 taraf suhu yaitu 50, 60 dan 70°C. Data dianalisis dengan ANOVA, jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Friedman. Penentuan hasil terbaik melalui uji Indeks Efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan suhu pengeringan 60°C merupakan suhu pengeringan yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik teh herbal kulit buah nanas terbaik. Karakteristik fisikokimia yang dihasilkan yaitu rendemen 20,84%, kadar air 5,00%, kadar abu 2,83%, total fenol 53,77 mg GAE/g ekstrak, aktivitas antioksidan 82,33%, karakteristik organoleptik yaitu warna 2,80 (tidak suka), aroma 3,27 (agak suka) dan rasa 3,00 (agak suka).
Co-Authors Abdul Haris Adi Suyatno Agusfiansyah, Syarif Agustina, Mulya Aklisa, Seskia Amalia Nur Alber Tulak Anggraeni, Wanda Putri Anis Shofiyani Anti Uni Mahanani Aprillia, Nelvy Regina Dwi Aschida, Feliks Chu Junloi Ayudianty, Laras Billhaq, Sabila Meirizqina Boangmanalu, Tania Roitona Brigita Ratna Harsanti deviantika, deviantika Dian Ulfa Dinda Chandra Anggrayni Doga, Konius Dwi Fatmawati, Dwi Dwi Raharjo Dzul Fadly Dzul Fadly Elia Radianto Emelda, Plaviana Fabiola, Vonny Fadly, Dzul Fani Indriani, Fani Farahiyati, Lana Fitri, Utami Destia Fitri Florentina, Devi Viola Govinda Anggita Fortin Hanafie, Hadriana Hanni Tuhuteru Hasbullah Hasbullah Heni Pujiastuti Himan, Rusina Ifwarisan Defri Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri Joselina Tuhuteru Junloi, Feliks Chu Karuru, Perdy Komariyati Komariyati Komaryati, Komaryati Lengka, Mariana Lestari, Oke Anandika Lestari Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky Maherawati, Maherawati Maherawati, Maherawati Mahyuddin, Masriani Marina, Aristawipana Marito, Yohanes Mastira, Susi Mia Sari Nabila, Syarifah Nabilah, Uray Ulfah Nada, Geri Nurhayati Nurhayati Nurmainah Nurmainah Oke Anandika Lestari Oke Anandika Letari Olivia Feny Pakanan, Janny Jovita Panjaitan, Pritania Selena Putra, Cahyo Purnama Putri, Alintianni Yolla Putri, Dea Malyana PUTRI, MARDIANA Rahmah, Maulia Rahmidiyani Reni Septiana Rumbiak, Rein Edward Yohanes Salsabhilla, Keisya Aura Sandytia Permata Sari Saputri, Gian Melinda Saputri, Nur Endah Sherlirianti Sherlirianti Sholahuddin Sholahuddin - Sholahuddin Sholahuddin Siahaya, Griennasty Clawdya Siti Fauziah Siti Rokhaenah Sri Wahyuni Suci, Rafika Suko Priyono Sumiyati Tuhuteru Surachman Surachman Suyatno, Adi Syafitri, Dhea Syamsi, Wisi Wilanda Syarifah Fatimah Humaira Tabo, Opapur Tabuni, Endius Taneasy, Ian Th. Candra Wasis Agung Sutignya Theresia Oktavia Triprastika Dewi Thomas Candra Wasis Agung Tri Rahayuni Ubi Mekar Ulfa, Dian Utami, Dwi Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies Wenda, Benius Wenda, Endison Widadi Padmarsari Soetignya Winda Rahmalia Wisi Wilanda Wisi Wilanda Syamsi Zahrah, Syarifah