Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Sosialisasi Supervisi 4S dalam Rangka Peningkatan Budaya Keselamatan Pasien: Effectiveness of Socialization 4S Supervision to Improve Patient Safety Culture Arif, Yulastri; Khairina, Ilfa; Susmiati, Susmiati; Nelwati, Nelwati; Puteri, Zifriyanthi Minanda; Ananda, Yuanita; Murni, Dewi; Sidaria, Sidaria; Muthmainnah, Muthmainnah; Maisa, Esthika Ariany
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i2.6041

Abstract

Healthcare facilities must adhere to patient safety principles to reduce the risk of harm. Prof. Dr. M.A. Hanafiah SM Batusangkar Hospital is among the healthcare providers in West Sumatra, necessitating endeavors to enhance and sustain service quality, especially regarding patient safety. The effectiveness of the patient safety culture depends on the 4 S supervision elements, including Structure, Skill, Support, and Sustainability. The 4S supervision model guides and aids nurses in advancing their skills related to patient safety. Survey findings at the hospital revealed that the promotion of 4S supervision was suboptimal, manifesting as nurses' limited grasp of the concept. On July 28-29, 2023, a structured socialization, education, and mentorship program was conducted for nursing executives and managers. The objective was to empower nurses to incorporate multilayered supervision into patient care and oversee the implementation of patient safety in inpatient, outpatient, and emergency room settings, aiming to enhance the patient safety culture.
Studi Komparatif Prestasi Belajar Praktikum Ilmu Dasar Keperawatan bagi Mahasiswa yang Daring dan Mahasiswa yang Hybrid di Era New Normal Muthmainnah, Muthmainnah; Muthia, Rahmi; Susmiati, Susmiati; Nelwati, Nelwati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.469

Abstract

WHO mencatat hingga awal November 2021 terdapat 248 juta orang menderita Covid-19 di 223 negara. Sebanyak 5,01 juta masyarakat yang terkena Covid-19 meninggal dunia. Kasus terkonfirmasi COVID-19 Provinsi Sumatera Barat sampai tanggal 2 November 2021 sebanyak 89 ribu orang. Menuju era new normal, perlu adanya akselerasi menormalkan kehidupan kampus dengan mengkombinasikan pembelajaran daring dan luring (hybrid learning) termasuk mahasiswa keperawatan UNAND. Tujuan penelitian yaitu mengetahui perbandingan prestasi belajar mahasiswa setelah praktikum daring dan hybrid mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan. Metode yang digunakan kuantitatif non eksperimen dengan analisis komparasional. Sampel berjumlah 122 responden menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis data menggunakan uji mann whitney. Hasil tes menunjukkan bahwa mahasiswa yang praktikum Ilmu Dasar Keperawatan daring memiliki nilai median 69,8, sedangkan mahasiswa yang praktikum Ilmu Dasar Keperawatan hybrid memiliki nilai median 74,6. Hasil analisis data dengan uji mann whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan prestasi belajar mahasiswa yang praktikum Ilmu Dasar Keperawatan daring dengan mahasiswa yang praktikum Ilmu Dasar Keperawatan hybrid. Hal ini menunjukkan bahwa metode praktikum tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar Ilmu Dasar Keperawatan.
Studi Deskriptif: Eating Disorders Pada Mahasiswa Keperawatan Muliantino, Mulyanti Roberto; Susmiati, Susmiati; Putri, Nelvi Kurnia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2024): JIK-April Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i1.771

Abstract

Eating disorder memiliki prevalensi yang tinggi, namun belum banyak diketahui karena asimptomatik, terutama pada mahasiswa sebagai populasi beresiko. Eating disorder berdampak buruk pada kesehatan baik fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran eating disorder pada mahasiswa keperawatan. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif dengan sampel 237 mahasiswa keperawatan Universitas Andalas. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling. Eating Attitude Test-26 (EAT-26) digunakan untuk mengukur variabel eating disorder. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk statistik deskriptif. Hasil penelitian menemukan sebanyak 117 responden memiliki resiko eating disorder (49,4%) dan sebanyak 120 responden tidak beresiko  eating disorder (50,6%), kelompok beresiko eating disorder pada kelompok remaja akhir (39,7%) dan pada kelompok perempuan (46%). Hampir separuh mahasiswa keperawatan memiliki resiko eating disorder. Eating disorder dapat menimbulkan gangguan kesehatan, sehingga perlu dilakukan upaya preventif pada kelompok beresiko berupa edukasi dan persuasif untuk mencegah terjadinya dampak buruk pada kesehatan mahasiswa.
STRES DAN EMOTIONAL EATING PADA MAHASISWA S1 FAKULTAS KEPERAWATAN Gusni, Endriani; Susmiati, Susmiati; Maisa, Esthika Ariany
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v18i2.9186

Abstract

Ketidaktepatan dalam pengelolaan stres dapat memunculkan perilaku emotional eating, sebuah kecenderungan makan berlebihan sebagai salah satu bentuk mekanisme koping maladaptif terhadap emosi negatif seperti stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran stres dan perilaku emotional eating pada mahasiswa S1 Keperawatan. Penelitian ini merupakan riset kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Dilakukan di Fakultas Keperawatan Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat pada bulan Februari s.d Agustus 2022. Sampel penelitian berjumlah 82 orang mahasiswa yang diambil menggunakan teknik Proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner menggunakan instrumen Eating and appraisal due to Emotions and Stres (EADES) dan Student-Life Stres Inventory (SSI). Hasil penelitian menunjukkan hampir separuh (48,8%) mahasiswa memiliki perilaku emotional eating, dan perilaku ini ditemukan pada setengah (50%) mahasiswa dengan tingkat stres berat, pada lebih dari separuh (56,1%) dengan stres sedang, dan pada sebagaian kecil (20%) mahasiswa dengan stres ringan. Diharapkan agar pihak kampus dapat mendampingi mahasiswa dalam mengelola stres selama menjalani pendidikan, agar dapat mengembangkan koping yang lebih adaptif dalam menghadapi stres, dan mencegah/mengatasi perilaku emotional eating yang muncul pada mahasiswa saat stres.
RESTLESS LEGS SYNDROME PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI Mustika, Hevy; Susmiati; Rahmiwati
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i2.5932

Abstract

Restless Legs Syndrome merupakan salah satu komplikasi neurologi yang ditemukan pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa untuk mengobati gagal ginjal dan prevalensi sindrom ini ditemukan sebesar 40,7%. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa yang mengalami restless legs syndrome di RSUD Raden Mattaher Jambi. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa lebih dari 3 bulan di ruang hemodialisa RSUD Raden Mattaher Jambi. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisa univariat. Hasil Penelitian ini dari 41 responden didapatkan hampir separuhnya (56,1%) berjenis kelamin perempuan, hampir separuhnya dengan tingkat pendidikan (34,1%) SMA dan Perguruan Tinggi, dan hampir separuhnya (41,5%) memiliki penyakit penyerta yaitu hipertensi, responden memiliki usia (rata-rata 50,2 tahun), lama menjalani hemodialisa (rata-rata 5,1 bulan), kadar hemoglobin (rata-rata 8,4 g/dL) dan nilai monofilament test (rata-rata 6,5). Kesimpulannya adalah Restless Legs Syndrome pada pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa banyak ditemukan pada wanita, dengan penyakit penyerta utama hipertensi, pasien berusia rata-rata 50,2 tahun, dengan durasi menjalani hemodialiasa rata-rata 5,1 tahun dan kadar hemodlobin 8,4 g/dL. Rekomendasi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Diversifikasi Dadih untuk Makanan Tambahan Ibu Hamil dan Balita Susmiati Susmiati; Meri Neharta; Zifrianti Minanda Putri; Hurriya Alzahra; Sri Wahyuningsih; Delta Apriani
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1057

Abstract

Banyak penelitian sudah membuktikan manfaat probiotik untuk kesehatan, terutama pada anak-anak. Tetapi penggunaan dadih sebagai probiotik lokal Sumatera Barat sangat minim. Hal ini disebabkan karena penyajiannya dadih masih dalam bentuk tradisional dalam bambu. Masalah yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan dan tidak adanya unit usaha masyarakat yang fokus dalam pengembangan diversifikasi dadih menjadi produk probiotik bernilai ekonomi dan gizi tinggi, tahan lama, bentuk menarik dan disukai semua golongan umur. Oleh sebab itu, perlu dilakukan usaha untuk membentuk dan melatih kelompok usaha rumah tangga untuk melakukan diversifikasi dadih baik. Metode pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pelatihan pada kader PKK dan posyandu tentang pembuatan pembuatan berbagai makanan bersumber probiotik dadih yang bisa dimanfaatkan sebagai makanan tambahan (PMT). Khalayak sasaran pada kegiatan ini meliputi kelompok masyarakat di Jorong Tanjung Modang Nagari Tanjung Bonai terutama kader PKK dan kader Posyandu. Selanjutnya dilakukan implementasi berupa pendampingan pembuatan produk dan evaluasi untuk mendapatkan umpan balik sebagai Upaya peningkatan mutu selanjutnya. Hasil capaian kegiatan pengabdian ini adalah para ibu-ibu kader sudah mempunyai pengetahuan tentang manfaat probiotik dadih dan bisa membuat dan memperagakan cara membuat produk diversifikasi dadih seperti puding dadih, vla dadih, susu fermentasi. Selanjutnya dalam evaluasi didapatkan produk yang dihasilkan disukai oleh anak-anak karena divariasikan dengan rasa dan warna. Diharapkan kelompok ibu-ibu ini dapat mempromosikan probiotik lokal dadih menjadi makanan sehat yang disukai anak-anak, terutama dalam mengatasi masalah gizi.
Hubungan Electronic Health Literacy dengan Penerapan Gaya Hidup Sehat pada Mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Andalas Roza Armayuni; Esthika Ariany Maisa; Susmiati Susmiati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.38732

Abstract

College students are vulnerable to unhealthy lifestyles such as lack of medical check-up and low levels of physical activity. Electronic health literacy is one of the factors that contributes to a person's healthy lifestyle. This study aims to determine the correlation between electronic health literacy and nursing students healthy lifestyles at Andalas University. This research is a quantitative study with a correlational design and cross sectional approach. It was conducted from September 2023 - July 2024 with 250 respondents taken using the proportional stratified random sampling technique. Data collection using the Electronic Health Literacy Scale (E-HEALS) and Health Promotion Lifestyle Profile II questionnaires (HPLP II). The median of electronic health literacy was 32,00 categoried as high electronic health literacy and healthy lifestyles was 126,00 categoried as moderate. After conducting Spearman statistical test, it found that there was a positive significant with a moderate relationship between electronic health literacy and the application of healthy lifestyle in respondents (p = 0,000, r = 0,453, r2 = 0,227). It is expected that nursing students can improve their electronic health literacy and healthy lifestyle behaviour by improving their basic knowledge and skills of both.
Pengaruh Foot Exercise Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Masni Hayati; Susmiati Susmiati; Esi Afrianti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42101

Abstract

Gangguan aliran vena pada kaki pada penderita diabetes mellitus tipe 2, terutama yang mengalami neuropati, merupakan salah satu ancaman serius yang dapat memperburuk kondisi diabetes mellitus. Gangguan ini memberikan dampak yang cukup besar bagi individu. Foot Exercise Modification (FEM) merupakan serangkaian latihan gerak yang dilakukan pada tungkai bawah dengan variasi tertentu serta memanfaatkan gaya gravitasi secara bertahap dan teratur. FEM ini merupakan modifikasi dari kelebihan dan kekurang pada Buerger Allen Exercise dan senam kaki. FEM memiliki manfaat yang sama dengan Buerger Allen dan senam kaki dimana manfaatnya memperbaiki serta meningkatkan sirkulasi darah perifer ke tungkai bawah. Manfaat tersebut terbukti dengan adanya peningkatan nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan sensitivitas kaki. FEM itu sendiri dilakukan selama 12 hari dengan durasi 12-15 menit setiap sesi. Penelitian ini menggunakan metode literatur Review dengan database yang diambil dari PubMed, ScienceDirect dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi diabetes mellitus tipe 2, Buerger Allen Exercise, Ankle Brachial Index (ABI), sensitivitas kaki serta senam kaki. Dari hasil telaah terhadap 13 artikel ditemukan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan sensitivitas kaki setelah melakukan Buerger Allen Exercise dan senam kaki.
Analisis Hubungan Budaya Organisasi, Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja Tenaga Kesehatan di Rsud Pasaman Barat Fitri Harmawati; Susmiati Susmiati; Yuanita Ananda
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51148

Abstract

Kepuasan kerja tenaga kesehatan memengaruhi mutu layanan, retensi, dan kinerja rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan budaya organisasi, motivasi kerja, dan lingkungan kerja dengan kepuasan kerja tenaga kesehatan di RSUD Pasaman Barat serta mengidentifikasi faktor paling dominan. Penelitian dilaksanakan 26 Agustus–11 September 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain potong lintang pada 185 responden yang dipilih secara proportional random sampling. Instrumen meliputi Job Satisfaction Survey (JSS), Denison Organizational Culture Survey (DOCS), Work Motivation Scale (WMS), dan Work Environment Scale–Short Form (WES-SF). Hasil menunjukkan lebih dari separuh responden memiliki kepuasan kerja rendah (53,5%), budaya organisasi lemah (50,3%), motivasi kerja rendah (51,9%), dan lingkungan kerja kurang baik (50,8%). Terdapat hubungan bermakna antara budaya organisasi (p=0,010), motivasi kerja (p=0,003), dan lingkungan kerja (p=0,016) dengan kepuasan kerja. Analisis multivariat menunjukkan motivasi kerja sebagai faktor paling dominan (OR=2,371), yang berarti tenaga kesehatan dengan motivasi tinggi berpeluang 2,3 kali lebih puas dibandingkan yang bermotivasi rendah. Disarankan manajemen rumah sakit memperkuat sistem penghargaan berbasis kinerja, mengintensifkan sosialisasi misi serta pelibatan staf, dan meningkatkan kualitas lingkungan kerja (fasilitas, sumber daya, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan) melalui program pengembangan SDM berkelanjutan. Kata Kunci: budaya organisasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja, motivasi kerja Abstract Job satisfaction among health workers influences service quality, retention, and hospital performance. This study aimed to analyze the relationship between organizational culture, work motivation, and work environment with job satisfaction among health workers at Pasaman Barat Regional Public Hospital, as well as to identify the most dominant factor. The study was conducted from August 26 to September 11, 2025. A quantitative method with a cross-sectional design was employed, involving 185 respondents selected through proportional random sampling. The instruments used included the Job Satisfaction Survey (JSS), Denison Organizational Culture Survey (DOCS), Work Motivation Scale (WMS), and Work Environment Scale–Short Form (WES-SF). The findings revealed that more than half of the respondents had low job satisfaction (53.5%), weak organizational culture (50.3%), low work motivation (51.9%), and a less favorable work environment (50.8%). Significant relationships were identified between organizational culture (p = 0.010), work motivation (p = 0.003), and work environment (p = 0.016) with job satisfaction. Multivariate analysis indicated that work motivation was the most dominant factor (OR = 2.371), suggesting that health workers with high motivation were 2.3 times more likely to experience job satisfaction compared to those with low motivation. It is recommended that hospital management strengthen performance-based reward systems, intensify the dissemination of mission and staff involvement, and improve the quality of the work environment (facilities, resources, and participation in decision-making) through sustainable human resource development programs. Keywords: job satisfaction, organizational culture, work environment, work motivation
Analysis of Allele Frequency Distribution Apoliprotein E Gene in Patients With Down Syndrome Trisomy 21 Meinapuri, Malinda; Amir, Arni; Chundrayetti, Eva; efrida, efrida; Susmiati, Susmiati
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v15i1.1171

Abstract

Background: Down syndrome is a global health problem of particular concern because people with Down syndrome have a wide variety of clinical disorders and are one of the causes of mental retardation and serious physical growth disorders.Down syndrome can occur at all socioeconomic, ethnic and demographic levels. The incidence of Down Syndrome will increase as the mother's age increases at the time of pregnancy and the incidence varies in different populations: 1 in 319 to 1 in 1000 live births. Each year, an estimated 3,000 to 5,000 children are born with Down syndrome. The APOE gene is located in the long arm (q) of chromosome 19 at position 13.2 (19q13.2). The APOE gene consists of four exons and three introns, a total of 3597 base pairs. In melanocyte cells APOE gene expression can be regulated by MITF. APOE is a form of polymorphic, which translates into three gene alleles: normal: allele ?3 and dysfunctional: allele ?2 and allele ?4.  The polymorphism of the APOE gene had a strong effect on the level of allele production, a high concentration of APOE indicated that the production of ?4 allele was increased and a low concentration of APOE was associated with the production of ?2 allelePurpose:To Analyze of Allele Frequency Distribution Apoliprotein E Gene  in Patients With Down Syndrome Trisomy  21Methods: This research is an analitic observasional study with a comparative  study design. The sample used was the result of DNA extraction patients with Down's Syndrome Trisomy 21 as many as 33 samples and 33 controls stored in the Biomedical Laboratory, Faculty of Medicine, Andalas University, Padang, Indonesia. The next step is to examine the APOE gene polymorphisms using PCR and sequencing techniques.Results: Samples of Down syndrome patients had variations in the distribution of alleles, where alleles ?4 and ?2 were found even though the allele frequency ?3 was still the highest allele frequency. Meanwhile, in the samples representing the normal control population, ?3 and ?2 alleles were found and no ?4 allele was found. Although the allele is not associated with Down Syndrome, Down Syndrome sufferers have a 2.26 times greater risk for e2 and e4 alleles than e3.Conclusion: There was a difference in the frequency distribution pattern of the APOE gene allele in patients with Down Trisomy Syndrome 21 compared to the control. 
Co-Authors ADEP JUNIKA Afifah Mardiah Afriani Sandra Aisya Rahmadhanty Amir, Arni Annisa Nabilla Annisa Nabilla Apriadi, Dwi Arif, Yulastri Arni Amir Arza, Putri Aulia Asrawati Asrawati Asrawati Nurdin Aurel Az-zahra Beslia Avit Suchitra Dally Rahman Darmawidyawati Darmawidyawati Delta Apriani Deswita Deswita Deswita Dewi Dewi Dewi Murni Dewi Murni Dorisnita Dorisnita Dorisnita Dorisnita Efrida Efrida efrida efrida Elmi Elmi Emil Huraini Emil Huriani ENDANG PURWATI Endang Purwati Endriani Gusni Esi Afrianti Eva Chundrayetti Eva Chundrayetti Evasari, Diana Febby Irianti Deski Finny Fitry Yani Fitri Dona Fitri Harmawati Fitri Mailani Fitriana Fitriana Fitriatul Munnawarroh Gusni, Endriani Hafifatul A Rahmy Hafifatul Auliya Rahmy Hafifatul Auliya Rahmy Hamelda Fajri Weirpa Hamelda Fajri Weirpa Hamzah Hamzah Hanni Oktavia Rahayu Hanny Hafiar Hanny Oktavia Rahayu Helmaizar Helmaizar Helmizar HENDRIA PUTRA Heppi Sasmita HURRIYA ALZAHRA HURRIYA ALZAHRA Hurriya Alzahra Hurriya Alzahra Ilfa Khairina Lenggogeni, Devia Putri Leni Merdawati Lestari, Nanda Wilda Lili Fajria Lutfianti Fafauziah Maisa, Esthika Ariany Malinda Meinapuri Masni Hayati Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Meicy Astuti Meicy Astuti Melba, Restu Arahman Melia, Sri Meri Neharta Miftah Huljanah Monika Trijuli Astuti Monika Trijuli Astuti Muliantino, Mulyanti Roberto Mustika, Hevy Muthamainah Muthamainah Muthamainah Muthamainah Muthmainnah Muthmainnah Neherta, Meri Nelwati Nelwati Nelwati, Nelwati Nice Rachmawati Nopita, Yanti Nur Indrawaty Liepoto Nur Indrawaty Lipoeto Oktarina, Elvi Puteri Nabilla Puteri, Zifriyanthi Minanda Putri, Nelvi Kurnia Putri, Zifriyanthi Minanda Rahmi Muthia Rahmiwati Rani Wahyuni Rani Wahyuni Reni Prima Gusty Restu Sakinah Restu Sakinah Restu Sakinah Rika Fatmadona Riyena, Vilda Roza Armayuni Serly Suryana Serly Suryana Sidaria, Sidaria Sovia Susianty Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Testcia Arifin Testcia Arifin Virtuous Setyaka Widia Wati Wisdia Lola Erwinda Wisdia Lola Erwinda Yanti Puspita Sari Yevri Zulfiqar Yosdedrison Yosdedrison Yuanita Ananda Yulastri Arif Yulastri Yulastri Zahira Assyfa Zifrianthi Minanda Putri Zifrianti Minanda Putri Zifriyanthi Zifriyanthi Zifriyanthi Zifriyanthi Zifriyanti Minanda Putri Zifriyanti Minanda Putri