Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Electronic Health Literacy dengan Penerapan Gaya Hidup Sehat pada Mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Andalas Roza Armayuni; Esthika Ariany Maisa; Susmiati Susmiati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.38732

Abstract

College students are vulnerable to unhealthy lifestyles such as lack of medical check-up and low levels of physical activity. Electronic health literacy is one of the factors that contributes to a person's healthy lifestyle. This study aims to determine the correlation between electronic health literacy and nursing students healthy lifestyles at Andalas University. This research is a quantitative study with a correlational design and cross sectional approach. It was conducted from September 2023 - July 2024 with 250 respondents taken using the proportional stratified random sampling technique. Data collection using the Electronic Health Literacy Scale (E-HEALS) and Health Promotion Lifestyle Profile II questionnaires (HPLP II). The median of electronic health literacy was 32,00 categoried as high electronic health literacy and healthy lifestyles was 126,00 categoried as moderate. After conducting Spearman statistical test, it found that there was a positive significant with a moderate relationship between electronic health literacy and the application of healthy lifestyle in respondents (p = 0,000, r = 0,453, r2 = 0,227). It is expected that nursing students can improve their electronic health literacy and healthy lifestyle behaviour by improving their basic knowledge and skills of both.
Pengaruh Foot Exercise Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Masni Hayati; Susmiati Susmiati; Esi Afrianti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42101

Abstract

Gangguan aliran vena pada kaki pada penderita diabetes mellitus tipe 2, terutama yang mengalami neuropati, merupakan salah satu ancaman serius yang dapat memperburuk kondisi diabetes mellitus. Gangguan ini memberikan dampak yang cukup besar bagi individu. Foot Exercise Modification (FEM) merupakan serangkaian latihan gerak yang dilakukan pada tungkai bawah dengan variasi tertentu serta memanfaatkan gaya gravitasi secara bertahap dan teratur. FEM ini merupakan modifikasi dari kelebihan dan kekurang pada Buerger Allen Exercise dan senam kaki. FEM memiliki manfaat yang sama dengan Buerger Allen dan senam kaki dimana manfaatnya memperbaiki serta meningkatkan sirkulasi darah perifer ke tungkai bawah. Manfaat tersebut terbukti dengan adanya peningkatan nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan sensitivitas kaki. FEM itu sendiri dilakukan selama 12 hari dengan durasi 12-15 menit setiap sesi. Penelitian ini menggunakan metode literatur Review dengan database yang diambil dari PubMed, ScienceDirect dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi diabetes mellitus tipe 2, Buerger Allen Exercise, Ankle Brachial Index (ABI), sensitivitas kaki serta senam kaki. Dari hasil telaah terhadap 13 artikel ditemukan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan sensitivitas kaki setelah melakukan Buerger Allen Exercise dan senam kaki.
Analisis Hubungan Budaya Organisasi, Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja Tenaga Kesehatan di Rsud Pasaman Barat Fitri Harmawati; Susmiati Susmiati; Yuanita Ananda
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51148

Abstract

Kepuasan kerja tenaga kesehatan memengaruhi mutu layanan, retensi, dan kinerja rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan budaya organisasi, motivasi kerja, dan lingkungan kerja dengan kepuasan kerja tenaga kesehatan di RSUD Pasaman Barat serta mengidentifikasi faktor paling dominan. Penelitian dilaksanakan 26 Agustus–11 September 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain potong lintang pada 185 responden yang dipilih secara proportional random sampling. Instrumen meliputi Job Satisfaction Survey (JSS), Denison Organizational Culture Survey (DOCS), Work Motivation Scale (WMS), dan Work Environment Scale–Short Form (WES-SF). Hasil menunjukkan lebih dari separuh responden memiliki kepuasan kerja rendah (53,5%), budaya organisasi lemah (50,3%), motivasi kerja rendah (51,9%), dan lingkungan kerja kurang baik (50,8%). Terdapat hubungan bermakna antara budaya organisasi (p=0,010), motivasi kerja (p=0,003), dan lingkungan kerja (p=0,016) dengan kepuasan kerja. Analisis multivariat menunjukkan motivasi kerja sebagai faktor paling dominan (OR=2,371), yang berarti tenaga kesehatan dengan motivasi tinggi berpeluang 2,3 kali lebih puas dibandingkan yang bermotivasi rendah. Disarankan manajemen rumah sakit memperkuat sistem penghargaan berbasis kinerja, mengintensifkan sosialisasi misi serta pelibatan staf, dan meningkatkan kualitas lingkungan kerja (fasilitas, sumber daya, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan) melalui program pengembangan SDM berkelanjutan. Kata Kunci: budaya organisasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja, motivasi kerja Abstract Job satisfaction among health workers influences service quality, retention, and hospital performance. This study aimed to analyze the relationship between organizational culture, work motivation, and work environment with job satisfaction among health workers at Pasaman Barat Regional Public Hospital, as well as to identify the most dominant factor. The study was conducted from August 26 to September 11, 2025. A quantitative method with a cross-sectional design was employed, involving 185 respondents selected through proportional random sampling. The instruments used included the Job Satisfaction Survey (JSS), Denison Organizational Culture Survey (DOCS), Work Motivation Scale (WMS), and Work Environment Scale–Short Form (WES-SF). The findings revealed that more than half of the respondents had low job satisfaction (53.5%), weak organizational culture (50.3%), low work motivation (51.9%), and a less favorable work environment (50.8%). Significant relationships were identified between organizational culture (p = 0.010), work motivation (p = 0.003), and work environment (p = 0.016) with job satisfaction. Multivariate analysis indicated that work motivation was the most dominant factor (OR = 2.371), suggesting that health workers with high motivation were 2.3 times more likely to experience job satisfaction compared to those with low motivation. It is recommended that hospital management strengthen performance-based reward systems, intensify the dissemination of mission and staff involvement, and improve the quality of the work environment (facilities, resources, and participation in decision-making) through sustainable human resource development programs. Keywords: job satisfaction, organizational culture, work environment, work motivation
Co-Authors ADEP JUNIKA Afriani Sandra Aisya Rahmadhanty Amir, Arni Arif, Yulastri Arza, Putri Aulia Asrawati Asrawati Asrawati Nurdin Avit Suchitra Dally Rahman Darmawidyawati Darmawidyawati Delta Apriani Deswita Deswita Deswita Dewi Dewi Dewi Murni Dewi Murni Dorisnita Dorisnita Dorisnita Dorisnita Dwi Apriadi efrida efrida Elmi Elmi Emil Huraini Emil Huriani Endang Purwati Endriani Gusni Esi Afrianti Eva Chundrayetti Evasari, Diana Febby Irianti Deski Finny Fitry Yani Fitri Dona Fitri Harmawati Fitri Mailani Fitriana Fitriana Fitriatul Munnawarroh Gusni, Endriani Hafifatul A Rahmy Hafifatul Auliya Rahmy Hamelda Fajri Weirpa Hamzah Hamzah Hanni Oktavia Rahayu Hanny Hafiar Hanny Oktavia Rahayu Helmaizar Helmaizar Helmizar HENDRIA PUTRA Heppi Sasmita Hurriya Alzahra Hurriya Alzahra Ilfa Khairina Lenggogeni, Devia Putri Leni Merdawati Lestari, Nanda Wilda Lili Fajria Maisa, Esthika Ariany Malinda Meinapuri Masni Hayati Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Meicy Astuti Melba, Restu Arahman Meri Neharta Miftah Huljanah Monika Trijuli Astuti Muliantino, Mulyanti Roberto Mustika, Hevy Muthamainah Muthamainah Muthmainnah Muthmainnah Neherta, Meri Nelwati Nelwati Nelwati, Nelwati Nice Rachmawati Nopita, Yanti Nur Indrawaty Liepoto Nur Indrawaty Lipoeto Oktarina, Elvi Puteri Nabilla Puteri, Zifriyanthi Minanda Putri, Nelvi Kurnia Putri, Zifriyanthi Minanda Rahmi Muthia Rahmiwati Rani Wahyuni Reni Prima Gusty Restu Sakinah Restu Sakinah Riyena, Vilda Roza Armayuni Serly Suryana Sidaria, Sidaria Solly Aryza Sovia Susianty Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Testcia Arifin Testcia Arifin Virtuous Setyaka Widia Wati Wisdia Lola Erwinda Wisdia Lola Erwinda Wisdia Lola Erwinda Yanti Puspita Sari Yevri Zulfiqar Yosdedrison Yosdedrison Yuanita Ananda Yulastri Arif Yulastri Yulastri Zifrianthi Minanda Putri Zifrianti Minanda Putri Zifriyanthi Minanda Putri Zifriyanthi Zifriyanthi Zifriyanthi Zifriyanthi Zifriyanti Minanda Putri