Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search
Journal : BIMASTER

PENERAPAN METODE MODIFIED VOGEL"™S APPROXIMATION DALAM PENYELESAIAN MASALAH TRANSPORTASI Venti, Monalisa; Yundari, Yundari; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 5 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i5.81856

Abstract

Masalah transportasi menjadi tantangan krusial dalam manajemen pasokan. Hal ini berkaitan erat dengan biaya transportasi, persediaan dan permintaan. Ketidakpastian terkait kenyataan di lapangan membuat perusahaan jadi sulit dalam melakukan pengalokasian. Akibatnya, biaya transportasi yang dikeluarkan kerap begitu besar dan tidak optimal. PT Perkebunan Nusantara XIII (PTPN XIII) memiliki empat kebun kelapa sawit dan tiga pabrik pengolahan. Pada kenyataannya, perusahaan pengolah kelapa sawit seperti PTPN XIII di Kalimantan sering menghadapi kendala dalam pengalokasian yang efektif dari kebun ke pabrik. Ketidaktepatan dalam pendistribusian kelapa sawit dapat menyebabkan gangguan operasional dan peningkatan biaya transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan transportasi di PTPN XIII dengan fokus mengatasi nilai ketidakpastian biaya menggunakan pendekatan fuzzy.    Metode Modified Vogel"™s Approximation digunakan untuk menghitung solusi optimum biaya transportasi perusahaan. Modifikasi pada VAM dilakukan dengan mengubah biaya fuzzy menjadi biaya tegas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan ini, PTPN XIII dapat mengoptimalkan biaya operasionalnya. Solusi optimal yang diperoleh adalah  alokasi pengiriman dari Kebun GM ke Pabrik PP sebesar 356,693 kg, dari Kebun GE ke Pabrik PG sebesar 248,075 kg, dari Kebun DK ke Pabrik PG sebesar 198,908 kg, dari Kebun DK ke Pabrik PB sebesar 270,424 kg, dari Kebun RB ke Pabrik PB sebesar 175,559 kg dan dari Kebun RB ke Pabrik PP sebesar 446,983 kg dengan total biaya distribusi  sebesar Rp94,449,550.73.  Kata Kunci:  transportasi fuzzy, bilangan fuzzy trapezoidal, magnitude ranking
PENERAPAN LOWEST ALLOCATION METHOD (LAM) DALAM PENENTUAN SOLUSI LAYAK AWAL PADA MASALAH TRANSPORTASI Andriani, Rika Fitri; Noviani, Evi; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 6 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i6.88810

Abstract

Masalah transportasi muncul ketika perusahaan atau industri mencoba menentukan cara terbaik untuk mengirimkan produk dan barang dari berbagai sumber ke berbagai tujuan. Perusahaan atau industri memerlukan perencanaan distribusi yang efisien untuk mengurangi biaya dan menghitung biaya pengiriman minimum. Lowest Allocation Method (LAM) adalah metode untuk menentukan solusi layak awal dengan mengalokasikan barang ke sel biaya terendah pada persediaan atau permintaan terkecil. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi layak awal masalah transportasi dengan LAM pada kasus seimbang maupun tidak seimbang. Masalah transportasi tersebut dimodelkan dan dicari penyelesaiannya menggunakan LAM. Dari hasil penelitian, alokasi solusi layak awal pada kasus distribusi tahu Pabrik XYZ yaitu Pabrik Ujung Berung 1 mendistribusikan ke Pasar Ujung Berung, Pasar Cimahi, dan Pasar Cicadas 1 berturut-turut 5, 65, dan 20 pallet, Pabrik Ujung Berung 2 mendistribusikan ke Pasar Cicadas 1 dan Pasar Cicadas 2 berturut-turut 45 dan 75 pallet, dan Pabrik Ujung Berung 3 mendistribusikan ke Pasar Ujung Berung sebanyak 60 pallet dengan total biaya pendistribusian sebesar Rp558.500. Sedangkan, pada kasus distribusi komponen mesin kelapa sawit CV. Adi Jaya Teknik yaitu Vendor 1 mendistribusikan ke Pekanbaru sebanyak 8.000 kg, Vendor 2 mendistribusikan ke Pekanbaru, Jambi, dan Palembang berturut-turut 1.000, 4.000, dan 10.000 kg, Vendor 3 mendistribusikan ke Pekanbaru, Padang dan Dummy berturut-turut 8.000, 2.000, dan 2.000 kg, Vendor 4 mendistribusikan ke Jambi sebanyak 8000 kg, dan Vendor 5 dialokasikan ke Padang sebanyak 8.000 kg dengan total biaya pendistribusian sebesar Rp60.200.000.  Kata Kunci:  Pendistribusian, Biaya Pengiriman, Sel Biaya Terendah
OPTIMASI TRANSPORTASI TIDAK SEIMBANG MENGGUNAKAN METODE LOWEST SUPPLY LOWEST COST (LSLC) DAN STEPPING STONE Saputra, Irpan; Pasaribu, Meliana; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 5 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i5.81853

Abstract

Masalah transportasi berhubungan dengan pendistribusian barang dari beberapa sumber ke beberapa tujuan. Masalah transportasi tidak seimbang adalah masalah transportasi saat jumlah persediaan tidak sebanding dengan banyaknya permintaan; dengan kata lain, jumlah persediaan yang tersedia lebih besar atau lebih kecil dari pada banyaknya permintaan. Masalah transportasi adalah cara pengalokasian Yang tepat agar produk tersebut dapat didistribusikan sehingga biaya yang dikeluarkan seminimal mungkin. Tujuan pada penelitian ini adalah menentukan Solusi optimal suatu masalah transportasi. Permasalahan beras RASKIN diformulasikan ke dalam model transportasi. Model tersebut selanjutnya dicari Solusi fisibel awalnya dengan menggunakan metode Lowest Supply Lowest Cost (LSLC). Setelah itu diuji keoptimalannya dan dilakukan revisi tabel menggunakan metode Stepping Stone. Berdasarkan hasil diperoleh bahwa Gudang Wajok Hulu mendistribusukan beras ke Mempawah dan Landak, dan Gudang Sungai Raya mendistribusikan beras ke Pontianak dan Kubu Raya. Dengan demikian biaya pendistribusian adalah Rp. 1.903.539.690.  Kata Kunci:  Solusi Fisibel Awal, Revisi Tabel, Solusi Optimal
PENGENDALIAN PRODUKSI KARET SIR-20 DI PT XYZ DENGAN PARTIAL BACKORDER ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY MODEL Nadia, Nadia; Noviani, Evi; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 5 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i5.81860

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri crumb rubber dengan produksi utama Standard Indonesian Rubber (SIR) 20. Dalam proses produksinya, PT XYZ kesulitan    dalam memperoleh bahan baku karet untuk kegiatan produksi SIR-20 dikarenakan perusahaan tidak mempunyai persediaan yang mencukupi sehingga proses produksi terhambat. Selain itu, timbulnya biaya-biaya lain yang disebabkan perusahaan mengalami kekurangan persediaan (stockout) yaitu kehilangan penjualan, biaya pemesanan dan transportasi, biaya tenaga kerja, biaya mesin yang menganggur dan meningkatnya biaya utang lancar. Dengan demikian, salah satu model    yang dapat diterapkan dalam masalah    pengendalian persediaan yaitu model Economic Production Quantity (EPQ)    yang bertujuan untuk menentukan kuantitas persediaan dengan biaya produksi yang minimum.  Pada model EPQ tidak diperbolehkan adanya  kekurangan persediaan ataupun  kekosongan persediaan (stockout). Namun, pada kenyataannya sering  terjadi  kekurangan persediaan ataupun  kekosongan persediaan dalam proses produksi pada perusahaan.  Dengan kondisi seperti ini, perusahaan menawarkan kepada konsumen untuk menunggu pesanan terpenuhi. Apabila konsumen yang bersedia menunggu pesanan terpenuhi maka perusahaan memungkinkan untuk stockout dan memenuhi pesanan yang menunggu dengan cara melakukan pemesanan ulang (backorder).  Oleh karena itu dikembangkan model EPQ menjadi model EPQ backorder partial dengan mempertimbangkan kondisi stockout dimana model ini dapat menentukan kuantitas persediaan optimal, siklus pemesanan, tingkat pengisian persediaan dalam meminimumkan total biaya persediaan.  Berdasarkan perhitungan menggunakan model EPQ backorder parsial diperoleh kuantitas persediaan optimal SIR-20 sebanyak 387.294,78 kg dalam setiap putaran produksi dengan total biaya persediaan sebesar Rp  7.502.536.885.622  per tahun.  Kata Kunci:  persediaan, pengendalian persediaan, produksi optimal, biaya produksi.  
PENGENDALIAN PERSEDIAAN TANDAN BUAH SEGAR DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY (Studi Kasus: PT. Mitra Inti Sejati Plantation (MISP) Estate Bengkayang) Evangelista, Gitta; Yundari, Yundari; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 3 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i3.77790

Abstract

Persediaan bahan mentah mengacu pada stok bahan mentah yang diperlukan perusahaan untuk memenuhi permintaan dan mencegah penundaan dalam proses produksi. PT. Mitra Inti Sejati Plantation (MISP) Estate Bengkayang ialah perusahaan perkebunan kelapa sawit dan produksi minyak kelapa sawit. Permasalahan yang dihadapi ialah kurangnya sistem pengendalian persediaan yang terintegrasi dengan sistem produksi dan pengadaan bahan baku. Kekurangan ini menghambat kemampuan PT. Mitra Inti Sejati Plantation (MISP) Estate Bengkayang untuk mengelola persediaan TBS secara efektif. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan ini ialah untuk mengetahui pengelolaan persediaan TBS melalui pemanfaatan metodologi EOQ dan EPQ. EOQ digunakan dalam menghitung kuantitas pesanan yang efisien dan meminimalkan biaya persediaan. Sementara itu, EPQ digunakan untuk menghitung jumlah produksi yang efisien guna menurunkan keseluruhan biaya yang terkait dengan persediaan. Hal yang terlebih dahulu dilakukan yaitu uji normalitas data dengan uji Lilliefors untuk mengujinya. Hasil perhitungan biaya persediaan dengan EOQ ialah sebesar Rp1.139.130.937.500. EPQ menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp 417.349.001.241. Sesuai kebijakan perusahaan, total biaya persediaan ialah sebesar Rp 866.481.240.316.500. Hasil penelitian menunjukkan metodologi EOQ dan EPQ telah terbukti secara empiris menghasilkan pengurangan biaya persediaan secara keseluruhan dibandingkan dengan kebijakan perusahaan.  Kata Kunci : Total Biaya, Bahan Baku, Permintaan.
PENYELESAIAN MASALAH TRANSHIPMENT MENGGUNAKAN METODE SIRISHA-VIOLA Ananda, Lolla Julia; Prihandono, Bayu; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 6 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i6.90479

Abstract

Pendistribusian solar merupakan salah satu proses penting dalam operasional PT Baharimas Kalimantan. Ketidaktepatan alokasi produk dalam distribusi dapat menyebabkan pendistribusian yang tidak optimal, sehingga diperlukan analisa mendalam untuk menentukan solusi pendistribusian menggunakan metode  Sirisha-Viola. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan menganalisa pengalokasian solar menggunakan model Transhipment dengan penerapan metode Sirisha-Viola. Tujuan Penelitian ini adalah menentukan solusi dari pendistribusian solar PT Baharimas Kalimantan dengan metode Sirisha-Viola. Metode Sirisha-Viola adalah metode transportasi tidak langsung untuk menemukan solusi fisibel awal dalam masalah transportasi dengan menukar baris dan kolom ganjil-genap yang bersesuaian, lalu mengurangi setiap biaya dengan biaya terkecil di setiap baris dan kolom, dilanjutkan memilih salah satu nol dari setiap baris dan mengalokasikan semaksimal mungkin dari persediaan atau permintaan dengan nilai yang minimum. Solusi yang dihasilkan dari pendistribusian solar PT Baharimas Kalimantan yang optimal menggunakan metode Sirisha Viola adalah PT. Baharimas Kalimantan mendistribusikan solar ke OB (Oil Brige) dan TB (Tug Boat) masing-masing sebanyak 60.300 liter solar dan 619.085 liter solar. PT Pelayaran Baharimas Kalimantan juga memiliki persediaan berlebih sebanyak 18.215 liter solar. Sumber OB (Oil Brige) mendistribusikan solar ke Kota Baru sebanyak 63.000 liter solar, dan OB (Oil Brage) memiliki persediaan berlebih   sebanyak 655.000 liter solar. Sumber TB (Tug Boat) mendistribusikan solar ke Sintang sebanyak 634.085 liter solar dan TB (Tug Boat) juga memiliki persediaan sebanyak 96.215 liter solar.  Kata Kunci : alokasi produk, solusi fisibel awal, masalah transportasi
PENGOPTIMALAN MASALAH NONLINEAR DALAM MEMINIMUMKAN BIAYA PRODUKSI DENGAN MODEL SEPARABLE PROGRAMMING MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Amanda, Novelya; Pasaribu, Meliana; Fran, Fransiskus
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 2 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i2.92214

Abstract

Permasalahan biaya produksi dapat mengalami perubahan yang bervariasi seiring dengan pertambahan jumlah produk akibat ketersediaan dan biaya bahan baku yang fluktuatif. Permasalahan ini dapat dimodelkan sebagai pendekatan masalah nonlinear. Untuk mengatasi permasalahan ini, model separable programming digunakan untuk melinearisasi fungsi nonlinear melalui pendekatan piecewise linearization. Selanjutnya, solusi optimal dicari menggunakan algoritma genetika dengan melibatkan proses seleksi, crossover, mutasi, dan evaluasi nilai fitness. Salah satu industri yang mengalami permasalahan biaya produksi yaitu CV Indah Jaya Mebel yang bergerak di bidang industri furniture di Kalimantan Barat. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan ini menghadapi tantangan berupa peningkatan biaya produksi, yang disebabkan oleh keterbatasan pasokan bahan baku dan kebutuhan tenaga kerja saat menerima pesanan dalam jumlah besar. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini berfokus pada penentuan solusi optimal pada masalah meminimumkan biaya produksi dengan model separable programming menggunakan algoritma genetika. Model separable programming diawali dengan pembentukan masalah P, kemudian pembentukan masalah AP dengan hampiran linear sepotong-sepotong formulasi lambda (λ). Dilanjutkan dengan pembentukan masalah LAP yang dicari solusinya dengan algoritma genetika dalam 10 kali percobaan.   Hasil analisis dengan model separable programming dalam 10 kali percobaan menggunakan algoritma genetika menunjukkan bahwa CV Indah Jaya Mebel harus memproduksi 8 unit pintu kayu meranti, 10 unit jendela kayu keladan, 13 unit kusen kayu keladan, 12 unit kusen kayu meranti selama satu bulan untuk memperoleh biaya minimum sebesar Rp31.569.550,-. Optimalisasi biaya produksi ini dapat meningkatkan keuntungan CV Indah Jaya Mebel.  Kata Kunci : optimasi biaya, piecewise linearization, crossover.
PENERAPAN METODE NUMERIK UNTUK MEMPREDIKSI HASIL PANEN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN MODEL GOMPERTZ (Studi Kasus : Kalimantan Barat) Dewi, Lidia; Pasaribu, Meliana; Helmi, Helmi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 4 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i4.99125

Abstract

Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu sektor perkebunan yang unggul dan mengalami perkembangan yang cukup pesat di Indonesia. Produktivitas kelapa sawit setiap bulan tidak selalu stabil karena mengalami fluktuasi hasil panen yang dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti iklim, curah hujan, dan kesuburan tanah. Oleh karena itu, prediksi ketersediaan hasil panen kelapa sawit di tahun mendatang perlu dilakukan. Persamaan Gompertz merupakan persamaan pertumbuhan yang memiliki model sigmoidal dengan pola pertumbuhan yang awalnya cepat, kemudian melambat seiring bertambahnya waktu. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data hasil panen pada periode waktu tertentu, yang disajikan dalam bentuk diskrit. Dalam kasus ini, metode analitik sulit diterapkan karena umumnya memerlukan bentuk fungsi kontinu dan eksplisit dari solusi. Sehingga, penggunaan metode numerik yang lebih cocok dalam menangani data diskrit dan dapat menghitung solusi secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi hasil panen kelapa sawit di Kalimantan Barat pada tahun 2024 hingga 2026 menggunakan persamaan Gompertz serta mengevaluasi tingkat akurasi prediksi berdasarkan nilai MAPE. Penelitian ini dimulai dengan pemodelan pertumbuhan hasil panen kelapa sawit di Kalimantan Barat menggunakan persamaan Gompertz diikuti dengan perhitungan solusi awal dengan metode Runge-Kutta orde empat. Selanjutnya, prediksi hasil panen kelapa sawit dilakukan menggunakan metode Adams-Bashforth-Moulton, metode Milne-Simpson, dan metode Hamming. Keakuratan hasil prediksi dianalisis menggunakan MAPE. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa metode Milne-Simpson memiliki MAPE terkecil, yaitu 17,00641% dengan hasil prediksi pada tahun 2024 hingga 2026 masing-masing sebesar 32.577.169,05259 ton, 34.075.713,91195 ton, dan 35.318.535,07526 ton.
PEMODELAN PERPINDAHAN PANAS PADA PELAT BAJA MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA DENGAN DISKRITISASI SEGITIGA Chintya, Yuni; Yundari, Yundari; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 5 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v12i5.71118

Abstract

Pemilihan pelat baja yang digunakan pada pembangunan jembatan atau bangunan infrastruktur memerlukan teknik tertentu. Hal ini dilakukan supaya diperoleh hasil bangunan yang kuat, kokoh dan tahan lama. Pelat baja apabila sering terpapar sinar matahari maka dapat mengalami pembengkokan bahkan bisa patah. Paparan sinar matahari menyebabkan seluruh permukaan baja menjadi panas. Oleh karena itu dalam penelitian ini diteliti perpindahan panas yang terjadi pada pelat baja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pembentukan sistem persamaan linear dari diskritisasi segitiga dengan metode elemen hingga. Perpindahan panas dibentuk menjadi suatu persamaan perpindahan panas. Pelat baja dibagi menjadi 3 bagian sehingga dapat didiskritisasi domain menggunakan elemen segitiga linear.   Dari diskritisasi segitiga tersebut, dianalisis pembentukan sistem persamaan linear perpindahan panas dengan menggunakan metode elemen hingga. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode elemen hingga diperoleh sistem persamaan linear yang sederhana.    Kata Kunci: Elemen segitiga, pelat, domain
PENERAPAN METODE BRANCH AND BOUND UNTUK OPTIMASI KEUNTUNGAN PADA USAHA LAUNDRY Merlianti, Merlianti; Pasaribu, Meliana; Helmi, Helmi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 5 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i5.99269

Abstract

Perencanaan produksi yang tepat dianggap sebagai faktor kunci dalam mengoptimalkan alokasi produksi pada usaha laundry, seperti yang dijalankan oleh Grand Laundry Purnama Pontianak. Dalam menghadapi keterbatasan bahan baku, dan batas minimum produksi cucian, suatu pendekatan kuantitatif perlu diterapkan agar keuntungan dapat dimaksimalkan berdasarkan kondisi operasional yang ada. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana alokasi produksi yang optimal dari masalah usaha Grand Laundry Purnama Pontianak. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data aktual Grand Laundry pada bulan Juni 2024, yang mencakup lima jenis layanan laundry: bedcover, boneka, pakaian, selimut, dan seprai. Permasalahan dalam penelitian ini dimodelkan dalam bentuk pemrograman linier integer. Model tersebut kemudian diselesaikan dengan menggunakan metode Simpleks, apabila solusi yang diperoleh dari metode Simpleks belum berbentuk bilangan bulat, maka proses perhitungan dilanjutkan dengan metode Branch and Bound untuk memperoleh solusi yang layak dan optimal. Berdasarkan hasil analisis, alokasi produksi optimal berhasil ditentukan, yaitu 520 kg bedcover, 280 kg boneka, 2000 kg pakaian, 887 kg selimut, dan 804 kg seprai, dengan total keuntungan maksimum sebesar Rp 34.459.000