Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Tinjauan Analisis Biaya Menggunakan BOW Pada Proyek Gedung Perkuliahan UIN Alauddin Makassar Gaffar, Muh.Sulthan Gaffar1; Aziz, A. Aditra Fachriadi; Supardi, Sudarman; Watono; Anies, Muh. Kasim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/gz4ara69

Abstract

Biaya konstruksi merupakan suatu hasil estimasi perkalian antara harga satuan baik indeks bahan bangunan maupun upah kerja dengan harga terkini dari setiap komponen bahan bangunan dan standar upah kerja dalam suatu penyelesaian proyek konstruksi. Untuk memperoleh total anggaran biaya yang akurat, ekonomis, dan akuntabel, ketelitian dalam perhitungan harga satuan adalah sebuah keharusan khususnya dalam penentuan metode analisis anggaran yang cocok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan biaya antara harga satuan pekerjaan menggunakan metode SNI dan BOW yang dimana metode SNI yang digunakan sabagai objek untuk membandingkan harga satuan pekerjaan metode BOW. Penelitian dilakukan pada proyek pembangunan gedung perkuliahan kampus UIN Makassar yang terletak di jalan Romangpolong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Berdasakan hasil perhitungan diperoleh total anggara biaya menurut metode BOW sebesar Rp. 2.985.666.220,00 sedangkan menurut metode SNI, anggaran biaya sebesar Rp. 2.847.490.840,00. Dari dua nilai anggaran ini timbul selisih anggaran sebesar Rp. 138.175.380,00 dimana metode BOW menghasilkan anggaran yang lebih besar dari metode SNI. Yang menjadi faktor pembeda adalah nilai koefisien yang tergantung pada bahan, tenaga, tingkat produktivitas, dan alat yang digunakan.
Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Subtitusi Agregat Kasar Untuk Campuran Beton Ringan Yoesran, Almitra Pratiwi; Ramadhani, Nurlaeli; Hadi, Abdul Karim; Supardi, Sudarman; Fadhil, Arsyad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Juli 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/p36tzq33

Abstract

Atas dasar pertimbangan ekonomis dan struktural agregat ringan baik untuk digunakan. Jenis beton ringan termasuk beton yang bersifat ekonomis karna banyaknya penggunaan oleh masyarakat sehingga mengalami peningkatan dalam produksinya. Dalam tahap penelitian ini digunakan bahan dari hasil pengolahan limbah yang sudah memenuhi syarat yaitu plastik dengan logo PET (Poly Ethylane Terephthalate). Tahapan penelitian ini berupa pelelehan plastik, setelah itu dicetak, kemudian didinginkan membentuk agregat ringan, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan agar memenuhi persayaratan. Penelitian ini dijadikan acuan untuk mengetahui sifat beton ketika bercampur dengan agregat limbah plastik PET yang dijadikan sebagai bahan subtitusi/pengganti agregat kasar. Beton yang sudah dibuat kemudian dituang kedalam tabung silinder. Pengujian beton dilakukan pada umur 28 hari dengan persentase penggunaan limbah botol plastik PET antara lain 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Berdasarkan nilai kuat tekan yang didapat dengan menggunakan agregat ringan PET sebagai subtitusi pada variasi 50% diperoleh hasil terbesar yaitu 7,27 MPa. Sedangkan untuk nilai kuat tarik belah dengan menggunakan agregat limbah plastik sebagai subtitutisi diperoleh hasil terbesar pada variasi 70% yaitu sebesar 1,13 Mpa.
Kontribusi Steel Fiber (Serat Baja) Terhadap Sifat-Sifat Mekanik Beton Suardi, Sudirman; Reskiana, Alma; Hadi, Abd.Karim; Supardi, Sudarman; Syarif BP., Muh.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2020): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/nz4f0944

Abstract

Beton merupakan komponen utama dalam struktur bangunan yang berfungsi sebagai penyokong beban sebagai struktur utama pada bangunan infrastruktur yang masih banyak digunakan di berbagai wilayah. Beton mempunyai kuat tekan yang tinggi namun memiliki kuat tarik yang rendah. Kelemahan ini dapat diatasi, salah satunya dengan menggunakan serat baja sebagai bahan tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan serat baja terhadap sifat mekanik beton. Penelitian eksperimental telah dilakukan pada laboratorium struktur dan bahan. Benda uji kuat tekan dan kuat terik belah menggunakan silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Sedangkan benda uji untuk kuat lentur menggunakan balok dengan ukura 15 cm x 15 cm x 60cm. Jenis serat baja yang digunkan dalam penelitian adalah serat baja tipe Dramix 3D. Persentase penambahan serat yang digunakan adalah 1%, 3%, 5%, dan 7%. Beton diuji setelah umur 28 hari. Hasil Pengujian menujukkan bahwa penambahan serat baja dengan berbagai persentase dapat meningkatkan kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur beton. Peningkatan terbesar terjadi pada persentase 5% yang mengalami peningkatan kuat tekan sebesar 9,293%, kuat tarik belah sebesar 21,429%, dan kuat lentur sebesar 14,595%. Kontribusi serat baja dapat menaikkan kuat tekan dan kuat tarik pada beton.
Tinjauan Metode Pekerjaan Dewatering Predrainage pada Pelaksanaan Basement : Studi Kasus Proyek Apartemen St. Moritz Makassar Anjar; Luthfi, Muh.; Supardi, Sudarman; Watono; Arsal, St. Fatmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 4 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/rp7pr176

Abstract

Untuk pembangunan gedung yang tinggi biasanya pengembang akan membangun ruang bawah tanah, untuk penambah ruang tertentu, lahan parkir, dan perkuatan struktur bagian bawah gedung. Pembangunan basement pada elevasi lebih rendah dari muka air tanah berisiko mengalami gangguan kestabilan yang berdampak pada kelancaran aktivitas konstruksi. Gangguan ini dapat dihindari dengan pengaturan melalui sistem pemompaan yang disebut dewatering agar galian selalu dalam kondisi kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pekerjaan dewatering menggunakan predrainage pada proyek pengembangan Apartemen St.Moritz Makassar untuk mengecek kestabilan galian tanah dan muka air tanah di area galian proyek. Penelitian observasional dilakukan pada lokasi proyek untuk mengumpulkan data kondisi tanah dan topografi serta bangunan sekitar proyek yang didukung dengan data sekunder berupa gambar rencana, data hasil investigasi tanah, serta tinggi muka air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pekerjaan dewatering predrainage mendapatkan hasil yang efektif walaupun debit air tanah kecil. Dari hasil perhitungan, debit Air Tanah sebelum dan sesudah digunakan Metode Dewatering dengan Sumur mengalami peningkatan jumlah Debit. penurunan muka air tanah awal di area sekitar galian hanya ± 6.00m dari Muka Air Tanah Awal sebelum galian yaitu -3.00 m.
Tinjauan Sistem Pengelolaan Sampah Kota Mamuju Pasca Jadi Kota Provinsi Sulawesi Barat Mutahhara; Mutiara, Rifkah; Supardi, Sudarman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2021): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/1c9ayd06

Abstract

Kota Mamuju merupakan ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat dan menjadi bagian dari Kabupaten Mamuju, Perubahan Kota Mamuju pasca jadi Kota Provinsi yang sangat mempengaruhi peningkatan pertumbuhan penduduk sehingga memberikan konstribusi yang berbanding lurus terhadap volume timbulan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan suatu sistem pengelolaan persampahan di Kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. dan untuk mengetahui jumlah kebutuhan armada dalam rangka meningkatkan pelayanan. Penelitian ini menggunakan Metode Geometri, penduduk Kecamatan Mamuju dan Simboro telah meningkat rata-rata sebesar 6,29% per tahun. Jumlah penduduk pada tahun 2020 mencapai 134.129,340 jiwa dengan jumlah sampah yang mencapai 368,856 m3 per hari. Sementara itu, jumlah penduduk Kecematan Mamuju dan Simboro diproyeksikan meningkat pada tahun 2030 dengan jumlah timbulan sampah sebesar 728,258 m3 per hari. Dengan demikian, jumlah fasilitas truk sampah pada tahun 2030 diperkirakan sebanyak 23 unit sedangkan jumlah truk sampah yang telah beroperasi pada tahun 2019 sebanyak 12 unit dan fasilitas arm rool pada tahun 2030 diperkirakan sebanyak 30 unit sedangkan jumlah arm rool sampah yang telah beroperasi pada tahun 2019 sebanyak 4 unit. Selain itu, jumlah kontainer sampah di Kota Mamuju telah beroperasi sebanyak 15 unit pada tahun 2019 dan diperkirakan meningkat sebanyak 30 unit pada tahun 2030.
Implementasi Building Information Modeling (BIM) Dalam Detail Engineering Design (DED): Studi Kasus: Proyek Pembangunan Wisma Saddang, Kota Makassar Nugraha, Hakiki; Supardi, Sudarman; Utina, Toni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2025): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/vy0byz09

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perencanaan proyek pembangunan Wisma Saddang, yang didesain menggunakan metode Building Information Modeling (BIM) dalam Detail Engineering Design (DED) dimana sebelumnya telah dirancang menggunakan metode konvensional terhadap shop drawing proyek pembangunan Wisma Saddang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode Building Information Modeling (BIM) dalam Detail Engineering Design (DED) serta perbedaan antara metode Building Information Modeling (BIM) dan metode konvensional terhadap perencanaan kolom dan balok (Gambar Detail dan Volume Struktur). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur dan kuantitatif. Metode literatur digunakan dengan cara mengidentifikasi dan mengolah data terkait dengan penelitian ini dengan menggunakan standar peraturan yang dibutuhkan, sedangkan metode kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang mengumpulkan data dalam bentuk angka atau menerapkan pengukuran kualitatif yang dapat diubah menjadi data angka. Hasil yang diperoleh yaitu perbedaan pada nilai-nilai parameter yang berdampak pada perbedaan kebutuhan volume beton sebesar 3,18% dan kebutuhan volume tulangan sebesar 6,35% dan perbedaan dari aspek design, kolaborasi, dan visualisasi. Metode BIM lebih efisien dibanding metode konvensional.
Evaluasi Penerapan Green Construction Pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin Di Kota Makassar Rajhab, Muhammad; Pratama, M. Kevin Hary; Supardi, Sudarman; Watono; Arsal, St Fatmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2022): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/w6wdbc24

Abstract

Konsep green construction dapat diterapkan pada semua jenis pekerjaan konstruksi, terlebih pada pembangunan rumah sakit. Namun konsep ini masih sangat asing terdengar bagi pelaku jasa konstruksi khususnya di Sulawesi Selatan Penerapan green construction sangat berdampak positif bagi lingkungan rumah sakit dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator yang sudah diterapkan dan faktor kendala yang menjadi penghalang dalam penerapan green construction pada proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UIN Alauddin di Kota Makassar. Data primer dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner kepada para pihak terkait yang terlibat dalam proyek pembangunan gedung sedangkan data sekunder diambil dari aturan GBCI (Green Building Council Indonesia versi 1.2). Berdasarkan hasil penelitian, proyek ini menerapkan 88,6% kategori Green Construction tahap konstruksi dan kendala yang ada dari beberapa kategori Green Construction adalah sulitnya mendapatkan tenaga ahli yang memiliki sertifikat sebagai greenship professional, kurangnya informasi terkait kandungan kimia yang ada di beberapa produk bahan material yang aman bagi lingkungan, untuk beberapa kualitas material yang berada dalam regional proyek konstruksi yang dikerjakan masih di bawah kualitas material yang ada di wilayah lain, begitu juga masalah ketersediaan material yang terkadang sulit untuk didapat.
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik dengan Metode Biofilter Anaerob-Aerob pada Perumahan PU Penjernihan Kota Makassar Rahmatiah; Novayanti; Idrus, Yasnawi; Supardi, Sudarman; Syafei, Ilham
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2022): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/aaq0sq12

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kota Makassar yang terus meningkat tiap tahunnya sejalan dengan meningkatnya masalah air limbah domestik yang merupakan permasalahan klasik setiap kota termasuk di Kota Makassar. Kawasan perumahan PU penjernihan yang terletak di Jl. Penjernihan Raya, Pandang Kecamatan Panakkukang masih menggunakan sistem pengolahan air limbah setempat dengan pengolahannya diserahkan kepada masyarakat sebagai rumah tangga menggunakan sistem pengolahan berupa tangki septik dan drainase untuk air limbah jenis gray water yang langsung dibuang ke badan air penerima. Sistem pembuangan seperti ini berdampak besar pada penurunan lingkungan. Untuk menyiasati fenomena ini dibutuhkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan sistem terpusat. Melalui penerapan sistem ini diharapkan dapat meminimalisir tingkat pencemaran yang terjadi pada badan air Sungai Tallo. Dalam penelitian ini, dilakukan perancangan IPAL yang melayani satu perumahan dengan jumlah penduduk kurang lebih 200 kk dan debit mencapai 72 /hari. Metode IPAL yang digunakan adalah biofilter anaerob-aerob dengan media plastic sarang tawon, dalam pengolahan bofilter terdapat beberapa unit bak pengolah diantaranya bak pengumpul, pemisah lemak, ekualisasi, pengendapan awal, anaerob, aerob, pengendapan akhir dan bak khalorinasi dengan total volume bak (IPAL) terpusat adalah 249,975 m3.
Analisis Faktor-Faktor Manajemen Risiko dengan Metode Hazard and Operability (HAZOP) : Studi Kasus: Proyek Pembangunan Penambahan Bagian Sayap Kiri dan Kanan Kantor DPRD Kota Makassar Syahputra, Fauzan Ananda; Khaliq, Andi Rahmat; Supardi, Sudarman; Bachmid, Sofyan; Akram, Andi Muhamamad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2026): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Januari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/0egskx84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor manajemen risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan penambahan bagian sayap kiri dan kanan Kantor DPRD Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan studi kasus dan penerapan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko berdasarkan nilai likelihood dan consequence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 32 variabel risiko yang teridentifikasi, sebanyak 21 variabel (65,6%) tergolong dalam kategori risiko rendah (Low), 10 variabel (31,3%) masuk dalam kategori risiko sedang (Moderate), dan 1 variabel risiko (3,1%) berada dalam kategori tinggi (High) yang berasal dari pekerjaan pembesian. Secara umum, mayoritas risiko yang teridentifikasi masih dapat dikendalikan dengan baik, namun perlu peningkatan pengawasan dan pelatihan bagi pekerja. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi implementasi sistem K3, peningkatan promosi dan edukasi keselamatan kerja, serta pelaksanaan evaluasi dan audit K3 secara berkala guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.