Claim Missing Document
Check
Articles

DETERMINAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE II PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INGIN JAYA KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Rahmi, Zulfina; Amin, Fauzi Ali; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28102

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penyebab kenaikan gula darah menjadi dasar klasifikasi penyakit diabetes melitus. Diabetes tipe II adalah peningkatan gula darah karena rendahnya gula darah serta insulin rendah dari kelenjar pankreas dengan kandungan glukosa melebihi 200 mm/dl. Metode penelitian  ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini seluruh lansia yang terdiagnosa diabetes mellitus tipe II dan yang tidak terdiangnosa diabetes tipe II. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling dimana total responden 90 dengan perbandingan 1:1 yang terdiri dari 45 kelompok kasus dan 45 kelompok kontrol dari 5 desa yang terdapat di wilayah kerja puskesmas ingin jaya. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Data di analisis secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji regresi logistik melalui aplikasi STATA. Hasil penelitian univariat menunjukkan persentase diabetes mellitus kasus dan kontrol memiliki persentase yang sama sebanyak 50%. Hasil penelitian bivariat didapatkan ada hubungan pola makan (p-value 0,000), IMT (p-value 0,000), riwayat keluarga (p-value 0,001) dan kemampuan beraktifitas sehari-hari (p-value 0,004) dengan kejadian diabetes mellitus tipe II pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu riwayat keluarga menjadi faktor paling berisiko pada lansia untuk terjadinya diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SINDROM METABOLIK DI WILAYAH PERDESAAN : LITERATURE REVIEW Utari, Widya Nada; Arlianti, Nopa; Abdullah, Asnawi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28209

Abstract

Prevalensi sindrom metabolik secara global telah mencapai 20-25%. Sindrom ini umumnya lebih sering terjadi di wilayah perkotaan, namun akibat perubahan  gaya hidup dan perilaku kesehatan, prevalensi sindrom metabolik juga cukup signifikan terjadi di wilayah perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut sejauhmana hipotesis tersebut terbukti dan faktor apa yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan  beberapa sumber database, termasuk Pubmed dan Semantic Schoolar. Pendekatan PRISMA dan PICOS framework digunakan dalam pencarian literature. Hasil penelusuran awalberdasarkan keywords yang telah dikembangkan ditemukan sebanyak 663 artikel, kemudian dilakukan tahap identifikasi judul tersisa 225 artikel, setelah digunakan PICOS tersisa 73 artikel, dan 42 artikel setelah proses identifikasi abstrak, analisa tahap akhir full text ditemukan sebanyak 8 artikel. Skrining artikel dilakukan pada bulan November-Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan terdapat banyak faktor yang mempengaruhi sindrom metabolik di wilayah perdesaan. Faktor-faktor  ini dikelompokkan menjadi 3 faktor utama, yaitu faktor yang tidak dapat diubah (usia, genetik, dan jenis kelamin), faktor yang dapat diubah (pola konsumsi, stress dan depresi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, sosial ekonomi, dan geografi), dan faktor pendamping atau faktor yang muncul akibat faktor lain (konsumsi obat, perilaku menetap, menopouse, serta paritas dan graviditas). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejadian sindrom metabolik di wilayah perdesaan sudah cukup tinggi dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, terutama gaya hidup. Diperlukan upaya-upaya yang lebih strategis untuk mempertahankan budaya hidup sehat dan bersih dikalangan masyarakat perdesaan.
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA POWERPOINT DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG SCABIES PADA SANTRI LAKI-LAKI DI DAYAH TERPADU AL-MUSLIMUN DESA MUNJEE KECAMATAN LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA Amara Rizal, Audia; Fahdhienie, Farrah; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28826

Abstract

Scabies merupakan penyakit menular yang paling sering ditemukan pada anak-anak dan santri. Pesantren menjadi tempat beresiko terjadi penularan scabies dengan jumlah santri yang banyak dan rendahnya pengetahuan tentang scabies.             Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas promosi kesehatan dengan media powerpoint dan leaflet terhadap pengetahuan tentang scabies pada santri laki-laki di Dayah Terpadu Al-Muslimun Desa Munjee Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan rancangan two group pretest dan posttest. Populasi seluruh santri laki-laki dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang fokus pada santri laki-laki kelas 1 Aliyah berjumlah 78 dan dibagi 2 kelompok dengan jumlah sampel 39 tiap kelompok. Pengumpulan data dilakukan 2 hari pada tanggal 5-6 Desember 2023 menggunakan angket. Analisis menggunakan uji wilcoxon dengan program komputer SPSS. Hasil penelitian uji wilcoxon pada kelompok powerpoint dan leaflet diperoleh nilai p value 0,001 artinya ada pengaruh promosi kesehatan dengan media powerpoint dan leaflet terhadap pengetahuan santri sebelum dan sesudah diberikan materi scabies. Pada kelompok powerpoint adanya perubahan pengetahuan dari nilai rata-rata 19,18 menjadi 27,51 dan pada kelompok leaflet ada perubahan pengetahuan dari nilai rata-rata 18,21 menjadi 23,64. Dapat disimpulkan promosi kesehatan dengan media powerpoint lebih efektif dibandingkan media leaflet. Diharapkan kepada pimpinan Dayah Terpadu Al-Muslimun untuk mengadakan program edukasi kesehatan tentang berbagai penyakit yang terjadi dipesantren dengan menggunakan media powerpoint.
KINERJA KADER DALAM MENGGERAKKAN POSYANDU LANSIA DI DESA MESJID ULIM BAROH KECAMATAN ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA Jannah, Rauzatul; Agustina, Agustina; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28850

Abstract

Keaktifan kader merupakan hal yang sangat penting dalam berjalannya kegiatan Posyandu Lansia baik sebelum, saat, maupun setelah pelaksanaan kegiatan. Kader harus berperan aktif untuk memastikan tujuan Posyandu Lansia tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja kader dalam menggerakkan Posyandu Lansia di Desa Mesjid Ulim Baroh, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain wawancara mendalam (in-depth interview) untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai kinerja kader. Penelitian dilakukan pada 15-20 Februari 2023 dengan 11 responden. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kader dalam menggerakkan Posyandu Lansia di Desa Mesjid Ulim Baroh sudah baik. Pemanfaatan Posyandu Lansia di desa ini juga cukup baik, terbukti dengan jumlah lansia yang berkunjung melebihi target. Sarana dan prasarana yang tersedia di setiap kegiatan Posyandu Lansia sudah lengkap dan memadai. Peran bidan desa dalam membantu pelaksanaan kegiatan juga sudah sesuai dengan tugasnya. Kepala Puskesmas dan penanggung jawab Posyandu di Kecamatan Ulim mampu mengkoordinasikan pelaksanaan Posyandu dengan baik sehingga kegiatan berjalan lancar tanpa kendala.Kesimpulan Keaktifan kader sangat penting dalam keberhasilan Posyandu Lansia. Kinerja kader di Desa Mesjid Ulim Baroh sudah baik, didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai serta koordinasi yang efektif dari Kepala Puskesmas dan penanggung jawab Posyandu. Hal ini menunjukkan bahwa Posyandu Lansia di desa tersebut telah berjalan dengan baik dan berhasil mencapai tujuannya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT CACINGAN PADA ANAK UMUR 6-10 TAHUN DI DESA RIKIT GAIB KABUPATEN GAYO LUES,ACEH Cakrawati, Rahmi; Zakaria, Radhiah; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30916

Abstract

Penyakit cacingan banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi terutama pada kelompok masyarakat dengan kebersihan diri dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Anak-anak merupakan golongan yang sering terkena infeksi cacing karena sering berhubungan dengan tanah. Dampak infeksi cacingan terhadap kesehatan karena adanya cacing dalam usus akan menyebabkan kehilangan zat besi sehingga menimbulkan kekurangan gizi dan anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit cacingan pada anak umur 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak umur 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Sampel berjumlah 58 responden menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan 26-31 Juli dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square melalui SPSS. Hasil analisis univariat 56,9% perilaku pencegahan penyakit cacingan responden kurang baik, 48,3% tidak ada mencuci tangan, 44,8% tidak ada memotong kuku, 43,1% tidak ada menggunakan alas kaki, 43,1% tidak ada menjaga kebersihan makanan, 67,2% tidak ada pemberian obat cacing. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan mencuci tangan (p-value 0,000), memotong kuku (p-value=0,000), menggunakan alas kaki (p-value=0,011), menjaga kebersihan makanan (p-value=0,031) dan pemberian obat cacing (p-value=0,000) dengan perilaku pencegahan penyakit cacingan pada anak umur 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan mencuci tangan, memotong kuku, penggunaan alas kaki, menjaga kebersihan makanan, dan pemberian obat cacing dengan perilaku pencegahan penyakit kecacingan pada anak usia 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues.
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP INTERAKSI SOSIAL ANAK DI DESA PEUNITI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH TAHUN 2024 Jannah, Miftahul; Zakaria, Radhiah; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37067

Abstract

Teknologi memegang peran penting dalam kehidupan umat manusia karena penggunaan teknologi seperti gadget berdampak pada pola kehidupan baik dari segi pola pikir, pola rasa maupun pola perilaku. Sesuai dengan perkembangannya saat ini penggunaan gadget banyak di gunakan oleh anak-anak usia sekolah dasar dan menengah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan cara wawancara dan penarikan hasil menggunakan narasi, yang di validitasi menggunakan triagulasi. Dalam penelitian ini melibatkan 12 informan yang terdiri dari 5 Orang Anak usia 9-10 tahun; (3 Laki-Laki dan 2 Perempuan), 5 Orang Tua, 1 Kepala Sekolah, dan 1 Dosen Psikologi Unmuha. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif penggunaan gadget yaitu anak-anak dapat menggunakan gadget sebagai media pembelajaran dan sebagai media komunikasi. Sedangkan dampak negatifnya yaitu penggunaan gadget pada anak-anak yang terlalu lama dapat menurunkan kesehatan mata dan tubuh,menurunkan daya ingat dan membuat anak berperilaku kurang sopan terhadap orang tua, serta penggunaan gadget dapat berpengaruh terhadap interaksi social anak. Anak yang suka dan banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dalam kesehariannya cenderung lebih suka menyendiri dan tidak mau bersosialisasi dengan orang-orang disekitar mereka. Diharapkan kepada Guru agar terus membimbing serta memberikan edukasi dan contoh bahaya penggunaan gadget yang berlebihan serta memperbanyak aktifitas anak-anak dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Bagi orang tua apabila anak tidak diperbolehkan main gadget diharapkan agar memahami kondisi anak dengan mengajak anak-anak untuk bermain permainan yang positif seperti menenak kata dan menghitung dengan cepat.
ANALISIS PENGETAHUAN ASI EKSKLUSIF DAN DAMPAK TERHADAP KINERJA KADER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG KUTA KECAMATAN BANDAR DUA KABUPATEN PIDIE JAYA TAHUN 2023 Mahdalena, Mahdalena; Aramico, Basri; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37135

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam meningkatkan praktik pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Indonesia adalah optimalisasi peran kader kesehatan dalam advokasi dan implementasi program. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi hubungan antara karakteristik kader dengan pengetahuan terhadap kualitas kinerja kader. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Total sampel yang diperoleh sebanyak 30 kader dari 5 Desa dengan cakupan ASI Eksklusif paling rendah di wilayah Puskesmas Blang Kuta Kecamatan Banda Dua Kabupaten Pidie Jaya. Hasil analisis univariat menunjukkan 70% kader mendapatkan informasi secara online, 63,33% pernah berpartisipasi dalam pelatihan, 50% memiliki motivasi rendah dan tinggi secara seimbang, 80% merasa mendapatkan insentif, 40% memiliki pengetahuan rendah dan 53,33% memiliki kualitas kinerja baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara sumber informasi (P value = 0,015), pelatihan (P value = 0,001), motivasi (P value = 0,0001), dan kualitas kinerja (P value = 0,0001) dengan pengetahuan. Analisis multivariat dengan menggunakan Path Analisis menunjukan ada pengaruh pengetahuan terhadap kinerja kader (koefesien = 0,635; p value = 0,001) setelah di kontrol oleh sumber informasi (koefesien= -0,148; P Value = 0,671), insentif (koefisien = 0,276, p value = 0,084), motivasi (koefisien = 0,389; p value = 0,018) dan pelatihan (koefisien = 0,455, p value =0,017) terhadap pengetahuan. Pelatihan terstruktur tentang ASI eksklusif, akses informasi terbaru melalui platform online dan offline, serta peningkatan keterampilan komunikasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kader dalam mendukung ASI eksklusif.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 6 KOTA BANDA ACEH Melfira, Roza; Abdullah, Asnawi; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37258

Abstract

Kejadian anemia banyak ditemukan pada remaja putri karena mereka termasuk kelompok rentan dengan risiko kesehatan yang tinggi. Laporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 oleh Balitbangkes di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri berkisar sebesar 27.2 % pada kelompok usia 15-24 tahun. Dampak anemia pada remaja putri mencakup pertumbuhan terhambat, mudah terkena infeksi, prestasi menurun, dan risiko tinggi komplikasi saat hamil dan melahirkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri di SMAN 6 Kota Banda Aceh tahun 2023. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan pemeriksaan kadar hemoglobin pada remaja putri. Populasi berjumlah 122 orang, sampel sebanyak 55 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 29-31 Juli 2023 uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa responden yang tidak anemia sebanyak 69,1%, pendapatan orang tua siswa diatas UMP sebanyak 70,9%, pengetahuan kurang sebanyak 50,9%, mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 54,5%, status gizi normal sebanyak 67,3% dan pola menstruasi normal sebanyak 76,4%. Hasil uji statistik diketahui ada hubungan pendapatan (p-value 0,003), pengetahuan (p -value 0,001), konsumsi tablet Fe (p- value 0,005), status gizi (p- value 0,002) dan pola menstruasi care (p -value 0,013) dengan anemia pada remaja putri. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan tentang anemia serta pentingnya konsumsi tablet Fe bagi remaja putri secara teratur melalui kerjasama antara sekolah dan Puskesmas.
ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA USIA 15-19 TAHUN DI INDONESIA Adilla, Zahara; Abdullah, Asnawi; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37369

Abstract

HIV adalah virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS atau Aquired immune deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Berdasarkan data SDKI (2017) didapat bahwa sebanyak 657 (61,17%) melakukan hubungan seks pranikah dan berpengetahuan kurang sebanyak 601 (55,96%) untuk semua umur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku seks pranikah pada remaja usia 15-19 tahun menggunakan data SDKI 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dilakukan menggunakan data sekunder dari data SDKI 2017 dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja usia 15-19 tahun yang memenuhi kriteria berjumlah 873 sampel. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik.  Setelah melakukan analisis dengan mempertimbangkan beberapa variabel pengontrol, didapakan hasil dari uji regresi logistik menunjukkan bahwa setelah dikontrol oleh variabel keterpaparan sumber informasi, daerah tinggal, dan pendidikan, remaja dengan pengetahuan kurang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terlibat dalam perilaku seks pranikah (OR = 1,73, p = 0,001). Variabel keterpaparan sumber informasi juga signifikan dengan OR sebesar 1,43 (p = 0,018), sementara daerahn tinggal dan pendidikan tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap perilaku seks pranikah. Kesimpulan secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pengetahuan yang kurang dan keterpaparan terhadap informasi lebih mempengaruhi perilaku seks pranikah pada remaja dibandingkan dengan variabel daerah tinggal dan pendidikan.  
PENILAIAN KELUHAN HEAT STRESS SECARA SUBJEKTIF DAN FAKTOR-FAKTOR TERKAIT PADA PEKERJA PROYEK DI SEKTOR MINYAK DAN GAS Ariscasari, Putri; Wardiati, Wardiati; Arlianti, Nopa; Syahputra, Andri; Mairani, Tiara; Naimah, Naimah
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.27849

Abstract

Sektor migas merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan panas, selain itu lingkungan kerja yang memiliki suhu tinggi, aktivitas fisik yang berat serta penggunaan alat pelindung diri yang lengkap menjadi penyumbang utama risiko terjadinya stres panas pada pekerja di sektor ini. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis keluhan heat stress dengan HSSI yang masih sangat terbatas terutama pada sektor minyak dan gas. Penelitian ini  bertujuan untuk menganalisis faktor risiko terjadinya heat stress pada pekerja proyek minyak dan gas. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 orang, analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Pengukuran keluhan subjektif pekerja terhadap stres panas menggunakan kuesioner Heat Stress Index standar. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, IMT dan kebiasaan konsumsi obat dengan stres panas. Pekerja yang mengalami stres panas ringan pada usia berisiko lebih tinggi dibandingkan pada usia yang tidak berisiko. Penelitian ini menduga terdapat presentasi yang cukup tinggi keluhan heat stress subjective pada pekerja, namun hasil analisis menunjukkan hanya 20,8% responden yang berada di zona kuning. Kesimpulan bahwa dari beberapa faktor yang diduga memiliki hubungan terhadap heat stress subjective tidak ada satupun variabel yang berhubungan, hal ini kemungkinan berhubungan dengan tindakan pengendalian yang telah dilaksanakan perusahaan sudah sangat baik sehingga dapat meminimalisir kejadian ataupun gejala-gejala heat stress.
Co-Authors Adamy, Aulina Adilla, Zahara Agustina Agustina Agustina Ahmad, Anwar Amara Rizal, Audia Amelya Febryana Amin, Fauzi Ali Amin, Ghazali Andira, Riska Anggi, Tri Yayang Anisha Sahfira Putri Anwar Arbi Aramico Ib, Basri Arbi, Anwar Ariscasari, Putri Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Aulina Adamy Baharuddin, Dharina Basri Aramico, Basri Cakrawati, Rahmi Cut Suci Aulia Nanda Damayanti, Elok Desi Desi, Desi Devi Zulfika Dian Rahayu Dilla Santi, Tahara Eka Yuliani Elvira Nova Riany Erma Wina Farrah Fahdhienie Fatin Farhana Firayanti, Lusi Hamisah, Irma Humairah Lutfia Husna, Mishbahul Ib, Basri Aramico Indriana, Fina Irhamni Irhamni Irma Hamisah Ismalia, Ismalia Iza Rullah Jannah, Rauzatul Lubis, Yessi Aprilia Lutfia, Humairah Mahdalena Mahdalena Maidar, Maidar Mairani, Tiara Maryoso, Ade Nabila Masykur, Masykur Melania Hidayat Melfira, Roza Menawati Menawati Menawati, Menawati Miftahul Jannah Milana, Shintya Mira Gusweni Mutia, Sunnia Naimah Naimah Nauval, M. Dharma Na’imah, Na’imah Nia Rahmatillah Nova Khairunnisa Novianti, Hernia Noviyati, Ike Nursiba, Yessy Oktarina, Mila Phossy Vionica Ramadhana Putri Nabila Putri Pulungan, Indah Rizky Rahma, Viyola Rahmadhaniah Rahmadhaniah Rahmi, Zulfina Ramadhani, Gadis Amaniar Ramadhaniah Ramadhaniah Ramadhaniah Riany, Elvira Nova Riza Septiani Rostina Rostina RR. Ella Evrita Hestiandari Safila, Lili Salsabila, Putri Santi, Hafnidar Septiani, Riza Shintya Milana Sri Muliasari Stefany Fellyciani Ina Aran Syahirah, Arifah Syahputra, Andri Syarifah Fazhila Azzahra Tahara Dilla Santi Ullya, Jaida Utari, Widya Nada Wardiati, Wardiati Windy Amalia Putri Yusrina Yusrina Zakaria, Radhiah Zulkifli Zulkifli