Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT CACINGAN PADA ANAK UMUR 6-10 TAHUN DI DESA RIKIT GAIB KABUPATEN GAYO LUES,ACEH Cakrawati, Rahmi; Zakaria, Radhiah; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30916

Abstract

Penyakit cacingan banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi terutama pada kelompok masyarakat dengan kebersihan diri dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Anak-anak merupakan golongan yang sering terkena infeksi cacing karena sering berhubungan dengan tanah. Dampak infeksi cacingan terhadap kesehatan karena adanya cacing dalam usus akan menyebabkan kehilangan zat besi sehingga menimbulkan kekurangan gizi dan anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit cacingan pada anak umur 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak umur 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Sampel berjumlah 58 responden menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan 26-31 Juli dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square melalui SPSS. Hasil analisis univariat 56,9% perilaku pencegahan penyakit cacingan responden kurang baik, 48,3% tidak ada mencuci tangan, 44,8% tidak ada memotong kuku, 43,1% tidak ada menggunakan alas kaki, 43,1% tidak ada menjaga kebersihan makanan, 67,2% tidak ada pemberian obat cacing. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan mencuci tangan (p-value 0,000), memotong kuku (p-value=0,000), menggunakan alas kaki (p-value=0,011), menjaga kebersihan makanan (p-value=0,031) dan pemberian obat cacing (p-value=0,000) dengan perilaku pencegahan penyakit cacingan pada anak umur 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan mencuci tangan, memotong kuku, penggunaan alas kaki, menjaga kebersihan makanan, dan pemberian obat cacing dengan perilaku pencegahan penyakit kecacingan pada anak usia 6-10 tahun di Desa Rikit Gaib, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues.
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP INTERAKSI SOSIAL ANAK DI DESA PEUNITI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH TAHUN 2024 Jannah, Miftahul; Zakaria, Radhiah; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37067

Abstract

Teknologi memegang peran penting dalam kehidupan umat manusia karena penggunaan teknologi seperti gadget berdampak pada pola kehidupan baik dari segi pola pikir, pola rasa maupun pola perilaku. Sesuai dengan perkembangannya saat ini penggunaan gadget banyak di gunakan oleh anak-anak usia sekolah dasar dan menengah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan cara wawancara dan penarikan hasil menggunakan narasi, yang di validitasi menggunakan triagulasi. Dalam penelitian ini melibatkan 12 informan yang terdiri dari 5 Orang Anak usia 9-10 tahun; (3 Laki-Laki dan 2 Perempuan), 5 Orang Tua, 1 Kepala Sekolah, dan 1 Dosen Psikologi Unmuha. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif penggunaan gadget yaitu anak-anak dapat menggunakan gadget sebagai media pembelajaran dan sebagai media komunikasi. Sedangkan dampak negatifnya yaitu penggunaan gadget pada anak-anak yang terlalu lama dapat menurunkan kesehatan mata dan tubuh,menurunkan daya ingat dan membuat anak berperilaku kurang sopan terhadap orang tua, serta penggunaan gadget dapat berpengaruh terhadap interaksi social anak. Anak yang suka dan banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dalam kesehariannya cenderung lebih suka menyendiri dan tidak mau bersosialisasi dengan orang-orang disekitar mereka. Diharapkan kepada Guru agar terus membimbing serta memberikan edukasi dan contoh bahaya penggunaan gadget yang berlebihan serta memperbanyak aktifitas anak-anak dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Bagi orang tua apabila anak tidak diperbolehkan main gadget diharapkan agar memahami kondisi anak dengan mengajak anak-anak untuk bermain permainan yang positif seperti menenak kata dan menghitung dengan cepat.
ANALISIS PENGETAHUAN ASI EKSKLUSIF DAN DAMPAK TERHADAP KINERJA KADER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG KUTA KECAMATAN BANDAR DUA KABUPATEN PIDIE JAYA TAHUN 2023 Mahdalena, Mahdalena; Aramico, Basri; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37135

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam meningkatkan praktik pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Indonesia adalah optimalisasi peran kader kesehatan dalam advokasi dan implementasi program. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi hubungan antara karakteristik kader dengan pengetahuan terhadap kualitas kinerja kader. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Total sampel yang diperoleh sebanyak 30 kader dari 5 Desa dengan cakupan ASI Eksklusif paling rendah di wilayah Puskesmas Blang Kuta Kecamatan Banda Dua Kabupaten Pidie Jaya. Hasil analisis univariat menunjukkan 70% kader mendapatkan informasi secara online, 63,33% pernah berpartisipasi dalam pelatihan, 50% memiliki motivasi rendah dan tinggi secara seimbang, 80% merasa mendapatkan insentif, 40% memiliki pengetahuan rendah dan 53,33% memiliki kualitas kinerja baik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara sumber informasi (P value = 0,015), pelatihan (P value = 0,001), motivasi (P value = 0,0001), dan kualitas kinerja (P value = 0,0001) dengan pengetahuan. Analisis multivariat dengan menggunakan Path Analisis menunjukan ada pengaruh pengetahuan terhadap kinerja kader (koefesien = 0,635; p value = 0,001) setelah di kontrol oleh sumber informasi (koefesien= -0,148; P Value = 0,671), insentif (koefisien = 0,276, p value = 0,084), motivasi (koefisien = 0,389; p value = 0,018) dan pelatihan (koefisien = 0,455, p value =0,017) terhadap pengetahuan. Pelatihan terstruktur tentang ASI eksklusif, akses informasi terbaru melalui platform online dan offline, serta peningkatan keterampilan komunikasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kader dalam mendukung ASI eksklusif.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 6 KOTA BANDA ACEH Melfira, Roza; Abdullah, Asnawi; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37258

Abstract

Kejadian anemia banyak ditemukan pada remaja putri karena mereka termasuk kelompok rentan dengan risiko kesehatan yang tinggi. Laporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 oleh Balitbangkes di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri berkisar sebesar 27.2 % pada kelompok usia 15-24 tahun. Dampak anemia pada remaja putri mencakup pertumbuhan terhambat, mudah terkena infeksi, prestasi menurun, dan risiko tinggi komplikasi saat hamil dan melahirkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri di SMAN 6 Kota Banda Aceh tahun 2023. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan pemeriksaan kadar hemoglobin pada remaja putri. Populasi berjumlah 122 orang, sampel sebanyak 55 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 29-31 Juli 2023 uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa responden yang tidak anemia sebanyak 69,1%, pendapatan orang tua siswa diatas UMP sebanyak 70,9%, pengetahuan kurang sebanyak 50,9%, mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 54,5%, status gizi normal sebanyak 67,3% dan pola menstruasi normal sebanyak 76,4%. Hasil uji statistik diketahui ada hubungan pendapatan (p-value 0,003), pengetahuan (p -value 0,001), konsumsi tablet Fe (p- value 0,005), status gizi (p- value 0,002) dan pola menstruasi care (p -value 0,013) dengan anemia pada remaja putri. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan tentang anemia serta pentingnya konsumsi tablet Fe bagi remaja putri secara teratur melalui kerjasama antara sekolah dan Puskesmas.
ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA USIA 15-19 TAHUN DI INDONESIA Adilla, Zahara; Abdullah, Asnawi; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37369

Abstract

HIV adalah virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS atau Aquired immune deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Berdasarkan data SDKI (2017) didapat bahwa sebanyak 657 (61,17%) melakukan hubungan seks pranikah dan berpengetahuan kurang sebanyak 601 (55,96%) untuk semua umur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku seks pranikah pada remaja usia 15-19 tahun menggunakan data SDKI 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dilakukan menggunakan data sekunder dari data SDKI 2017 dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah remaja usia 15-19 tahun yang memenuhi kriteria berjumlah 873 sampel. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik.  Setelah melakukan analisis dengan mempertimbangkan beberapa variabel pengontrol, didapakan hasil dari uji regresi logistik menunjukkan bahwa setelah dikontrol oleh variabel keterpaparan sumber informasi, daerah tinggal, dan pendidikan, remaja dengan pengetahuan kurang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terlibat dalam perilaku seks pranikah (OR = 1,73, p = 0,001). Variabel keterpaparan sumber informasi juga signifikan dengan OR sebesar 1,43 (p = 0,018), sementara daerahn tinggal dan pendidikan tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap perilaku seks pranikah. Kesimpulan secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pengetahuan yang kurang dan keterpaparan terhadap informasi lebih mempengaruhi perilaku seks pranikah pada remaja dibandingkan dengan variabel daerah tinggal dan pendidikan.  
PENILAIAN KELUHAN HEAT STRESS SECARA SUBJEKTIF DAN FAKTOR-FAKTOR TERKAIT PADA PEKERJA PROYEK DI SEKTOR MINYAK DAN GAS Ariscasari, Putri; Wardiati, Wardiati; Arlianti, Nopa; Syahputra, Andri; Mairani, Tiara; Naimah, Naimah
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.27849

Abstract

Sektor migas merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan panas, selain itu lingkungan kerja yang memiliki suhu tinggi, aktivitas fisik yang berat serta penggunaan alat pelindung diri yang lengkap menjadi penyumbang utama risiko terjadinya stres panas pada pekerja di sektor ini. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis keluhan heat stress dengan HSSI yang masih sangat terbatas terutama pada sektor minyak dan gas. Penelitian ini  bertujuan untuk menganalisis faktor risiko terjadinya heat stress pada pekerja proyek minyak dan gas. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 orang, analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Pengukuran keluhan subjektif pekerja terhadap stres panas menggunakan kuesioner Heat Stress Index standar. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, IMT dan kebiasaan konsumsi obat dengan stres panas. Pekerja yang mengalami stres panas ringan pada usia berisiko lebih tinggi dibandingkan pada usia yang tidak berisiko. Penelitian ini menduga terdapat presentasi yang cukup tinggi keluhan heat stress subjective pada pekerja, namun hasil analisis menunjukkan hanya 20,8% responden yang berada di zona kuning. Kesimpulan bahwa dari beberapa faktor yang diduga memiliki hubungan terhadap heat stress subjective tidak ada satupun variabel yang berhubungan, hal ini kemungkinan berhubungan dengan tindakan pengendalian yang telah dilaksanakan perusahaan sudah sangat baik sehingga dapat meminimalisir kejadian ataupun gejala-gejala heat stress.
Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Pada Lansia Awal (Umur 46-55 Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Ullya, Jaida; Santi, Tahara Dilla; Arlianti, Nopa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13688

Abstract

ABSTRACT Diabetes is a complex chronic disease that requires ongoing medical care with multifactorial risk reduction strategies of glycemic control. The purpose of this research is to determine the relationship between risk factors and the occurrence of diabetes mellitus in early elderly individuals (aged 46-55 years) in the working area of Puskesmas Ingin Jaya, Aceh Besar Regency. The research design used was descriptive analytical with a case control design. The population in this study were elderly people suffering from diabetes mellitus who visited the Want Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency, totaling 503 people. The samples taken were 57 people aged 46 – 55 years. The sample in this study used a 1:1 ratio so that the total respondents were 114 consisting of 57 people who suffered from diabetes mellitus and 57 people in the control group who did not suffer from diabetes mellitus. Data collection was carried out using interviews and measurements using questionnaires. Data analysis used the Chi-Square test with the Stata 17 Application. Based on the results of the Chi-square test, there was a significant relationship between obesity and the incidence of DM p-value = 0.0128 with an OR value of 4.45, eating patterns and the incidence of DM p-value = 0 .0228 with OR value 5.18, Physical Activity with DM p-value = 0.0006 with OR value 3.85, Family History with DM p-value = 0.024 with OR value 3.35, education with DM P-value Value 0.0488 with an OR value of 2.76. Based on the research conducted, it can be concluded that the six variables have a relationship with the incidence of DM. It is hoped that health workers at the Want Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency can provide counseling to families of the early elderly. Keywords: Diabetes, Early Elderly, Case Control  ABSTRAK Diabetes adalah penyakit kronik yang kompleks yang membutuhkan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial kontrol glikemik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor risiko kejadian diabetes mellitus pada lansia awal (Umur 46-55 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif Analitik dengan desain Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia menderita penyakit diabetes melitus yang berkunjung ke Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 503 orang. Sampel yang diambil sebanyak 57 orang berusia 46 – 55 tahun. Sampel dalam penelitian ini menggunakan perbandingan 1:1 sehingga total responden 114 terdiri dari 57 orang yang menderita diabetes mellitus dan 57 orang kelompok control yang tidak menderita diabetes mellitus. Pengumpulan data dilakukan dengan   menggunakan   wawancara   dan   pengukuran   menggunakan   kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi- Square dengan Aplikasi Stata 17. Berdasarkan Hasil uji Chi square terdapat hubungan yang signifikan antara Obesitas Dengan Kejadian DM p-value = 0,0128 dengan nilai OR 4,45, Pola Makan Dengan Kejadian DM p-value = 0,0228 dengan nilai OR 5,18, Aktivitas Fisik Dengan Kejadian DM p-value =0,0006 dengan nilai OR 3,85, Riwayat Keluarga Dengan Kejadian DM p-value = 0,024 dengan nilai OR 3,35, pendidikan kejadian DM P-Value 0,0488 dengan nilai OR 2,76. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ke enam variabel memiliki hubungan dengan Kejadian DM. Diharapkan kepada petugas kesehatan Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar dapat memberikan penyuluhan kepada Keluarga Pada Lansia Awal. Kata Kunci: Diabetes, Lansia Awal, Case Control
DETERMINANTS RELATED TO KNOWLEDGE OFFERTILE WOMEN (WUS) ON THE TRANSMISSION OF HIV/AIDS FROM MOTHER TO INFANT IN INDONESIA (ADVANCED ANALYSIS OF 2017 IDHS DATA) Riany, Elvira Nova; Fahdhienie, Farrah; Arlianti, Nopa
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i2.1275

Abstract

Background: HIV/AIDS infection in pregnant women can threaten the life of the mother and can transmit it to her baby. Lack of knowledge regarding the transmission of HIV/AIDS from mother to baby, will further increase the risk of transmission which will affect the increase in new cases. The aims of the study was to determine the relationship between residence, education level, marital status, employment status, exposure to information sources, and welfare index, as well as to determine the factors that most influence the knowledge of women of childbearing (WUS) about the transmission of HIV/AIDS from mother to baby. Methods: Using analytic survey data a cross-sectional study design. The population in this study were WUS in 34 Provinces in Indonesia. The sample selection was based on ratio using used stratification and multistage random sampling. The sample in this study were all WUS in Indonesia who had heard about HIV/AIDS. Data was collected by observating the 2017 IDHS data. The data were analyzed using multivariate logistic regression. Result: The only variables related to knowledge about the transmission of HIV/AIDS from mother to baby are place of residence and welfare index, while other variables: education level, marital status, employment status, and information sources have no relationship. Residence and welfare index are the most influential variables. Recommendation: To increase knowledge about the transmission of HIV/AIDS from mother to baby, by involving related institutions that have authority to formulate policies to increase WUS knowledge.
THE DIFFERENCE IN QUALITY OF LIFE AMONG THE ELDERLY LIVING IN COMMUNITIES AND NURSING HOME RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG IN BANDA ACEH Arlianti, Nopa; Wardiati, Wardiati; Lutfia, Humairah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i1.1071

Abstract

Background: The increase in the number of elderly in the world causes a variety of problems, one of which is the low quality of life of the elderly which is influenced by several factors such as housing factors, physical and psychological conditions, and social and cultural factors. This study aims to find out the difference in the quality of life of elderly people living in communities and living in nursing home. Methods: This study uses cross-sectional design with a population consists of 2 groups, namely the elderly living in the communities and nursing home. The elderly sample in the nursing home is determined by the total method of the population. While sampling elderly samples in the communities using purposive sampling method with a sample ratio 1:1. Data collection was conducted by interview using the WHOQOL-Bref questionnaire. Univariate and bivariate analysis was used to analyze the data and t-test independent was utilized to examine the difference in the quality of life among studied groups. Result: The results showed that the average age of the elderly living in the nursing home was younger, and majority of respondents did not graduate from elementary school. Univariate analysis shows that elderly people living in the nursing home have a better quality of life compared to the elderly living in the community. Bivariate analysis showed that there is a significant differences between the quality of life of eldery people living in nursing home and in the community, both from the physical domain of the eldery (p-value: 0.0003), the psychological domain (p-value: 0.0349), the social domain (p-value: 0.0001), and the environmental domain (p-value: 0.0001). Recommandation: Efforts to improve the elderlys quality of life are required to be done by families, communities, and governments. Thus, the elderly can go through their old age in a healthy, safe and comfortable manner.
THE RELATIONSHIP OF LOW BIRTH WEIGHT (LBW) WITH DEATH NEONATAL IN INDONESIA (2017 IDHS DATA ANALYSIS) Rostina, Rostina; Arlianti, Nopa; Abdullah, Asnawi
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v8i1.1566

Abstract

Background: Neonatal mortality is a reflection of a country's health status and until now, health development is still an important government program. The purpose of this study was to determine the relationship between Low Birth Weight (LBW) and neonatal mortality in Indonesia after confounding factors (education, household wealth index, age, smoking, parity, birth spacing, antenatal visits and history of abortion) were controlled and to determine the size of Population Attributable Risk of LBW to neonatal mortality in Indonesia. Indonesia 2017. Methods: The design of this research was cross-sectional with multivariate logistic regression analysis using secondary data from the 2017 IDHS. The sample in this study were women who had been married and gave birth to live babies from 2012-2017 as many as 16.343 samples. Results: The study showed that there is a relationship between LBW and neonatal mortality (OR=6.79, 95% CI=4.98-9.26, p value=0.000). Then the dominant factor that is most related to neonatal mortality is LBW with a p value of 0.000 and parity with a p value of 0.005. Conclusion: In order to reduce neonatal mortality, it is hoped that the government and the society can play an active role in reducing and controlling LBW by increasing antenatal care. As well as encouraging pregnant women to check their pregnancies and deliveries by skilled health workers.
Co-Authors Adamy, Aulina Adilla, Zahara Agustina Agustina Agustina Ahmad, Anwar Alif Lia Rinzani Amara Rizal, Audia Amelya Febryana Amin, Fauzi Ali Amin, Ghazali Andira, Riska Anggi, Tri Yayang Anisha Sahfira Putri Anwar Arbi Aramico Ib, Basri Arbi, Anwar Ariscasari, Putri Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Aulina Adamy Baharuddin, Dharina Basri Aramico Ib Basri Aramico, Basri Cakrawati, Rahmi Cut Suci Aulia Nanda Damayanti, Elok Desi Desi, Desi Devi Zulfika Dian Rahayu Dilla Santi, Tahara Eka Yuliani Elvira Nova Riany Erma Wina Farrah Fahdhienie Fatin Farhana Firayanti, Lusi Hamisah, Irma Hanifah Hasnur Helga Sania Putri Hernia Novianti Humairah Lutfia Husna, Mishbahul Ib, Basri Aramico Indriana, Fina Irhamni Irhamni Ismalia, Ismalia Iza Rullah Jannah, Rauzatul Lubis, Yessi Aprilia Lutfia, Humairah M. Dharma Nauval Maidar Maidar Mairani, Tiara Maisarah Maisarah Maryoso, Ade Nabila Masykur, Masykur Mega Fatimah Rosana Melania Hidayat Melfira, Roza Menawati Menawati Miftahul Jannah Milana, Shintya Na’imah, Na’imah Nia Rahmatillah Nova Khairunnisa Noviyati, Ike Nursiba, Yessy Oktarina, Mila Phossy Vionica Ramadhana Putri Nabila Putri Pulungan, Indah Rizky Qurrata A’yun Rafika Syifa Rahma, Viyola Rahmadhaniah Rahmadhaniah Rahmi, Zulfina Ramadhani, Gadis Amaniar Ramadhaniah Ramadhaniah Ramadhaniah Raudhah Rizkina Riany, Elvira Nova Riza Septiani Rostina Rostina RR. Ella Evrita Hestiandari Safila, Lili Salsabila, Putri Santi, Hafnidar Septiani, Riza Shintya Milana SITI AMINAH Sri Muliasari Syahirah, Arifah Syahputra, Andri Syarifah Fazhila Azzahra Tahara Dilla Santi Ullya, Jaida Utari, Widya Nada Wardiati, Wardiati Windy Amalia Putri Yusrina Yusrina Zakaria, Radhiah Zulkifli Zulkifli