Claim Missing Document
Check
Articles

SELF-REGULATORY BODY YANG IDEAL UNTUK MEMPERKUAT INDEPENDENSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI Paramitha, Dorothea Ansella Hana; Husodo, Jadmiko Anom
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 7, No 1: April
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v7i1.50204

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of the KPK as a law enforcement agency with independent principles through self-regulatory body. This research is a normative legal research using secondary data in the form of primary and secondary legal materials. The data collection technique was carried out by literature study using model of the statute approach, conceptual approach, and historical approach. The results show that at least there are efforts to weaken the KPK, including legitimacy that degrades the independence of the KPK through the enactment of Law Number 19 of 2019 concerning the Corruption Eradication Commission. It is known that there was a technical action that should have been regulated in the implementing regulations, but it has been sufficiently touched on by the legislation of the Corruption Eradication Commission (KPK).
ANALISIS KEWENANGAN KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN TERHADAP PERLINDUNGAN PEKERJA RUMAH TANGGA PEREMPUAN Alrasyid, Aldys Rismelin; Anom Husodo, Jadmiko
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v8i2.85434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan bagi Pekerja Rumah Tangga khususnya bagi Pekerja Rumah Tangga Perempuan. Selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana perlindungan yang telah diatur dalam kebijakan yang dibuat oleh negara dan sejauh mana peran Kementerian Ketenagakerjaan telah memenuhi perlindungan Pekerja Rumah Tangga Perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif atau doktrinal dengan pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, pendekatan Perundang-undangan ( Statute Approach ) dan pendekatan Konseptual ( Conceptual Approach ). Sifat dalam penelitian ini adalah perspektif. Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan hukum dalam penelitian ini adalah menggunakan studi dokumen atau studi kepustakaan. Teknik Analisa bahan hukum yang digunakan dalam penelitian hukum ini adalah penalaran hukum dengan metode deduksi silogisme. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai lembaga pemerintahan yang memiliki kewenangan untuk memastikan apakah peraturan yang telah ada sudah efektif memberikan perlindungan bagi pekerja, begitupun dengan pekerja rumah tangga ternyata belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan pekerja rumah tangga masih belum diakui sepenuhnya sebagai pekerja. Rencana strategis Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2021-2024 tidak menyebutkan secara tegas perihal pekerja rumah tangga ataupun pekerja perempuan, atau pekerja informal. Selain itu, peraturan tentang ketenagakerjaan dan pekerja rumah tangga seperti, Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan di Rumah Tangga, dan Permenaker Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perlindungan pekerja rumah tangga belum mengatur secara jelas pengawasan Kementerian Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada pekerja rumah tangga.
Analisis Tanggung Jawab Negara dalam Pemenuhan Hak Pengasuhan bagi Anak Yatim Piatu Korban Pandemi Covid-19 Prameswari, Sal Sabila Ayuning; Husodo, Jadmiko Anom
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 6, No 3: SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v6i3.63970

Abstract

Children's rights are one of the rights that must be fulfilled by the state specially Indonesia that declared as a legal state. One of the rights of children is the right to get proper care by family, community and state. However, the COVID-19 pandemic, which is a non-natural disaster, has made the number of orphans in Indonesia increase drastically at the same time.Thousands of millions of people died due to the COVID-19 pandemic and most of those who died were people of working age. This certainly has an impact on child care in Indonesia.The impact of the many productive people who die will certainly cause a butterfly effect, one of which is that children lose the caregivers who have been taking care of them. Children can also experience double grief if when they are abandoned by their parents, then the care shifts to their grandparents or uncles and then their family must be isolated or die suddenly due to COVID-19.The phenomenon of orphans due to the COVID-19 pandemic has consequences forcountries that have committed to protecting children's rights by ratifying the Convention on the Rights of the Child, one of which is to fulfill the rights of care for children abandoned by both parents in order to avoid neglect and ensure child's development well.The process of collecting data on children is one of the crucial steps in determining what kind of assistance and care scheme the orphans will receive. This requires cooperation and coordination between institutions and the community so that children get the best care. 
Co-Authors A. Dirwan Achmad Achmad Achmad Achmad Adriana Grahani Firdaussy Adriana Grahani Firdausy Adriana Grahani Firdausy Agus Riwanto Agus Riwanto, Agus Ahmad Dirwan Airlangga Surya Nagara Alrasyid, Aldys Rismelin Andina Elok Puri Maharani Andina Elok Puri Maharani Andina Elok Puri Maharani Aufa Sinarizqi, Bidari Cestri Enggardini Budiarti Dian Esti Pratiwi El Asith, Hilma Syita Elindia Munarwan, Alexandra Winona Elok Puri Maharani, Andina Evy Puspitasari Fandra Mahira, Dararida Fatichadiasty, Fiqi Hari Purwadi Herdika, Muhamad Ridwan Hermawan, Sapto I Gusti , Ayu Ketut Rachmi Handayani Innayah Ananda Cahyani Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Isharyanto Janah, Sulatin Baeti Kushandi, Eusthacia Arzeti Lego Karjoko Madalina, Maria Madalina, Maria Marbun, Paulina Mauluna, Afifah Eranie Mohammad Jamin Mohammad Jamin Monica Descariana Muhammad Rustamaji Muhammad Rustamaji Munarwan, Alexandra Winona Elindia Nirmalaningtyas, Vanadya Tiara Insani Noor Saptanti Noor Saptanti Nugroho, Achmad Arryo Palendeng, Rivaldo Edward Paramitha, Dorothea Ansella Hana Permata Kumala, Cheryl Prabaswara, Fernindito Radiktya Pradina, Gita Pradita, Elfira Prameswari, Sal Sabila Ayuning Puspitaningrum, Hani Rachma, Ayu Widya Rahayu Subekti Ramadhani, Syifa Recalliandra Marella Zainenci Safitri Saraswati Safitri Saraswati Sekar Arum Kusuma Jati Sola Sacra Providentia Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulistiyaningsih, Nur Sulistyanta Sulistyanta Sunny Ummul Firdaus Sunny Ummul Firdaus Sunny Ummul Firdaus Suranto Suranto Taryana, Usep Ummi A'zizah Zahroh Ummul Firdaus, Sunny Vigga, Novansa Nazhira Wandini, Dinda Ayu Wati, Dyan Mardika Wicaksono, Bimo Suryo Wirakusuma, Muhammad Anfasha Yudho Taruno Muryanto