Claim Missing Document
Check
Articles

PHBS SANTRI DAN APLIKASI UKS PONDOK PESANTREN AL-HAMDANIYAH BUDURAN SIWALAN PANJI SIDAORJO Nurul Azizah; Jamilatur Rohmah; Miftahul Mushlih; Paramitha Amelia Kusumawardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v2i1.19583

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan survey di Pondok pesantren Al-Hamdaniyah kami menemukan santri yang sakit terbaring dikamar hanya beralaskan kain dan selimut. Kondisi ini sangat tidak nyaman karena 1 kamar berisi 10 anak dengan berbagai macam aktivitas yang dapat menimbulkan kegaduhan sehingga dapat mempengaruhi istirahat santri yang sakit. Selain itu dapat dibilang berbahaya karena penyakit kemungkinan dapat menularkan pada santri di sekelilingnya. Di pondok tidak ada UKS dan kader kesehatan sehingga yang sakit kadang tidak terurus. Santri pondok pesantren Al-Hamdaniyah tidak pernah mendapatkan pendidikan tentang pola hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 11 Maret 2020 dilaksanaan workshop dan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat baik secara individu maupun di lingkungan pondok pesantren, kemudian dilanjutkan dengan bimbingan serta pembentukan kader kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pengadaan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang akan dimanfaatkan bagi santri yang sedang sakit untuk istirahat atau sekedar cek kesehatan dan melakukan perawatan sakit ringan. Beberapa santri juga akan kami bentuk untuk menjadi kader kesehatan, agar dapat mengenali tanda gejala awal adanya kesakitan sebelum di periksakan kepada tenaga medis, dan dapat melakukan perawatan mandiri setelah santri berobat hingga santri dapat sembuh dengan baikHasil: kegitan seminar PHBS di lingkungan pondok pesantren berlangsung lancar, dan para santri terlihat antusias mengikuti acara hingga selesai. Pembinaan kader kesehatan telah dilakukan, dan para calon kader kesehatan dapat mengkuti pembinaan dengan baik. Tersedianya UKS baru yang dapat menjadi fasilitas tambahan dan bermanfaat bagi santri.Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan. Dan menghasilkan sebuah perubahan sesuai dengan target luaran, yakni pengetahuan tentang PHBS individu dan lingkungan pondok pesantren, terbentunya kader kesehatan untuk menjalankan kegiatan UKS, terwujudnya UKS di pondok pesantren Al-Hamdaniyah.
PERBANDINGAN IDENTIFIKASI Toxoplasma gondii MENGGUNAKAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) DAN METODE ENZYME LINKED FLUORESCENT ASSAY (ELFA) Miftahul Mushlih; Alifia Nurfitriana; Kurnia Wahyu Ningsih; Nurul Azizah; Nia Lukita Arian
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 8, No 2 (2020): Meditory, Volume 8, No 2, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Analisis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/m.v8i2.1266

Abstract

Toxoplasmosis is an infectious disease that does not show specific symptoms. This study aimed to determine the differences results of T. gondii detection in human blood using the PCR (polymerase chain reaction) with the ELFA (Enzym Linked Fluorescent Assay) method. The research was done by descriptive exploratory methods. Samples taken from 9 West Sumatra Pramita Clinics Laboratory and 1 person came from Sidoarjo as a control. Data analyzes was conducted by a chi-square test with a 95% confidence level. In the ELFA method detects IgG Anti-Toxoplasma. Whereas the molecular test detects  B1 gene target. The serological test was able to detect 9 patients of toxoplasmosis and 1 patient was negative/ control. The molecular test showed a specific band with 195 bp in length. The accuracy of the molecular test was 77% (T count (4.4) T table (3.84). Based on the results its can be concluded that there a difference in identification between the PCR method and the ELFA method.
HUBUNGAN STATUS PEMBERIAN ASI DAN KELENGKAPAN IMUNISASI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Nurul Azizah; Didik Setiawan; Susanti Susanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.750

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat, karena tingginya angka kesakitan dan kematian terutama pada balita. Kejadian diare pada anak di ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto bulan September 2011 - Februari 2012 sebanyak 23,4% dari total 1125 anak. Desain penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Kelompok kasus adalah ibu-ibu yang anaknya dirawat di ruang Aster yang menderita diare, sedangkan kelompok kontrol adalah ibu-ibu yang anaknya dirawat di ruang Aster menderita bronkopneumonia. Analisis data dilakukan secara univariat, analisis bivariat dengan chi square test dengan program SPSS. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara status pemberian ASI (p=0,472) dan kelengkapan imunisasi (p=0,432) dengan kejadian diare pada anak di ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Anak yang mendapat ASI eksklusif beresiko lebih kecil terkena diare dibandingkan anak yang tidak diberi ASI eksklusif, sedangkan anak yang mendapatkan imunisasilengkap beresiko lebih kecil terkena diare dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Kata kunci: ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi, diare ABSTRACT Diarrhea is one of problem in public health in Indonesia, it can be seen from the number of illness and mortality rate in toddlers. The incidence in Aster wards Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Public Hospital from September 2011-Februari 2012 showed 23,4% from 1125 children experienced diarrhea. The method of this research was analytic observational through case control research design. Experiment group came from the mothers with diarrhea children, while control group was mothers with bronkopneumonia children treated in Aster ward. Researcher used univariate analysis, chi square test in bivariate analysis with SPSS. Chi square experiment revealed that there was no significant relationship between breastfeeding (p=0,472) and completeness of immunization (p=0,432) of the incident of diarrhea in Aster ward Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokwerto Public Hospital. It can be concluded that children who are exclusively breastfeeding had smaller risk of diarrhea than children who did not exclusively breastfeeding, while children who had complete immunization showed smaller risk of diarrhea than children who had not complete immunization Keywords : Exclusive breastfeeding, completeness of immunization, diarrhea.
BACK MASSAGE MENGGUNAKAN CLARY SAGE (SALVIA SCLAREA) ESENSIAL OIL DAN SENAM NIFAS TERHADAP PERCEPATAN INVOLUSI UTERI POST PARTUM Nurul Azizah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i4.3329

Abstract

ABSTRACT Background Failed process involution uterus puerperal can cause bleeding. Back Massage and postpartum gymnastics can stimulate hormone oxytocin causes uterine contractions.Purpose identify Comparison of Back Massage and Postpartum Gymnastics on Involuntary Uterine in Post Partum. Method research design used quasi experimental with post test only non equivalent control group design. Samplings using quota sampling 90 respondents divided into 3 groups. Bivariable analysis using repeated measurement with clinical significance used mean 95% interval with P<0.05, multivariable analysis using linear regression. Result shows a significant difference of uterine involution in each group, overall mean -1.700 (95% CI:-2,26 - (-1,37) with P<0.05, back massage group using Clary-sage essential oil compared to gymnastics postpartum group. Back massage group using Clary-sage essential oil (salvia sclarea) showed faster processes of uterine involution than post-partum gymnastics group. Multivariable analysis showed value of P<0.05 with regression coefficient of back massage 0.835 (CI-0.799-1.091), suggesting significantly greater association of uterine involution in back massage intervention group after controlled by parity variables and maternal age, with adjusted values R2 0.621, it means reduction in fundal uteri level 62,1% in a day.Conclusion is mothers who received back massage using Clary-sage essential oil experienced faster uterine involutions compared with other groups of postpartum Suggestion Further research is needed in order to identify the effect of back using Clary sage essential oil on uterine involution of oxytocin hormone levels through venous blood tests before and after intervention, so as to identify with certainty the effect of back massage using Clary sage essential oil accurately in increasing hormone concentrations. oxytocin in the blood. Keywords : Back Massage, Postpartum  Gymnastics, Involution uterus ABSTRAK Latar Belakang Involusi uteri masa nifas gagal mengakibatkan perdarahan. Back Massage dan senam nifas merangsang hormon oksitosin memicu kontraksi uterus. Tujuan mengidentifikasi Perbandingan Back Massage dan Senam Nifas terhadap Involusi Uteri.Metode penelitian menggunakan quasi eksperimental with post test only non equivalent control group design, pengambilan sampel dengan quota sampling sampel sebanyak 90 responden dibagi 3 kelompok. Analisis bivariabel menggunakan repeated measurement dengan kemaknaan klinis mean dan cofidence interval 95% dengan nilai P<0,05, analisis multivariabel menggunakan regresi linier. Analisis bivariabel menunjukkan terdapat perbedaaan involusi uteri pada masing-masing kelompok, Δoverall mean -1.700(95% CI:-2,26-(-1,37) dengan nilai p<0.05 yakni kelompok back massage menggunakan minyak esensial Clary sage menunjukkan involusi uteri lebih cepat dibandingkan dengan kelompok senam nifas secara signifikan.Hasil analisis multivariabel menunjukkan nilai p<0,05 dengan koefisien regresi  pijat punggung sebesar 0,835 (CI-0,799-1,091). Adanya hubungan yang bermakna bahwa involusi uteri lebih cepat pada kelompok intervensi pijat punggung setelah dikontrol dengan variabel paritas dan umur ibu, dengan nilai adjusted R2  sebesar 0,621, yakni penurunan tinggi fundus uteri mencapai 62,1% perhari.Kesimpulan dari penelitian ini Ibu yang mendapatkan intervensi pijat punggung menggunakan minyak esensial Clary sage mengalami involusi uteri lebih cepat dibandingkan dengan kelompok lain.Saran Perlu dilakukan penelitian lanjutan agar dapat mengidentifikasi pengaruh back menggunakan minyak esensial Clary sage terhadap involusi uteri terhadap kadar hormon oksitosin melalui pemeriksaan darah vena sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, sehingga dapat mengidentifikasi secara pasti pengaruh pijat punggung menggunakan minyak esensial Clary sage secara akurat dalam meningkatkan kosentrasi hormon oksitosin dalam darah. Kata kunci : Back Massage, Senam Nifas, Involusi uterus 
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU MENYUSUI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI Nurul Azizah; Widia Lestari; Oswati Hasanah
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan Vol 9, No 1 (2022): Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breastfeeding mothers who understand the importance of breastfeeding for their babies will try to increase or facilitate their milk production. This study aims to analyze the knowledge and behavior of breastfeeding mothers in increasing milk production in the work area of Payung Sekaki Health Center. The design of this research uses is quantitative with descriptive analytic design with a cross sectional approach. The sample in this study amounted to 90 people taken through purposive sampling method. The analysis used is univariate analysis. Respondents are in the range of early adulthood (20-35 years) as many as 54 people (60,0%) the majority of the respondents last education was tertiary education as many as 39 people (43,3 %). Most of the respondent are not working as many as 53 people (58,9%). Most of the respondents have children 1-3 people as many as 46 people (51,1%). Most of the respondents have a malay ethnity of 36 people (40,0%). Overall, 90 respondents have breastfed (100%). Some 50% respondents have good knowledge, and the majority of respondents (58.9%) have positive behavior. The results of the crosstabulation of knowledge with the behavior of breastfeeding mothers, it shows that mothers who have good knowledge of (25.6%) have negative behavior in increasing breast milk production, while mothers who have sufficient knowledge of (20.0%) have positive behavior in increasing milk production, and mothers who have sufficient knowledge less than 7.8% have negative behavior in increasing milk production. Breastfeeding mothers have good knowledge by having negative behavior in increasing breast milk production. Keywords: Knowledge, behaviour, and breastfeeding
PKM Santri Pondok Al-Hamdaniyah Kecamatan Buduran Desa Siwalan Panji Kabupaten Sidoarjo Nurul Azizah; M Abror; Paramitha Amelia K
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.17 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.531

Abstract

Pondok pesantren merupakan tempat santri menimbah ilmu yang cenderung pada ilmu agama, dimana belum optimal dalam menerapkan pola hidup sehat pada pondok pesantren, padahal sangat penting penerapan hidup sehat bagi kelangsungan hidup. Pondok pesantren Al-Hamdaniyah masih jauh dari kata bersih, kamar mandi yang masih sangat sederhana dan kotor, peletakan baju habis pakai yang berserakan, dan dapur yang dinilai kebersihan kurang sehingga mengakibatkan santri rentan terserang berbagai penyakit gangguan nutrisi hingga penyakit menular seperti hepatitis dan penyakit kulit. Anehnya pihak pondok yakni pimpinan pondok pesantren memberikan paradigma yang salah bahwa ketika santri terkena penyakit menular (hepatitis dan penyakit kulit/scabies) tersebut dianggap “berkah” yang nantinya bisa membuat ilmu bermanfaat, Tujuan dari pelaksanaan program kemitraan masyarakat pada pondok pesantren Al-Hamdaniyah adalah pemberdayaan terhadap santri untuk hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit gangguan nutrisi dan penyakit menular tersebut (hepatitis dan penyakit kulit/scabies). Solusi yang pertama dapat menangani masalah tersebut yakni bertujuan agar mitra dapat melakukan pola kehidupan yang sehat maka diperlukan sebuah pembelajaran serta pemberdayaan pola hidup sehat dengan menciptakan lingkungan pondok yang bersih dan sehat, agar santri dapat hidup sehat dan terhindar dari penyakit sehingga dapat menyerap ilmu dengan baik. Kemudian solusi berikutnya yakni mitra dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman para santri akan di berikan pembelajaran dan pemberdayaan menanam tanaman hydroponik, menerapkan cara pembuangan limbah dengan benar, pengadaan beberapa peralatan untuk menunjang fasilitas kebersihan mitra Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan seminar hydroponik, tentang bagaimana cara pemberdayaan tanaman hydroponik, berikutnya dilanjutkan dengan aplikasi pembuatan hingga penanaman benih disertai penyerahan 2 paket peralatan tanaman hydroponik bersama santri pondok pesantren Alhamdaniyah. Kegitan berikutnya yakni seminar tentang pendidikan pola hidup bersih dan sehat, mulai dari kebersihan diri, pemenuhan kebutuhan gizi dan kebersihan lingkungan yang dilaksanakan pada tanggal 20 juli 2019, serta di lanjutkan dengan praktik pola hidup sehat dan aplikasi kebersihan diri dan lingkungan disertai penyerahan beberapa peralatan kebersihan yang dapat dipergunakan untuk pelaksaan pola hidup sehat. Hasil kegiatan ini santri pondok pesantren Alhamdaniyah dapat mengerti dan mempraktekkan kembali bagaimana cara penanaman dan pemeliharaan tanaman hydroponik sehingga nantinya dapat menikmati hasil tanaman hidroponik untuk dikonsumsi sehari-hari. Para santri juga dapat memahami pentingnya pola hidup bersih dan sehat, agar terhindar dari penyakit menular, dan dapat menjalani kehidupan dengan sehat sehingga dapat menuntut ilmu dengan baik. Kata kunci : santri alhamdaniyah, PHBS, hydroponik
Evaluation of Midwifery Service Standards during the Covid-19 Pandemic Nurul Azizah
Jurnal MIDPRO Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v14i1.326

Abstract

During the COVID-19 pandemic, health services became a burden for the community. The number of cases of Covid-19 transmission made people reluctant to come to health facilities. Health workers are encouraged to continue carrying out their roles to adapt and provide optimal service to patients. Likewise, midwives are advised to continue to provide maternal and child health services by complying with health protocols. Based on data reported by the Central IBI in June 2020, 974 of 9,296 PMBs were closed, maternal and child health services were temporarily suspended from PMBs who continued to provide services. Most of them did not offer midwifery services following standard health protocols. This study was conducted to describe the evaluation of midwifery service standards during the COVID-19 pandemic. The research design used a cross-sectional with chi-square statistical test to determine the standard practice of midwifery services during the covid-19 pandemic, which was analyzed descriptively. Sampling with quota sampling, with a total of 30 respondents. The research instrument used a questionnaire. The results of this study indicate that in the implementation of midwifery services according to standard health protocols during the COVID-19 pandemic, most of which were 53% carried out according to pregnancy, 67% of deliveries were not carried out according to health protocols, almost 90% of postpartum & BBL services were carried out accordingly, and 100% of family planning services are carried out according to health protocols. The conclusion is that most midwives carry out standard midwifery services during the covid-19 pandemic
PPMTKP pada guru TK di TK Melati kecamatan Buduran dan TK Tunas Bangsa kecamatan Candi kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa Timur Nurul Azizah; Siti Cholifah; Rafhani Rosydah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.555 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37498

Abstract

Pendidikan pada anak dimulai sejak usia dini, pendidikan akan terlaksana dengan apabila anak dalam kondisi sehat secara fisik dan psikologis, salah satu indikator anak sehat adalah pertumbuhan dan perkembangannya optimal. Peran mitra (guru TK) sangat penting dalam tumbuh kembang anak karena mitra dalam tugasnya memberikan stimulasi dalam bentuk kegiatan proses belajar mengajar. Mitra (guru TK Melati dan TK Tunas Bangsa) sangat sangat aktif dalam kegiatan disekolah dalam mendidik siswa, baik dalam segi pendidikan formal maupun non formal (pembentukan karakter). Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh tim pengusul pada mitra 1 didapatkan hasil bahwa terdapat siswa yang mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan, pada mitra 2 ditemukan masalah yakni mitra belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang deteksi dini masalah tumbuh kembang pada anak. Padahal terdapat beberapa cara untuk menstimulasi siswa tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan tahapan usianya. Berdasarkan permasalahan tersebut tim pengusul menawarkan solusi untuk membantu mengatasi kurangnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pemeriksaan dan cara deteksi dini masalah tumbuh kembang pada anak. Salah satu upaya yang ditawarkan oleh tim pengusul adalah memberikan informasi melalui sebuah seminar dan pelatihan/workshop beserta pendampingan pemeriksaan dan cara deteksi dini masalah tumbuh kembang pada anak. Pelaksanaan seminar dan pelatihan (workshop) tentang cara pemeriksaan dan deteksi dini adanya kelainan dan tumbuh kembang di TK Melati Buduran Sidoarjo dilaksanakan pada tanggal 18-19 Januari 2018 yang diikuti oleh kepala sekolah dan 8 guru yang terdiri dari guru PAUD dan guru TK A dan B dan pelaksanaan seminar dan pelatihan (workshop) tentang cara pemeriksaan dan deteksi dini adanya kelainan dan tumbuh kembang di TK Tunas Bangsa Durung Bedug Sidoarjo dilaksanakan pada tanggal 18-19 Februari 2018 yang diikuti oleh kepala sekolah dan 4 guru yang terdiri dari guru PAUD dan guru TK A dan B. Hasil seminar dan workshop didapatkan mitra dapat melaksanakan cara menilai deteksi dini dan kelainan tumbuh kembang pada balita secara mandiri, dan mitra dapat mengaplikasikan hal tersebut pada anak didik seterusnya selama proses belajar berlangsung.
PHBS Sekolah di Era New Normal di SDI Ash-Shiddiq Siwalan Panji Buduran Sidoarjo Nurul Azizah; Ratna Dwi Jayanti; Rafhani Rosyidah
Jurnal Abdi Medika Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Abdi Medika Desember 2021
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.991 KB)

Abstract

Sekolah merupakan sarana Pendidikan dimana para murid berkumpul untuk melaksanakan proses pembelajaran. Kegiatan tersebut merupakan hal yang biasa dilakukan, namun menjadi sebuah hal yang berisiko di masa pandemi Covid-19. Sehingga proses pembelajaran tatap muka diadakan secara daring. Pada saat ini mulai dilakukan proses pembelajaran secara tatap muka, dengan ketentuan pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan, namun belum mencukupi pola perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah setelah pandemi Covid-19. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah sudah lama dipromosikan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan. PHBS Sekolah saat new normal setelah pandemi Covid-19 menjadi sangat krusial saat siswa kembali ke sekolah. PHBS sekolah merupakan penerapan perilaku kesehatan masyarakat yang diterapkan atas kesadaran individu. Kesadaran tersebut dapat dibangun dengan sebuah kebiasaan dan budaya lingkungan sekitar. Begitupula dengan PHBS Sekolah, yang dianjurkan untuk terus diterapkan oleh seluruh siswa, dengan harapan dapat menjadi sebuah kebiasaan perilaku yang baik yakni menjalankan pola hidup bersih dan sehat baik di sekolah dirumah dan di lingkungan sekitarnya.Tujuan PHBS secara umum sama, yakni meningkatkan kesadaran untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat juga termasuk di lingkungan sekolah. Dengan demikian, masyarakat khususnya siswa disekolah dapat mencegah atau meminimalkan masalah kesehatan tertentu, termasuk penyakit menular seperti Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini yakni dengan penyuluhan dan praktik penerapan PHBS sekolah di era new normal dengan pemberian pendidikan PHBS di lingkungan sekolah kepada para guru dan murid melalui penyuluhan disertai tanya jawab, kemudian diikuti kegiatan ptaktik PHBS. Hasil yang didapatkan dari pengabdian masyarakat ini sebagian b esar siswa di SD siwalan Panji Buduran memahami tentang PHBS dan mampu mempraktikkan cuci tangan dengan benar.
PERMBERDAYAAN POSYANDU REMAJA PADA KADER KESEHATAN DESA JATI KALANG PRAMBON SIDOARJO Nurul Azizah; Paramtha Amelia Kusumawardani; Rafhani Rosyidah; Ratna Dwi Jayanti
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 6 No 02 (2023): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol6.no02.a5619

Abstract

Adolescence is a period of transition from children to adults, there are many changes experienced by adolescents, causing various kinds of problems, including reproductive health and psychology. The posyandu activities in Jati Kalang village, Prambon Sidoarjo didn’t run optimally. The community service activities are aimed at optimizing youth posyandu activities. This activity was attended by 12 health cadres and 33 adolescent organizations. This activity starts with the formation of health cadres by involving cadres and youth in Jati Kalang village and joining by workshop and training. The result of this activity indicates that the youth posyandu activities in Jati Kalang have been active again, through the formation of adolescent health cadres, and the holding of workshops and training health cadres on government programs related to youth posyandu, prevention of anemia, adolescent nutritional, adolescent reproductive health counselling and implementation five table system, as well as the delivery of medical equipment to support youth posyandu facilities. Youth posyandu activities held every 2 months at Jati Kalang village hall Prambon Sidoarjo. Conclusion: The adolescent of Jati Kalang village were very enthusiastic to participate in the youth posyandu activities. The series of activities had run fluent and received a good response from the community.
Co-Authors Abidin , M. Zaenal Achmad Khiyaril Muzadi Agnestia Naning Dian Lovita Alex Harijanto Alifia Nurfitriana Alwi Sofyan Alya Amelia Amelia Kusumawardani Andi Imran Andika Aliviameita Andika Isma Andri Ashari Arni Azis Yuliyantiningsih Audrey Gracelia Riwu Aulia, Dinda Cholifah, Cholifah Devia Aprilia Amanda Didik Setiawan Djaguna, Nurafmi Dwi Ajiatmo Dwi Nastiti E. Egriana Handayani Effy Wardati Maryam Evi Rinata Fachry Abda El Rahman Fahmawati, Zaki Nur Farida Sembiring, Ella Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda Fitrian Prila Wardani Fitriana, Farida Gunawan Zain, Satria Hajar Dewantara Hanik Mahfudloh Harum Nur Ihsani Siregar Hesti Nurlaeli Hesty Widowati Hida Salmah Fajriati Indrawati Indrawati Ivon Diah Wittiarika Jamilahtur Rohamah Jamilatur Rohmah Jayanti, Ratna Dwi Khoirotul Qiftiyah Kurnia Wahyu Ningsih Laily Nurfiana Wardhani Lely Ika Mariyati Lidya Agustin Tjondro Mela Nailul Izza Mey Prihandani Wulandari Miftahul Mushlih Mukarromatul Khoiroh Nia Lukita Arian Noor Syafaatin Udhma Novia Putri Widyawati Oswati Hasanah Pandu Tri Pangestu Paramitha Amelia K Paramitha Amelia Kusumawardani Paramtha Amelia Kusumawardani Pionera Seconda Giyanti Putri Purwanti, Yanik Putri Nirmala Rafhani Rosydah Rafhani Rosyidah Rafhani Rosyidah Rafhani Rosyidah Retno Dewi Prisusanti Rezky Padila Rif’ati Dina Handayani Rita Agustiningrum Sabila Putri Annafi Salsadila Elsa Nugroho Siti Cholifah Siti Nur Ramdaniati Sri Mukhodim Faridah Hanum Subiki Subiki Sulis Marshanda Basri Susanti Susanti Wardhana, Manggala Pasca Widi Arti Widia Lestari Yuli Endah Ferawaty Purnomo Zulhajji