Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Tren Global Penelitian Toll-like receptor 4 pada Penyakit Kardiovaskular: Analisis Bibliometrik 2017-2025 Amukti, Danang; Estiningsih, Daru; Herlina, Tetie; Kusumawardani, Nurul; Puspitasari, Ade; Amalia, Latifa; Suminingtyas, Ifa Aris; Nurinda, Eva; Nuryanti, Sundari Desi; Wulandari, Ari Susiana; Pratami, Ria Indah
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5989

Abstract

Toll-like receptor 4 (TLR4) memiliki peran penting dalam patogenesis penyakit kardiovaskular (PKV) melalui mediasi respons inflamasi. Meskipun peran molekul ini semakin dikenal, belum ada kajian bibliometrik komprehensif yang mengulas tren global publikasi terkait TLR4 dalam konteks PKV secara sistematis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika publikasi ilmiah global tentang TLR4 pada PKV dalam kurun waktu 2017–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari database Scopus dengan kata kunci “Toll-like receptor 4” dan “cardiovascular”, difilter berdasarkan judul, abstrak, dan kata kunci, serta dibatasi pada dokumen berbahasa Inggris. Sebanyak 1.939 dokumen dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix (R) dan VOSviewer untuk mengevaluasi tren publikasi, produktivitas penulis, kontribusi negara dan institusi, pemetaan kata kunci, dan artikel yang paling berpengaruh. Tiongkok mendominasi jumlah publikasi (592 dokumen), sementara Amerika Serikat mencatat pengaruh ilmiah tertinggi melalui kolaborasi internasional dan jumlah sitasi. Penulis paling produktif adalah Li Y dan Wang Y, sedangkan institusi teratas adalah Mashhad University dan Capital Medical University. Peta kata kunci menunjukkan empat klaster utama: inflamasi-imunitas, stres oksidatif-apoptosis, metabolisme, dan model hewan. Artikel paling disitasi berasal dari jurnal bereputasi tinggi seperti Signal Transduction and Targeted Therapy dan Nature Reviews Rheumatology. TLR4 merupakan target utama dalam penelitian multidisipliner dan translasi pada penyakit kardiovaskular. Hasil studi ini dapat menjadi acuan penting untuk perumusan strategi riset lanjutan dan kolaborasi global yang lebih terarah.
Analysis of total phenolic content and antioxidant activity of mahogany seed infusion (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) Pratiwi, Sindi; Emelda, Emelda; Kusumawardani, Nurul; Munir, Muhammad Abdurrahman; Azizah, Abibatul; Pothitirat, Werayut
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 4, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(4).262-272

Abstract

Background: The mahogany plant (Swietenia mahagoni) is a plant used in medicine. Mahogany seeds are also efficacious as antiseptics, antioxidants, and antimicrobials. This plant contains flavonoids, saponins, tannins, essential oils, alkaloids, and anthraquinones. The higher the phenolic content in a plant, the higher the antioxidant activity. According to previous studies, it was stated that the methanol extract of mahogany seeds has good antioxidant properties, and the phenolic compounds contained in mahogany seeds can be the main contributors to antioxidant activity.Objectives: This study aims to analyze the total phenolic content, measure the inhibition concentration 50% (IC50) and determine the antioxidant activity of mahogany (Swietenia mahagoni) seed infusion.Methods: This type of research is experimental which begins with extraction using the infusion method at a temperature of 900C for 15 minutes followed by measuring the total phenolic content by reacting the infusion preparation and the Gallic acid respectively with the Follin-ciocalteu reagent. The antioxidant activity test was carried out using the DPPH (,-diphenyl--picrylhydrazyl) free radical scavenging method. Each absorbance was measured using UV-Vis Spectrophotometry. The phenolic test was measured by making a linear regression between concentration and absorbance, followed by calculating the total phenolic content. Meanwhile, the absorbance obtained for the antioxidant test was calculated by calculating the percent inhibition. The IC50 is determined by calculating the linear regression of the relationship between concentration and percent inhibition.Result: The results of the phenolic content were 2.531 ± 0.029 mg GAE/g, the IC50 value for gallic acid was 5.54 ppm, and for mahogany seed extract, the IC50 value was 47.04 ppm, which is a very strong antioxidant.Conclusion: This study concluded that the phenolic content of mahogany seed infusion extract contained phenolic compounds equivalent to 2.531 ± 0,029 mg GAE/g of gallic acid and that mahogany seed extract had very strong antioxidant activity.
KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN KOMORBID DIABETES MELITUS YANG MENJALANI HEMODIALISIS Fauziyah, Laiza Nurannisa; Ananda, RA Dewinta Sukma; Kusumawardani, Nurul; Estiningsih, Daru
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6284

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global. salah satunya di Indonesia. Kondisi ini memiliki kaitan erat dengan komorbid Diabetes Melitus (DM). DM sebagai komorbid mempengaruhi kualitas hidup pasien. sehingga pengukuran kualitas hidup dapat membantu mengidentifikasi aspek yang terganggu dan mengukur efektivitas terapi jangka panjang yang dijalani oleh pasien. Oleh karena itu. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komorbid DM dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian cross-sectional dengan pendekatan observasional kuantitatif. Populasi penelitian ini sebanyak 122 responden. dengan sampel yang diambil sebanyak 104 responden dengan teknik purposive sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data sosiodemografi dan klinis dikumpulkan melalu Case Report Form (CRF) dan rekam medis. sedangkan kualitas hidup dinilai menggunakan kuesioner EQ-5D-3L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan komorbid DM memiliki masalah pada domain mobility (29.7%) dan self-care (18.9%). yang mencerminkan keterbatasan fisik dan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Analisis uji chi-square. menunjukkan adanya hubungan signifikan (p=0.021<0.05) antara komorbid DM dengan kualitas hidup pasien GGK (OR=1.408; 95%CI=1.017-1.951). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara komorbid DM dan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis. di mana pasien dengan DM cenderung memiliki kualitas hidup lebih rendah. terutama pada aspek mobilitas dan perawatan diri. Diperlukan edukasi. rehabilitasi. dan dukungan psikososial untuk meningkatkannya
KLASIFIKASI TANAMAN OBAT TRADISIONAL BERBASIS CITRA BUAH DAN DAUN Kusumawardani, Nurul; Danuputri, Chyquitha; Darniati; Faisal, Muhammad; A.M Hayat, Muhyiddin; S. Kuba, Muhammad Syafaat; Anggreani, Desi
PROGRESS Vol 18 No 1 (2026): April
Publisher : P3M STMIK Profesional Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56708/progres.v18i1.534

Abstract

Indonesia is a megabiodiversity country with extensive use of traditional medicinal plants; however, plant identification in natural environments remains largely manual and error-prone. Recent advances in deep learning, particularly Vision Transformer (ViT), provide a promising solution by effectively capturing global spatial features for image classification. This study applies a ViT-Base/16 model to automatically classify fruit and leaf images of Indonesian medicinal plants. The dataset comprises 1,000 field-collected images from Galung Village, West Sulawesi, covering 20 classes (10 medicinal and 10 non-medicinal plants). The model was fine-tuned using the AdamW optimizer with a learning rate of 2×10⁻⁵ and trained for 30 epochs with cosine annealing. The proposed approach achieved high performance, with 99.33% accuracy, 99.41% precision, 99.33% recall, and a 99.33% F1-score, while binary classification between medicinal and non-medicinal plants reached 100% accuracy. The system was deployed as a Flask-based web application, demonstrating reliable functionality and practical response times. Overall, the results confirm the effectiveness of Vision Transformer for medicinal plant classification under natural conditions and highlight its potential to support digital documentation, education, and the preservation of local ethnobotanical knowledge.
Gambaran Faktor Karakteristik Sosio-Demografi Terhadap Pola Pengobatan pada Pasien COVID-19 dengan Essential Hypertension di RSUD Wates Winda Dheananda Suat; Nurul Kusumawardani; Adriyanto Rochmad Basuki; Daru Estiningsih; Rizal Fauzi; Agriva Devaly Avista
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i1.3197

Abstract

Prevalensi pasien COVID-19 sebagian besar memiliki komorbid hipertensi dengan risiko untuk mengalami manifestasi lebih berat jika terinfeksi SARS-CoV-2 dan berkontribusi terhadap sebagian besar kasus kematian pada COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik faktor sosiodemografi terhadap pola pengobatan pada pasien essential hypertension dengan Infeksi COVID-19 di Instalasi Rawat Inap RSUD Wates. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengambilan data rekam medik secara retrospektif pada tahun 2020 sampai 2021 dengan jumlah sampel 106 rekam medis yang diambil dari 333 total populasi di Instalasi Rawat Inap RSUD Wates. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa COVID-19 dan memiliki komorbid essential hypertension, pasien berusia dewasa hingga lansia dengan kisaran umur antara 19-90 tahun, pasien dengan data rekam medik (RM) lengkap. Data yang didapatkan dianalisis univariat dengan persentasi karakteristik sosiodemografi dan pengobatan yang diterima pasien. Gambaran karakteristik sosio-demografi berdasarkan kategori usia dijumpai paling banyak adalah usia >65 tahun sebanyak 33,01%, jenis kelamin perempuan sebanyak 52,83%. Berdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar sekolah menengah atas (SMA) sampai sarjana dengan jumlah 43,39%, tidak bekerja sebanyak 42,45%.  Pada penelitian ini diketahui bahwa kebutuhan penggunaan obat terbanyak pada usia >65 tahun. Penggunaan antibiotik sebanyak 30,18%, antivirus sebanyak 30,18%, antikoagulan sebanyak 24,52%, dan antihipertensi sebanyak 29,24%.
Tren Global Penelitian Toll-like receptor 4 pada Penyakit Kardiovaskular: Analisis Bibliometrik 2017-2025 Danang Amukti; Daru Estiningsih; Tetie Herlina; Nurul Kusumawardani; Ade Puspitasari; Latifa Amalia; Ifa Aris Suminingtyas; Eva Nurinda; Sundari Desi Nuryanti; Ari Susiana Wulandari; Ria Indah Pratami
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5989

Abstract

Toll-like receptor 4 (TLR4) memiliki peran penting dalam patogenesis penyakit kardiovaskular (PKV) melalui mediasi respons inflamasi. Meskipun peran molekul ini semakin dikenal, belum ada kajian bibliometrik komprehensif yang mengulas tren global publikasi terkait TLR4 dalam konteks PKV secara sistematis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika publikasi ilmiah global tentang TLR4 pada PKV dalam kurun waktu 2017–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari database Scopus dengan kata kunci “Toll-like receptor 4” dan “cardiovascular”, difilter berdasarkan judul, abstrak, dan kata kunci, serta dibatasi pada dokumen berbahasa Inggris. Sebanyak 1.939 dokumen dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix (R) dan VOSviewer untuk mengevaluasi tren publikasi, produktivitas penulis, kontribusi negara dan institusi, pemetaan kata kunci, dan artikel yang paling berpengaruh. Tiongkok mendominasi jumlah publikasi (592 dokumen), sementara Amerika Serikat mencatat pengaruh ilmiah tertinggi melalui kolaborasi internasional dan jumlah sitasi. Penulis paling produktif adalah Li Y dan Wang Y, sedangkan institusi teratas adalah Mashhad University dan Capital Medical University. Peta kata kunci menunjukkan empat klaster utama: inflamasi-imunitas, stres oksidatif-apoptosis, metabolisme, dan model hewan. Artikel paling disitasi berasal dari jurnal bereputasi tinggi seperti Signal Transduction and Targeted Therapy dan Nature Reviews Rheumatology. TLR4 merupakan target utama dalam penelitian multidisipliner dan translasi pada penyakit kardiovaskular. Hasil studi ini dapat menjadi acuan penting untuk perumusan strategi riset lanjutan dan kolaborasi global yang lebih terarah.
Efektivitas Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) Dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah dan Meningkatkan Berat Badan Pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin Daru Estiningsih; Esti Nurwanti; Nurul Kusumawardani; Sri Suprapti
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6568

Abstract

Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan intervensi berbasis pangan fungsional. Porang (Amorphophallus oncophyllus) mengandung glukomanan yang berpotensi sebagai terapi adjuvan diabetes. Mengetahui efek pemberian tepung porang terhadap kadar glukosa darah dan berat badan tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Penelitian eksperimental dengan desain *pretest-posttest randomized controlled group design* menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid 0,1 mg/kgBB), porang dosis 40 mg/kgBB, dan porang dosis 400 mg/kgBB. Diabetes diinduksi dengan STZ 45 mg/kgBB intraperitoneal. Pengukuran glukosa darah dilakukan hari ke-0, 7, dan 14, sedangkan berat badan diukur hari ke-0, 3, 7, 10, dan 14. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dilanjutkan uji LSD (p<0,05). Kelompok porang dosis 400 mg/kgBB menunjukkan penurunan glukosa darah yang signifikan dari 386,00±24,99 mg/dL menjadi 101,00±21,60 mg/dL (p<0,05), serta peningkatan berat badan dari 130,00±3,24 g menjadi 147,25±12,12 g. Hasil ini setara dengan kelompok glibenklamid dan lebih baik dibandingkan kelompok porang dosis 40 mg/kgBB. Tepung porang dosis 400 mg/kgBB efektif menurunkan glukosa darah dan meningkatkan berat badan pada tikus diabetes yang diinduksi STZ.
The Role of SLC22A1 Polymorphisms in Metformin Therapeutic Response: A Bioinformatics Based Literature Review Danang Prasetyaning Amukti; Lalu Muhammad Irham; Daru Estiningsih; Nurul Kusumawardani; Barkah Djaka Purwanto; Ria Indah Pratami; Mauritz Pandapotan Marpaung
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Vol. 9 No. 01 (2026): Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/idjpcr.v9i01.23991

Abstract

Metformin is the most common first-line therapy used in the management of type 2 diabetes mellitus (T2DM). However, therapeutic response to metformin varies between individuals, which is largely influenced by genetic factors, especially polymorphisms in the SLC22A1 gene. This gene encodes the organic cation transporter 1 (OCT1), which plays a role in the transport of metformin into hepatocytes. This literature review used a bioinformatics approach to explore the impact of SLC22A1 polymorphisms on the efficacy of metformin. Genetic and pharmacogenomic data were collected from two major databases, namely PharmGKB and GTEx Portal. Relevant polymorphic variants were identified based on data that were associated with drug response. Tissue expression analysis of SLC22A1 in GTEx was used to evaluate the biological relevance of gene expression in metformin target organs. The results showed that SLC22A1 gene expression was significantly highest in liver tissue, which plays a key role in the efficacy of metformin in T2DM patients. SLC22A1 functions as a major transporter in transporting metformin into hepatocytes, where its pharmacological action occurs. Genetic variations such as rs622342, rs594709, and rs628031 can significantly affect the expression and function of these transporters, which ultimately have a direct impact on the efficacy of metformin therapy. This study emphasizes the importance of pharmacogenomic approaches in personalized medicine for T2DM patients.