Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Tren Global Penelitian Toll-like receptor 4 pada Penyakit Kardiovaskular: Analisis Bibliometrik 2017-2025 Amukti, Danang; Estiningsih, Daru; Herlina, Tetie; Kusumawardani, Nurul; Puspitasari, Ade; Amalia, Latifa; Suminingtyas, Ifa Aris; Nurinda, Eva; Nuryanti, Sundari Desi; Wulandari, Ari Susiana; Pratami, Ria Indah
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5989

Abstract

Toll-like receptor 4 (TLR4) memiliki peran penting dalam patogenesis penyakit kardiovaskular (PKV) melalui mediasi respons inflamasi. Meskipun peran molekul ini semakin dikenal, belum ada kajian bibliometrik komprehensif yang mengulas tren global publikasi terkait TLR4 dalam konteks PKV secara sistematis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika publikasi ilmiah global tentang TLR4 pada PKV dalam kurun waktu 2017–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari database Scopus dengan kata kunci “Toll-like receptor 4” dan “cardiovascular”, difilter berdasarkan judul, abstrak, dan kata kunci, serta dibatasi pada dokumen berbahasa Inggris. Sebanyak 1.939 dokumen dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix (R) dan VOSviewer untuk mengevaluasi tren publikasi, produktivitas penulis, kontribusi negara dan institusi, pemetaan kata kunci, dan artikel yang paling berpengaruh. Tiongkok mendominasi jumlah publikasi (592 dokumen), sementara Amerika Serikat mencatat pengaruh ilmiah tertinggi melalui kolaborasi internasional dan jumlah sitasi. Penulis paling produktif adalah Li Y dan Wang Y, sedangkan institusi teratas adalah Mashhad University dan Capital Medical University. Peta kata kunci menunjukkan empat klaster utama: inflamasi-imunitas, stres oksidatif-apoptosis, metabolisme, dan model hewan. Artikel paling disitasi berasal dari jurnal bereputasi tinggi seperti Signal Transduction and Targeted Therapy dan Nature Reviews Rheumatology. TLR4 merupakan target utama dalam penelitian multidisipliner dan translasi pada penyakit kardiovaskular. Hasil studi ini dapat menjadi acuan penting untuk perumusan strategi riset lanjutan dan kolaborasi global yang lebih terarah.
Peran Keterlibatan Ayah Dengan Kesepian Pada Dewasa Awal Kusumawardani, Nurul; Syakarofath, Nandy Agustin
Schema: Journal of Psychological Research Vol. 10 No. 01 (2025): SCHEMA Volume 10 No.1 Mei 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/schema.v10i01.6885

Abstract

Kesepian umumnya dialami oleh siapa saja dan kapan saja, Pada usia dewasa perasaan kesepian dapat terjadi akibat adanya ketidakpuasan pada hubungan sosial yang sedang dijalani dengan hubungan sosial yang diharapkan. Individu yang gagal dalam menjalin hubungan yang intim di masa dewasa awal ini, maka akan mengalami isolasi. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kesepian adalah peran keterlibatan ayah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keterlibatan ayah dengan kesepian pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah subjek sebanyak 200 orang yang berusia 18-25 tahun dan diambil menggunakan metode accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala Father Involvement Scale and Nurturant Fathering Scale dan UCLA Loneliness Scale versi 3 dengan metode analisis regresi lienar berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh keterlibatan ayah terhadap kesepian pada dewasa awal, didapatkan nilai Sig 0.000 (F=14.559, P=<0.05, β=0.182) dengan sumbangan efektif sebesar 18.2%. Dengan demikian dapat dipahami bahwa keterlibatan ayah dalam keluarga mamu memprediksi pengalaman kesepian anak-anaknya ketika mereka memsuki usia dewasa.
KEPATUHAN MENGKONSUMSI SUPLEMEN ZAT BESI BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA KEHAMILAN Kusumawardani, Nurul
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i2.1376

Abstract

AbstrakKondisi kehamilan memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia defisiensi zat besi. Hal ini dikarenakan, kebutuhan zat besi meningkat secara signifikan namun tidak diimbangi dengan penyimpanan zat besi di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat kepatuhan ibu hamil dengan metode pill count dan self report dalam mengkonsumsi suplemen zat besi serta hubungannya terhadap kejadian anemia pada kehamilan. Penelitian ini merupakan descriptive correlation study dengan rancangan case-control design, dimana sampel pada penelitian ini terbagi menjadi kelompok kasus (ibu hamil dengan anemia) dan kontrol (ibu hamil tanpa anemia). Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode consecutive sampling, hingga didapatkan 68 responden usia kehamilan trimester III yang rutin melakukan antenatal care (ANC) sejak awal kehamilan di Puskesmas Jetis, Kota Yogyakarta pada bulan Februari 2019. Keseluruhan responden terbagi menjadi dua kelompok, masing-masing sebanyak 34 responden. Analisis statistika yang digunakan untuk merumuskan hasil penelitian ini adalah Chi-square (X2 test) dengan Spearman's rank correlation coefficient (ρ) untuk mengetahui kekuatan dan arah korelasi antara kejadian anemia dengan tingkat kepatuhan responden berdasarkan metode pill count. Hasilnya menunjukkan bahwa responden yang tidak patuh mengkonsumsi suplemen zat besi berhubungan bermakna dengan kejadian anemia (X2=11,56; p=0,001 (p<0,050)), odd ratio (OR) = 10,79; 95%CI 2,25-51,66 dan memiliki arah korelasi positif dengan kekuatan sedang (ρ=0,412, p=0,001), sehingga dapat disimpulkan bahwa ibu hamil yang tidak patuh akan berisiko 10 kali lipat mengalami anemia (Hb<11,5 g/dL) pada masa kehamilan. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa pentingnya mengkonsumsi suplemen zat besi untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil.Kata Kunci: anemia, hemoglobin, kehamilan, kepatuhan, suplemen zat besi AbstractWomen with pregnancy have a higher risk of developing anemia with iron deficiency. This condition is due to the maternal body requirements for a significant iron, but the intake and storage of iron in the body are inadequate. The aim of this study was to describe the compliance of pregnant women in consuming iron supplement and correlation with anemia in pregnancy. The purpose of the study to describe the compliance of pregnant women in consuming iron supplements and its relationship with the incidence of anemia in pregnancy. This study is a descriptive correlation study with a case-control design. The sampling technique used was non-probability sampling with the consecutive sampling method, so that 68 respondents of pregnancy in their third trimester who routinely performed antenatal care (ANC) since the beginning of pregnancy at Primary Health Center Jetis, Yogyakarta City in February 2019. Chi-square statistical analysis (X2 test) with Spearman's rank correlation coefficient (ρ) to determine the strength and direction of the correlation between anemia and respondent compliance based on the pill count method. The results showed that respondents who did not adhere with iron supplements had a significant relationship with the incidence of anemia (X2 = 11.56; p-value= 0.001 (p-value<0.050)), odds ratio (OR) = 10.79; 95% CI 2.25-51.66 and has a positive correlation direction with moderate strength (ρ-value= 0.412, p-value = 0.001), so it can be concluded that pregnant women who are not adherent will have 10 times the risk of experiencing anemia (Hb 11.5 g/dL) during pregnancy. Keyword: anemia, hemoglobin, pregnancy, adherence, iron supplements
Gambaran Faktor Karakteristik Sosio-Demografi Terhadap Pola Pengobatan pada Pasien COVID-19 dengan Essential Hypertension di RSUD Wates Suat, Winda Dheananda; Kusumawardani, Nurul; Basuki, Adriyanto Rochmad; Estiningsih, Daru; Fauzi, Rizal; Avista, Agriva Devaly
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i1.3197

Abstract

Prevalensi pasien COVID-19 sebagian besar memiliki komorbid hipertensi dengan risiko untuk mengalami manifestasi lebih berat jika terinfeksi SARS-CoV-2 dan berkontribusi terhadap sebagian besar kasus kematian pada COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik faktor sosiodemografi terhadap pola pengobatan pada pasien essential hypertension dengan Infeksi COVID-19 di Instalasi Rawat Inap RSUD Wates. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengambilan data rekam medik secara retrospektif pada tahun 2020 sampai 2021 dengan jumlah sampel 106 rekam medis yang diambil dari 333 total populasi di Instalasi Rawat Inap RSUD Wates. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa COVID-19 dan memiliki komorbid essential hypertension, pasien berusia dewasa hingga lansia dengan kisaran umur antara 19-90 tahun, pasien dengan data rekam medik (RM) lengkap. Data yang didapatkan dianalisis univariat dengan persentasi karakteristik sosiodemografi dan pengobatan yang diterima pasien. Gambaran karakteristik sosio-demografi berdasarkan kategori usia dijumpai paling banyak adalah usia >65 tahun sebanyak 33,01%, jenis kelamin perempuan sebanyak 52,83%. Berdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar sekolah menengah atas (SMA) sampai sarjana dengan jumlah 43,39%, tidak bekerja sebanyak 42,45%.  Pada penelitian ini diketahui bahwa kebutuhan penggunaan obat terbanyak pada usia >65 tahun. Penggunaan antibiotik sebanyak 30,18%, antivirus sebanyak 30,18%, antikoagulan sebanyak 24,52%, dan antihipertensi sebanyak 29,24%.
Uji Parameter Standarisasi dan Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Dari Kebun Tanaman Obat Farmasi Universitas Ata Yogyakarta dengan Metode DPPH emelda, emelda; Wulandari, Metha; Nuryanti, Sundari Desi; Estiningsih, Daru; Kusumawardani, Nurul
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.4984

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk menetralkan radikal bebas, molekul reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel biologis. Salah satu tanaman yang memiliki potensi antioksidan yang signifikan adalah bunga telang. Tanaman ini mengandung berbagai metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antioksidan.Proses standarisasi diperlukan untuk memastikan kualitas dan konsistensi ekstrak bunga telang dalam pembuatan sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter standarisasi serta aktivitas antioksidan dari ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang diperoleh dari tanaman obat farmasi Universitas Alma Ata dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium. Ekstrak etanol bunga telang dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dengan perbandingan bahan tanaman terhadap pelarut sebesar 1:10. Penelitian mencakup uji standarisasi spesifik dan non-spesifik untuk menilai kualitas ekstrak, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH untuk menentukan potensi ekstrak dalam menangkal radikal bebas. Ekstrak etanol 70% bunga telang memenuhi standarisasi parameter spesifik (organoleptik, mikroskopik, skrining fitokimia)  dan non-spesifik (susut pengeringan, bobot jenis, kadar abu). Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol bunga telang diukur dengan nilai IC50 dan diperoleh hasil sebesar 58,78 ppm. Berdasarkan nilai IC50 tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga telang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kualitas Hidup Pasien PROLANIS Program Rujuk Balik Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Hipertensi di Puskesmas Minggir pada Masa Pandemi COVID-19 Rahmawati, Dewi Astri; Nurinda, Eva; Kusumawardani, Nurul; Wahyuningsih, Wahyuningsih
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5862

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus terus meningkat setiap tahunnya dan menjadi perhatian khusus. Pengetahuan pasien yang meningkat akan meningkatkan kesadaran diri dari segi kesehatan, mengubah gaya hidup lebih sehat, patuh dengan terapi yang dijalankan yang akan meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat dengan kualitas hidup pasien PROLANIS PRB (Program Rujuk Balik) diabetes mellitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Minggir. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional non eksperimental dengan rancangan penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling pada sebanyak 79 responden menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat dan kuesioner WHOQoL-BREF, kemudian data dianalisis dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup responden baik sebesar 41 orang (51,9%) dan kualitas hidup buruk sebesar 38 orang (48,1%). Tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat tinggi sebesar 44 responden (55,7 %), dan rendah sebesar 35 responden (44,3%). Hasil uji Chi-square antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup pada domain tingkat pengetahuan penyakit p-value=0,232(p>0,05), domain tingkat pengetahuan penggunaan obat p-value=0,620 (p>0,05), tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat p-value=0,598 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat dengan kualitas hidup pasien PROLANIS Program Rujuk Balik diabetes mellitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Minggir.
Tren Global Penelitian Toll-like receptor 4 pada Penyakit Kardiovaskular: Analisis Bibliometrik 2017-2025 Amukti, Danang; Estiningsih, Daru; Herlina, Tetie; Kusumawardani, Nurul; Puspitasari, Ade; Amalia, Latifa; Suminingtyas, Ifa Aris; Nurinda, Eva; Nuryanti, Sundari Desi; Wulandari, Ari Susiana; Pratami, Ria Indah
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5989

Abstract

Toll-like receptor 4 (TLR4) memiliki peran penting dalam patogenesis penyakit kardiovaskular (PKV) melalui mediasi respons inflamasi. Meskipun peran molekul ini semakin dikenal, belum ada kajian bibliometrik komprehensif yang mengulas tren global publikasi terkait TLR4 dalam konteks PKV secara sistematis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika publikasi ilmiah global tentang TLR4 pada PKV dalam kurun waktu 2017–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari database Scopus dengan kata kunci “Toll-like receptor 4” dan “cardiovascular”, difilter berdasarkan judul, abstrak, dan kata kunci, serta dibatasi pada dokumen berbahasa Inggris. Sebanyak 1.939 dokumen dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix (R) dan VOSviewer untuk mengevaluasi tren publikasi, produktivitas penulis, kontribusi negara dan institusi, pemetaan kata kunci, dan artikel yang paling berpengaruh. Tiongkok mendominasi jumlah publikasi (592 dokumen), sementara Amerika Serikat mencatat pengaruh ilmiah tertinggi melalui kolaborasi internasional dan jumlah sitasi. Penulis paling produktif adalah Li Y dan Wang Y, sedangkan institusi teratas adalah Mashhad University dan Capital Medical University. Peta kata kunci menunjukkan empat klaster utama: inflamasi-imunitas, stres oksidatif-apoptosis, metabolisme, dan model hewan. Artikel paling disitasi berasal dari jurnal bereputasi tinggi seperti Signal Transduction and Targeted Therapy dan Nature Reviews Rheumatology. TLR4 merupakan target utama dalam penelitian multidisipliner dan translasi pada penyakit kardiovaskular. Hasil studi ini dapat menjadi acuan penting untuk perumusan strategi riset lanjutan dan kolaborasi global yang lebih terarah.
Efektivitas Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) Dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah dan Meningkatkan Berat Badan Pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin Estiningsih, Daru; Nurwanti, Esti; Kusumawardani, Nurul; Suprapti, Sri
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6568

Abstract

Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan intervensi berbasis pangan fungsional. Porang (Amorphophallus oncophyllus) mengandung glukomanan yang berpotensi sebagai terapi adjuvan diabetes. Mengetahui efek pemberian tepung porang terhadap kadar glukosa darah dan berat badan tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Penelitian eksperimental dengan desain *pretest-posttest randomized controlled group design* menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid 0,1 mg/kgBB), porang dosis 40 mg/kgBB, dan porang dosis 400 mg/kgBB. Diabetes diinduksi dengan STZ 45 mg/kgBB intraperitoneal. Pengukuran glukosa darah dilakukan hari ke-0, 7, dan 14, sedangkan berat badan diukur hari ke-0, 3, 7, 10, dan 14. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dilanjutkan uji LSD (p<0,05). Kelompok porang dosis 400 mg/kgBB menunjukkan penurunan glukosa darah yang signifikan dari 386,00±24,99 mg/dL menjadi 101,00±21,60 mg/dL (p<0,05), serta peningkatan berat badan dari 130,00±3,24 g menjadi 147,25±12,12 g. Hasil ini setara dengan kelompok glibenklamid dan lebih baik dibandingkan kelompok porang dosis 40 mg/kgBB. Tepung porang dosis 400 mg/kgBB efektif menurunkan glukosa darah dan meningkatkan berat badan pada tikus diabetes yang diinduksi STZ.
Analisis Hubungan Kepatuhan Suplementasi Tablet Besi Dengan Karakteristik Ibu Melahirkan Bayi Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Wonosari Yogyakarta Herlina, Tetie; Prillia, Wiwi Kustio; Amukti, Danang Prasetyaning; Suminingtyas, Ifa Aris; Kusumawardani, Nurul
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.34945

Abstract

Low birth weight (LBW) is a leading cause of neonatal mortality, especially in developing countries. Previous studies have not comprehensively assessed the role of maternal adherence to iron tablet consumption, gestational age, maternal age, and anemia status. This study aims to analyze the relationship between adherence to iron tablet consumption and the characteristics of mothers who gave birth LBW at Wonosari Regional Hospital, Yogyakarta. This is a retrospective analytical study with a cross-sectional design on 47 pregnant women who gave birth  LBW between October 2024 and March 2025. Data collection involved the use of an adherence questionnaire to assess adherence to iron supplementation, as well as secondary data obtained from patient medical records. Statistical analysis was performed using the chi-square test to determine the relationship between variables. The results showed no statistically significant association between adherence to iron supplementation (p=0.74), maternal age (p=0.34), or anemia status (p=0.36) with LBW. However, there was a strong and statistically significant association between gestational age and LBW (p < 0.001), which showed that preterm birth is a major risk factor for LBW. In conclusion, gestational age was significantly associated with LBW, while adherence to iron supplementation, maternal age, and anemia status were not. Preventing preterm birth should be a primary focus in strategies aimed at reducing the incidence of LBW.
Peran Posyandu Remaja Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Kesehatan Remaja di Dusun Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul Vitara, Debby; Munarsih, Dena; Khatimah, Husnul; Pratama, Haka R; Pratama, Aditya Mandala; Nawawi, Bismi Ratu Fortuna; Wardani, Astin Eka; Yanhari, Apriza Dwi; Lestari, Masbani Ajeng; Fakhrurrozi, Muhammad; Maulida, Milati Nurul; Silvianita, Novi; Ratih, Ratih; Zahro, Siti; Fauzi, Rizal; Kusumawardani, Nurul; Rusiyono, Ruwet; Mustakim, Muh.
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(1).20-23

Abstract

Youth Posyandu is a public health effort that is managed with the aim of organizing to improve health and healthy life skills in adolescents. The establishment of Youth Poyandu aims to be a forum for improving adolescent reproductive health and increasing adolescent health needs. Based on previous implementation studies, some teenagers do not know anything about reproductive health, such as the risk of menstruation and irresponsible sexual activity. Youth Posyandu is optimal, it is not done. Thus, the Youth Posyandu was formed in Guwosari Hamlet, Iroyudan Village, Pajangan District. In practice, Poyandu youth leaders are selected through a deliberation process. From the results of the formation of the youth Posyandu, it is known that there are two posyandu administrators, namely six youth cadres who later became an extension of their duties under the supervision of the Iroyudan Health Center. According to the agreement, the Posyandu will be held every three weeks. The activity began with the provision of counseling for the Youth Posyandu and disseminated in the first activity the counseling material for the Youth Posyandu on adolescent reproductive health. It is hoped that the establishment of the youth Posyandu can improve adolescent health and increase knowledge about adolescent reproductive health.Keywords: youth posyandu, adolescent reproductive health, youth cadres