Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Marine Research

MORFOMETRI DAN KOMPOSISI ISI LAMBUNG IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) YANG DIDARATKAN DI PANTAI PRIGI JAWA TIMUR Adina Feti Nuraini; Adi Santoso; Sri Redjeki
Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.852 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.4968

Abstract

Ikan tuna sirip kuning mempunyai panjang cagak (fork-length) sepanjang 70 cm, 90 cm, 155 cm hingga yang terpanjang yang pernah tercatat 210 cm. Ikan tuna yang ditemukan di PPN Prigi memiliki ukuran yang beragam. Penelitian ini dapat memberikan informasi kondisi morfometri ikan tuna sirip kuning dari kelas panjang yang ditemukan di perairan pantai Prigi dan kebiasaan makan (food habits) ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek. 71 ekor sampel ikan tuna sirip kuning diambil pada bulan September – November 2013 dari pengepul di pantai Prigi, untuk selanjutnya di lakukan pengukuran panjang total, berat tubuh dan analisis hubungan panjang-berat serta analisis isi lambung dengan metode frekuensi kejadian, metode volumetrik dan indeks preponderance. Kisaran panjang ikan tuna sirip kuning terdiri atas kisaran panjang kelas kecil 17 cm – 37 cm dengan komposisi organisme dalam lambung yang banyak ditemukan adalah udang dan ikan kecil, sedangkan kisaran panjang kelas sedang 38 cm – 58 cm komposisi organisme dalam lambung adalah ikan dan kisaran panjang kelas besar 59 cm – 78 cm dengan komposisi organisme yang banyak adalah ikan. Penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa nilai dari perhitungan regresi sederhana hubungan panjang dan berat ikan tuna sirip kuning di perairan pantai Prigi bersifat allometrik negatif dengan nilai slope b sebesar 2,9518.
Struktur Komunitas Gastropoda Di Tracking Mangrove Kemujan, Taman Nasional Karimunjawa Syaiful Imam; Adi Santoso; Rudhi Pribadi
Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.146 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11420

Abstract

Taman Nasional Karimunjawa merupakan kawasan pelestarian alam dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Ekosistem mangrove Taman Nasional Karimunjawa yang sebelumnya kawasan perlindungan tertutup akan dijadikan kawasan terbuka untuk ekowisata dengan membangun Tracking Mangrove. Keberadaan Tracking Mangrove diduga akan berpengaruh terhadap kondisi ekologis gastropoda, sehingga perlu dilakukan pengkajian di lokasi ini  agar datanya dapat dijadikan baseline untuk memonitoring kondisi lingkungan yang akan dijadikan kawasan ekowisata mangrove.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui data struktur komunitas gastropoda di Tracking Mangrove Kemujan, Taman Nasional Karimunjawa, Jepara. Penelitian di Tracking Mangrove Kemujan dilakukan di 8 stasiun. Penentuan lokasi sampling dengan metode purposive sampling method dan pengambilan sampel menggunakan metode kualitatif pada transek 5 m x 5 m.Hasil penelitian ditemukan 8 spesies gastropoda dari 5 famili. Jenis yang paling mendominasi adalah Cerithidea cingulata cingulata. Rata-rata kelimpahan gastropoda pada seluruh stasiun berkisar (55–179 ind/25 m2). Indeks Keseragaman (e) termasuk dalam kategori tinggi (0,65–093). Indeks Dominansi (C) menunjukkan tidak adanya dominansi dari jenis tertentu secara umum (0,07–0,80). Pola Sebaran di lokasi penelitian menunjukkan pola sebaran mengelompok (100 %) dan Indeks Kesamaan Komunitas antar stasiun penelitian berkisar (50 %–100 %) yang termasuk dalam kategori sedang – sangat tinggi
Studi Akumulasi Logam Timbal (Pb) dan Efeknya Terhadap Kandungan Klorofil Daun Mangrove Rhizophora mucronata Aulia Dewi Puspita; Adi Santoso; Bambang Yulianto
Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.225 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i1.4596

Abstract

Mangrove is a coastal plant which is vurneable to heavy metal pollution , whether from land or from the sea . More industrial development resulted in high levels of waste pollution .Various industrial waste into coastal waters will threat coastal vegetation like as mangrove. Rhizophora mucronata is one kind of mangrove with the highest population and is most often found around the coastal areas. Many industrial activities dischange lead (Pb), where Pb is one of the heavy metals that can not be degraded, can be accumulated in organism. This study aimed to know the accumulation of plumbum in mangrove the influence of difference concentration of Pb and exposure duration on chlorophyll content of R. mucronata mangrove leaves. The research was conducted in July-August 2012 at the Marine Science Campus , Faculty of Fisheries and Marine Science , Diponegoro University , Semarang. Mangrove saplings used was R. mucronata ± 8 months old . Mangrove test was placed on the test media with concentrations of 20 , 100 , and 500 ppm . Each treatment was triplicates and analysis for chlorophyll content was done every 10 days. The results of study can be concluded that the greater Pb concentration the longer the exposure time could decrease of chlorophyll content. But despite the amount of chlorophyll decreased, based on the calculation of the value of phytoremediation (FTD) R. mucronata still be potencial to reduce pollutant movement of Pb in soil/sediment/
Studi Akumulasi Logam Tembaga (Cu) dan Efeknya terhadap Struktur Akar Mangrove (Rhizophora mucronata) Irwan Dedy; Adi Santoso; Irwani Irwani
Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.142 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i4.3678

Abstract

Copper metal (Cu) is one of the heavy metals that can contaminate the environment, especially water. Cu is a heavy metal which is harmful to human health, but Cu is also needed in our life as trace elements. This study aimed to determine the effect of Cu contaminants with different concentrations on the root structure of the mangrove seedlings Rhizophora mucronata for 30 days of observation. Rhizophora mucronata is taken from Tapak village, Tugu, Semarang, Central Java. The research was carried out from June to August 2012 at the Marine Science Campus of Diponegoro University Semarang. A laboratory experiment research was conducted on the effect of different Cu concentrationt (20, 100 and 500 ppm) and different exposure material (10, 20 and 30 days) on the root structure of mangrove Rhizophora mucronata. Root structure using microscopy observations performed at the Laboratory of Plant Faculty of Science and Mathematics, Diponegoro University. The result demonstrated that the root of epidermis, cortex, endodermis, xylem and phloem had no effect on their structure after exposure to concentration of Cu of 20, 100 and 500 ppm since there were not change on their shape compared to the control.