Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pendampingan Pelatihan Pembuatan Teh Celup Kunyit Hitam (Curcuma caesia) Sebagai Terapi Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus di RT 02, Dusun Blembem Kel. Plesungan Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah Tri Wijayanti; Argo Widianto; Aljufri Mahmud; Khofifah Maharani; Yurita Werdiningsih Hutami; Jason Merari Peranginangin; Dewi Ekowati; Ika Purwidyaningrum; Narimo
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2604

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Pendampingan Pelatihan Pembuatan Teh Celup Kunyit Hitam (Curcuma caesia) sebagai Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus” bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga RT 02, Dusun Blembem, Plesungan, Karanganyar, Jawa Tengah, dalam memanfaatkan kunyit hitam untuk menurunkan kadar glukosa darah. Dilaksanakan pada 30 Mei 2025 pukul 08.00–10.00 WIB di rumah ketua RT, kegiatan ini melibatkan 30 ibu-ibu PKK. Persiapan meliputi perizinan kepala desa, survei lokasi, dan sosialisasi. Metode demonstrasi dan contoh digunakan untuk penyuluhan manfaat kunyit hitam sebagai antidiabetik, antiinflamasi, dan antioksidan, serta praktik pembuatan teh celup. Peserta antusias mengikuti sesi, praktik, dan mencoba seduhan teh. Kegiatan berlangsung lancar, meningkatkan pemahaman tentang obat tradisional dan keterampilan membuat produk herbal sederhana, berpotensi sebagai solusi kesehatan dan produk lokal.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD DALAM TINJAUAN LITERATURE REVIEW Ajeng Cahyarini, Hernita; Tri Wijayanti; Pipit Feriani Wiyoko
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 10 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i10.437

Abstract

Permasalahan kependudukan yang dihadapi Indonesia adalah jumlah penduduk yang besar, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, persebaran penduduk yang tidak merata, struktur penduduk yang masih muda, dan kualitas penduduk yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD berdasarkan hasil literature review. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Pencarian jurnal menggunakan database Google Scholar, Proquest, BioMed Central, DOAJ dan NCBI, dengan mengambil 15 jurnal penelitian. Jurnal dianalisis menggunakan metode Duffy’s Critical Appraisal Research dengan metode format penilaian Research Appraisal Checklist (RAC) yang berisi 51 item pertanyaan untuk menilai kekuatan jurnal tersebut. Hasil penelitian didapatkan dari 15 jurnal menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah kepustakaan bagi institusi pendidikan sebagai bahan ajar dan bahan bacaan, menambah ilmu pengetahuan akseptor dalam menggunakan alat kontrasepsi IUD, meningkatkan komunikasi dengan suami untuk mendapatkan persetujuan menggunakan alat kontrasepsi IUD, serta menjadi acuan untuk pengembangan penelitian selanjutnya mengenai hubungan dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD.
Evaluation of the Implementation of Pharmaceutical Service Standards at the Keerom District Health Center, Indonesia Imba, Farhan; Wiwin Herdwiani; Tri Wijayanti
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 4 No. 2 (2024): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v4i2.545

Abstract

Pharmaceutical services are an integral part of health services that focus on optimizing drug use to achieve optimal therapeutic results. Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 73 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards at Health Centers is a reference in providing quality pharmaceutical services. This study aims to evaluate the implementation of pharmaceutical service standards at the Keerom District Health Center. This research uses a descriptive method. Data was collected through questionnaires and observation sheets at 6 Health Centers in Keerom District. Data were analyzed using SPSS to calculate percentages and average values. The research results show that the level of implementation of pharmaceutical service standards at the Keerom District Health Center is in the good category with an average value of 78-84%. The categories with the highest scores are the pharmaceutical preparation management category (84%) and the drug information services category (82%). The category with the lowest score is the quality assurance category (78%). In conclusion, the overall implementation of pharmaceutical service standards at the Keerom District Health Center has reached the good category. Improvement efforts need to be made in several categories, such as quality assurance, to achieve optimal pharmaceutical services.
Analysis of the Quality of Pharmaceutical Services at Outpatient Health Centers, East Sumba Regency, Indonesia Talalab, Silvia Claudia; Jason M. Peranginnangin; Tri Wijayanti
Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Vol. 4 No. 2 (2024): Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/oaijmr.v4i2.550

Abstract

Public administration services are one way to demonstrate maximum government performance in providing welfare and meeting community needs. One important sector in public services is pharmaceutical services at Health Centers. This research uses a descriptive method with a cross-sectional design. Primary data was obtained through observation, interviews and documentation. Secondary data was obtained from the 2022 Health Centers Medicine Usage Report and Request Sheet (LPLPO) and the 2021 Health Centers Drug Requirements Plan (RKO). Of the 28 indicators of the quality of pharmaceutical services, 15 of the third indicators of the Health Centers meet the standards, 10 of the third indicators of the Health Centers do not meet the standards, 1 indicators only one Health Center meets and 2 indicators only two Health Centers fulfill. Factors that influence the quality of management of pharmaceutical preparations at the East Sumba Regency outpatient Health Centers are human resources that do not come from pharmacy. The quality of pharmaceutical services at the East Sumba Regency outpatient Health Centers still needs to be improved. Pharmacists are needed as pharmaceutical personnel to maximize pharmaceutical services to the community.
17-2 EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DAN PERBAIKAN BERDASARKAN DIAGRAM FISHBONE DI DINAS KESEHATAN KOTA X TAHUN 2024 Yunartika Puspitasari; Jason Merari Peranginangin; Tri Wijayanti
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan obat yang efektif dan efisien merupakan komponen penting dalam mendukung layanan kesehatan yang berkualitas, khususnya di tingkat pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota X berdasarkan indikator standar, mengidentifikasi indikator yang tidak sesuai, menetapkan prioritas masalah menggunakan metode Hanlon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif dengan metode pengumpulan data melalui studi retrospektif terhadap dokumen pengelolaan obat tahun 2024, dokumentasi dan observasi data tahun 2025, serta wawancara mendalam dengan pihak terkait. Data dianalisis berdasarkan standar indikator nasional pengelolaan obat dan analisis isi (content analysis). Skala prioritas masalah ditentukan menggunakan metode Hanlon. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 30 indikator yang dianalisis, sebanyak 60% tidak memenuhi standar. Masalah dengan prioritas tertinggi adalah ketidaksesuaian item obat dengan Formularium Nasional (FORNAS), yang berdampak sistemik terhadap indikator lainnya. Penyebab utama masalah meliputi keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan pelatihan mengenai FORNAS, belum adanya seleksi dan validasi FORNAS yang terstandar di tingkat kota, ketidaksesuaian alokasi anggaran dengan kebutuhan, belum optimalnya sistem informasi, tekanan dari penulis resep untuk pengadaan obat non-FORNAS, serta tidak adanya sistem monitoring dan evaluasi secara berkala. Tindak lanjut yang dirumuskan antara lain pengusulan penambahan SDM, pelatihan teknis, peningkatan koordinasi lintas sektor, pengembangan sistem aplikasi yang ada, optimalisasi anggaran, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara rutin.
SOSIALISASI PHBS BERBASIS ANAK SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DI DESA MEKARJATI Faat Nasyiruddin; Pipit Amaliyah; Ussi Yuliana; Nurmalasari; Tri Wijayanti; Ahmad Yusuf; Diah Khosyatillah; Fais Firdaus; Johadhid Akmal Arif; Caskani
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/xrmfea26

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) serves as a vital foundation for public health. In practice, rural community awareness of PHBS, particularly in waste management and sorting, remains low. This community service activity positions school-age children as change agents who actively disseminate PHBS values to their families and communities. Implementation included direct socialization at six activity points, interactive lectures, blackboard instruction, and hands-on educational games using real waste materials to distinguish organic from inorganic waste. The program reached 248 participants from SDN Cipedang Bunder Grades 5 and 3, SDN Babakan Jati, Yayasan Islam An-Nur, Yayasan Dharma Satya Graha, and the Mekarjati Village Hall as the culminating event. Evaluations revealed significant knowledge improvement: participants correctly identifying the PHBS acronym rose from 13.7% to 92.7%. Through a domino effect, the program potentially reaches over 990 adults indirectly. These findings confirm that child-based PHBS education is an effective and efficient long-term social investment.