Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : MATHEdunesa

PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIKA TULIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT Rima Maisyah Ridwanah; Masriyah Masriyah
MATHEdunesa Vol 9 No 3 (2020): Jurnal Mathedunesa Volume 9 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.103 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v9n3.p595-606

Abstract

Kompetensi komunikasi siswa haruslah menjadi fokus utama guru karena termasuk dalam salah satu tujuan kurikulum 2013 dalam pembelajaran matematika. Komunikasi berperan penting dalam pemecahan masalah matematika. Untuk mengomunikasikan pemecahan masalah yang baik, maka dibutuhkan komunikasi matematika dengan baik. Faktor yang mempengaruhi siswa dalam pemecahan masalah salah satu adalah gaya kognitif. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan profil komunikasi matematika tulis siswa dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan gaya kognitif field dependent (FD) dan field independent (FI) yang dimiliki siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di UPT SMP Negeri 5 Gresik. Penelitian ini menggunakan instrument Tes Kemampuan Matematika (TKM), Tes GEFT, dan Tes Komunikasi Matematika Tulis (TKMT). TKM digunakan untuk memilih subjek penelitian sehingga setiap subjek penelitian memiliki kemampuan matematika tinggi yang setara. Tes GEFT digunakan untuk mengelompokkan siswa dengan gaya kognitif FD dan FI. Sedangkan TKMT berguna untuk mendeskripsikan profil komunikasi matematika tulis siswa dalam pemecahan masalah. Teknik analisis data terdiri dari analisis tes TKM, GEFT, dan TKMT. Ada dua subjek dalam penelitian ini yaitu, satu subjek gaya kognitif field dependent (FD) dan satu subjek gaya kognitif field independent (FI). Dua siswa tersebut diberikan tes komunikasi matematika tulis untuk memperoleh data komunikasi matematika tulis siswa. Pada penelitian ini diperoleh hasil dimana gaya kognitif FI memiliki komunikasi matematika tulis dengan uraian: subjek SFI dalam memahami masalah menuliskan hal-hal yang diketahui serta ditanyakan secara akurat, lengkap, dan lancar. Selanjutnya, subjek SFI membuat rencana penyelesaian dengan menuliskan strategi pemecahan masalah, istilah/notasi, dan membuat gambar atau sketsa secara akurat, lengkap, dan lancar. Dalam tahap melaksanakan rencana penyelesaian, subjek SFI menuliskan tahap-tahap perhitungan dengan akurat, lengkap, dan lancar. Selanjutnya pada tahap memeriksa kembali, kesimpulan dituliskan secara akurat, lengkap, dan lancar oleh subjek SFI. Di sisi lain subjek dengan gaya kognitif FD memiliki komunikasi matematika tulis dengan uraian: Subjek SFD dalam memahami masalah menuliskan hal-hal yang diketahui serta ditanyakan secara akurat, lengkap, dan tidak lancar. Selanjutnya, subjek SFD membuat rencana penyelesaian dengan menuliskan strategi pemecahan masalah secara tidak akurat, tidak lengkap, dan tidak lancar. Sedangkan dalam menuliskan istilah atau notasi dan membuat gambar atau sketsa secara akurat, lengkap, dan lancar. Dalam tahap melaksanakan rencana penyelesaian, subjek SFD menuliskan tahap-tahap perhitungan dengan tidak akurat, lengkap, dan tidak lancar. Selanjutnya pada tahap memeriksa kembali, kesimpulan dituliskan secara tidak akurat, tidak lengkap, dan tidak lancar oleh subjek SFD. Berdasarkan deskripsi dan hasil analisis dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa gaya kognitif field dependent dan field independent dapat mempengaruhi komunikasi tulis siswa dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu, penting bagi guru dan siswa untuk mengetahui komunikasi matematika tulis agar dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman dalam pemecahan masalah.
PROFIL PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP DALAM PEMECAHAN MASALAH ARITMETIKA SOSIAL BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA YULIANA DWI RAHMAWATI; Masriyah Masriyah
MATHEdunesa Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.568 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n1.p110-120

Abstract

Mathematical reasoning is the ability to think about mathematical problems, namely by thinking logically about mathematical problems to get conclusions about problem solutions. There are several factors that can affect students' mathematical reasoning, including mathematical abilities. Dissimilarity of students' mathematical abilities allows for dissimilarity in their mathematical reasoning abilities. So, this research intends to describe students' mathematical reasoning abilities in solving social arithmetic problems based on dissimilarity in mathematical abilities. The purpose of this research was to describe qualitative data about the mathematical reasoning abilities of students with high, medium, or low abilities in solving social arithmetic problems. The instrument used was the Mathematical Ability Test to determine the three research subjects, followed by a Problem Solving Test to get qualitative data about students' mathematical reasoning abilities, then interviews to get deeper data that was not obtained through written tests. Thus, the research data were analyzed using mathematical reasoning indicators. From the result of data analysis, it was found that all students understood the problem well. Students with high and medium mathematical abilities are determining and implementing problem solving strategies properly, namely writing down the step for solving them correctly and making accurate conclusions by giving logical argumens at aech step of the solution. However, students with low mathematical abillities have difficulty in determining and implementing problem solving strategies because they do not understand the concept, thus writing the steps to solve the problems incorrectly and not giving accurate conclusions about the correctness of the solution. Keywords: mathematical reasoning, problem solving, mathematical abilities
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI ALJABAR KELAS VII SMP DARI PERBEDAN JENIS KELAMIN indah puspita; Masriyah Masriyah
MATHEdunesa Vol 10 No 3 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.259 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n3.p448-457

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar pada materi aljabar kelas VII dari perbedaan jenis kelamin. Subjek penelitian terdiri dari dua siswa SMP kelas VII dengan jenis kelamin laki – laki dan perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes tulis materi aljabar, dan melakukan wawancara pada siswa terkait pengerjaan tes tulis yang telah dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah siswa laki – laki memiliki kesulitan lebih banyak dari pada siswa perempuan. Siswa laki – laki tidak mengalami kesulitan ketika memecahkan soal dengan penyelesaiaan yang membutuhkan penetapan bentuk variabel tetapi memiliki kesulitan saat mengemukakan konsep mengelompokkan suku – suku yang sejenis dalam bentuk aljabar, memiliki kesulitan ketika menggunakan prinsip mengoperasikan bentuk aljabar dan mecari nilai suatu variabel. Sedangkan siswa perempuan tidak kesulitan ketika mengemukakan konsep mengelompokkan suku – suku yang sejenis dalam bentuk aljabar, menggunakan prinsip mengoperasikan bentuk aljabar dan mencari nilai suatu variabel, tetapi mengalami kesulitan ketika memecahkan soal dengan penyelesaiaan yang membutuhkan penetapan bentuk variabel karena siswa perempuan merasa kebingungan saat mengerjakan langkah selanjutnya sehingga tidak mengerjakan soal hingga selesai.
Miskonsepsi Siswa SMP pada Konsep Segiempat Ditinjau dari Kemampuan Matematika serta Alternatif Untuk Mengatasinya Desy Puspita Sari; Masriyah Masriyah
MATHEdunesa Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.471 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n1.p46-57

Abstract

Mathematical ability is the ability required by students to solve a problem, students with high abilities will find it easy to solve problems because they have a good understanding of concepts, whereas students with low abilities will find it difficult to solve problems because they do not understand concepts correctly, which is what causes students to make conceptual errors. A condition when students experience a conceptual error is called a misconception. This research is a qualitative study that has the purpose to describe the misconceptions at each level, such as high mathematical ability, moderate mathematical ability, and low mathematical ability on quadrilateral material and alternatives to overcome them. The subjects in this study were 3 students who were selected using purposive sampling. In this study, students were given a mathematical ability test so that they could be grouped according to their level, then misconceptions were analyzed using a misconception test with the modified CRI method and continued with a diagnostic interview. The results showed that students with low mathematical abilities experienced more misconceptions than other abilities. The three subjects experienced misconceptions in determining the shapes which include rectangular shapes and the nature of rectangular. The causes of misconceptions are caused by pictures, students' abilities, and incomplete reasoning. The alternatives that can be done to overcome misconceptions are providing cognitive conflict, providing scaffolding, and re-explanation. Keywords: misconception, quadrilateral, mathematical ability, alternative to overcome misconceptions.
PROFIL PENALARAN ANALOGI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Dinda Fasya Purnomo Putri; Masriyah Masriyah
MATHEdunesa Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.229 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n1.p134-144

Abstract

Dalam pembelajaran matematika mencakup dua aspek penalaran yakni penalaran deduktif dan penalaran induktif. Kemampuan penalaran induktif merupakan bagian dari aspek kognitif, dan merupakan salah satu dari tiga jenis penalaran induktif yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penalaran analogi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan penalaran dalam memecahkan masalah adalah gaya belajar. Gaya belajar setiap siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan penalaran matematika. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan kemampuan penalaran analogi siswa dalam pemecahan masalah ditinjau dari gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan instrumen tes dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah tiga siswa kelas XI IPA SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo tahun ajaran 2021/2022 yang terdiri dari satu siswa bergaya belajar visual, satu siswa bergaya belajar auditorial, dan satu siswa bergaya belajar kinestetik dengan kemampuan matematika setara serta berjenis kelamin perempuan. Profil penalaran analogi dianalisis sesuai dengan indikator yang peneliti gunakan yaitu: (1) Encoding (Pengkodean), (2) Inferring (Penyimpulan), (3) Mapping (Pemetaan), (4) Applying (Penerapan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek tersebut dapat memenuhi indikator dari tahap Encoding (Pengkodean) dan Inferring (Penyimpulan). Ketiga subjek mampu mengidentifikasi informasi masalah sumber dan masalah target, serta mampu menyelesaikan masalah sumber berdasarkan konsep yang ditemukan. Subjek dengan gaya belajar visual dan auditorial mampu memenuhi indikator pada tahap Mapping (Pemetaan) dan Applying (Penerapan). Sehingga subjek yang memiliki gaya belajar visual dan subjek yang memiliki gaya belajar auditorial masing-masing memiliki kemampuan penalaran analogi tinggi. Sedangakan subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik tidak memenuhi indikator pada tahap Mapping (Pemetaan) dan Applying (Penerapan) sehingga subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan penalaran analogi sedang.
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLTV Ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif-Impulsif Siti Mashfufatul Khoiriyah; Masriyah Masriyah
MATHEdunesa Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.784 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n2.p357-367

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kesanggupan seseorang dalam melaksanakan proses pemecahan masalah yang menjadi salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah belajar matematika. Sedangkan pemecahan masalah merupakan proses seseorang dalam menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan pemahamannya untuk mengatasi masalah tertentu yang belum jelas penyelesaiannya. Masalah yang dipecahkan dapat disajikan dalam bentuk cerita. Faktor yang memengaruhi pemecahan masalah ialah gaya kognitif reflektif dan impulsif. Dalam memecahkan masalah, salah satu faktor yang memengaruhinya ialah gaya kognitif reflektif dan impulsif. Salah satu materi yang membutuhkan pemecahan masalah ialah SPLTV sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif pada materi SPLTV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan wawancara. Instrumen dalam penelitian ini yaitu tes gaya kognitif MFFT(Matching Familiar Figure Test), tes kemampuan matematika, tes pemecahan masalah berbentuk soal cerita, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian ini adalah masing-masing satu siswa dengan gaya kognitif reflektif dan satu siswa dengan gaya kognitif impulsif berdasarkan hasil MFFT. Pemilihan subjek dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data berdasarkan indikator pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa bergaya kognitif reflektif mampu memenuhi semua indikator tahapan pemecahan masalah diantaranya ialah mampu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksankaan rencana pemecahan masalah dengan benar, dan memeriksa kembali jawaban. Sebaliknya, siswa dengan gaya kognitif impulsif belum memenuhi semua indikator tahapan pemecahan masalah. Siswa impulsif menyelesaikannya sampai akhir namun tidak semua benar. Siswa impulsif melakukan kesalahan dalam menyusun model matematika dan perhitungan sehingga jawaban akhir kurang tepat. Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Soal Cerita, Gaya Kognitif Reflektif-Impulsif.
Pengembangan Soal Model AKM Numerasi Pada Domain Konten Geometri dan Pengukuran Untuk Siswa Kelas VIII SMP Berliana, Audrey Putri; Masriyah, Masriyah
MATHEdunesa Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Mathedunesa Volume 13 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v13n1.p216-233

Abstract

World Economic Forum in 2015 emphasized that there are six basic literacy which are 21st century skills that must be mastered, one of which is numeracy. However, students experience difficulties in solving AKM numeracy questions on geometry material because these questions require reasoning abilities. This research using the Tessmer (1993) development model aims to describe the process and results of developing numerical AKM model questions in the geometry and measurement content domains for class VIII students of junior high school that are valid, practical, effective, and reliable. The research instruments used included question sheets, question validation questionnaires, teacher response questionnaires, and student response questionnaires. The results of the study showed that the questions on the AKM numeration model included good quality questions. The numerical AKM model questions meet the valid criteria as indicated by the mode of assessment by the expert which is 3 (good validity criteria) and based on analysis of the validity of the questions (in the category of medium and high validity) and the reliability of the items (in the category of high reliability); fulfilling practical criteria is shown by achieving a good assessment category from the teacher's response questionnaire; fulfilling the effective criteria is shown by achieving a good or very good assessment category from the students' responses and students can express the numeracy abilities of the seven numeracy abilities in working on the questions.
Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah pada Materi Lingkaran Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Izzati, Rafika Annisa'Elya; Masriyah, Masriyah
MATHEdunesa Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Mathedunesa Volume 13 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v13n2.p318-334

Abstract

Keterampilan berpikir kritis siswa dengan menggunakan kurikulum 2013 terjadi karena pembiasaan dalam menyelesaikan masalah dan lingkaran sering digunakan dalam berbagai penyelesaian masalah kehidupan sehari-hari. Selain itu, gaya belajar menjadi faktor pendorong untuk mencapai keterampilan berpikir kritis. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana hasil keterampilan berpikir kritis siswa SMP dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik dalam menyelesaikan masalah materi lingkaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa yang terdiri dari 1 perwakilan siswa dari setiap gaya belajar. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket gaya belajar siswa, tugas menyelesaikan masalah materi lingkaran (TMMML) dan wawancara. Hasil Penelitian ini adalah (1) subjek dengan gaya belajar visual kurang dalam keterampilan berpikir kritis indikator analisis, (2) subjek dengan gaya belajar auditorial kurang dalam keterampilan berpikir kritis indikator interpretasi dan analisis, (3) subjek dengan gaya belajar kinestetik kurang dalam keterampilan berpikir kritis indikator analisis dan evaluasi.
Penyelesaian Soal Cerita Peserta Didik SMP Ditinjau dari Gaya Belajar Rosiandi, Annafi; Masriyah, Masriyah
MATHEdunesa Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Mathedunesa Volume 13 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v13n1.p69-93

Abstract

Solving story problems is one of the processes related to learning to solve problems. Therefore the process of solving story problems can also be said as a problem solving process. The purpose of this study is to describe solving story problems for junior high school students who have visual, auditory, and kinesthetic learning styles. This research is a descriptive study using a qualitative approach. The subjects in this study were class VIII students of SMP Negeri 1 Plumpang. The instruments used in this study were a learning style questionnaire, a math ability test, story questions, and an interview guide. The subject of this study is one student from each of the visual, auditory, and kinesthetic learning styles by equalizing mathematical abilities. Analysis of the results of the research data was carried out based on the results of filling out story questions by each subject which were adjusted to the stages of problem solving according to Polya. The results of this study indicate that at the stage of understanding the problem, student with visual and kinesthetic learning styles write down data that is known precisely and concisely but do not write down the data that is asked. Auditory learning style student write down data that is known correctly and incompletely and write down the data that is asked correctly. In the problem solving planning stage, student with visual, auditory, and kinesthetic learning styles explain the relationship between problems and experiences they have and use the same method or strategy in solving problems. The ability to solve problems must be mastered by each student in learning mathematics. At the planning implementation stage, student with visual and kinesthetic learning styles solve problems according to plan and check each step of work, while student with auditory learning styles solve problems not according to plan and are less thorough in checking each step of work. At the review stage, visual learning style student write conclusions correctly and check the results of answers, auditory and kinesthetic learning style student write conclusions inaccurately and do not check the results of answers.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Komik Pada Materi Bangun Ruang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Firmansyah, Editya Yoga; Masriyah, Masriyah
MATHEdunesa Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Mathedunesa Volume 13 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v13n1.p255-267

Abstract

This study aims to describe the validity, practicality and effectiveness of student worksheets based on comics on geometric materials developed in learning to improve student learning outcomes. The research method used in this study is a research and development. The subject of this research was a class of VII grade junior high school students. The instruments used were media expert validation questionnaires, material expert validation questionnaires, observation sheets of teachers' ability to manage learning, observation sheets of student activities, student response questionnaires and pretest-posttest.Based on the results of data analysis, it was found that the validation results of comic-based student worksheets were assessed by two validators, namely 1) media expert validator, 2) material expert validator. The results of the validation analysis of the experts obtained a score of 3. Based on the results of the validation analysis, comic-based student worksheets were developed that were feasible to try out. The results of observing the teacher's ability to manage learning obtained a score of 4, or included in the very good category. The results of observations of student activity obtained a score of 87.5%, or included in the active category. Based on the results of the practicality analysis, comic-based student worksheets are stated to be practical in the learning process. The results of the students' responses obtained a score of 96.57%, or included in the very good category. The pretest-posttest results obtained an N-gain score of 0.77, or included in the high category. Based on the results of the effectiveness analysis, comic-based student worksheets were declared effective in improving student learning outcomes.
Co-Authors A, Ruslimin ABADI Abdul Haris Rosyidi AGUNG LUKITO Agus Purnama Ahmad Isroil, Ahmad Aldrian Saputra Alfiyah Firanda Putri Alfred Alfred Ali Shodikin Aliya, Afifa Ambarsari, Aprilia Anissa Firda Nur Rohma ANNISA DWI KURNIAWATI Arief Budi Wicaksono Aura Alivana, Rizky Putri Azizah, Ummah Qurrotul B. R., Endah Bahri, Akhmad Syaiful Berliana, Audrey Putri BUDI PRIYO PRAWOTO CHOIRUN NISA, SUKMA Daerni, Yeni Desy Puspita Sari Dewi, Annisa Rifka Didit Haryadi Dinda Fasya Purnomo Putri Dini Kinati Fardah Elky Ulfa Qumairoh Elyasarikh, Annisa Alvi Evangelista Lus Windyana Palupi Falah, Bintari Nur Farman, Farman Fildzah, Natasya Nurhusnina FIRDA HARYANTI, CHOIRUNISA FIRDAUSI WIDYA PUTRI, FIRMALIA Firmansyah, Editya Yoga HANIFA, ALVI I Ketut Budayasa Ika Kurniasari Ilman, Safri Imelda Imelda indah puspita INDAH SRI KUSDIANTARI, RAHMAWATI Indrawan Putra Wijaya Ismail Ismail Izzati, Rafika Annisa'Elya Kasih, Yuni Kobandaha, Putri Ekawaty Kusrini Kusrini LAILATUL MASRUROH, NINIK M Afuw Thariq Nabawi M. Cholid Mawardi Manuharawati Maslichah, Maslichah Masrurroh, Aidatul Mega Teguh Budiarto Mudinillah, Adam Muhammad Andrian Muhammad Hafidz, Muhammad Mulyanah, Mulyanah Ningtiyas, Niken Ayu Novitasari, Pratiwi NUR AROFAH, DIANA Nur Sholikhah, Rejeki Pradnyo Wijayanti Purwoningtiyas, Ulinnuha RADEN SULAIMAN Ravena Angelina Mahardhieta Renaldi Renaldi Rima Maisyah Ridwanah Rizqullah, Muhammad Rizal ROFIAH, KHOFIDHOTUR Rooselyna Ekawati Rosiandi, Annafi Safira, Nura Delta Safitri, Aisyah Sari, Tiara Dian Setyowati, Dessy Shubhiy, Annisa Nadiya Fauziyah Siahaan, Leroy Holman Sipayung, Tetty Natalia Sisilia Tri Anggraeni Siti Khabibah Siti Mashfufatul Khoiriyah Siti Suprihatiningsih Suriyana Suriyana Susanah Susanah Tami Erliani Tatag Yuli Eko Siswono Tauran, Yeni Tiara, Tiara TITIS SURYA MAHA RIANTI Tonra, Wilda Syam Trianingsih, Ervina Vicy Wahyu Putra Wahyudi Wahyudi Winda Syam Tonra YULIANA DWI RAHMAWATI Yuliyanti, Dita Yurizka Melia Sari Yusrina, Siti Laiyinun YUSUF FUAD ZITARI, AFINA