Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS CITIZEN CENTERED DALAM PELAYANAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Widya Dwi Prastiwi; Fitrotun Niswah; Meirinawati; Eva Hany Fanida
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/4gk13g71

Abstract

Pelayanan publik yang efektif tidak hanya menekankan efisiensi birokrasi, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai pusat penyelenggaraan pemerintahan. Prinsip tersebut sejalan dengan pendekatan citizen centered governance yang menekankan partisipasi, transparansi, pemberdayaan, akuntabilitas, dan kesetaraan akses dalam pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip citizen-centered governance dalam pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kantor Pertanahan Kabupaten Tulungagung. Program PTSL dipilih karena berperan penting dalam memberikan kepastian hukum kepemilikan tanah serta mendorong pemerataan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pegawai BPN Kabupaten Tulungagung, perangkat desa, serta kelompok masyarakat (Pokmas) yang terlibat langsung dalam pelaksanaan PTSL. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori citizenĀ  centered governance dari Laegrid dan Rykkja (2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PTSL di Kabupaten Tulungagung telah mencerminkan prinsip citizen centered governance. Masyarakat terlibat aktif dalam setiap tahapan program, informasi disampaikan secara terbuka dan transparan, serta manfaat program dirasakan melalui kepastian hukum dan pemberdayaan ekonomi. Selain itu, mekanisme akuntabilitas berjalan responsif dan program dilaksanakan secara inklusif tanpa diskriminasi. Dengan demikian, PTSL tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan berkeadilan.
STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN TRANSPORTASI MASYARAKAT TUBAN YANG ELEGAN, AMAN, NYAMAN, DAN TERINTEGRASI (SI MAS GANTENG) DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN PERHUBUNGAN KABUPATEN TUBAN Putri Wira Triyananta; Eva Hany Fanida; Meirinawati; Trenda Aktiva Oktariyanda
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/prjsd225

Abstract

Strategi pelayanan publik berperan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif. Tingginya angka kecelakaan pada usia produktif mendorong Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan untuk menghadirkan program transportasi umum gratis Si Mas Ganteng yang aman, nyaman, dan terintegrasi bagi pelajar dan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pelayanan publik pada layanan transportasi Si Mas Ganteng. Jenis penelitian ini adalah de skriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori strategi pelayanan publik menurut Chiwawa dan Wissink yang terdiri dari lima indikator, yaitu clarity of goals (kejelasan tujuan dan sasaran), alignment of resources (penyelarasan sumber daya), performance measurement and reporting (pengukuran dan pelaporan kinerja), collaboration and stakeholder engagement (kolaborasi dan keterlibatan pemangku kepentingan), continuous improvement (peningkatan berkelanjutan). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perlu penyesuaian rute terutama di rute Tuban-Bojonegoro, antusias penumpang yang tinggi mengakibatkan keterbatasan armada, belum tersedianya halte sesuai standar, serta belum tersedianya tempat kritik dan saran bagi pengguna layanan. Adapun saran peningkatan pelayanan Si Mas Ganteng meliputi penambahan armada dan rute, penyediaan halte sesuai standar pelayanan, dan pengelolaan kritik dan saran.