Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis komparatif efisiensi metode NDT (Non-Destructive Testing) Eddy Current Testing dan Ultrasonic Testing dalam pemeliharaan pesawat komersial muhammad zulfikar azzurri; Syarifah Fairuza; Mufti Arifin; Aswan Tajuddin
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.93

Abstract

Pesawat terbang  merupakan alat transportasi udara yang banyak diminati oleh masyarakat di era sekarang ini. Namun, pesawat terbang juga memiliki batas kemampuan waktu maupun usianya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi antara Eddy Current Testing (ECT) dan Ultrasonic Testing (UT) pada pesawat komersil. Kedua metode NDT ini secara luas digunakan dalam industri penerbangan untuk memastikan integritas struktur pesawat. Dalam industri penerbangan, keselamatan dan keandalan pesawat komersial menjadi prioritas utama. Non-Destructive Testing (NDT) merupakan metode penting untuk mendeteksi cacat tanpa merusak komponen. Pesawat terbang sebagai alat transportasi yang kompleks terdiri dari berbagai komponen material yang terus menerus terpapar kondisi ekstrem selama penerbangan. Oleh karena itu, pemeliharaan yang efektif menjadi kunci untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan operasional pesawat. Dua teknik NDT yang utama dalam analisa ini adalah Eddy Current Testing (ECT) dan Ultrasonic Testing (UT). ECT efektif dalam mendeteksi cacat permukaan pada material logam, sementara UT lebih unggul dalam mendeteksi cacat internal dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan kesimpulan bahwa kombinasi ECT dan UT meningkatkan akurasi deteksi cacat, sehingga memperkuat keselamatan operasional pesawat komersial.
Pengukuran Kebisingan Pesawat Udara dengan Memasukan Frekuensi Kebisingan di Sekitar Bandara Halim Perdana Kusuma Raihan Sakti Pratama; Mufti Arifin; Imron Rosadi; Ericko Utama
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.104

Abstract

The high usage of air transportation today is driven by the community's need for faster and more efficient mobility. However, the impact of using aircraft cannot be ignored, especially in terms of noise pollution caused by aircraft engines. Halim Perdana Kusuma Airport, which was originally designed for military activities, has become a commercial airport since 2014 in an effort to reduce flight density at Soekarno-Hatta Airport. This study aims to measure aircraft noise around Halim Perdana Kusuma Airport by including frequency. Measurements were carried out using a dB meter application downloaded on a mobile phone and a Sound Level Meter, both during flight activity and without flight activity in surrounding settlements. The results of this study indicate that noise in dBA can be measured with a Sound Level Meter, while frequency can be measured with a smartphone that has a dB meter application installed. The highest frequency measured during aircraft take-off activity at Halim Perdana Kusuma Airport peaked at 7716 Hz to 7834 Hz, when the noise reached its highest point. From this research, it can be concluded that the higher the frequency The higher the frequency the smaller ∆LA, meaning the dBA is getting closer to the sound pressure level.
Penentuan Jarak Aman Permukiman Berdasarkan Jarak Kebisingan Terhadap Lintas Terbang Approach ILS Runway 24 Bandar Udara Halim Perdanakusuma Nurul Fitri Ramadani; Erna Shevilia Agustian; Mufti Arifin; Ade Julizar
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.210

Abstract

Bandar udara berperan penting sebagai pusat aktivitas transportasi dan ekonomi, namun peningkatan intensitas operasional penerbangan dapat menimbulkan permasalahan kebisingan yang berdampak pada kenyamanan dan kesehatan masyarakat di kawasan sekitarnya. Salah satu fase penerbangan yang berkontribusi signifikan terhadap kebisingan adalah fase pendekatan (approach), khususnya pada lintasan Instrument Landing System (ILS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jarak aman kawasan permukiman terhadap paparan kebisingan pesawat pada lintasan approach ILS Runway 24 Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Metode yang digunakan berupa analisis teoritis tingkat kebisingan berbasis data sertifikasi kebisingan pesawat dari Federal Aviation Administration (FAA), dengan pendekatan perhitungan Sound Pressure Level (SPL) dan asumsi perambatan kebisingan di ruang bebas. Analisis dilakukan pada tiga titik lintasan approach, yaitu 1,8 nm, 3 nm, dan 6 nm, untuk beberapa tipe pesawat yang umum beroperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tipe pesawat menghasilkan jarak paparan kebisingan yang berbeda, dengan jarak terjauh dihasilkan oleh Boeing 737-300 (±7,07 km), diikuti Airbus A320-214 (±4,07 km), Dassault Falcon 7X (±3,38 km), dan ATR 72-200 (±2,95 km). Evaluasi pada seluruh titik lintasan menunjukkan bahwa tingkat kebisingan yang dihasilkan masih melampaui ambang batas 55 dBA untuk kawasan permukiman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi awal dalam perencanaan tata ruang kawasan sekitar bandara serta sebagai dasar pengendalian dampak kebisingan penerbangan.   Airports play a vital role as centers of transportation and economic activity; however, increasing flight operations can generate noise issues that adversely affect the comfort and health of surrounding communities. One of the flight phases that significantly contributes to aircraft noise is the approach phase, particularly along the Instrument Landing System (ILS) flight path. This study aims to analyze the safe distance of residential areas from aircraft noise exposure along the ILS approach path of Runway 24 at Halim Perdanakusuma Airport. The research employs a theoretical noise analysis based on aircraft noise certification data issued by the Federal Aviation Administration (FAA), using a Sound Pressure Level (SPL) calculation approach with the assumption of free-field noise propagation. The analysis is conducted at three approach points, namely 1.8 nm, 3 nm, and 6 nm, for several aircraft types commonly operating at the airport. The results indicate that each aircraft type produces a different noise exposure distance, with the Boeing 737-300 generating the longest distance (approximately 7.07 km), followed by the Airbus A320-214 (approximately 4.07 km), the Dassault Falcon 7X (approximately 3.38 km), and the ATR 72-200 (approximately 2.95 km). Evaluation at all approach points shows that the noise levels exceed the 55 dBA threshold for residential areas. The findings of this study are expected to serve as an initial reference for spatial planning in airport surrounding areas and as a basis for mitigating the impact of aircraft noise.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adam Wahyu Saputra Adam Ade Julizar Ade Julizar Adri, Raiztama Afid Nurul Anwar Afifah, Atik Ahmad Akmal Said Ahmad Al Muhraj Ahmad Buana Syamra Pratama Rahman Akhmad Satriyo Al Farabi, Awfa Azka Alimin, Edy Karyadi amat chaeroni Ananda Rafi Rijalul Awwal Aprila Sakti K Arindho Andrifa Faturrohman Aswan Tajuddin Ayu Martina Ayu Martina Bayu Wicaksono Belnov, Syaddad Husaini Borris Y Maningka Budi Aji Warsiyanto Chintya Rahmawati Cynthia Rahmawati Daniel Frederick Romulus Ginting Dwiki Fahreza Andreanto Endah Yuniarti, Endah Ericko Utama Erna Shevilia Erna Shevilia Agustian Evi Endarti Fadli Hidirsyah fahmins Fairuza, Syarifah Fara Vania Utami FORTUNE JR OMBUH Freddy, Franciscus Gunawan, Gia Aviani Hardanny, Danny Husaini, Fahdli Zulfikar Ian Maccari De Carlini Imron Rosadi Imron Rosadi Israq Mifan Junaidi Josua Jefferson K, Aprilia Sakti Kanda Anantariyanto Alam Tasti M. Hadi Widanto Madjid, Aldien Galistia Maharani Miranda Saputra Muchammad Furqon Muchaddats Muhamad Jayadi Muhammad Hadi Widanto Muhammad Umar Abdulloh muhammad zulfikar azzurri Nila Safiana Sari NUR HIDAYAH NINGSIH, Nur Hidayah Ningsih Nurul Fitri Ramadani Paramaharta, Izhar Rabeta, Bismil Rafika Arum Sari Raihan Maulana Yahya Raihan Sakti Pratama Reynaldo Mulya Tedja Riskha Agustianingsih Rizwan Maulana Rosalie, Rhea Anggun Said, Ahmad Akmal Saiful Latif, Saiful Sari, Rafika Arum sausan, Misk Sausan Ghina Septian, Diaz Shevillia Agustian, Erna Simon Sindhu Hendradjaja Sofyan, Mohamad Fauzan Somadi, Ridho Misbahudin surya wijaya, Andi Suwardi, Arie Prasetya Syaiful Rifki T. Dikatama Trio Teguh Utama Utama, Ericko Chandra venza, Venza Fawwaz Tsulatsa Victory Rumagit, Jodia Vita Kartika Wicaksono , Paulus Hilman