Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penguatan Watak dan Budaya Tertib Berlalulintas Pada Usia Dini Dengan Metode Bermain Sambil Belajar Bagi Siswa TK Dwijendra di Kota Mataram Suteja, I Wayan; Hasyim; Rohani; Sideman, I A O Suwati; Salehudin; Agustawijaya, Didi Supriadi; Mahendra, Made; Hartana; Ngudiyono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9039

Abstract

Menurut definisi Dewan Keamanan Nasional (1996), kecelakaan adalah rangkaian peristiwa yang tidak disengaja yang terjadi di jalan umum atau lokasi lain yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan dan mengakibatkan kematian, cedera, atau kerusakan harta benda. Menurut Austroad (2002) dalam Indriastuti, A.K. et al. (2008), faktor manusia (pengemudi) secara umum menjadi faktor utama yang memberikan kontribusi paling besar terhadap kecelakaan lalu lintas. Data dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menunjukkan bahwa antara tahun 2015 dan 2023, telah terjadi lebih dari 1600 kejadian kecelakaan yang berhubungan dengan sepeda motor, yang mencakup lebih dari 76% (>75%) dari seluruh pelanggaran lalu lintas yang berhubungan dengan sepeda motor. Mayoritas pengendara ini adalah laki-laki. Tingkat kematian akibat insiden ini lebih dari 400 orang per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku pengendara sepeda motor di jalan raya yang tidak dapat diprediksi dan tidak dapat diatur dapat berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Peningkatan sikap mental pengemudi diperlukan untuk mengatasi tiga penyebab utama terjadinya kecelakaan: kecerobohan, kurang disiplin, dan melebihi batas kecepatan. Sejak kecil hingga mampu mengemudikan kendaraan bermotor (memiliki Surat Izin Mengemudi), pengemudi di Kota Mataram masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai praktik berkendara yang aman dan pola lalu lintas yang tertib. Penting bagi anak-anak untuk mempelajari cara menggunakan peralatan keselamatan lalu lintas di jalan raya agar seiring dengan bertambahnya usia mereka dan menjadi pengendara atau pengguna sepeda motor (di atas usia 17 tahun), mereka sudah semakin mahir dalam mengendalikan mobil dan memiliki kesadaran yang lebih besar terhadap kendaraan. keamanan. Memperkenalkan pengetahuan keselamatan pada anak kecil sejak dini dapat membantu mereka lebih siap dalam berkendara di jalan raya nantinya. Pendekatan pengajaran tata tertib lalu lintas dan fasilitas keselamatan jalan melalui bermain sambil belajar tentunya merupakan cara yang berhasil untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Namun, mungkin agak sulit untuk mempertahankan perhatian mereka dalam jangka waktu lama, karena mereka masih sangat muda. Teknik-teknik seperti ini kepada anak kecil perlu terus diajarkan agar dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pelanggaran lalu lintas saat berkendara di jalan raya yang berdampak pada kecelakaan ketika sudah dewasa. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak pada potensi terciptanya ketertiban lalu lintas di kawasan Kota Mataram dan sekitarnya.
Pemamfaatan Sampah Plastik Sebagai Kerajinan Bunga Sakura di Desa Peresak Kecamatan Batukeliang Kabupaten Lombok Tengah Hasyim; Rohani; Karyawan, I Dewa Made Alit; Negara, I Dewa Gede Jaya; Yasa, I Wayan; Saidah, Humairo; Wiradarma, Lalu Wirahman; Suteja, I Wayan; Salehudin; Yuniarti, Ratna
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13405

Abstract

Desa Peresak merupakan salah satu daerah penghasil pangan di Lombok Tengah yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian. Namun, berdasarkan hasil observasi, Desa Peresak masih menghadapi permasalahan pengelolaan sampah plastik yang cukup tinggi, sementara pemanfaatannya masih sangat minim. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik sekaligus mengubahnya menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Sasaran utama program ini adalah masyarakat, khususnya remaja desa, agar mereka dapat memahami bahwa sampah plastik bukan sekedar sampah, tetapi dapat didaur ulang menjadi karya yang indah dan bermanfaat. Hasil program menunjukkan bahwa keberadaan bunga sakura plastik mampu menambah estetika lingkungan Desa Peresak. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dengan pendekatan kreatif. Program ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru berupa kerajinan tangan berbasis daur ulang sampah plastik.
Implementasi Tempat Sampah Bambu Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah Rohani; Karyawan, I Dewa Made Alit; Hasyim; Suteja, I Wayan; Negara, I Dewa Jaya; Yuniati, Ratna; Sideman, IAO Suwati; Salehudin; Saidah, Humairo; Yasa, I Wayan; Widianty, Desi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13407

Abstract

Salah satu Desa di Lombok Tengah yang berada di Kecamatan Pringgarata adalah Desa Pemepek. Desa ini memiliki potensi wisata alam yang indah dan sangat menarik jika dilihat dari sisi keasrian ataupun keasliaan alam Desa Pemepek. Namun hal tersebut tidak luput dari permasalahan sampah terutama sampah plastik. Hingga kini belum ada aturan yang memuat tentang pembuangan sampah plastik. Akibatnya, banyak sekali sampah plastik yang tampak berserakan di pinggir jalan bahkan di beberapa tempat wisata yang seharusnya memiliki nilai estetika tinggi dan menarik bagi wisatawan, tapi jadi malah kelihatan kumuh dan kurang bisa menarik simpati wisatawan karena adanya sampah plastik. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dalam menyelesaikan bersama persoalan desa Pemepek yakni keberadaan sampah-sampah yang mengganggu nilai estetika tempat wisata tersebut. Tim pengabdian dibantu oleh mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Pemepek mengadakan program kerja pembuatan tempat sampah dari bambu, yang diharapkan dapat mengedukasi masyarakat lokal dan wisatawan mengenai pentingnya pembuangan sampah pada tempat yang tepat untuk pelestarian alam sehingga dapat menciptakan suasana desa dan tempat wisata menjadi bersih, indah, asri dan sehat. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuat tempat sampah dari Bambu sehingga bisa digunakan untuk tempat pembuangan sampah.
Pengembangan Destinasi Wisata Melalui Optimalisasi Dan Promosi Di Desa Segara Katon Salehudin; Hasyim; Rohani; Lalu Wirahman Wiradarma; I Dewa Gede Jaya Negara; Humairo Saidah; I Wayan Suteja; Didik Agusta Wijaya; Hartana; Faeruzza Athiya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13555

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu sektor pembangunan yang sangat erat kaitannya dengan pembangunan yang bersifat berkelanjutan sesuai dengan program pemerintah. Berbagai jenis bentuk destinasi wisata merupakan bukti keberagaman yang dimiliki oleh Desa Segare Katon, merupakan cakupan sosial budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Secara administratif luas cakupan destinasi pariwisata di desa segara katon dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multidimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan yang bersifat berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penyuluhan menggunakan prosedur pendekatan yang bersifat kualitatif dan deskriptif. Metode pencarian data dilakukan secara langsung ke lapangan sebagai data Primer dan Sekunder. Di daerah pantai mutiara dusun karang jurang dilakukan dengan metode action center : save our earth untuk membersihkan pesisir pantai dari sampah dan pemasangan penunjuk arah pada air terjun tiu pupus. Semua kegiatan yang dilakukan di Desa Segara Katon direkam untuk dijadikan bahan video promosi wisata. Hasil kegiatan selama memberikan penyuluhan di Desa Segara Katon disarankan kepada Pemerintah Desa agar melakukan pengelolaan wisata segara katon dengan cara mengaktifkan pokdarwis segara katon sebagai pengembangan wisata khususnya kepada masyarakat lokal sebagai pelaku atraksi desa, kemudian Pemeritah Daerah Desa Segara Katon segera mengurus legalitas pengelolaan dana pariwisata lombok utara khususnya Destinasi Wisata Desa Segara Katon
Peningkatan Literasi Masyarakat dalam Upaya Mitigasi Kekeringan di Dusun Tibu Lilin Kabupaten Lombok Barat Saidah, Humairo; I Wayan Yasa; I Dewa Gede Jaya Negara; Hasyim; Rohani; I Dewa Made Alit Karyawan; Salehudin; Muh Bagus Budianto; Tri Rachmanto; Nur Chayati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13564

Abstract

Drought is a major threat to the sustainability of water resources and environmental resilience in rural areas, such as Tibu Lilin in West Lombok Regency, where community understanding of mitigation strategies remains limited. This community extension program aims to improve local literacy and skills related to drought mitigation through the dissemination and demonstration of simple water conservation technologies. Methods used included group discussions, and demonstrations using images and videos of technologies such as rainwater harvesting systems, rorak trench, and introducing water-retaining plant species. Results demonstrated a high level of community participation, reflected in their enthusiasm and active participation during dissemination. In addition to enhancing community adaptive capacity to drought, this program directly supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically SDG 6 (Clean Water and Sanitation) by increasing knowledge about safe and sustainable water management, and SDG 13 (Climate Action) by strengthening community adaptive capacity to climate-related risks. Residents acknowledged that the knowledge gained was relevant to local conditions and useful for preparedness for recurring drought. Overall, the program successfully strengthened local capacity for drought mitigation and laid the foundation for the development of future initiatives focused on water resource conservation
Sosialisasi Terkait Dampak Negatif Pernikahan Dini Bagi Pelajar Remaja Di SMPN 1 Jonggat, Lombok Tengah Rohani Rohani; I Dewa Made Alit Karyawan; Hasyim; I Wayan Suteja; I Dewa Jayanegara; Ratna Yuniarti; Desi Widianty; Salehudin; Humairo Saidah; I Wayan Yasa; Made Mahendra; Dewandha Mas Agastya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15065

Abstract

Pernikahan dini di Indonesia merupakan fenomena yang sudah sering terdengar dan masih menjadi persoalan sosial yang kompleks dengan tingkat kejadian yang cukup tinggi. Praktik ini terjadi di berbagai daerah di dunia dengan beragam latar belakang, terutama di wilayah yang memiliki nilai budaya yang kuat, seperti Lombok Tengah. Pernikahan usia dini memiliki berbagai risiko, antara lain akibat pernikahan yang dipaksakan, aktivitas seksual pada usia yang belum matang, kehamilan di usia muda, serta potensi terjadinya infeksi penyakit menular seksual. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan adanya penyuluhan mengenai dampak negatif pernikahan dini bagi pelajar remaja di SMP Negeri 1 Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Sebagai institusi pendidikan, sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada siswa tentang risiko dan konsekuensi dari pernikahan usia dini. Materi mengenai dampak negatif pernikahan dini disampaikan secara langsung kepada para pelajar di SMPN 1 Jonggat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pelajar memiliki pengetahuan yang memadai serta mampu mengambil keputusan yang bijak terkait masa depan mereka, sekaligus dapat membagikan informasi yang diperoleh kepada teman sebaya di lingkungan sekitar
Penyuluhan Pengenalan Irigasi Tetes Pada Masyarakat Dan Mahasiswa KKN Di Desa Menggala Kabupaten Lombok Utara: pengenalan irigasi tetes I Dewa Gede Jaya Negara; Anid Supriyadi; Hasyim; I Dewa Made Alit Karyawan; Rohani; Suparjo; Humairo Saidah; Salehudin; Dewandha Mas Agastya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15062

Abstract

Desa Menggala merupakan masyarakat tani dengan kepemilikan lahan yang tidak merata dengan topografi yang beragam. Sumber air khususnya untuk pertanian ada dari irigasi, dari sumber-sumber air diperbukitan dan air hujan. Oleh karena pada musim kemarau tidak banyak masyarakat tani melakukan usahatani padahal disekitar permukiman ada potensi air walaupun terbatas, maka untuk itu perlu diberikan bantuan pengetahuan tentang irigasi yang efisien untuk bisa memanfaatkan air yang terbatas pada musim kemarau. Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan irigasi tetes kepada masyarakat di Desa Menggala terutama kelompok tani dan pemuda termasuk Mahasiswa yang KKN dilokasi ini. Penyuluhan dilakukan dengan tahapan sosialisasi awal, persiapan materi penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan dan evaluasi. Pengabdian ini telah berhasil memberi pengetahuan dan menyuluhkan 15 Peserta perwakilan kelompok tani, kelompok wanita tani, remaja masjid dan mahasiswa KKN Unram yang ada, penyuluhan telah memberi wawasan penggunaan irigasi tetes, peserta telah mengetahui jenis-jenis irigasi tetes ada serta manfaatnya dalam efisien air irigasi tanaman. Masyarakat tani sangat berharap ada kegiatan lanjutan di masa mendatang yang melakukan uji irigasi tetes di lahan masyarakat sebagai contoh.
Penguatan Kesadaran Lingkungan Masyarakat melalui Penyuluhan Pengolahan Sampah Organik menjadi Kompos di Desa Perian, Kabupaten Lombok Timur Humairo Saidah; I Wayan Yasa; I Dewa Gede Jaya Negara; Hasyim; Rohani; I Dewa Made Alit Karyawan; Salehudin; Muh Bagus Budianto; Tri Rachmanto; Nur Chayati; Yesung Allo Padang
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15744

Abstract

Perian Village, located in Montong Gading District, East Lombok Regency, is a tourism village with considerable natural potential that should be supported through sustainable environmental management. One of the challenges faced by the community is household waste management. Household waste is generally collected and transported for disposal, creating a burden on the village government, which has limited financial resources and waste management facilities. Meanwhile, a large proportion of the waste generated consists of organic materials that can be utilized as a valuable resource through composting. This community service program aimed to enhance community knowledge and awareness of organic waste management and encourage the conversion of organic waste into compost. The program was conducted on January 23, 2026, at the Perian Village Sports Hall using an educational outreach approach consisting of lectures, discussions, and question-and-answer sessions. The topics covered included waste-related issues, the impacts of improperly managed waste on public health and the environment, the benefits of organic waste management, and simple household-scale composting techniques. Program evaluation was carried out through observation of participant engagement and responses during the activity. The results showed a highly positive response from the participants. Community enthusiasm was reflected in the high attendance rate and active participation in discussions. Participants demonstrated an improved understanding of the importance of organic waste management and the benefits of composting. They also expressed their commitment to sorting and processing household organic waste into compost. The program successfully increased public awareness of compost-based organic waste management. To ensure long-term sustainability, follow-up assistance and hands-on composting activities are recommended at the community level.
Pengenalan Irigasi Tetes Pada Masyarakat Di Desa Durian Kabupaten Lombok Tengah I Dewa Gede Jaya Negara; Anid Supriyadi; Hasyim; I Dewa Made Alit Karyawan; Rohani; Suparjo; Muhammad Bagus Budianto; Humairo Saidah; Salehudin; Dewandha Mas Agastya; Miko Eniarti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14953

Abstract

Desa Perian merupakan masyarakat tani yang rata-rata memiliki lahan pertanian, sumber air khususnya untuk pertanian padi digunakan air dari saluran irigasi. Dengan adanya musim kemarau yang lebih panjang maka ketersediaan air irigasi sangat menurun, sehingga pertanian tidak dapat dilakukan optimal dengan keterbatasan sumber air pendukungna. Untuk mengatasi hal tersebut maka masyarakat desa dan melalui kepala desa berharap, agar dapat dilakukan penyuluhan tenang irigasi hemat air di desa ini agar masyarakat tani dapat berinovasi dalam meyikapi kegiatan pertanian dilahannya masing-masing. Pengabdian ini bertujuan untuk menyuluh kelompok masyarakat dan petani tentang irigasi hemat air sistem tetes di Desa Perian Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini diawali dengan koordinasi dengan mahasiswa KKN Unram , koordinasi dengan desa Perian dan kemudian persiapan materi penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan dan evaluasi. Pengabdian ini telah berhasil memberi pengetahuan dan menyuluhkan ebanyak 35 masyarakat tani dan mahasiswa KKN, Tim Unram telah memberi pengetahuan tentang irigasi tetes, peserta telah melihat cara pemberian irigasi tetes yang efisien pada tanaman. Masyarakat tani sangat berharap ada kegiatan lanjutan di masa mendatang denan praktik lapangan sehingga masyarakat mendapatkan keterampilan dalam irigasi ini.