Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGUATAN EDUKASI DAN LITERASI HUKUM ISLAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BAGI SANTRI DI PESANTREN Muhajarah, Kurnia; Rahmawati, Titik; Jiwandono, Nahnu Robid; Cahyawati, Rina Suci; Milan Nesty, Galih Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33749

Abstract

Abstrak: Masalah kekerasan seksual di pondok pesantren menjadi sorotan karena bertentangan dengan nilai-nilai luhur pendidikan Islam. Program ini bertujuan menyosialisasikan pemahaman hukum dan literasi pencegahan serta keterampilan komunikasi preventif dan keberanian melapor kekerasan seksual kepada 33 santri Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien Randublatung, Blora. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi partisipatif, dan simulasi kasus melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui Pre-Test dan Post-Test, menunjukkan peningkatan signifikan: 90% peserta memperoleh skor di atas 80 pada post-test, dibanding 35% pada pre-test. Dampak lain berupa terbentuknya satgas internal, komitmen pengasuh dalam pengawasan, dan pemasangan CCTV. Program ini efektif meningkatkan literasi, keterampilan komunikasi preventif, dan kesadaran hukum santri, serta menjadi model edukasi berbasis nilai Islam di lingkungan pesantren.Abstract: Sexual violence in Islamic boarding schools has become a serious concern as it contradicts the core values of safe and ethical Islamic education. This program aimed to promote legal awareness, prevention literacy, preventive communication skills, and the courage to report sexual violence among 33 students of Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien, Randublatung, Blora. The methods involved lectures, participatory discussions, and case simulations carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. Evaluation using pre-test and post-test showed significant improvement: 90% of participants scored above 80 in the post-test, compared to only 35% in the pre-test. The program also led to the formation of an internal task force, strengthened the commitment of pesantren leaders to prevention efforts, and resulted in the installation of CCTV for safety monitoring. This program effectively enhanced students’ literacy, preventive communication skills, and legal awareness, serving as a preventive education model rooted in Islamic values for the pesantren environment.
Pemberdayaan UMKM Wedang Uwuh Instan: Pemetaan Strategi Pemasaran Digital untuk Pasar Internasional Rahmawati, Titik; Kurniasih, Julia; Sari, Eka Yulia; Heriyani, Dina Yulina; Irawan, Buntoro; Priyanto, Agung; Al Baihaqi, Javier; Adhitya Afif Ardana
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.13094

Abstract

Wedang Uwuh Sruput hadir sebagai minuman tradisional yang lebih modern karena sudah dibuat dalam bentuk serbuk. Produk ini merupakan salah satu produk unggulan dari hasil program kreativitas mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta dan saat ini dikelola oleh UMKM Sruput Jaya. Pemasaran dan distribusi Wedang Uwuh Sruput saat ini masih menggunakan cara personal selling pada lingkup lokal. Untuk mengembangkan pemasaran wedang uwuh instan ini dan memperkenalkannya lebih luas lagi pada level internasional sebagai minuman tradisional Indonesia yang memiliki banyak manfaat kesehatan, maka Program Studi Informatika UST menginisiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memetakan strategi pemasaran digital bagi pasar internasional Wedang Uwuh Sruput. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD) yang dilakukan secara daring dengan peserta yang meliputi tim pengabdi dari Program Studi Informatika UST, FORMMIT, pengelola UMKM Sruput Jaya, dan akademisi lain di lingkungan Fakultas Teknik UST. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah identifikasi peluang, tantangan, dan langkah strategis yang dapat diambil untuk memperkenalkan dan memasarkan produk wedang uwuh instan di pasar internasional khususnya Taiwan, dengan fokus pada penyesuaian produk, pendekatan pemasaran berbasis preferensi lokal, dan pemanfaatan media digital.
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BAGI SISWA: PENDEKATAN KOLABORATIF UNTUK MENCEGAH RADIKALISME Rahmawati, Titik; Nada, Ella Izzatin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38029

Abstract

Abstrak: Radikalisme agama merupakan ancaman serius di lingkungan pendidikan yang perlu diantisipasi sejak dini, terutama pada jenjang pendidikan menengah pertama, di mana siswa berada pada fase penting pembentukan sikap keagamaan dan kebangsaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama bagi siswa MTs melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif. Metode yang digunakan mengombinasikan pendekatan kualitatif dan Community-Based Research (CBR), dilengkapi angket pretest–posttest untuk menilai efektivitas program. Sebanyak 85 siswa mengikuti rangkaian kegiatan, dan evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pemahaman sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman moderasi beragama dari 38% pada pretest menjadi 82% pada posttest, disertai perkembangan sikap yang lebih terbuka, toleransi antarumat beragama, dan penguatan nilai kebangsaan. Temuan ini menegaskan bahwa program penguatan moderasi beragama efektif sebagai langkah preventif dalam menekan potensi tumbuhnya paham radikalisme di lingkungan madrasah.Abstract: Religious radicalism is a serious threat in the educational environment that needs to be anticipated early, especially at the junior high school level, where students are in a crucial phase of forming religious and national attitudes. This community service activity aims to strengthen the understanding of religious moderation among MTs students thru a collaborative and participatory approach. The method used combines qualitative approaches and Community-Based Research (CBR), supplemented with pretest-posttest questionnaires to assess the program's effectiveness. A total of 85 students participated in the series of activities, and the evaluation was conducted by comparing the understanding scores before and after the intervention. The results show an increase in the understanding of religious moderation from 38% in the pretest to 82% in the posttest, accompanied by the development of a more open attitude, interfaith tolerance, and the strengthening of national values. These findings affirm that the religious moderation strengthening program is effective as a preventive measure in suppressing the potential growth of radicalism within the madrasa environment.
Sosialisasi Cyber Ethics Dalam Membangun Budaya Literasi Digital di SMK Bina Harapan Titik Rahmawati; Eka Yulia Sari; Agung Priyanto; Anjasmara Tanjung Sakti; Fredimus Kasang
Journal of Community Development Vol. 5 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i2.255

Abstract

The current development of information technology has led to digital interactions which are often known as cyberspace. Cyberspace is a notional environment where communication via computer networks occurs, in this case via the Internet, which can be in the form of text, images, audio, video, animation or anything in digital form. The virtual world now has almost the same intensity as the real world. With recent technological advances making it possible to have more intensity than the real world in the future. This has created new problems in social life, especially among teenagers who are the biggest users of cyberspace. Many bad things happen in teenagers' interactions in cyberspace, such as cyber bullying, or accessing content that is not suitable for teenagers to consume. This certainly cannot be allowed. To be able to overcome this problem, the outreach team carried out cyber ethics outreach activities in building a digital literacy culture. The aim of this service activity is to help increase understanding of cyber ethics among SMK Bina Harapan students. The number of participants in the socialization was 63 students consisting of class X and class XI of SMK Bina Harapan. From this activity, an evaluation was carried out in the form of a post-test using a multiple choice questionnaire via Google Form. The questions are written in essay form consisting of two answers Yes or No. The results of the Google Form questionnaire show that 90% of Bina Harapan Vocational School students understand the cyber ethics socialization material. Thus, it can be concluded that after conducting socialization, it can help increase students' understanding of Bina Harapan Vocational School about the importance of cyber ethics in building a digital literacy culture, so that their digital literacy activities become safer and healthier.