Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Profil Organoleptik Dan Kandungan Gizi Naget Ikan Gabus Yang Difortifikasi Kecambah Kacang Hijau Yuliani Yuliani; Muhammad Fahri; Marwati Marwati; Krishna Purnawan Candra
Jambura Fish Processing Journal Vol 3, No 2 (2021): VOLUME 3 NOMOR 2, JULY 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jfpj.v3i2.11051

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis profil organoleptik, kandungan gizi, dan total kalori Naget Ikan Gabus (NIG) dengan fortifikasi Kecambah Kacang Hijau (KKH). Penelitian ini merupakan penelitian faktor tunggal dalam rancangan acak lengkap, dengan enam perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. KKH yang ditambahkan adalah 0, 5, 10, 15, 20, dan 25% dari jumlah daging ikan gabus. Data kandungan gizi dan total kalori dianalisis menggunakan Analysis of Variance dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada taraf α 5%, sedangkan data organoleptik dianalisis secara deskriptif berdasarkan frekuensi terbanyak (modus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi KKH sampai dengan 25% memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik organoleptik dan gizi NIG (p0,05). NIG dengan penambahan KKH sampai dengan 10% mendapat respons disukai untuk atribut aroma, rasa, dan tekstur, sedangkan warna disukai hingga penambahan kecambah kacang hijau sebanyak 25%. NIG yang dihasilkan berwarna kuning keemasan hingga kuning kecokelatan. Semakin tinggi penambahan konsentrasi KKH menyebabkan respons sensoris mutu hedonik untuk aroma dan rasa ikan gabus menurun, sebaliknya respons sensoris mutu hedonik untuk aroma dan rasa KKH menjadi meningkat. Semakin besar penambahan KKH juga meningkatkan kelembutan tekstur NIG, serta meningkatkan kadar Abu; Air, Lemak; dan Protein, tetapi menurunkan kadar Karbohidrat dan total kalori NIG.
PKM Pengembangan dan Pengolahan Produk Buah Naga di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Marjan Wahyuni; Fenty Fauziah; Marwati Marwati
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2021): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v6i3.1740

Abstract

Samboja district in Kutai Kartanegara Regency has a fairly good economic potential: dragon fruit cultivation. Dragon fruit farmers in Samboja District, especially members of the women's farmer group in Sei Merdeka Village, face several problems. When they enter the harvest period, dragon fruit is attacked by plant pests. Dragon fruit is only a few and is supplied by middlemen who are also buyers of the dragon fruit harvest. Middlemen buy the dragon fruit at a meager price compared to market prices. On the other hand, farmers cannot sell dragon fruit themselves directly in supermarkets or in traditional markets. This PKM activity will provide training on how to plant dragon fruit, so that plant pests do not attack it to partner members of the women farmer groups and PKK women's groups. This effort can break the dependence of women farmer group members on middlemen. The PKK group of women who became partners in this activity was given knowledge and skills for further dragon fruit cultivation; the results of this cultivation were processed into various commercial food products, such as noodles, jam brownies, jelly, and syrup. The results and outputs of this PKM activity increase the knowledge and skills of members of the women farmer groups and PKK women in processing dragon fruit into various processed food products. It is also hoped that new MSMEs based on processed dragon fruit products will grow
Optimization Method for Bioethanol Production from Giant Cassava (Manihot esculenta var. Gajah) Originated from East Kalimantan Krishna Purnawan Candra; Kasma Kasma; Ismail Ismail; Marwati Marwati; Wiwit Murdianto; Yuliani Yuliani
Indonesian Journal of Chemistry Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.596 KB) | DOI: 10.22146/ijc.31141

Abstract

Here is the first report of bioethanol production from giant cassava, a variety of cassava originated from East Kalimantan. Hydrolysis on freshly grated cassava with two different acids was studied separately. The experiment was conducted as a single factor experiment in Completely Randomized Design (CRD) with five treatments (0.0–1.0 M of acid solution), each replicated three times. Reducing sugars, unhydrolyzed substance (fibers), and hydrolysate clarity was determined. The experiment was continued by studying fermentation condition using factorial experiment (2 x 4) in CRD. The first factor was starter concentration (Saccharomyces cerevisiae, 5 and 10%) and the second factor was fermentation time (2–11 days). Biomass and alcohol content in fermentate were determined. The data were analyzed by ANOVA, excluding alcohol content that analyzed by the non-parametric statistic. Optimization using regression analysis showed that hydrolysis by HCl was more effective than H2SO4. Hydrolysis solution of 0.58 M HCl gave an optimum reducing sugar in hydrolysate (5.6%), which equivalent to a yield of 28.18%. Starter concentration affected significantly on biomass and alcohol content (p < 0.001) of fermentate, while fermentation time affected significantly only on alcohol content (p < 0.001). Optimum condition of cassava hydrolysate fermentation (100 mL) was using 5% yeast for 8 days, which gave a yield of 14.17% bioethanol.
Respon Panelis dan Karakteristik Kimia Terhadap Dodol yang Disubtitusi dari Pisang Raja (Musa Sapientum L) Hamka; Lisa Mayanti; Marwati; Eva Nurmarini; Heriad Daud Salusu; Husmul Beze; Yulianto; Muhammad Yamin
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.367 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1242

Abstract

Buah pisang merupakan salah satu buah yang mudah sekali mengalami perubahan fisiologis, kimia dan fisik bila tidak ditangani secara tepat dan bernilai ekonomi rendah. Untuk itu diperlukan adanya pengolahan sehingga olahan pisang ini menjadi produk-produk variatif yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya adalah pemanfaatan pisang sebagai bahan baku untuk pembuatan dodol. Pembuatan dodol pisang diharapkan akan memberikan nilai tambah, nilai gizi yang lebih baik dan sekaligus menjadi keanekaragaman olahan pisang. Dalam penelitian pembuatan dodol pisang ini menggunakan bahan baku pisang raja. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon panelis dan kandungan kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, padatan terlarut) terhadap dodol pisang raja. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 Perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu menggunakan perlakuan pisang raja 0 g dan tepung ketan 500g, pisang raja 150g dan tepung ketan 350g, pisang raja 250g dan tepung ketan 250g, pisang raja 350g dan tepung ketan 150g. Hasil penelitian ini didapatkan kandungan kimia untuk kadar air terendah yaitu sebesar 5,71%, kadar abu tertinggi 1,39%, kadar lemak tertinggi 4,94% dan padatan terlarut tertinggi 8.33obrix untuk perlakuan pisang raja 350g dengan tepung ketan 150g. Sementara untuk uji organoleptic menunjukkan tingkat kesukaan panelis dari segi warna bernilai 3,77, aroma 3,71, rasa 3,84, dan tekstur 3,77 yang semuanya berkategori suka untuk perlakuan pisang raja 250g dengan penambahan tepung ketan 250g.
Karakterisasi Sifat Sensoris, Proksimat, Antioksidan, Total BAL, dan Uji Pasar Es Krim berbahan Puree dan Bubuk Mandai Cempedak Anton Rahmadi; Farezza Afia Rohmatul Firdaus; Marwati Marwati
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.12 No.2 Desember 2018
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.852 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v12i2.4057

Abstract

Mandai cempedak merupakan produk hasil fermentasi bakteri asam laktat yang berasal dari kulit bagian dalam buah cempedak (Artocarpus champeden). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi es krim berbahan puree atau bubuk mandai cempedak yang kemudian diuji penerimaan konsumennya dalam skala lab dengan jumlah panelis 35 orang pada rentang usia 17-21 tahun, dilanjutkan dengan pengamatan profil proksimat (kadar air, kadar abu, kadar protein, lemak, dan karbohidrat), antioksidan, total bakteri asam laktat (BAL), dan uji penerimaan pasar dengan jumlah respoden 60 orang. Analisis lanjutan terdiri dari antioksidan metode DPPH, daya leleh, dan angka lempeng total BAL. Formula terbaik dari kelompok bahan puree dan bubuk mandai cempedak diujikan kepada masyarakat umum dengan teknik uji konsumen dengan penilaian hedonik dengan parameter rasa, tekstur dan aroma, juga pendapat masyarakat secara umum akan kemampuan bersaing dan harga jual potensial produk ini. Penggunaan puree mandai cempedak pada konsentrasi 100g per formula merupakan pilihan konsumen yang secara hedonik mampu bersaing dengan produk komersial yang diujikan dengan daya leleh es krim mandai cempedak berkisar 16 s.d. 17 menit. Karakteristik es krim puree mandai cempedak adalah kadar air sebesar 62,25±0,07%, kadar abu sebesar 0,874±0,002%, kadar protein sebesar 5,78±0,09%, kadar lemak sebesar 10,53±0,06%, kadar karbohidrat sebesar 26,35±0,05%, total BAL sekitar 4 skala log cfu/mL, dan IC50 terhadap penghambatan DPPH sebesar 66,67±0,19 ppm. Es krim dengan cita rasa baru yang berasal dari mandai cempedak memiliki potensi untuk dipasarkan dengan harga kurang dari Rp. 20.000 per kemasan 200 mLKata kunci : analisis proksimat,es krim, mandai cempedak, tes pasar                                                                 ABSTRACTMandai cempedak is a lactic acid bacteria fermented product originated from the inner skin of cempedak (Artocarpus champeden) fruit. The aim of this research was to produce formulations of ice cream with the addition of mandai puree or powder which were then tested by consumer acceptance in lab scale with 35 participants in the age range of 17-21 years, followed by observation of proximate (moisture, ash, protein, fat, and carbohydrate contents), antioxidant, total lactic acid bacteria (BAL), and a market acceptance test with 60 panelists. The subsequent analysis consisted of antioxidant methods of DPPH, melting duration test, and total BAL plate count. The best formula was tested to the general public by consumer test techniques with hedonic judgment on taste, texture and aroma parameters, as well as general public opinion of competitive ability and potential selling price of this product. The use of puree mandai cempedak at 100 g concentration per formula was the consumer choice which was able to compete with commercial product tested. The melting duration for ice cream mandai cempedak was from 16 to 17 minutes. Characteristics of ice cream with mandai cempedak puree were 62.25±0.07% of moisture, 0.874±0.002% of ash, 5.78±0.09% of protein, 10.53±0.06% of fat, 26.35±0.05 of carbohydrate, 4 scale log cfu/mL of BAL, and IC50 to DPPH inhibition equaled to 66.67±0.19 ppm. The new ice creamproduced from mandai cempedak has the potential to be marketed with price range below Rp. 20,000 per 200 mL of pack size.Keywors: proximate analysis,  ice cream, mandai cempedak, market test
PENDAMPINGAN PENERAPAN SISTEM JAMINAN PRODUK HALAL PADA UMKM OMAH KUE UTI ATIK DI KOTA BALIKPAPAN Khansa Fitria Latifa Hidayat; Anton Rahmadi; Marwati Marwati; Miftakhur Rohmah
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v3i2.259

Abstract

Indonesia requires halal certification which is regulated in Law Number 33 of 2014 concerning Guaranteed Halal Products. Making halal certificates for micro and small businesses can be done in two ways, namely through the regular mechanism and the self-declare mechanism. This activity aims to increase empathy and concern for students, so that they can contribute to developing Omah Kue Uti Atik UMKM in Balikpapan City through socialization so that the quality of the products produced is guaranteed and can survive among the many similar products being traded. The implementation method used in this activity has three stages, namely the preparation stage by conducting a survey of the conditions and needs of MSMEs. The implementation stage, namely by conducting outreach to MSMEs by providing information and education. The implementation stage, namely by assisting in the preparation of SJPH documents and the process of registering a Self-Declared halal certificate. From the results of the service, MSME actors know the importance of producing halal products, fulfilling certification criteria and obtaining halal certificates through self-declaring
Penentuan Vitamin C, pH , Total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan Respon Sensoris pada Soyghurt dari Nanas Madu (Ananas comosus L.) Marwati Marwati; Yoga Pratama Putra; Aswita Emmawati; Maghfirotin Marta Banin; Yudha Agus Prayitno; Hamka Hamka
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v20i1.1126

Abstract

Soyghurt adalah merupakan salah satu produk fermentasi yang diolah dari susu kedelai dengan menambahkan kultur bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Soyghurt dengan penambahan buah nanas madu dapat meningkatkan nilai fungsionalnya, namun perlu formulasi yang tepat agar didapatkan soyghurt nanas madu dengan nilai fungsional dan sensoris terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan lima taraf dan diulang tiga kali. Faktor tersebut adalah persentase perbandingan nanas madu dan susu kedelai yaitu (30:70), (40:60), (50:50), (60:40) dan (70:30). Parameter yang diamati adalah kadar vitamin C, pH, total bakteri asam laktat dan sifat sensoris (hedonik dan mutu hedonik). Hasil penelitian menunjuukan bahwa perlakuan nanas madu dan susu (70:30) memiliki kandungan vitamin C 50,75 mg/100 g, pH 4,48, total BAL log 7,57 cfu/g dan disukai oleh panelis pada uji hedonik. Sedangkan pada karakteriktik mutu hedonik pada perlakuan 70:30 memberikan warna kuning, beraroma nanas dan agak beraroma susu kedelai, tekstur kental, dan berasa asam, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan yang lain.
Analisis Kesesuaian Penerapan Higiene Sanitasi Pada Penyedia Jasaboga: (Studi Kasus Pendampingan Di UMKM Dapur Mamak Nia Kecamatan Waru) Nur Annisa; Marwati Marwati; Sulistyo Prabowo
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.294

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memberikan kontribusi dalam pendapatan nasional dan penerimaan lapangan pekerjaan. Ekonomi selama pandemi mengalami penurunan, tetapi UMKM adalah usaha yang dapat bertahan di masa krisis pandemi. Oleh karena itu upaya menggerakkan ekonomi lewat pemberdayaan UMKM dilakukan pemerintah. Munculnya potensi UMKM seiring dengan kelemahan yang dimiliki UMKM. Kelemahan yang paling sering terjadi adalah penerapan higiene sanitasi. Pemerintah, Lembaga Keuangan dan Institusi Pendidikan bekerja sama untuk melakukan program pengembangan dan perbaikan untuk UMKM yaitu per-baikan higiene sanitasi agar memudahkan pengurusan legalitas usaha. Dapur Mamak Nia adalah UMKM yang belum memiliki lisensi seperti laik higiene sanitasi. Oleh karena itu dil-akukan analisis untuk melihat sejauh mana UMKM ini menerapkan higiene sanitasi dan melihat kekurangan yang perlu diperbaiki agar memenuhi persyaratan higiene sanitasi jasaboga. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan sumber data primer dari narasumber melalui observasi dan wawancara terbuka. Pada penelitian ini menggunakan form dari PERMENKES N0. 1096 Tahun 2011. Penggolongan jasaboga menggunakan form 12, ceklis kondisi menggunakan form 3, pemberian saran perbaikan untuk UMKM dan yang terakhir melihat kondisi akhir setelah diberikan perbaikan menggunakan form 3. Pendataan menghasilkan bahwa UMKM Dapur Mamak Nia membuat makanan untuk dikonsumsi masyarakat umum, masih menggunakan dapur rumah tangga yang sekaligus dapur UMKM, dikelola oleh pengusaha dengan bantuan tenaga kerja keluarga sendiri yang berarti termasuk jasaboga golongan A1. Kondisi Awal dengan bobot 49/70 dengan presentase 70% yang berarti belum memenuhi syarat. Setelah diberikan saran perbaikan, kondisi akhir dengan bobot 56/70 dengan presentase 80% yang berarti belum memenuhi syarat. Faktor yang menyebabkan penerapan belum terjadi adalah kurangnya pengetahuan dan finansial. Upaya per-baikan dilakukan sesuai kemampuan UMKM Dapur Mamak Nia walaupun belum bisa mengurus legalitas.
Uji Daya Hambat BakteriStaphylococcus Aureus Menggunakan Ekstrak Daun Tahongai (Kleinhovia hospitaL.) Tiara Magvirah; Marwati Marwati; Fikri Ardhani
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v2i2.3687

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya hambat bakteri Staphylococcus aureus oleh ekstrak tanaman daun tahongai (Kleinhovia hospita L. Rancangan Acak Lengkap digunakan pada penelitian ini dengan ulangan sebanyak lima kali. Perlakuan dalam penelitian adalah p0 Aquades (kontrol negatif), p1 konsentrasi 1 g/L, p2 konsentrasi 3 g/L, p3 konsentrasi 10 g/L, p4 konsentrasi 30 g/L, p5 konsentrasi 100 g/L dan antibiotik Kloramfenikol 10 g/L (kontrol positif). Data dianalisis menggunakan sAnova dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pada konsentrasi ekstrak daun tahongai (Kleinhovia hospita L.) memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureus pada p3 konsentrasi 10 g/L, p4 konsentrasi 30 g/L, p5 konsentrasi 100 g/L dan p6 antibiotik Kloramfenikol 10 g/L tetapi berbeda tidak nyata terhadap p0 Aquades (kontrol negatif), p1 konsentrasi 1 g/L  dan p2 konsentrasi 3 g/L. Ekstrak pada tanaman daun tahongai (Kleinhovia hospita L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada taraf dosis yang optimal dengan konsentrasi p5 100 g/L diameter zona hambat yang diperoleh adalah 13,048±3,860 mm akan tetapi tidak efektif jika dibandingkan antibiotik Kloramfenikol 10 g/L dengan diameter zona hambat 22,199± 2,251 mm. 
Penambahan Bubuk Kulit Kayu Bangkal (Nauclea subdita) Dalam Pembuatan Sabun Kesehatan Pada Berbahan Baku VCO (Virgin Coconut Oil) Mechael Jordan; Aswita Emmawati; Marwati
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu tanaman bangkal (Nauclea subdita) secara tradisional digunakan oleh masyarakat di Kalimantan untuk perawatan wajah. Tanaman bangkal mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan dan antimikroba, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan manfaat sabun bagi kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk kayu bangkal terhadap karakteristik mutu sabun sesuai dengan SNI Sabun. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan bubuk kulit kayu bangkal sejumlah 0, 2, 4, 6 dan 8 g per 100 g bahan sabun. Parameter yang dianalisis adalah kadar air, pH 0,1 persen, kadar bahan tak larut dalam etanol dan kadar alkali bebas. Pengolahan data dilakukan dengan sidik ragam (Anova), dan jika terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan, maka akan dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Duncan's multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk kayu bangkal pada sabun padat VCO berpengaruh nyata terhadap kadar air, pH 0,1 persen, bahan tak larut dalam etanol dan kadar alkali bebas. Penambahan bubuk kayu bangkal akan meningkatkan kadar air, pH 0,1 persen, dan kadar bahan tak larut dalam etanol, serta menurunkan kadar alkali bebas dalam sabun. Penggunaan kayu bangkal sebagai bahan sabun masih membutuhkan pengujian lebih lanjut untuk aspek kelayakan industri dan keamanannya bagi pengguna.