Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER (Kajian Teoritis dalam Pembelajaran Matematika) Parwati, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam beberapa tahun terakhir, dampak negatif dari perkembangan teknologi dan informasi mulai dirasakan ‘menjangkiti’ masyarakat di Indonesia khususnya, seperti: pola hidup konsumtif, korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, dan kehidupan politik yang tidak produktif. Lembaga-lembaga pendidikan memegang peranan utama dalam mencegah dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan tersebut. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menanggulangi masalah tersebut, diantaranya: menyelenggarakan pedidikan dengan menekankan pada pengembangan pendidikan karakter sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah memiliki beberapa tujuan, diantaranya: agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep dan mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah, memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu: memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Menyimak tujuan pendidikan matematika tersebut, sesungguhnya dalam belajar matematika, siswa tidak hanya dibekali dengan kemampuan hitung menghitung dan pemahaman konsep-konsep yang kering dengan makna, tetapi memiliki peluang yang sangat besar dalam pembentukan karakter yang baik. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu model pembelajaran, dalam hal ini adalah model pembelajaran pemecahan masalah yang mampu memfasilitasi pengembangan pendidikan karakter tersebut.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL BALI BERBANTUAN MEDIA ICT Parwati, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan: (1) prototipe model pembelajaran pemecahan masalah matematika SMP berorientasi kearifan lokal Bali beserta perangkat pembelajarannya yang valid, efektif, dan praktis. Perangkat pembelajaran yang dimaksud, berupa: (a) buku petunjuk guru, (b) RPP, (c) buku siswa, dan (d) media ICT serta lembar kerja siswa. Penelitian pengembangan ini, dilaksanakan selama tiga tahun menggunakan desain pengembangan 4-D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). Penelitian ini baru sampai pada tahap develop. Tahap define dan design telah menghasilkan draf model dan perangkat pembelajaran dengan kualifikasi valid. Pada tahap develop, melakukan uji efektifitas dan kepraktisan model pembelajaran dan perangkatnya melalui uji coba terbatas. Uji efektifitas dilihat dari adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika dari sebelum dan sesudah pelaksanaan uji coba. Uji kepraktisan dilakukan berdasarkan tanggapan guru dan siswa tentang model dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII SMPN 4 Singaraja. Data dikumpulkan dengan lembar observasi, angket, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah semua perangkat pembelajaran yang dihasilkan berkualifikasi valid, efektif, dan praktis. Berdasarkan hasil yang telah dicapai, dinilai layak untuk melakukan tahap disseminate pada wilayah sekolah yang lebih luas.Kata-kata kunci: kearifan lokal, media ICT, kemampuan pemecahan masalah matematika, model pembelajaran pemecahan masalah.Abstract: The aim of the staudy was to produce: (1) prototype of Junior High School Mathematic problem- solving instructional model oriented on Balinese local wisdom and learning tools are valid, effective, and practical. The instructional devices mentioned included: (a) Teacher's mannual, (b) Instructional planning, (c) student's text book and (d) ICT media and student's worksheets. This development research was conducuted for about three years using 4-D model development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). This study had just reached development stage. The define, and design stage had resulted draft of model and instructional devices wit valid qualification. In the develop stage a limited try-out of the model and its devices should be done. The effectiveness test would be viewed from the improvement of ability to solve mathematics problems before and after the try-out was conducted. The practicality testing was made based on the teacher and student responses toward the instructional model and its devices. The subjects of the study involved teachers and students of class VIII SMPN 4 Singaraja. The data were collected by using observation sheet, questionnaire, and test of mathematic problem solving ability. The analysis was conducted descriptively. The results indicated that all the instructional devices produces were found valid, effective, and practical. Based on the findings, it was feasible to dissiminate this model in the wider range of schools.Keywords: local wisdom, ICT media, ability to solve mathematic problems, problem solving instructional model.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI JENIS MASALAH YANG DIBERIKAN KEPADA SISWA Parwati, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menguji perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika dilihat dari jenis masalah yang diberikan kepada siswa SD kelas V. Jenis masalah yang dikaji meliputi masalah matematika terbuka dan masalah matematika tertutup. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi menggunakan salah satu model rancangan nonequivalent control group designs yaitu the untreated control group design with pretest and posttest. Analisis data menggunakan t-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Laboratorium Undiksha dan SD 1 Banjar Jawa. Masing-masing sekolah tersebut memiliki dua kelas paralel. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun akademik 2010/2011. Subjek penelitian yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 152 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Semua analisis statistik menggunakan software SPSS 15.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh jenis masalah matematika terbuka lebih tinggi dari siswa yang memperoleh jenis masalah matematika tertutup. Berdasarkan temuan penelitian, guru matematika SD disarankan untuk memberikan jenis masalah matematika terbuka untuk melatih siswa mampu memecahkan masalah secara kreatif.
PERANAN PENDIDIKAN KARAKTER BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Parwati, Ni Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peranan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VIII A2 SMPN 6 Singaraja tahun ajaran 2014/1015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data yang dikumpulkan berupa data kemampuan pemecahan masalah matematika, proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui pembelajaran dengan penerapan pendidikan karakter berorientasi kearifan lokal Bali, dan sikap siswa terhadap matematika. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika, lembar observasi kemampuan pemecahan masalah matematika berorientasi karakter, dan angket sikap terhadap matematika. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah pada siklus III sebanyak 86% siswa mencapai kemampuan pemecahan masalah dengan kriteria minimal baik. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa semakin baik dari siklus ke siklus. Sikap siswa terhadap matematika dengan kategori positif sebanyak 89%. Kata-kata Kunci: pendidikan karakter, kearifan lokal, kemampuan pemecahan masalah. AbstractThe purpose of this study was to describe the role of character education oriented of local wisdom in the development of mathematical problem solving ability. This classroom action research conducted in the class VIII A2 SMPN 6 Singaraja in the academic year 2014/1015. This research carried out in three cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action, observation and evaluation, and reflection. The data collected, namely: mathematical problem solving ability, the data upgrade process of mathematical problem solving through learning by application- character education oriented of Balinese local wisdom, and attitudes toward mathematics. The instrument to data collection was a test of mathematical problem solving ability, observation sheets of mathematical problem solving ability-character oriented and questionnaire of attitude towards mathematics. The data were analyzed descriptively. The Results of this study is the third cycle as much as 86% of students achieved the problem solving ability with criteria minimum “good”. Students’mathematical problem solving abilities are getting better from cycle to cycle. Students'attitudes toward mathematics with “positive” category as much as 89%. Key words: character education, local wisdom, problem solving ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 AMLAPURA Sanistiawati, Ni Made; Parwati, Ni Nyoman; Pasek Suryawan, I Putu
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran ReciprocalTeaching terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Jenis penelitian ini adalaheksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian Post-Test Only ControlGroup Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Amlapuratahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 200 orang dan tersebar ke dalam 7 kelas.Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling.Data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes pemahamankonsep bentuk uraian. Rata-rata skor pemahaman konsep matematika untuk kelompokeksperimen adalah 24,034 dan rata-rata skor pemahaman konsep matematika untukkelompok kontrol adalah 19,896. Data dianalisis menggunakan uji-t satu ekor (ekorkanan) dengan taraf signifikan 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa= 2,858hitung t lebih dari =1,672tabel t , sehingga 0 H ditolak. Berdasarkan hal ini dapatdisimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan model pembelajaran reciprocalteaching memberikan pengaruh postitif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Hal ini karena model pembelajaran reciprocal teaching menggunakan empat strategidalam pelaksanaannya yaitu merangkum, menyusun pertanyaan, mengklarifikasi, danmemprediksi sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam bertukar pikiran, mengajukanpertanyaan, mendengar pendapat temannya, dan bersemangat dalam mengikutipembelajaran dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata kunci: Pemahaman Konsep Matematika, Reciprocal Teaching, PembelajaranKonvensional
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP Septiana, K. Riko Agus; Parwati, Ni Nyoman; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra, pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, dan pembelajaran dengan model konvensional. Dari perbedaan tersebut diselidiki kelompok mana yang memiliki pemahaman konsep matematika lebih baik. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Seririt tahun pelajaran 2016/2017, sebanyak 216 siswa. Sampel dipilih 3 kelas dengan teknik random sampling dari 6 kelas. Data pemahaman konsep matematika dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep matematika. Analisis data dilakukan dengan uji nonparametric Kruska-Wallis dan uji U Mann Whitney. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra, pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, dan pembelajaran dengan model konvensional; (2) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra lebih baik daripada pembelajaran dengan model penemuan terbimbing; (3) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan Geogebra lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional. (4) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran penemuan terbimbing, GeoGebra, pemahaman konsep matematika
MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SIKAP TERHADAP MATEMATIKA SISWA ., Ade Prajnawini; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa (2) mendeskripsikan sikap siswa terhadap matematika, dengan menerapkan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi kearifan lokal masyarakat Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 28 orang siswa kelas VIII A2 SMP Negeri 6 Singaraja pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Data kemampuan pemecahan masalah siswa dikumpulkan menggunakan tes uraian dan data sikap terhadap matematika siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah siswa dari refleksi awal ke siklus III adalah sebesar 78.5% yaitu terjadi peningkatan dari refleksi awal 42,38 dengan kategori cukup baik menjadi 75,65 pada siklus III dengan kategori baik. Peningkatan sudah optimal dan memenuhi indikator keberhasilan. Hal ini disebabkan oleh: (1) sejak awal pembelajaran siswa sudah dilatih untuk melakukan strategi pemecahan masalah, (2) masalah yang disajikan sebagian besar merupakan masalah sehari-hari, sehingga siswa belajar secara bermakna, dan (3) adanya nasehat-nasehat masyarakat Bali yang memotivasi siswa belajar sehingga membantu berkembangnya sikap positif siswa. Rata-rata skor sikap siswa terhadap matematika yang dilaksanakan setelah siklus III adalah 42,67 (kategori positif).Kata Kunci : Model Pembelajaran Pemecahan Masalah, Kearifan Lokal, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Sikap terhadap Matematika This research aimed at (1) describing the improvement of student’s problem solving ability (2) describing the student’s mathematics attitude resulted from the application of problem solving learning model with local genius orientation. This study was a classroom action research which involved subjects as many as 28 students at class VIII A2 SMP Negeri 6 Singaraja at the first semester of 2013/2014 academic year. This study is carried out in three cycles, each cycle consist of planning, action, observation and evaluation, as well as reflection. Student’s problem solving ability data was collected by using the essay test and student’s mathematics attitude data was collected by using observation sheets and analyzed descriptively. The results showed that the average scores of student’s problem solving ability has improved as high as 78,5% from the first reflection to the third cycles. This increased was optimum and full the success indicator. That improvement was caused by: (1) from the first action of research, students were trained to use problem solving strategy, (2) the problems have been presented as real-life problems so the students get the meaningful learning, and (3) the use of Balinesse proverbs have motivated students to study and envolving student’s mathematics attitude to be more positive. The average score of student’s mathematics attitude toward mathematics which had been collected in the third cycled was 42,67 (classified positive). keyword : Problem Solving Learning Model, Local Genius, Mathematics Problem Solving Abbility, Mathematics Attitude
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 5 SMPN 2 AMLAPURA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERBANTUAN LKS OPEN-ENDED ., Putri Oktalinda Muttaqina; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (2) mengetahui besarnya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan (3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berbantuan LKS open-ended. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII 5 SMP Negeri 2 Amlapura sebanyak 36 orang. Data proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan menggunakan jurnal kegiatan pembelajaran. Data kemampuan pemecahan masalah matematika dan respon siswa berturut-turut dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase banyaknya siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika yang berada pada kategori minimal tinggi meningkat dari siklus ke siklus, pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu: 41,67%, 63,89%, dan 86,11%. Peningkatan ini tercapai karena adanya upaya-upaya perbaikan yang dilakukan setiap siklusnya sehingga siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran, lebih memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matematika secara komprehensif, sering mengekspresikan idenya, serta merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri dalam mendiskusikan permasalahan dalam LKS open-ended, sehingga meningkatkan kreativitas berpikir siswa yang bermuara pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Persentase banyaknya siswa dengan respon yang berada pada kategori minimal positif adalah 94,45%.Kata Kunci : model pembelajaran pemecahan masalah, LKS open-eEnded, kemampuan pemecahan masalah matematika This research was aimed to: (1) describe the improvement process of students’ mathematical problem solving skills, (2) know the increase of students’ mathematical problem solving skills, and (3) know the students’ respond towards the implementation of problem solving learning model assisted by an open-ended student’s worksheet. This research was classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were students of VIII 5 class in SMP Negeri 2 Amlapura which consists of 36 students. The data of improvement process of students’ mathematical problem solving skills were collected by using journal of learning activities. The data of mathematical problem solving skills and students’ responses were collected respectively by using mathematical problem solving tests and questionnaire. The data were analyzed descriptively. The results of this research show that the percentages of students in mathematical problem solving skills which belongs to high minimum category, are increased from one cycle to another. The percentages on the first, second, and third cycle are respectively 41,67%, 63,89%, and 86,11%. These improvements are due to improvement efforts in each cycle so that students participate more active in the learning, more utilize the knowledge and math skills in a comprehensive manner, often express their ideas, and respond the problem in their own way in discussing problems of open-ended student’s worksheet, thereby enhancing the creativity of the student’s thinking that led to the improvement of students’ mathematical problem solving skills. The percentage of students which belong to positive minimum category respond is 94,45 %.keyword : problem solving learning model, open-ended student’s worksheet, mathematical problem solving skills
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA LABORATORIUM UNDIKSHA ., Ni Putu Eka Widiantari; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) lebih baik daripada siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian menggunakan Post Test Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X SMA Laboratorium Undiksha tahun ajaran 2015/2016 yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh menggunakan tes dengan bentuk uraian. Data dianalisis menggunakan uji-t satu ekor pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t-hitung = 3,148 lebih dari nilai t-tabel = 1,673, sehingga H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan model CORE lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan model konvensional. Kata Kunci : model pembelajaran CORE, kemampuan pemecahan masalah matematika. The purpose of this research was to find out whether the mathematical problem solving ability of students who studied with CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) model is better than those who studied with conventional learning. This research was a quasi experiment with Post Test Only Control Group Design. The population of this research were students in grade ten of SMA Laboratorium Undiksha in academic year 2015/2016 that divided into seven classes. Two classes were selected as sample taken by using cluster random sampling technique. The data of this research were the mathematical problem solving ability, which were gathered by essay test. The data analyzed by using one tail t-test for hypothesis with significance level at 5%. The result of data analysis showed that the value of t-test = 3,148 greater than t-table = 1,673, so that the null hypothesis must be rejected. The conclusion is the mathematical problem solving ability of students who study with CORE model is better than those who study with conventional learning.keyword : CORE model, problem solving ability
Pengembangan Instrumen Penilaian Aktivitas Belajar Matematika Siswa SD Berorientasi Pendidikan Karakter ., I Putu Herry Gita Rusmawan; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian aktivitas belajar matematika siswa sekolah dasar berorientasi pendidikan karakter yang valid dan reliabel. Penelitian pengembangan ini mengikuti tahapan pengembangan yang meliputi: (1) mengumpulkan informasi, (2) perancangan instrumen, (3) validasi instrumen, (4) revisi instrumen, (5) uji coba instrumen, (6) analisis hasil uji coba, dan (7) perakitan instrumen final. Penelitian dilakukan di wilayah kecamatan Buleleng dengan melibatkan 166 siswa kelas V sekolah dasar sebagai sampel ujicoba. Instrumen penilaian aktivitas belajar matematika yang dikembangkan dalam penelitian ini, disusun berdasarkan karakteristik pelajaran matematika sekolah dasar, karakteristik siswa sekolah dasar, dan nilai-nilai karakter positif yang dapat ditanamkan melalui pembelajaran matematika sekolah dasar. Uji validitas yang dilakukan meliputi uji validitas isi dengan formula Gregory dan uji validitas konstruk dengan korelasi product moment. Uji reliabilitas yang dilakukan meliputi uji reliabilitas internal instrumen dengan formula Alpha Cronbach dan uji reliabilitas interrater dengan formula Ebel. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Berdasarkan hasil penilaian ahli, instrumen yang dihasilkan telah dinyatakan memenuhi validitas isi dengan koefisien validitas isi sebesar 1. Perhitungan validitas konstruk menunjukkan setiap butir yang dibuat telah valid. (2) Hasil uji reliabilitas menunjukkan reliabilitas instrumen digolongkan sangat tinggi berdasarkan kriteria Guilford, yaitu sebesar 0,935 berdasarkan data yang diperoleh observer I dan II serta 0,926 berdasarkan data yang diperoleh observer III. Perhitungan reliabilitas interrater dengan formula Ebel memberikan hasil koefisien reliabilitas interrater sebesar 0,99 yang mengindikasikan hasil penilaian yang dilakukan oleh para observer konsisten satu sama lainnya.Kata Kunci : Pengembangan, Instrumen, Penilaian aktivitas matematika This study was aimed at developing the valid and reliable instrument of mathematical learning activities assessment of elementary school students which character education orientation. This development research consisted of some development procedures; they were (1) gathering information, (2) designing instrument, (3) instrument validation, (4) instrument revision, (5) testing instrument, (6) testing result analysis, and (7) final instrument construction. The research was conducted in Buleleng district involving 166 elementary school students of grade five as the testing sample. The development instrument of mathematics learning activities assessment in this research was constructed based on the characteristic of elementary school mathematics learning, the characteristic of elementary school students, and the positive character values which can be integrated in mathematics learning of elementary school. This research used two validity tests, i.e content validity test with Gregory formula and construct validity test with product moment correlation. Two reliability test were done in this research, i.e. internal instrument reliability test with Alpha Cronbach formula and inter rater reliability test with Ebel formula.The result of this research showed that (1) based on the expert judgement result, the instrument that was produced had filled the content validity with the validity coefficient as 1. The construct validity computation showed that each descriptor which was made had been valid, (2) The result of reliability test showed that the instrument reliability was classified to very high based on Guilford criteria, that was 0.935 based on data that were obtained by the first and the second observer, and 0.926 based on the data result of the third observer. The computation of inter rater reliability using Ebel formula gave the result of reliability coefficient as 0.99 which indicated that the assessment results done by the observers were consistent to each others. keyword : Development, Instrument, Mathematics activity assessment
Co-Authors ., A.A SRI YULIANA DEWI ., I Putu Supartika ., KD ARYA UTAMA JAYA ., Luh Irmayanti ., NI KETUT SURIANI ., Ni Putu Eka Widiantari ., NI PUTU SRI ANDAYANI ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si. ., Putri Oktalinda Muttaqina ., Putu Winda Marhayani Wijaya ., Putu Yulia Prawestri Abdullah, Mohamad Syarief Ade Prajnawini . Agus Putra Wijaya Ahadiyah Noer Hapsari . Anak Agung Gde Ekayana Anantawikrama Tungga Atmadja Apriadi, Ramadhan Ariadi, Ni Made Aripin Tambunan Arya Arimbawa, Gusti Putu Aryani, Wayan Astiti, Putu Juli Cendana, Wiputra Desak Putu Parmiti Desak Putu Saridewi Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewi, Ni Komang Tri Yunita Dewi, Ni Luh Kusuma Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Gede Rasben Dantes Gede Suweken Gusti Ayu Mahayukti HALILI, SITI HAJAR hanifah hanifah I Gede Ratnaya I Gst Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Bagus Gending . I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Gusti Putu Suharta I Kadek Suartama I Ketut Wijaya I Komang Adi Indra Pramana . I Komang Sudarma I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I Made Sutajaya I Made Tegeh I Nyoman Gita I Nyoman Jampel I Putu Darma Putra . I Putu Herry Gita Rusmawan I Putu Herry Gita Rusmawan . I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Supartika . I Putu Wisna Ariawan I Wayan Santyasa I Wayan Santyasa I Wayan Sentana Putra . I Wayan Sukra Warpala Ida Ayu Dwi Ambarawati . Ida Ermiana K. Riko Agus Septiana Ketut Agustini Ketut Rendrayana Luh Irmayanti . Luh Putu Arya Putri Adnyani . M.Or. S.Pd. Gede Eka Budi Darmawan . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Naswan Suharsono Ni Ketut Suriani Ni Made Sanistiawati Ni Made Sri Mertasari Ni Putu Eka Widiantari . Ni Putu Ristiati Pande Putu Sri Wandari . Pande Putu Sri Wandari ., Pande Putu Sri Wandari Poh, Chow Teng Prameswara, Putu Buddhi Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Purnama, M. Rokhman Putri Oktalinda Muttaqina . Putu Supawidhiasih, Ni Putu Supawidhiasih, Ni Putu Winda Marhayani Wijaya . Putu Yulia Prawestri . Rusmawan, I Putu Herry Gita Sanistiawati, Ni Made Santosa, Made Herry Sari, Ni Kadek Ayu Indah Septiana, K. Riko Agus Sogen, Afrianto T. L. Supuwiningsih, Ni Nyoman Suryanti Kusuma, Aniek Tirza, Juliana Trianasari Trianasari, Trianasari Wilandari, Putu Ayu Desi Wiryanta, Nyoman Agus Yani Yani