Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH STRATEGI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII NON UNGGULAN SMP NEGERI 6 SINGARAJA Putu Yulia Prawestri .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi active knowledge sharing terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII non unggulan SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII B5 sebagai kelas eksperimen dan VII B6 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=3,2762 lebih besar dari nilai〖 t〗_tabel=2,0032, sehingga H_0 ditolak. Sehingga kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penerapan pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematika, strategi active knowledge sharing, pembelajaran konvensional. This objective of this research is to investigate the effect of active knowledge sharing strategy to students’ mathematical communication ability. The population were students seventh unseeded grade students of SMP Negeri 6 Singaraja in the academic year of 2015/2016. Sampling was done by cluster random sampling technique. The samples were students in VII B5 grade students as the experimental group and seventh B6 grade students as the control group. The research design used in this research is Post Test Only Control Group Design. Data of students’ mathematical communication ability were collected by using students’ mathematical communication ability test. This data were analyzed by using a one-tailed t-test with 5% level of significant. This research result show that t_calculate=3,2762 greater than 〖 t〗_table=2,0032, so that H_0 is diclined. So that students mathematical communication ability who studied using active knowledge sharing strategy was higher than those who studied using conventional learning. Thus active knowledge sharing strategy gives positive contribution toward the students mathematical communication ability.keyword : mathematical communication ability, active knowledge sharing strategy, conventional learning
PENGARUH STRATEGI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII NON UNGGULAN SMP NEGERI 6 SINGARAJA Putu Yulia Prawestri .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi active knowledge sharing terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII non unggulan SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII B5 sebagai kelas eksperimen dan VII B6 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=3,2762 lebih besar dari nilai〖 t〗_tabel=2,0032, sehingga H_0 ditolak. Sehingga kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penerapan pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematika, strategi active knowledge sharing, pembelajaran konvensional. This objective of this research is to investigate the effect of active knowledge sharing strategy to students’ mathematical communication ability. The population were students seventh unseeded grade students of SMP Negeri 6 Singaraja in the academic year of 2015/2016. Sampling was done by cluster random sampling technique. The samples were students in VII B5 grade students as the experimental group and seventh B6 grade students as the control group. The research design used in this research is Post Test Only Control Group Design. Data of students’ mathematical communication ability were collected by using students’ mathematical communication ability test. This data were analyzed by using a one-tailed t-test with 5% level of significant. This research result show that t_calculate=3,2762 greater than 〖 t〗_table=2,0032, so that H_0 is diclined. So that students mathematical communication ability who studied using active knowledge sharing strategy was higher than those who studied using conventional learning. Thus active knowledge sharing strategy gives positive contribution toward the students mathematical communication ability.keyword : mathematical communication ability, active knowledge sharing strategy, conventional learning
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA LABORATORIUM UNDIKSHA Ni Putu Eka Widiantari .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) lebih baik daripada siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian menggunakan Post Test Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X SMA Laboratorium Undiksha tahun ajaran 2015/2016 yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh menggunakan tes dengan bentuk uraian. Data dianalisis menggunakan uji-t satu ekor pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t-hitung = 3,148 lebih dari nilai t-tabel = 1,673, sehingga H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan model CORE lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan model konvensional. Kata Kunci : model pembelajaran CORE, kemampuan pemecahan masalah matematika. The purpose of this research was to find out whether the mathematical problem solving ability of students who studied with CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) model is better than those who studied with conventional learning. This research was a quasi experiment with Post Test Only Control Group Design. The population of this research were students in grade ten of SMA Laboratorium Undiksha in academic year 2015/2016 that divided into seven classes. Two classes were selected as sample taken by using cluster random sampling technique. The data of this research were the mathematical problem solving ability, which were gathered by essay test. The data analyzed by using one tail t-test for hypothesis with significance level at 5%. The result of data analysis showed that the value of t-test = 3,148 greater than t-table = 1,673, so that the null hypothesis must be rejected. The conclusion is the mathematical problem solving ability of students who study with CORE model is better than those who study with conventional learning.keyword : CORE model, problem solving ability
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI JURUSAN AKOMODASI PERHOTELAN SMK NEGERI 2 SINGARAJA I Putu Supartika .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran AIR berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Akomodasi Perhotelan SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016, sebanyak 146 orang yang didistribusikan ke dalam 4 kelas. Semua populasi diambil sebagai sampel penelitian. Desain penelitian yang digunakan yaitu post test only control group design versi faktorial 2x2. Data skor hasil belajar matematika siswa diperoleh melalui tes hasil belajar matematika. Analisis data menggunakan uji ANAVA dua jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa; pertama, terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran AIR dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; kedua, terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan LKS konstruktivis dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan LKS konvensional; dan ketiga, terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan jenis LKS terhadap hasil belajar matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran AIR, LKS, hasil belajar matematika This study aims to determine the influence of AIR learning model aided by worksheet towards mathematics learning outcomes. The population in this study is the eleventh grade students Hotel Accomodation Programs of SMK Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016, whict consist of 146 students were distributed into 4 classes. All populations are taken as samples. The study used post test only control group design version factorial 2x2. Data score students mathematics learning outcomes obtained through the learning test results. Analysis of data using ANOVA two paths with significance level of 5%. The results of hypothesis test indicate; first, there are differences in mathematics learning outcomes between groups of students who learn using AIR learning model with a group of students who learn using conventional teaching; second, there are differences in mathematics learning outcomes between groups of students who using constructivist worksheet with a group of students who learn using conventional worksheet; and third, there is an effect of interaction between learning model and type of worksheets towards mathematics learning outcomes.keyword : AIR learning model, worksheet, mathematic learning outcomes
PENGARUH STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) BERBANTUAN MIND MAP TERHADAP KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 SINGARAJA Putu Winda Marhayani Wijaya .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kreativitas dan kemampuan komunikasi matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) berbantuan mind map dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan post test only control group design. Populasi penelitan ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 10 kelas. Uji kesetaraan populasi menggunakan uji Anava. Sampel dipilih dengan teknik random sampling. Data skor kreativitas siswa diperoleh melalui angket dan skor kemampuan komunikasi matematika siswa diperoleh melalui tes uraian. Analisis data menggunakan uji MANOVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan kreativitas dan kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) berbantuan mind map dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F = 4,36 dan Sig = 0,02 ;ρ < 0,05); kedua, terdapat perbedaan kreativitas siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) berbantuan mind map dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F = 5,18 dan Sig = 0,03 ;ρ < 0,05); ketiga, terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (TTW) berbantuan mind map dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ((F = 4,62 dan Sig = 0,04 ;ρ < 0,05). Dengan demikian, strategi Think Talk Write (TTW) berbantuan mind map berpengaruh terhadap kreativitas dan kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : strategi Think Talk Write (TTW), mind map, kreativitas, kemampuan komunikasi matematika This research’s purpose to determine the differences creativity and mathematical communication ability between group of students acquired Think Talk Write (TTW) strategy assisted by mind map with group of students acquired conventional learning. This quasi experimental research used post test only control group design. The population of this research was students of X Class of SMA Negeri 3 Singaraja in academic year 2015/2016 that divided into 10 classes. Equality test of the population was doing by Anova. Samples was selected by random sampling. Data of creativity was collected through questionnaires and data of mathematical communication ability was collected through test. Data analyzed using MANOVA with significance level at 5% . The data analysis found that; first, there were differences between creativity and mathematical communication ability between group of students acquired Think Talk Write (TTW) strategy assisted by mind map and group of students acquired conventional learning (F = 4.36 and Sig = 0.02 ;ρ < 0.05); second, there were differences between creativity between group of students acquired Think Talk Write (TTW) strategy assisted by mind map and group of students acquired conventional learning (F = 5.18 and Sig = 0.03 ;ρ < 0.05); third, there were differences between mathematical communication ability between group of students acquired Think Talk Write (TTW) strategy assisted by mind map and group of students acquired conventional learning (F = 4.62 and Sig = 0.04 ;ρ < 0.05). Based on it, Think Talk Write (TTW) strategy assisted by mind map influence creativity and mathematical communication abilitykeyword : Think Talk Write strategy, mind map, creativity, mathematical communication ability.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 5 SMPN 2 AMLAPURA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERBANTUAN LKS OPEN-ENDED Putri Oktalinda Muttaqina .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (2) mengetahui besarnya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan (3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berbantuan LKS open-ended. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII 5 SMP Negeri 2 Amlapura sebanyak 36 orang. Data proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan menggunakan jurnal kegiatan pembelajaran. Data kemampuan pemecahan masalah matematika dan respon siswa berturut-turut dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase banyaknya siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika yang berada pada kategori minimal tinggi meningkat dari siklus ke siklus, pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu: 41,67%, 63,89%, dan 86,11%. Peningkatan ini tercapai karena adanya upaya-upaya perbaikan yang dilakukan setiap siklusnya sehingga siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran, lebih memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matematika secara komprehensif, sering mengekspresikan idenya, serta merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri dalam mendiskusikan permasalahan dalam LKS open-ended, sehingga meningkatkan kreativitas berpikir siswa yang bermuara pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Persentase banyaknya siswa dengan respon yang berada pada kategori minimal positif adalah 94,45%.Kata Kunci : model pembelajaran pemecahan masalah, LKS open-eEnded, kemampuan pemecahan masalah matematika This research was aimed to: (1) describe the improvement process of students’ mathematical problem solving skills, (2) know the increase of students’ mathematical problem solving skills, and (3) know the students’ respond towards the implementation of problem solving learning model assisted by an open-ended student’s worksheet. This research was classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were students of VIII 5 class in SMP Negeri 2 Amlapura which consists of 36 students. The data of improvement process of students’ mathematical problem solving skills were collected by using journal of learning activities. The data of mathematical problem solving skills and students’ responses were collected respectively by using mathematical problem solving tests and questionnaire. The data were analyzed descriptively. The results of this research show that the percentages of students in mathematical problem solving skills which belongs to high minimum category, are increased from one cycle to another. The percentages on the first, second, and third cycle are respectively 41,67%, 63,89%, and 86,11%. These improvements are due to improvement efforts in each cycle so that students participate more active in the learning, more utilize the knowledge and math skills in a comprehensive manner, often express their ideas, and respond the problem in their own way in discussing problems of open-ended student’s worksheet, thereby enhancing the creativity of the student’s thinking that led to the improvement of students’ mathematical problem solving skills. The percentage of students which belong to positive minimum category respond is 94,45 %.keyword : problem solving learning model, open-ended student’s worksheet, mathematical problem solving skills
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP K. Riko Agus Septiana; Ni Nyoman Parwati; I Gst Nyoman Yudi Hartawan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra, pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, dan pembelajaran dengan model konvensional. Dari perbedaan tersebut diselidiki kelompok mana yang memiliki pemahaman konsep matematika lebih baik. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Seririt tahun pelajaran 2016/2017, sebanyak 216 siswa. Sampel dipilih 3 kelas dengan teknik random sampling dari 6 kelas. Data pemahaman konsep matematika dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep matematika. Analisis data dilakukan dengan uji nonparametric Kruska-Wallis dan uji U Mann Whitney. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra, pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, dan pembelajaran dengan model konvensional; (2) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra lebih baik daripada pembelajaran dengan model penemuan terbimbing; (3) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan Geogebra lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional. (4) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran penemuan terbimbing, GeoGebra, pemahaman konsep matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 AMLAPURA Ni Made Sanistiawati; Ni Nyoman Parwati; I Putu Pasek Suryawan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran ReciprocalTeaching terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Jenis penelitian ini adalaheksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian Post-Test Only ControlGroup Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Amlapuratahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 200 orang dan tersebar ke dalam 7 kelas.Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling.Data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes pemahamankonsep bentuk uraian. Rata-rata skor pemahaman konsep matematika untuk kelompokeksperimen adalah 24,034 dan rata-rata skor pemahaman konsep matematika untukkelompok kontrol adalah 19,896. Data dianalisis menggunakan uji-t satu ekor (ekorkanan) dengan taraf signifikan 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa= 2,858hitung t lebih dari =1,672tabel t , sehingga 0 H ditolak. Berdasarkan hal ini dapatdisimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan model pembelajaran reciprocalteaching memberikan pengaruh postitif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Hal ini karena model pembelajaran reciprocal teaching menggunakan empat strategidalam pelaksanaannya yaitu merangkum, menyusun pertanyaan, mengklarifikasi, danmemprediksi sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam bertukar pikiran, mengajukanpertanyaan, mendengar pendapat temannya, dan bersemangat dalam mengikutipembelajaran dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata kunci: Pemahaman Konsep Matematika, Reciprocal Teaching, PembelajaranKonvensional
MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER (Kajian Teoritis dalam Pembelajaran Matematika) Ni Nyoman Parwati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam beberapa tahun terakhir, dampak negatif dari perkembangan teknologi dan informasi mulai dirasakan ‘menjangkiti’ masyarakat di Indonesia khususnya, seperti: pola hidup konsumtif, korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, dan kehidupan politik yang tidak produktif. Lembaga-lembaga pendidikan memegang peranan utama dalam mencegah dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan tersebut. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menanggulangi masalah tersebut, diantaranya: menyelenggarakan pedidikan dengan menekankan pada pengembangan pendidikan karakter sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah memiliki beberapa tujuan, diantaranya: agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep dan mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah, memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu: memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Menyimak tujuan pendidikan matematika tersebut, sesungguhnya dalam belajar matematika, siswa tidak hanya dibekali dengan kemampuan hitung menghitung dan pemahaman konsep-konsep yang kering dengan makna, tetapi memiliki peluang yang sangat besar dalam pembentukan karakter yang baik. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu model pembelajaran, dalam hal ini adalah model pembelajaran pemecahan masalah yang mampu memfasilitasi pengembangan pendidikan karakter tersebut.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI JENIS MASALAH YANG DIBERIKAN KEPADA SISWA Ni Nyoman Parwati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menguji perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika dilihat dari jenis masalah yang diberikan kepada siswa SD kelas V. Jenis masalah yang dikaji meliputi masalah matematika terbuka dan masalah matematika tertutup. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi menggunakan salah satu model rancangan nonequivalent control group designs yaitu the untreated control group design with pretest and posttest. Analisis data menggunakan t-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Laboratorium Undiksha dan SD 1 Banjar Jawa. Masing-masing sekolah tersebut memiliki dua kelas paralel. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun akademik 2010/2011. Subjek penelitian yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 152 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Semua analisis statistik menggunakan software SPSS 15.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh jenis masalah matematika terbuka lebih tinggi dari siswa yang memperoleh jenis masalah matematika tertutup. Berdasarkan temuan penelitian, guru matematika SD disarankan untuk memberikan jenis masalah matematika terbuka untuk melatih siswa mampu memecahkan masalah secara kreatif.
Co-Authors ., A.A SRI YULIANA DEWI ., I Putu Supartika ., KD ARYA UTAMA JAYA ., Luh Irmayanti ., NI KETUT SURIANI ., Ni Putu Eka Widiantari ., NI PUTU SRI ANDAYANI ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si. ., Putri Oktalinda Muttaqina ., Putu Winda Marhayani Wijaya ., Putu Yulia Prawestri Abdullah, Mohamad Syarief Ade Prajnawini . Agus Putra Wijaya Ahadiyah Noer Hapsari . Anak Agung Gde Ekayana Anantawikrama Tungga Atmadja Apriadi, Ramadhan Ariadi, Ni Made Aripin Tambunan Arya Arimbawa, Gusti Putu Aryani, Wayan Astiti, Putu Juli Cendana, Wiputra Desak Putu Parmiti Desak Putu Saridewi Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewi, Ni Komang Tri Yunita Dewi, Ni Luh Kusuma Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Gede Rasben Dantes Gede Suweken Gusti Ayu Mahayukti HALILI, SITI HAJAR hanifah hanifah I Gede Ratnaya I Gst Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Bagus Gending . I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si . I Gusti Putu Suharta I Kadek Suartama I Ketut Wijaya I Komang Adi Indra Pramana . I Komang Sudarma I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I Made Sutajaya I Made Tegeh I Nyoman Gita I Nyoman Jampel I Putu Darma Putra . I Putu Herry Gita Rusmawan I Putu Herry Gita Rusmawan . I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Supartika . I Putu Wisna Ariawan I Wayan Santyasa I Wayan Santyasa I Wayan Sentana Putra . I Wayan Sukra Warpala Ida Ayu Dwi Ambarawati . Ida Ermiana K. Riko Agus Septiana Ketut Agustini Ketut Rendrayana Luh Irmayanti . Luh Putu Arya Putri Adnyani . M.Or. S.Pd. Gede Eka Budi Darmawan . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Naswan Suharsono Ni Ketut Suriani Ni Made Sanistiawati Ni Made Sri Mertasari Ni Putu Eka Widiantari . Ni Putu Ristiati Pande Putu Sri Wandari . Pande Putu Sri Wandari ., Pande Putu Sri Wandari Poh, Chow Teng Prameswara, Putu Buddhi Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Purnama, M. Rokhman Putri Oktalinda Muttaqina . Putu Supawidhiasih, Ni Putu Supawidhiasih, Ni Putu Winda Marhayani Wijaya . Putu Yulia Prawestri . Rusmawan, I Putu Herry Gita Sanistiawati, Ni Made Santosa, Made Herry Sari, Ni Kadek Ayu Indah Septiana, K. Riko Agus Sogen, Afrianto T. L. Supuwiningsih, Ni Nyoman Suryanti Kusuma, Aniek Tirza, Juliana Trianasari Trianasari, Trianasari Wilandari, Putu Ayu Desi Wiryanta, Nyoman Agus Yani Yani