Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN PUSTAKA TENTANG ETIKA PROFESI GURU DALAM MEMBANGUN INTEGRITAS DAN KARAKTER PESERTA DIDIK Fathimatuz zahra; Selma Karamy; Agung Nugraha; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika profesi guru memainkan peran penting dalam membentuk integritas dan karakter peserta didik sebagai fondasi utama keberhasilan pendidikan. Artikel ini meninjau berbagai sumber pustaka yang membahas prinsip-prinsip etika keguruan, termasuk tanggung jawab moral, keteladanan, keadilan, serta komitmen profesional dalam proses pembelajaran. Dengan kajian literatur, diperoleh gambaran bahwa guru bukan hanya penyampai pengetahuan, tetapi juga figur yang memengaruhi perkembangan nilai, sikap, dan perilaku siswa. Integritas guru tercermin melalui konsistensi tindakan, kejujuran, dan kemampuan menjaga kepercayaan, sedangkan pembinaan karakter peserta didik terwujud melalui interaksi edukatif yang menanamkan nilai disiplin, empati, dan rasa tanggung jawab. Artikel ini menegaskan bahwa penerapan etika profesi secara konsisten dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif bagi pembentukan karakter yang kuat. Dengan demikian, penguatan etika guru menjadi aspek strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan peserta didik yang berintegritas di masa depan
PENERAPAN PRINSIP ETIKA PROFESIONAL DALAM PRAKTIK KEGURUAN DI ERA DIGITAL Melky Isydau Robbi; Hilmy Aziz; Septhy Alfa Fadella; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam praktik pendidikan, termasuk dalam penerapan etika profesional guru. Guru dituntut menjaga profesionalitas, integritas, dan tanggung jawab moral dalam proses pembelajaran yang kini semakin berbasis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip etika profesional dalam konteks pembelajaran digital, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi penguatan etika di lingkungan sekolah. Menggunakan metode studi literatur dan analisis deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa aspek kerahasiaan data siswa, integritas akademik, tanggung jawab penggunaan teknologi, serta hubungan profesional guru-siswa merupakan isu etika utama dalam era digital. Dengan memperkuat kompetensi etis, literasi digital, dan pedoman kebijakan sekolah, guru dapat menjalankan tugasnya secara profesional sesuai tuntutan zaman.
Ketimpangan Dan Mobilitas Sosial Dalam Pendidikan Sandi; Nurullayali Azzahro; Asep Mulyana; Sinta Khoiril Bariyyah
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.4529

Abstract

Ketimpangan sosial di bidang pendidikan tetap menjadi masalah mendasar yang sangat mempengaruhi kemampuan asyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Pendidikan seharusnya berperan sebagai alat untuk pergerakan sosial dan penyamaan peluang, tetapi kenyataannya, akses, mutu, dan capaian pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi oleh aspek ekonomi, lokasi geografis, norma budaya, serta regulasi pendidikan. Situasi ini menciptakan perbedaan kesempatan di antara berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan kedudukan sosial melalui pendidikan. Kajian ini bermaksud untuk menelaah jenis ketimpangan sosial dalam pendidikan, penyebabnya, serta kaitanyya dengan peluang pergerakan sosial di Indonesia. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah penelitian pustaka (library research) dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengkajian buku, jurnal akademik, temuan riset, serta dokumen resmi dari pemerintah dan organisasi internasional yang terkait. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ketidaksetaraan pendidikan mempertegas pembagian lapisan sosial dan menghambat pergerakan sosial bagi kelompok dengan sumber daya ekonomi, sosial, dan budaya yang terbatas. Sebaliknya, kelompok dengan sumber daya yang lebih memadai umumnya memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan atau menaikkan posisi sosialnya. Dengan demikian, perlu adanya upaya penyamaan akses, peningkkatan kualitas pendidikan, serta langkah-langkah kebijakan afirmatif guna membangun sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan mendorong pergerakan sosial untuk semua warga negara.
KETAHANAN RANTAI PASOK GLOBAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP REGULASI PERDAGANGAN INTERNASIONAL Naek Efendi; Annie Myranika; Supendi; Tugimin Harjotaruno; Muhammad Ruhunussa; Asep Mulyana
Berajah Journal Vol. 6 No. 2 (2026): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v6i2.604

Abstract

Global supply chain resilience has become a central issue in international trade law in the wake of the COVID-19 pandemic, geopolitical conflicts, the energy crisis, climate change and the rise of new protectionist policies. Supply chain disruptions are no longer viewed as merely a business issue, but have evolved into an issue of international law that affects the stability of cross-border trade. This article analyses how global supply chain resilience impacts international trade regulation, including WTO rule reforms, the use of trade facilitation instruments, trade digitalisation, and policies on friendshoring, reshoring, and national economic security. The research employs a normative legal methodology using a legislative approach, a conceptual approach, and a comparative approach. The research findings indicate that international trade law needs to transform from an efficiency paradigm towards a resilience paradigm that continues to uphold the principles of non-discrimination, transparency, and legal certainty.
Implementasi Ukuran Perusahaan pada Audit Report Lag (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia): Indonesia asep mulyana; Kusnadi Lesmana
Accounting Research Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Accounting Research Journal (September 2022 - February 2023)
Publisher : Department of Accounting, Faculty of Economics, Universitas Nurtanio Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56244/accrual.v1i1.599

Abstract

Abstrak Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan menggunakanrumus slovin, sehingga sampel penelitian sebanyak 115 perusahaan. Teknik analis data yang dipergunakan adalah analisis regresi berganda. Faktor-faktor yang mempengaruhi audit report lag dalam penelitian ini yaitu factor internal perusahaan meliputi profitabilitas, solvabilitas dan ukuran perusahaan. Dimana hasil penelitian menunjukkan, 1) profitabilitas berpengaruh negatif pada audit report lag, 2) solvabilitas berpengaruh positif pada audit report lag 3) ukuran perusahaan berpengaruh positif pada audit report lag.Kata Kunci: Ukuran Perusahaan dan audit report lag.
POLITIK HUKUM DALAM KEBIJAKAN PENANGANAN KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK TERHADAP INSTITUSI PEMERINTAH DI ERA DIGITAL Naek Efendi; Mustofa Kamil; Supendi; Tugimin Harjotaruno; Asep Mulyana; Muhammad Ruhunussa
Berajah Journal Vol. 6 No. 2 (2026): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v6i2.419

Abstract

The digital age has brought about a fundamental transformation in the dynamics of the relationship between government and society. On the one hand, digital technology provides broader access to information and greater government transparency; on the other hand, the digital age has also become a medium for the dissemination of information that can undermine public trust in government institutions. The crisis of public trust is a multidimensional phenomenon involving political, legal and social aspects. This study aims to analyse legal policy in the context of addressing the crisis of public trust in government institutions in the digital age, using a normative-empirical legal research method. The findings indicate that legal policy in this context must strike a balance between protecting the reputation of government institutions and upholding the right to freedom of expression and the right to public information. Effective legal policy must be progressive, participatory, and evidence-based. This study recommends a holistic approach that integrates regulatory, educational, and technological aspects in addressing the crisis of public trust.
PENGARUH UU PT TERHADAP KEMITRAAN PERUSAHAAN DENGAN PEMERINTAH Naek Efendi; Pandri Zulfikar; Tugimin Harjotaruno; Asep Mulyana; Dadang Rachmat; Muhammad Ruhunussa
Berajah Journal Vol. 6 No. 3 (2026): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v6i3.488

Abstract

Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies (UU PT) which was amended by Law Number 6 of 2023 (UU PT 2023) provides a new legal framework for the operation of limited liability companies in Indonesia. This change has significant implications for partnerships between companies and government, both in the form of public-private partnerships (KPS), public-private partnership (PPP), and other partnership schemes. This study analyzes the influence of UU PT on partnerships between companies and government using a normative juridical approach and document study. The results show that UU PT 2023 provides greater structural flexibility, strengthening of corporate governance, and shareholder protection that impacts partnership dynamics. However, there are challenges related to harmonization with sectoral regulations, uncertainty in implementation, and governance complexity. This study recommends regulatory synchronization, strengthening of monitoring, and development of technical guidelines to optimize partnerships.
ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PRAKTIK PINJAMAN ONLINE ILEGAL DI INDONESIA Naek Efendi; Hasnah Aziz; Asep Mulyana; Tugimin Harjotaruno; Dadang Rachmat; Juhana Nuryana
Berajah Journal Vol. 6 No. 3 (2026): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v6i3.495

Abstract

Abstract The development of financial technology (fintech) lending in Indonesia has brought significant transformation in financial service access, yet simultaneously raised serious problems regarding the proliferation of illegal online lending practices. These practices involve misuse of consumers personal data, digital intimidation, exorbitant interest rates, and various actions that substantially harm consumers. This article aims to analyze juridically the legal protection framework for consumers against illegal online lending practices in Indonesia. The research method used is qualitative with a normative-empirical legal approach. Data was collected through studies of legislation, court decisions, Financial Services Authority reports, and scientific literature studies. The results show that consumer protection against illegal online lending practices faces multidimensional challenges, including regulatory weaknesses that do not comprehensively regulate digital lending aspects, law enforcement limitations due to the transnational nature of perpetrators, and low consumer financial literacy. This article recommends the need for harmonization of legislation, strengthening of cross-institutional cooperation, and revitalization of consumer education to create an online lending ecosystem that effectively protects consumer rights.
Peran Tradisi Seren Taun Dalam Upaya Meningkatkan Pewarisan Nilai-Nilai Sosial Dan Budaya Di Kalangan Remaja Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan annisa utami; asep mulyana; itaristanti itaristanti
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 5 No. 1 (2016): Pendidikan Karakter
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v5i1.992

Abstract

Penelitian ini berangkat dari studi awal di Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang. Hal ini berdampak negatif bagi masyarakat Cigugur, khususnya pada kalangan remaja. Remaja telah banyak melupakan tradisi seren taun. Padahal Tradisi seren taun bertujuan untuk memelihara kerukunan masyarakat dan mengajarkan sikap gotong-royong, kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, nasehat-nasehat dalam mengarungi kehidupan yang diisyaratkan melalui simbol-simbol yang digunakan dalam upacara tradisi seren taun. Kenyataannya pada saat ini para remaja lebih mudah menyerap budaya luar. Sehingga mereka sudah tidak peduli lagi pada tradisi seren taun yang semestinya harus dilestarikan, karena mereka kurang mengetahui nilai-nilai sosial dan budaya yang diambil dari berbagai tiap rangkaian kegiatan yang dilakukan. Karena fenomena itulah penulis merasa tertarik untuk meneliti tradisi seren taun.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi seren taun, mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam tradisi seren taun di Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, dan mengetahui bagaimana proses pewarisan nilai-nilai sosial dan budaya dalam tradisi seren taun di kalangan remaja Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Harapan ideal agar budaya seren taun itu tetap lestari dan menjadi alat kebanggaan bagi bangsa Indonesia, dan masyarakat Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.Sebagai kerangka pemikir pewarisan budaya umunya dilaksanakan melalui saluran lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, lembaga pemerintahan, perkumpulan, institusi resmi, dan media massa. Melalui proses pewarisan budaya maka akan terbentuk manusia-manusia yang memiliki kepribadian selaras dengan lingkungan alam, sosial dan budayanya. Manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, karena manusia merupakan pendukung kebudayaaan. Jika manusia akan mati, kebudayaan yang dimilikinya akan selalu diwariskan kepada keturunannya, dan seterunya (Poerwanto 2008: 86).jenis penelitian ini adalah kualitatif. penelitian ini dilakukan menggunakan studi lapangan. pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi secara menyeluruh, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi mengenai masalah yang diteliti. Desa yang dijadikan sebagai tempat penelitian yaitu di Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat (Kepala Kelurahan Cigugur, Ketua Adat, dua orang panitia, dua orang sesepuh, dan enam remaja). Adapun prosedur dalam menganilisis data kualitatif menurut (Sugiyono, 2013: 337—345) adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Berdasarkan analisis diatas, dapat disimpulkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tradisi seren taun adalah ungkapan rasa syukur masyarakat Sunda yang dilakukan tiap tahun seraya berharap hasil pertanian mereka di tahun yang akan datang meningkat. Proses pelaksanaan tradisi seren taun ada tiga tahapan yaitu  damar sewu, pesta dadung, dan tari buyung. Dalam  perayaan tradisi seren taun mengandung nilai-nilai positif untuk manusia dan kebudayaannya. Nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam tradisi seren taun di Kelurahan Cigugur antara lain adanya nilai kebersamaan, nilai kesatuan, nilai kegotong royongan, nilai religiousitas tercermin dalam doa bersama yang dilakukan masyarakat Cigugur terdiri dari berbagai pemeluk ajaran agama, adanya nilai pelestarian budaya, saling menghargai, dan saling menghormati satu sama lain. Proses pewarisan nilai-nilai sosial dan budaya tradisi seren taun di kalangan remaja Kelurahan Cigugur yaitu melalui masyarakat, melalui keluarga, dan melalui media massa.                                  Kata Kunci : Pewarisan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya di Kalangan Remaja
Science Education for Public and Design of Infrastructure at Rest Area KM 260B Banjaratma Yerisca Novri Nathania Saragih; Asep Mulyana; Wa Ode Yuznita
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.6405

Abstract

Rest areas on toll roads are an important public infrastructure of the entire freeway construction. Interesting innovations occur on this toll road section in Brebes district, Central Java. The purpose of this study is to describe how design education and digital promotion design at 260B Banjaratma rest area occur. The research method used in this study is descriptive qualitative with an empirical approach, namely with on the spot research. Data was extracted by observation in the field, in addition to data derived from books, journals and other sources compatible with the research theme. The results of the study found that there is public learning about science in the area, namely science about the chemical process of sugar making, architecture, spatial construction, and microeconomics, (2) there is public learning about the history of the area, the physics of materials, namely the construction of bricks that are strong for hundreds of years, and (3) elements of edutourism, namely the combination of public learning with tourism for visitors or toll road users
Co-Authors Abdul Azis Adhitya Wardhono Adinda Salwa Audi Agung Nugraha Ahmad Fauzi Aisyatuzikra Alim Setiawan Amanda Dini Nurul Qolby Amri Fara Firjatullah Anjani, Fina Vury Annie Myranika Annisa Utami Apriyono Apriyono Azzahra Nur Safitri Baharta, Edwin Budiman Budiman Dadan Nur Ramadan Dadang Rachmat Daryanti, Eneng Dendi Gusnadi Dennis Maulana Devi Devi Dewi Riska Sari Dia Hasbi Maola Djodjo Sumardjo Dwi Andi Numantris Dwi Astrini Dzikriyatul Mahfudoh Egi Ginanjar Entat Sholihat Fadel Muhammad Imbang Fahmi Fahrezi Fanni Husnul Hanifa Farhatul Latifahi Fatkhurezky Nurfadlilah Geralda Levina Habibullah Habibullah Hasnah Aziz Heggy Zahy Ayyasy Heti Mulyati Hilal H. Nuha Hilman Mulyana Hilmy Aziz Hilmy Nadiyah Harits Iis Anisah Itaristanti Itaristanti Jazariyah Juhana Nuryana Juliyadi Kusnadi Lesmana Lukman M. Baga Lulus Lusiana Lusiani M. Ary Murti Maria Ulfah jamil Maudy Istiana Putri Melky Isydau Robbi Mikhael Muhamad Nur Rizki Muhammad Fathan Izzuddin Muhammad Ghaffar Rasyad Muhammad Ni'amillah Muhammad Ruhunussa Mustofa Kamil Mutiudin, Ade Iwan Muzain Faqih Zuhri Nabillah Anjani Nachwan M. Andriansyah Naek Efendi Naila Nur Oktavia Azzahra Nayla Wulandari Niken Listya Cahyani Ninik Sugiyarti Nunung N Nurlaeli Mahmudah Nurul Annisa, Tasya Nurullayali Azzahro Pandri Zulfikar Pinah Pitriyanti Rani Nurani Ratna Wardani Reni kirani Revina Syahin Zanan Rika Foelyati Rita Rahmawati Riza Taufiq Ruwiyati Ruwiyati Salma Salimaturohmah Salma Yuhannadza Sandi Sani Septiana Selma Karamy Septhy Alfa Fadella Sinta Khoiril Bariyyah Sopian Nuriman Sri Wijayanti Sugiyono Sulthan Aqil Supendi Tanti Fitri Yana Tapi, Triman Tiara Adiyanti Kusumawardhani Tri Kuncoro Panji Murtanto Tugimin Harjotaruno Umi Trisnaningsih Unang Sunarya Wa Ode Yuznita Wa Ode Zusnita Muizu Widya Sastika Yerisca Novri Nathania Saragih Yohanis Yan Makabori Yuyu Krisdiyansah Zahra, Fathimatuz ‘Ainun Nisa