Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Sikap Etis Guru Terhadap Pembentukan Kedisiplinan Siswa Di Lingkungan Kelas Lusiani; Geralda Levina; Revina Syahin Zanan; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk memahami sejauh mana perilaku etis yang ditunjukkan guru mempengaruhi terbentuknya disiplin di kalangan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Praktik etis tersebut yang tampak melalui keteladanan, perlakuan adil, integritas, serta konsistensi dalam menerapkan aturan diperkirakan memiliki peran penting dalam mendorong siswa untuk berperilaku tertib. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan guna menghimpun penilaian langsung dari para siswa mengenai bagaimana mereka memandang sikap etis guru serta tingkat kedisiplinan yang mereka rasakan di kelas. Analisis data dilakukan dengan regresi untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel yang diteliti. Temuan penelitian menunjukkan bahwa etika profesional guru memberikan pengaruh positif yang nyata terhadap perilaku disiplin siswa, terutama melalui keteguhan guru dalam memberikan contoh dan komunikasi yang terbuka. Hasil ini menegaskan bahwa etika guru bukan hanya mempererat interaksi guru—siswa, tetapi juga membangun suasana kelas yang mendukung perkembangan karakter disiplin. Secara lebih luas, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga bagi pengembangan praktik pendidikan dan peningkatan mutu profesionalisme guru.
IMPLEMENTASI ETIKA PROFESI DALAM MENINGKATKAN INTEGRITAS GURU DI ERA DIGITAL Dia Hasbi Maola; Devi Devi; Sulthan Aqil; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini melihat literatur tentang etika profesi, digitalisasi, dan peran dan tanggung jawab guru karena kemajuan teknologi digital telah mengubah peran dan tanggung jawab guru. Untuk menjaga integritas di era digital, etika profesi yang lebih kuat diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi banyak masalah. Ini termasuk kemungkinan plagiarisme berbasis kecerdasan buatan, manipulasi penilaian, penyalahgunaan teknologi, dan kemungkinan hukum yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi. Untuk memastikan profesionalisme, keamanan data, dan kualitas pembelajaran, etika profesional yang konsisten diperlukan. Untuk meningkatkan integritas guru, penelitian ini menemukan bahwa kompetensi etis individu, dukungan kelembagaan, dan peraturan yang responsif terhadap era digital diperlukan. Kembangkan literasi digital etis, desain pelatihan berbasis kasus, dukungan institusional, dan pembaruan kebijakan pendidikan, termasuk pelaksanaan UU PDP dan penguatan Kode Etik Guru
IMPLEMENTASI ETIKA PROFESI KEGURUAN DALAM PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH Rani Nurani; Sopian Nuriman; Muhamad Nur Rizki; Apriyono Apriyono; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi etika profesi keguruan dalam pencegahan perilaku bullying di sekolah melalui studi literatur terhadap berbagai publikasi ilmiah terakreditasi. Fenomena bullying yang mencakup tindakan fisik, verbal, dan psikis terus menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan karena berdampak luas terhadap kondisi psikologis, sosial, akademik, dan perilaku siswa. Guru sebagai aktor utama dalam proses pendidikan memiliki peran strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, humanis, dan bebas kekerasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi etika profesi keguruan tercermin melalui empat aspek utama, yaitu tanggung jawab moral, keteladanan, komunikasi etis, serta penerapan prinsip keadilan dalam pengelolaan kelas. Guru tidak hanya berperan dalam deteksi dini dan penanganan kasus, tetapi juga dalam membangun kultur positif melalui pembiasaan karakter, pengawasan aktif, kolaborasi dengan orang tua, serta penegakan aturan kelas berbasis nilai etis. Namun demikian, penelitian juga mengidentifikasi sejumlah hambatan seperti kurangnya pemahaman guru terhadap kode etik, minimnya pelatihan anti-bullying, beban kerja tinggi, dan lemahnya dukungan struktural sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan bullying membutuhkan penguatan kapasitas etis guru serta dukungan sistemik dari sekolah untuk memastikan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan menghargai martabat setiap siswa.
TINJAUAN PUSTAKA TENTANG ETIKA PROFESI GURU DALAM MEMBANGUN INTEGRITAS DAN KARAKTER PESERTA DIDIK Fathimatuz zahra; Selma Karamy; Agung Nugraha; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika profesi guru memainkan peran penting dalam membentuk integritas dan karakter peserta didik sebagai fondasi utama keberhasilan pendidikan. Artikel ini meninjau berbagai sumber pustaka yang membahas prinsip-prinsip etika keguruan, termasuk tanggung jawab moral, keteladanan, keadilan, serta komitmen profesional dalam proses pembelajaran. Dengan kajian literatur, diperoleh gambaran bahwa guru bukan hanya penyampai pengetahuan, tetapi juga figur yang memengaruhi perkembangan nilai, sikap, dan perilaku siswa. Integritas guru tercermin melalui konsistensi tindakan, kejujuran, dan kemampuan menjaga kepercayaan, sedangkan pembinaan karakter peserta didik terwujud melalui interaksi edukatif yang menanamkan nilai disiplin, empati, dan rasa tanggung jawab. Artikel ini menegaskan bahwa penerapan etika profesi secara konsisten dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif bagi pembentukan karakter yang kuat. Dengan demikian, penguatan etika guru menjadi aspek strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan peserta didik yang berintegritas di masa depan
PENERAPAN PRINSIP ETIKA PROFESIONAL DALAM PRAKTIK KEGURUAN DI ERA DIGITAL Melky Isydau Robbi; Hilmy Aziz; Septhy Alfa Fadella; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam praktik pendidikan, termasuk dalam penerapan etika profesional guru. Guru dituntut menjaga profesionalitas, integritas, dan tanggung jawab moral dalam proses pembelajaran yang kini semakin berbasis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip etika profesional dalam konteks pembelajaran digital, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi penguatan etika di lingkungan sekolah. Menggunakan metode studi literatur dan analisis deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa aspek kerahasiaan data siswa, integritas akademik, tanggung jawab penggunaan teknologi, serta hubungan profesional guru-siswa merupakan isu etika utama dalam era digital. Dengan memperkuat kompetensi etis, literasi digital, dan pedoman kebijakan sekolah, guru dapat menjalankan tugasnya secara profesional sesuai tuntutan zaman.
Co-Authors Abdul Azis Adhitya Wardhono Adinda Salwa Audi Agung Nugraha Ahmad Fauzi Aisyatuzikra Alim Setiawan Amanda Dini Nurul Qolby Amri Fara Firjatullah Anjani, Fina Vury Annisa Utami Apriyono Apriyono Azzahra Nur Safitri Baharta, Edwin Budiman Budiman Dadan Nur Ramadan Daryanti, Eneng Dendi Gusnadi Dennis Maulana Devi Devi Dewi Riska Sari Dia Hasbi Maola Didin Nurul Rosidin Djodjo Sumardjo Dwi Andi Numantris Dwi Astrini Dzikriyatul Mahfudoh Egi Ginanjar Entat Sholihat Fadel Muhammad Imbang Fahmi Fahrezi Fanni Husnul Hanifa Farhatul Latifahi Fatkhurezky Nurfadlilah Geralda Levina Habibullah Habibullah Heggy Zahy Ayyasy Heti Mulyati Hilal H. Nuha Hilman Mulyana Hilmy Aziz Hilmy Nadiyah Harits Iis Anisah Inna Malviana Itaristanti Itaristanti Jazariyah Juliyadi Krisdiyansah, Yuyu Kusnadi Lesmana Lukman M. Baga Lulus Lusiana Lusiani M. Ary Murti Maria Ulfah jamil Maudy Istiana Putri Melky Isydau Robbi Mikhael Muhamad Nur Rizki Muhammad Fathan Izzuddin Muhammad Ghaffar Rasyad Muhammad Ni'amillah Mutiudin, Ade Iwan Muzain Faqih Zuhri Nabillah Anjani Nachwan M. Andriansyah Naila Nur Oktavia Azzahra Nayla Wulandari Niken Listya Cahyani Ninik Sugiyarti Nunung N Nurlaeli Mahmudah Nurul Annisa, Tasya Pinah Pitriyanti Rani Nurani Ratna Wardani Reni kirani Revina Syahin Zanan Rika Foelyati Rita Rahmawati Riza Taufiq Ruwiyati Ruwiyati Salma Salimaturohmah Salma Yuhannadza Sani Septiana Selma Karamy Septhy Alfa Fadella Sopian Nuriman Sri Wijayanti Sugiyono Sulthan Aqil Syibromilisi Syibromilisi Tanti Fitri Yana Tapi, Triman Tiara Adiyanti Kusumawardhani Tri Kuncoro Panji Murtanto Umi Trisnaningsih Unang Sunarya Wa Ode Zusnita Muizu Widya Sastika Yohanis Yan Makabori Zahra, Fathimatuz ‘Ainun Nisa