Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FUNGSI GURU DAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Amanda Dini Nurul Qolby; Pinah Pitriyanti; Salma Yuhannadza; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana fungsi pendidikan dan peran pendidikan, di Era Digital ini. Studi ini memberikan kontribusi terhadap diskusi mengenai bagaimana seharusnya pendidikan memosisikan diri dalam perubahan zaman termasuk dalam menghadapi era digital. Melalui metode penelitan yang digunakan yaitu studi pustaka (library researcah) peneliti menemukan beberapa aspek penting mengenai fungsi Pendidikan dan peran Pendidikan di era digital yakni pembelajaran di era digital memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran siswa pada masa sebelum ini, generasi di era ini adalah mereka yang berkarakter digital native. Siswa pada masa ini lahir, tumbuh dan besar bersentuhan langsung dengan dunia digital, sehingga arus informasi yang diperoleh akan berbeda dengan siswa sebelumnya. Artikel ini membahas fungsi pendidikan di era digital, meliputi fungsi transformasi pengetahuan, pengembangan kompetensi abad 21, pembentukan karakter digital, serta penguatan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan di era digital harus mengintegrasikan teknologi secara optimal tanpa mengabaikan nilai-nilai moral, etika, dan kemanusiaan
ETIKA PENGGUNAAN PLATFROM PEMBELAJARAN DIGITAL: STUDI TERHADAP KEPATUHAN GURU DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Amri Fara Firjatullah; Dewi Riska Sari; Adinda Salwa Audi; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital pendidikan Indonesia di era Revolusi Industri 4.0 menghadapi stagnasi akibat kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur, serta risiko etis seperti pelanggaran privasi siswa dan komunikasi tidak profesional melalui platform Google Classroom, Moodle, serta Edmodo, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis kepatuhan guru terhadap etika digital beserta faktor pendorongnya guna mendukung program Merdeka Belajar. Metodologi library research diterapkan dengan mengumpulkan data dari jurnal terakreditasi nasional dan internasional (2019-2023) via Google Scholar menggunakan kata kunci relevan, dianalisis secara tematik untuk mengkategorikan etika digital, pemanfaatan platform, kepatuhan guru, literasi digital, serta tantangan-peluang Industri 4.0. Pembahasan mengungkap bahwa kepatuhan guru bergantung pada literasi digital tinggi dan pelatihan kompetensi, yang meminimalkan risiko cyberbullying serta interaksi pribadi berlebih sambil memaksimalkan inovasi seperti PBL dan flipped classroom, di mana guru kreatif lebih taat daripada yang kurang adaptif. Kesimpulan merekomendasikan kebijakan pelatihan literasi digital berkala, revisi kode etik profesi, dan pengawasan sekolah untuk memastikan pembelajaran digital aman, inklusif, efektif, serta berkelanjutan
Pendidikan Dan Media Sosial: Pengaruh Teknologi Dan Media Sosial Dalam Pembentukan Perilaku Sosial Peserta Didik Nurlaeli Mahmudah; Asep Mulyana; Tri Kuncoro Panji Murtanto; Muhammad Ni'amillah
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.4500

Abstract

Media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan peserta didik dan berpengaruh terhadap pembentukan karakter sosial mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan pengaruh media sosial dalam membentuk karakter peserta didik dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak positif berupa peningkatan kreativitas, akses informasi, kemampuan komunikasi, serta peluang kolaborasi. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif seperti penurunan moral, cyberbullying, gangguan konsentrasi, dan melemahnya nilai sopan santun dan tanggung jawab. Faktor seperti intensitas penggunaan, lingkungan keluarga, dan literasi digital terbukti memengaruhi arah pengaruh media sosial terhadap karakter peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pemanfaatan media sosial secara bijak agar manfaatnya dapat dioptimalkan dan dampak negatifnya diminimalkan dalam proses pembentukan karakter sosial peserta didik.
KAJIAN KUALITATIF TENTANG TANTANGAN ETIKA DIGITAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN ‘Ainun Nisa; Fatkhurezky Nurfadlilah; Fahmi Fahrezi; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan akses informasi sekaligus menghadirkan tantangan etika di dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji berbagai isu etika digital, seperti integritas akademik, keamanan data, perilaku sosial di ruang digital, serta peran guru dan orang tua dalam membentuk sikap etis peserta didik. Melalui metode studi kepustakaan terhadap sumber ilmiah sepuluh tahun terakhir, penelitian menemukan bahwa rendahnya literasi digital, kurangnya pemahaman tentang privasi dan keamanan data, serta maraknya plagiarisme, cyberbullying, dan penyebaran hoaks menjadi faktor utama yang memengaruhi etika digital siswa. Ketimpangan kompetensi digital guru dan minimnya integrasi pendidikan karakter turut memperumit kondisi tersebut. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua diperlukan untuk membangun budaya digital yang aman, etis, dan bertanggung jawab.
ETIKA PROFESI KEGURUAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KONTEMPORER: ANALISIS KUALITATIF BERBASIS STUDI PUSTAKA Muzain Faqih Zuhri; Reni kirani; Lulus Lusiana; Heggy Zahy Ayyasy; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini didasari oleh semakin rumitnya dilema etis yang dihadapi oleh guru di era pendidikan modern yang ditandai oleh digitalisasi, perubahan sosial, dan harapan profesional yang bertransformasi, sehingga ada kebutuhan akan pemahaman yang sistematis tentang cara etika profesi diinternalisasi dan diterapkan dalam praktik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan dasar teori etika profesi pendidikan, menganalisis penerapannya dalam konteks pembelajaran kontemporer, serta mengidentifikasi tantangan dan menyusun model penguatan etika pendidik yang responsif terhadap kemajuan teknologi dan perubahan sosial. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka menggunakan teknik purposive sampling pada publikasi ilmiah nasional dan internasional dari tahun 2019 hingga 2024, regulasi profesi, serta dokumen organisasi guru; data dianalisis melalui analisis isi dan tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo untuk memetakan konsep, pola temuan, dan hubungan antartema. Temuan penelitian menunjukkan bahwa enam prinsip etis integritas, tanggung jawab, keadilan, kepedulian, kebijaksanaan praktis, dan profesionalisme merupakan dasar utama bagi praktik etis guru, tetapi penerapannya masih terhambat oleh rendahnya pemahaman etika, tekanan struktural, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dan lemahnya mekanisme akuntabilitas, terutama dalam menangani isu digital seperti privasi data, interaksi virtual, dan penggunaan kecerdasan buatan. Penelitian menunjukkan bahwa penyempurnaan etika profesi memerlukan model bertingkat yang mencakup pendidikan etika berbasis kasus, penguatan kode etik di tingkat sekolah, supervisi akademik yang fokus pada etika, budaya reflektif kolektif, dan pengintegrasian etika dalam penilaian profesional; kontribusi utama penelitian ini adalah sintesis teoritis serta model operasional yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan kebijakan, kurikulum pendidikan guru, dan strategi peningkatan profesionalisme di lapangan
TANTANGAN GURU DALAM MENGATASI DISTRAKSI DIGITAL SISWA PADA PEMBELAJARAN BERBASIS GADGET Ruwiyati Ruwiyati; Naila Nur Oktavia Azzahra; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mendorong sekolah untuk mengintegrasikan gadget sebagai media pembelajaran. Namun demikian, gadget juga menghadirkan tantangan berupa distraksi digital yang mengganggu fokus siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan guru dalam mengatasi distraksi digital siswa pada pembelajaran berbasis gadget. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi langsung pada proses pembelajaran IPS kelas VIII di salah satu madrasah tsanawiyah di Kabupaten Cirebon. Observasi dilakukan selama tiga pertemuan dengan fokus pada perilaku penggunaan gadget siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distraksi digital muncul dalam empat bentuk utama: multitasking aplikasi, notifikasi mengganggu, penggunaan media sosial, serta ketiadaan kontrol guru terhadap perangkat. Tantangan yang dialami guru meliputi rendahnya literasi digital siswa, keterbatasan pemantauan, kebiasaan multitasking siswa, tidak adanya regulasi yang baku, dan minimnya kompetensi teknologi guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya pencegahan distraksi perlu dilakukan melalui strategi pengelolaan kelas digital, peningkatan literasi digital, penggunaan aplikasi monitoring, serta pendidikan etika berteknologi.
TANTANGAN DAN PELANGGARAN ETIKA PROFESI DALAM DUNIA PENDIDIKAN MODERN : SEBUAH LITERATUR REVIEW Azzahra Nur Safitri; Rita Rahmawati; Sri Wijayanti; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan di era modern menghadirkan dinamika baru yang menuntut profesionalisme tinggi dari para pendidik. Namun, perubahan tersebut juga memunculkan beragam tantangan dan potensi pelanggaran etika profesi yang dapat mengganggu kualitas pembelajaran. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur mengenai bentuk-bentuk tantangan dan pelanggaran etika profesi yang paling sering muncul dalam konteks pendidikan kontemporer, termasuk penyalahgunaan wewenang, bias dalam evaluasi, pelanggaran privasi digital, dan ketidakmampuan menjaga batas profesional. Selain itu, studi ini menyoroti faktor-faktor penyebab seperti tekanan administratif, perkembangan teknologi yang tidak diimbangi literasi etis, serta lemahnya pengawasan institusi. Tinjauan ini juga mengidentifikasi dampak yang muncul, baik terhadap kredibilitas profesi pendidik maupun terhadap kesejahteraan peserta didik. Melalui analisis berbagai penelitian terdahulu, artikel ini menekankan pentingnya penguatan kode etik, pengembangan kompetensi profesional, dan pembinaan berkelanjutan sebagai langkah strategis untuk meminimalkan risiko pelanggaran etika. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan program peningkatan etika profesi pendidik yang relevan dengan tuntutan pendidikan modern.
Pengaruh Sikap Etis Guru Terhadap Pembentukan Kedisiplinan Siswa Di Lingkungan Kelas Lusiani; Geralda Levina; Revina Syahin Zanan; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk memahami sejauh mana perilaku etis yang ditunjukkan guru mempengaruhi terbentuknya disiplin di kalangan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Praktik etis tersebut yang tampak melalui keteladanan, perlakuan adil, integritas, serta konsistensi dalam menerapkan aturan diperkirakan memiliki peran penting dalam mendorong siswa untuk berperilaku tertib. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan guna menghimpun penilaian langsung dari para siswa mengenai bagaimana mereka memandang sikap etis guru serta tingkat kedisiplinan yang mereka rasakan di kelas. Analisis data dilakukan dengan regresi untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel yang diteliti. Temuan penelitian menunjukkan bahwa etika profesional guru memberikan pengaruh positif yang nyata terhadap perilaku disiplin siswa, terutama melalui keteguhan guru dalam memberikan contoh dan komunikasi yang terbuka. Hasil ini menegaskan bahwa etika guru bukan hanya mempererat interaksi guru—siswa, tetapi juga membangun suasana kelas yang mendukung perkembangan karakter disiplin. Secara lebih luas, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga bagi pengembangan praktik pendidikan dan peningkatan mutu profesionalisme guru.
IMPLEMENTASI ETIKA PROFESI DALAM MENINGKATKAN INTEGRITAS GURU DI ERA DIGITAL Dia Hasbi Maola; Devi Devi; Sulthan Aqil; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini melihat literatur tentang etika profesi, digitalisasi, dan peran dan tanggung jawab guru karena kemajuan teknologi digital telah mengubah peran dan tanggung jawab guru. Untuk menjaga integritas di era digital, etika profesi yang lebih kuat diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi banyak masalah. Ini termasuk kemungkinan plagiarisme berbasis kecerdasan buatan, manipulasi penilaian, penyalahgunaan teknologi, dan kemungkinan hukum yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi. Untuk memastikan profesionalisme, keamanan data, dan kualitas pembelajaran, etika profesional yang konsisten diperlukan. Untuk meningkatkan integritas guru, penelitian ini menemukan bahwa kompetensi etis individu, dukungan kelembagaan, dan peraturan yang responsif terhadap era digital diperlukan. Kembangkan literasi digital etis, desain pelatihan berbasis kasus, dukungan institusional, dan pembaruan kebijakan pendidikan, termasuk pelaksanaan UU PDP dan penguatan Kode Etik Guru
IMPLEMENTASI ETIKA PROFESI KEGURUAN DALAM PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH Rani Nurani; Sopian Nuriman; Muhamad Nur Rizki; Apriyono Apriyono; Asep Mulyana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi etika profesi keguruan dalam pencegahan perilaku bullying di sekolah melalui studi literatur terhadap berbagai publikasi ilmiah terakreditasi. Fenomena bullying yang mencakup tindakan fisik, verbal, dan psikis terus menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan karena berdampak luas terhadap kondisi psikologis, sosial, akademik, dan perilaku siswa. Guru sebagai aktor utama dalam proses pendidikan memiliki peran strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, humanis, dan bebas kekerasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi etika profesi keguruan tercermin melalui empat aspek utama, yaitu tanggung jawab moral, keteladanan, komunikasi etis, serta penerapan prinsip keadilan dalam pengelolaan kelas. Guru tidak hanya berperan dalam deteksi dini dan penanganan kasus, tetapi juga dalam membangun kultur positif melalui pembiasaan karakter, pengawasan aktif, kolaborasi dengan orang tua, serta penegakan aturan kelas berbasis nilai etis. Namun demikian, penelitian juga mengidentifikasi sejumlah hambatan seperti kurangnya pemahaman guru terhadap kode etik, minimnya pelatihan anti-bullying, beban kerja tinggi, dan lemahnya dukungan struktural sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan bullying membutuhkan penguatan kapasitas etis guru serta dukungan sistemik dari sekolah untuk memastikan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan menghargai martabat setiap siswa.
Co-Authors Abdul Azis Adhitya Wardhono Adinda Salwa Audi Agung Nugraha Ahmad Fauzi Aisyatuzikra Alim Setiawan Amanda Dini Nurul Qolby Amri Fara Firjatullah Anjani, Fina Vury Annie Myranika Annisa Utami Apriyono Apriyono Azzahra Nur Safitri Baharta, Edwin Budiman Budiman Dadan Nur Ramadan Dadang Rachmat Daryanti, Eneng Dendi Gusnadi Dennis Maulana Devi Devi Dewi Riska Sari Dia Hasbi Maola Djodjo Sumardjo Dwi Andi Numantris Dwi Astrini Dzikriyatul Mahfudoh Egi Ginanjar Entat Sholihat Fadel Muhammad Imbang Fahmi Fahrezi Fanni Husnul Hanifa Farhatul Latifahi Fatkhurezky Nurfadlilah Geralda Levina Habibullah Habibullah Hasnah Aziz Heggy Zahy Ayyasy Heti Mulyati Hilal H. Nuha Hilman Mulyana Hilmy Aziz Hilmy Nadiyah Harits Iis Anisah Itaristanti Itaristanti Jazariyah Juhana Nuryana Juliyadi Kusnadi Lesmana Lukman M. Baga Lulus Lusiana Lusiani M. Ary Murti Maria Ulfah jamil Maudy Istiana Putri Melky Isydau Robbi Mikhael Muhamad Nur Rizki Muhammad Fathan Izzuddin Muhammad Ghaffar Rasyad Muhammad Ni'amillah Muhammad Ruhunussa Mustofa Kamil Mutiudin, Ade Iwan Muzain Faqih Zuhri Nabillah Anjani Nachwan M. Andriansyah Naek Efendi Naila Nur Oktavia Azzahra Nayla Wulandari Niken Listya Cahyani Ninik Sugiyarti Nunung N Nurlaeli Mahmudah Nurul Annisa, Tasya Nurullayali Azzahro Pandri Zulfikar Pinah Pitriyanti Rani Nurani Ratna Wardani Reni kirani Revina Syahin Zanan Rika Foelyati Rita Rahmawati Riza Taufiq Ruwiyati Ruwiyati Salma Salimaturohmah Salma Yuhannadza Sandi Sani Septiana Selma Karamy Septhy Alfa Fadella Sinta Khoiril Bariyyah Sopian Nuriman Sri Wijayanti Sugiyono Sulthan Aqil Supendi Tanti Fitri Yana Tapi, Triman Tiara Adiyanti Kusumawardhani Tri Kuncoro Panji Murtanto Tugimin Harjotaruno Umi Trisnaningsih Unang Sunarya Wa Ode Yuznita Wa Ode Zusnita Muizu Widya Sastika Yerisca Novri Nathania Saragih Yohanis Yan Makabori Yuyu Krisdiyansah Zahra, Fathimatuz ‘Ainun Nisa