Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Membaca Permulaan pada Peserta Didik Kelas II SD Negeri 59 Sungai Raya Nurjannah, Nurjannah; Afryaningsih, Yunika; Fatmawati, Risdiana Andika
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 7 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i7.4444

Abstract

This study aims to describe the early reading abilities of second-grade students at SD Negeri 59 Sungai Raya, which includes the stages of recognising letters, reading words, reading meaningless words, reading fluency and reading comprehension, and listening skills. The study used a qualitative descriptive method with data obtained through the Early Grade Reading Assessment (EGRA) test and interviews. The results show that the students' early reading skills still vary. Some students are able to recognise letters well, but others still have difficulty distinguishing between letters with similar sounds, such as ‘F’ and “V”, and have difficulty pronouncing diphthongs such as ‘NY’. In terms of reading aloud, some students still read by spelling and are not yet fluent, which affects their comprehension of the reading material. Listening skills also varied, with some students unable to answer questions related to the story because they did not understand or were not focused while listening. In addition, one student showed signs of instability that affected their attention and overall learning ability. In general, the results of the study emphasised the need for continuous reading practice, structured phonics learning, and an individualised mentoring approach so that students' early reading skills could improve optimally.  
Peran Guru Dalam Menumbuhkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Kelas III SDN 12 Mempawah Hilir Nina, Haninah; Fatmawati, Risdiana Andika; Afryaningsih, Yunika
Jurnal Edukasi Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v3i4.593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran guru dalam menumbuhkan keaktifan belajar peserta didik kelas III di SDN 12 Mempawah Hilir. Fokus penelitian terletak pada peran guru sebagai pengelola kelas serta sebagai mediator dan fasilitator. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data dan sumber data diperoleh secara langsung melalui observasi dan wawancara. Adapun sumber data dalam penelitian ini meliputi person, place, dan paper. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis data mencakup beberapa langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode. Adapun tahapan penelitian meliputi tahap pra-lapangan, tahap pelaksanaan di lapangan, dan tahap penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai pengelola kelas sekaligus sebagai mediator dan fasilitator dalam menumbuhkan keaktifan belajar peserta didik tergolong berhasil, meskipun tingkat keaktifan siswa belum sepenuhnya optimal. Hal ini terlihat dari keterlibatan peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran serta tindakan nyata yang mereka lakukan di kelas. Guru mampu membimbing siswa agar mengikuti proses pembelajaran dengan tertib dan nyaman, serta menciptakan kondisi belajar yang melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan seperti membaca nyaring, menulis ulang cerita pendek, mendengarkan, mengemukakan pendapat, dan berdiskusi kelompok.
Penguatan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Inklusif melalui Workshop Parenting Berbasis Nilai Pancasila di SDN 07 Sungai Raya Hertati, Elvani; Fathonah, Iir Nikmatul; Setyowati, Dessy; Afryaningsih, Yunika; Listiarini, Yuni; Nurcahyo, Muhammad Aqmal; Septiana, Dita; Suriyana, Suriyana; Nurdiana, Riyanti; Assegaf, Syf Rizekia Zulaikha; Annurwanda, Pradipta; Umardianti, Urmila; Lestari, Ayu
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/pxjkft61

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berupa workshop parenting berbasis nilai Pancasila untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pendidikan inklusif, pola asuh positif, dan identifikasi dini anak berkebutuhan khusus di SDN 07 Sungai Raya. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 60 orang tua/wali murid yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, observasi, angket evaluasi, serta dokumentasi kegiatan. Instrumen mencakup pertanyaan mengenai konsep pendidikan inklusi, pola asuh, dan ciri-ciri kebutuhan khusus. Data dianalisis secara deskriptif melalui perbandingan skor pretest–posttest serta analisis tematik terhadap hasil observasi dan angket peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua sebesar 31% berdasarkan perbandingan skor sebelum dan sesudah workshop, dengan peningkatan tertinggi pada aspek identifikasi kebutuhan khusus. Selain itu, tingkat kepuasan peserta mencapai 93,4%, menunjukkan bahwa materi dan metode penyampaian workshop relevan dan mudah dipahami. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop parenting berbasis nilai Pancasila efektif dalam memperkuat literasi orang tua mengenai pendidikan inklusi dan pola asuh adaptif, serta mendorong peningkatan kolaborasi antara orang tua dan guru. Kegiatan PKM ini memberikan implikasi penting bagi upaya penguatan peran keluarga dalam mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif di sekolah dasar.
Workshop Inovasi Pembelajaran: Integrasi Media Emerging EdTech pada Model Kooperatif bagi Guru SMP Setyowati, Dessy; Afryaningsih, Yunika; Hidayati, Awanis; Hertati, Elvani; Fathonah, Iir Nikhmatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1068

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru SMP di Kabupaten Kubu Raya melalui integrasi media Emerging EdTech dalam model pembelajaran kooperatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Active Learning Workshop selama tiga hari yang meliputi tahap penguatan konsep TPACK, praktik penyusunan modul ajar IPA materi Tata Surya, serta simulasi peer-teaching. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman, keterampilan, dan sikap/percaya diri dari rata-rata sebelum kegiatan 2,5 menjadi 3, 42. Selain itu, guru dapat mengintegrasikan teknologi digital ke dalam sintaks model Jigsaw. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa workshop inovasi pembelajaran ini efektif dalam menjembatani kesenjangan antara teori pedagogi modern dengan praktik riil di kelas. Integrasi teknologi mutakhir terbukti mampu merevitalisasi model kooperatif menjadi lebih dinamis dan kolaboratif, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Nasional di era digital.
Students’ Collaboration Skills Profile in Case Method Learning: A Cognitive-Behavioristic Perspective Nurcahyo, Muhammad Aqmal; Sujarwo, Sujarwo; Saptono, Bambang; Afryaningsih, Yunika; Setyowati, Dessy; Fatmawati, Risdiana Andika
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38316

Abstract

Abstract: The increasing demand for 21st century competencies highlights the importance of collaboration skills in higher education. However, limited studies have examined how integrated cognitive-behavioristic grouping strategies shape specific dimensions of students’ collaboration skills. This study aims to analyze the profile of students’ collaboration skills within a cognitive-behavioristic grouping framework implemented through case-method-based collaborative learning. This research employed a qualitative descriptive approach embedded in a lesson study design involving 30 third-semester students of the Elementary School Teacher Education Program. Data were collected through structured observation sheets, field notes, student worksheets, voice recordings, and documentation to ensure triangulation. Although descriptive statistics were used to calculate percentage distributions, the analysis remained qualitative-descriptive, focusing on interpreting observable collaborative behaviors across five aspects: contribution, time management, problem solving, working with others, and investigation techniques. The findings indicate that the overall collaboration skill level reached 72,83% (collaborative category), with stronger performance in interpersonal aspects than in higher-order investigative competencies. These results suggest that cognitive-behavioristic grouping effectively reinforces cooperative behaviors but requires additional cognitive scaffolding to optimize analytical and inquiry skills. The novelty of this study lies in integrating cognitive and behavioristic dimensions as a structured basis for heterogeneous grouping and in examining collaboration skills across specific measurable aspects. The study contributes theoretically to collaborative learning design by bridging behavioral engagement and cognitive depth, and practically by offering a structured grouping model that supports balanced collaborative development in higher education.Abstrak: Tuntutan kompetensi abad ke-21 menegaskan pentingnya keterampilan kolaborasi dalam pendidikan tinggi. Namun, penelitian yang mengkaji bagaimana strategi pengelompokan berbasis kognitif-behavioristik memengaruhi dimensi spesifik keterampilan kolaborasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan kolaborasi mahasiswa dalam kerangka pengelompokan kognitif-behavioristik yang diimplementasikan melalui pembelajaran kolaboratif berbasis case method. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang terintegrasi dalam desain lesson study dengan melibatkan 30 mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Data dikumpulkan melalui lembar observasi terstruktur, catatan lapangan, lembar kerja mahasiswa, rekaman suara, dan dokumentasi untuk menjamin triangulasi data. Meskipun statistik deskriptif digunakan untuk menghitung persentase, analisis tetap berorientasi kualitatif dengan fokus pada interpretasi perilaku kolaboratif yang teramati pada lima aspek, yaitu kontribusi, manajemen waktu, pemecahan masalah, bekerja sama, dan teknik investigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan kolaborasi secara keseluruhan mencapai 72,83% (kategori kolaboratif), dengan kekuatan pada aspek interpersonal dibandingkan aspek investigatif tingkat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelompokan kognitif-behavioristik efektif memperkuat perilaku kooperatif, namun masih memerlukan scaffolding kognitif untuk mengoptimalkan kemampuan analitis dan inkuiri. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi dimensi kognitif dan behavioristik sebagai dasar pengelompokan heterogen serta pengukuran keterampilan kolaborasi secara spesifik. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam menjembatani dimensi perilaku dan kognitif dalam desain pembelajaran kolaboratif, serta secara praktis menawarkan model pengelompokan yang mendukung pengembangan kolaborasi yang lebih seimbang di pendidikan tinggi.