Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Comprehensive Characterization of Fly Ash as a Sustainable Supplementary Cementitious Material Syahyadi, Rizal; Saidi, Taufiq; Hasan, Muttaqin; Akhyar; Fauzi, Amir; Rachman, Aulia
Civil Engineering Journal Vol. 12 No. 2 (2026): February
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2026-012-02-015

Abstract

Sustainable development seeks to meet present needs without harming future generations. Rising energy demand from coal-fired power plants increases CO₂ emissions and produces fly ash (FA). The cement industry, responsible for about 7% of global CO₂ emissions, also consumes large amounts of energy. Incorporating FA as a partial or complete substitute for cement in concrete provided both environmental and performance advantages. Hence, this study focused on exploring the potential of FA from Nagan Raya (FANR) as a cementitious material for cement replacement. FANR was analyzed using XRF, XRD, FTIR, SEM, and EDS. It mainly contained SiO₂ (48.04%), Al₂O₃ (27.62%), and Fe₂O₃ (11.78%), meeting ASTM Class F fly ash standards. XRD analysis confirmed the presence of amorphous phases along with quartz and mullite crystals. FTIR showed silicate hydration products (C–S–H and C–A–H gels) at different water–cement ratios. SEM showed spherical particles with rough surfaces, which enhance reactivity but also increase water absorption and reduce workability. EDS confirmed silicate and aluminosilicate compositions. These results highlight FANR’s potential as a sustainable cement replacement, despite workability issues.
Politik Hukum dalam Pembaruan Sistem Peradilan Pidana: Analisis Pemidanaan dalam KUHP Baru Akhyar; Iksan; Malik, Abdul; Munir; Amin, Muhamad; Gufran; Wahyudinsyah
Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 14 No. 2 (2025): Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/jf.v14i2.439

Abstract

Artikel ini memiliki tujuan untuk menganalisis pemidanaan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan mengulas reorientasi, tujuan dan keberpihakan pemidanaan, serta dinamika pemidanaan dalam KUHP baru termasuk perdebatan antara pendekatan keadilan restoratif dan retributif. Artikel ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan rancangan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, yang melibatkan analisis terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dan literatur terkait pemidanaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa politik hukum dalam pembaruan KUHP telah berhasil menggeser paradigma pemidanaan dari nuansa retributif (pembalasan) yang dominan dalam hukum kolonial menuju pendekatan yang lebih restoratif-utilitarian. KUHP Nasional merumuskan empat tujuan pemidanaan yang mencerminkan model integratif, yaitu mencegah tindak pidana, memasyarakatkan terpidana, menyelesaikan konflik dan memperbaiki keseimbangan sosial, dan menumbuhkan rasa penyesalan. Dalam KUHP baru menunjukkan keberpihakan yang lebih humanis dan adil melalui adopsi model integratif. Dalam tiap kasus pidana, pemilihan metode keadilan yang tepat harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk jenis dan beratnya kejahatan, sifat pelaku, kebutuhan korban maupun masyarakat.