p-Index From 2021 - 2026
4.492
P-Index
Budhi Setiawan
Faculty Of Language And Literature Postgraduate Program, Sebelas Maret University Of Surakarta

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Moral Value In Archipelago Islamic Perspective In Children’s Stories In Bobo Magazine and Kompas Daily Heru Kurniawan; Herman J. Waluyo; Sarwiji Suwandi; Budhi Setiawan
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 16 No 2 (2018): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.356 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v16i2.1804

Abstract

After conducting research with an in-depth study of the moral aspects with the perspective of Islamic Archipelago in the children’s story on Bobo Magazine and Kompas Daily, two substantial findings were found. First, the dominant moral values in children’s stories are the value of hard work, honesty, obedience, responsibility, friendship, courage, discipline, compassion, sharing, and creativity, all of which are related to children’s moral formation. Second, values moral stories of children in the context of the Islamic archipelago related to the relationship of children’s moral values in children’s stories in the context of Islam based on the Al-Qur’an and Al-Hadits and the context of children’s moral values in children in the context of Indonesian humanity and Archipelago culture.
INTERNALISASI NILAI-NILAI KEBANGSAAN DALAM RANGKA MENCEGAH RADIKALISASI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN MAGELANG DENGAN PENDAMPINGAN PENULISAN DAN PENERBITAN ANTOLOGI PUISI Budhi Setiawan; Kundharu Saddhono
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 2: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.599 KB)

Abstract

Dalam rangka mewujudkan perlindungan terhadap siswa di sekolah terhadap paham radikalisme maka pendidikan nilai-nilai kebangsaan untuk siswa sekolah diperlukan sebagai bentuk kepedulian dari setiap pihak, baik pemerintah, masyarakat, keluarga terutama sekolah. Pendidikan nilai kebangsaan untuk siswa akan terbentuk jika semua pihak memilki kesadaran akan pentingnya pendidikan nilai kebangsaan dimulai semenjak dini. Sekolah saat ini sangat rentan disusupi oleh paham dan gerakan radikalisme. Hal ini dikarenakan belum ada satu pun kebijakan spesifik untuk melindungi atau memproteksi sekolah dari penetrasi paham dan gerakan radikalisme. Untuk itu, perlu adanya langkah konkret dalam hal mencegah radikalisasi dan penanaman nilai-nilai kebangsaan.. Pendidikan nilai kebangsaan pada siswa sekolah inilah yang menjadi dasar pembentukan awal karena meluruskan sebatang ranting jauh lebih mudah daripada meluruskan sebatang pohon, maka dari itu pendidikan nilai kebangsaan yang paling efektif adalah pendidikan pada siswa sekolah .Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa siswa sekolah harus dilakukan dengan tepat. Jika hal ini tidak bisa tercapai, pesan moral yang akan disampaikan orang tua dan pendidik kepada siswa menjadi terhambat. Pengembangan nilai moral untuk siswa sekolah bisa dilakukan di dalam tiga tri pusat pendidikan yang ada. Yaitu, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam pengembangan nilai moral untuk siswa sekolah perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini dikarenakan siswa sekolah adalah anak yang sedang dalam tahap perkembangan praoperasional konkret. Maka dari itu, tim pengabdi mengajukan kegiatan pengabdian berkaitan dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan terhadap siswa sekolah dengan produk luaran berupa antologi puisi karya siswa yang bertujuan untuk mengatasi perpecah-belahan masyarakat Indonesia ini dan mencegah radikalisme siswa, mengingat banyaknya kelompok separatis lahir di Indonesia ini maka salah satu cara untuk memeutuskan rantai gejolak yang bertujuan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi, kegiatan pengabdian ini tidak nhanya memberikan pembekalan tentang internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada siswa tetapi juga akan diintegrasikan dengan produk luaran berupa antologi puisi karya siswa yang akan dibimbing secara komprehensif dengan mengambil tema penguatan nilai-nilai kebangsaan Indonesia dan nasionalisme bagi generasi muda penerus bangsa
Readibility, Meaning, and Function of Foreign Language on Billboards in Surakarta: A Critical Discourse Analysis Wahyu Joko Saputra; Slamet Subiyantoro; Budhi Setiawan
Humanus Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.918 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v19i2.103806

Abstract

This research aims to describe the use of foreign languages on billboards in Surakarta. This research was a single case study obtained from the objective data of billboards along Slamet Riyadi Street Surakarta. The data sources were from the commercial billboards considering several criteria that have been determined in which the billboards should not be owned by either district government or individual,  for campaign purposes, made in 2018, and so on. Those billboards are billboard from Gofood, McDonald's, and Samsung Galaxy Note9. Subsequently, effective data were obtained through observation and interview from informants in readability process. Manifestation of billboard as a form of discourse generates meaning based on critical discourse analysis approach. In addition to the function of billboard as marketing aspect of the company, it also functions to deliver important information, knowledge, and educative information for the readers. This research results show that the readability, meaning, and function of foreign languages assumption on advertisement of billboard are different from the marketing concept. Nonetheless, an emergence of foreign languages provides space for the readers to learn the vocabulary in facing globalization era. Moreover, it also reminds us not to forget the existing culture in Surakarta.
Religious Value in Nyadran Ceremony in Ngepringan Village, Sragen Yuliningsih Yuliningsih; Kundharu Saddhono; Budhi Setiawan
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 20, No 2 (2018): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.227 KB) | DOI: 10.18860/el.v20i2.4981

Abstract

The struggle for modernity gave rise to the degradation of the value of character education. At this stage the revitalization of the value of religious local wisdom in tradition needs to be developed again. The existence of nyadran tradition in Ngepringan continues to be developed by mixing the value of local wisdom with religious values. This unique combination is a form of local wisdom against the individual culture that developed in the community, the development of modernity. This means that the community can not only uphold the cultural values of the ancestors, and also cannot adapt the tradition to conditions, and still insert religious values in it. Nyadran tradition is still played by the Ngepringan community because they are spiritual tourism and become a harmonizer political, social, economic and spiritual life. The collection of data information is through observation and interview with the Ngepringan village community. The purpose of this study is to explore religious values in the Nyadran ceremony procession. This type of research is ethnography with qualitative descriptive method. Data collection techniques use techniques, interviews, documentation, and language content. The data analysis uses interactive analysis technique. The results of this study are to reveal and describe the religious values in the ceremony procession that need to be preserved and improved by the Ngepringan village community in the face of modernity.Pergulatan modernitas melahirkan degradasi nilai pendidikan karakter. Pada titik ini revitalisasi nilai kearifan lokal religius dalam tradisi perlu dikembangkan kembali. Eksistensi tradisi nyadran di Ngepringan terus dikembangkan dengan mencampur nilai kearifan lokal dengan nilai religius. Perpaduan yang unik ini merupakan bentuk kearifan lokal melawan budaya individualis yang berkembang di masyarakat mengikuti perkembangan modernitas. Hal ini bermakna bahwa masyarakat disana tidak hanya menjunjung nilai-nilai budaya dari para leluhur, melainkan juga mampu menyesuaikan tradisi dengan kondisi, serta masih menyisipkan nilai-nilai religius di dalamnya. Tradisi nyadran masih tetap dipertahankan oleh masyarakat Ngepringan dikarenakan nyadran sebagai wisata rohani serta menjadi penyelaras kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan agama. Informasi data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat desa Ngepringan. Tujuan studi ini untuk menggali nilai religius dalam prosesi upacara nyadran. Jenis penelitian ini adalah etnografi dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis isi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini adalah mengungkap dan mendeskripsikan nilai religius dalam prosesi upacara nyadran yang perlu terus dilestarikan dan ditingkatkan oleh masyarakat desa Ngepringan dalam menghadapi modernitas.
Implementasi Pembelajaran Bahasa Jawa (Materi Tembang Dolanan) Berbasis Pendidikan Karakter Religius dalam Kurikulum 2013 Prima Veronika; Budhi Setiawan; Nugraheni Eko Wardani
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 19, No 1 (2017): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.44 KB) | DOI: 10.18860/el.v19i1.3929

Abstract

The aim of this study is to determine the implementation of Javanese language learning (through dolanan song) based on religious character building in curriculum 2013. It employs qualitative research design with a single case study approach. The results showed that the learning of Javanese language (on dolanan song) can establish religious character building through a scientific approach. Its implementation may involve learning models such as role play, discovery learning and problem based learning. The steps of learning based on scientific approach include activities to observe, ask, gather information, associates, try and communicate.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran Bahasa Jawa (materi tembang dolanan) berbasis pendidikan karakter religius dalam kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Jawa (materi tembang dolanan) dapat menanamkan pendidikan karakter religius melalui pendekatan saintifik. Implementasinya dapat menggunakan model pembelajaran Role Playing, Discovery Learning dan Problem Based Learning. Adapun langkah-langkah pembelajaran berbasis pendekatan saintifik meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mencoba, dan mengomunikasikan.
REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI KELAS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BERLATAR BAHASA JAWA Fitria Cahyaningrum; Andayani Andayani; Budhi Setiawan
Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.477 KB) | DOI: 10.22202/jg.2018.v4i1.2434

Abstract

AbstractThis study aims to describe the form and uniqueness of language politeness in classroom interaction in senior high school with a background of Java language. The method used is descriptive qualitative research method with sociopragmatic approach. Data in the form of students' speech in the learning process of Bahasa Indonesia. Technique of collecting data by using listening, feee, participating, speaking and data transcription. Data analysis techniques use interactive model in the form of data collection, data reduction, data analysis, and conclusion. The results show that there are generosity maxim, tact maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. As for the uniqueness of Javanese language in classroom interaction with marker of basa krama alus and basa ngoko.Keywords: language politeness, Java language, classroom interactionAbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan keunikan atau kekhasan kesantunan berbahasa dalam interaksi kelas di Sekolah Menengah Atas yang berlatar bahasa Jawa. Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data berupa tuturan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data melalui teknik perekaman dengan metode simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data menggunakan model interaktif berupa pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pematuhan maksim kedermawanan, maksim kebijaksanaan, maksim kesederhanaan, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Adapun ditemukan kekhasan bahasa Jawa dalam interaksi kelas dengan penanda basa krama alus dan basa ngoko.Kata Kunci: kesantunan berbahasa, bahasa Jawa, interaksi kelas
PEMAKAIAN BAHASA JAWA BANYUMASAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SMK (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Bekty Tandaningtyas Sundoro; Sarwiji Suwandi; Budhi Setiawan
Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.824 KB) | DOI: 10.22202/jg.2018.v4i1.2443

Abstract

Penggunaan bahasa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia kurang diperhatikan oleh guru dan siswa, sedangkan penggunaan bahasa sangat berperan dalam perkembangan keterampilan siswa baik dalam berbicara maupun menulis. Penelitian alih kode dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) wujud alih kode, dan (2) faktor penyebab terjadinya alih kode yang terjadi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Banyumas. Data dalam penelitian ini berupa data tertulis mengenai peristiwa tutur berupa alih kode guru dan siswa yang muncul pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Banyumas. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan dan analisis dokumen. Teknik validitas data dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi sumber data dan review informan. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap. Analisis data dengan menggunakan metode padan intralingual. Hasil dari penelitian ini adalah masih ditemukan adanya  penggunaan alih kode dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X dan XI SMK Negeri 1 Banyumas. Alih kode yang ditemukan adalah alih kode jenis intern yaitu dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa Banyumasan dan dari Bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, dengan bentuk kata, klausa, dan kalimat. Faktor penyebabnya yaitu (1) situasi pembelajaran, dan (2) penutur dan mitra tutur.
REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI KELAS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BERLATAR BAHASA JAWA Fitria Cahyaningrum; Andayani Andayani; Budhi Setiawan
Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.477 KB) | DOI: 10.22202/jg.2018.v4i1.2434

Abstract

AbstractThis study aims to describe the form and uniqueness of language politeness in classroom interaction in senior high school with a background of Java language. The method used is descriptive qualitative research method with sociopragmatic approach. Data in the form of students' speech in the learning process of Bahasa Indonesia. Technique of collecting data by using listening, feee, participating, speaking and data transcription. Data analysis techniques use interactive model in the form of data collection, data reduction, data analysis, and conclusion. The results show that there are generosity maxim, tact maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. As for the uniqueness of Javanese language in classroom interaction with marker of basa krama alus and basa ngoko.Keywords: language politeness, Java language, classroom interactionAbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan keunikan atau kekhasan kesantunan berbahasa dalam interaksi kelas di Sekolah Menengah Atas yang berlatar bahasa Jawa. Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data berupa tuturan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data melalui teknik perekaman dengan metode simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data menggunakan model interaktif berupa pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pematuhan maksim kedermawanan, maksim kebijaksanaan, maksim kesederhanaan, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Adapun ditemukan kekhasan bahasa Jawa dalam interaksi kelas dengan penanda basa krama alus dan basa ngoko.Kata Kunci: kesantunan berbahasa, bahasa Jawa, interaksi kelas
PEMAKAIAN BAHASA JAWA BANYUMASAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SMK (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Bekty Tandaningtyas Sundoro; Sarwiji Suwandi; Budhi Setiawan
Jurnal Gramatika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.824 KB) | DOI: 10.22202/jg.2018.v4i1.2443

Abstract

Penggunaan bahasa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia kurang diperhatikan oleh guru dan siswa, sedangkan penggunaan bahasa sangat berperan dalam perkembangan keterampilan siswa baik dalam berbicara maupun menulis. Penelitian alih kode dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) wujud alih kode, dan (2) faktor penyebab terjadinya alih kode yang terjadi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Banyumas. Data dalam penelitian ini berupa data tertulis mengenai peristiwa tutur berupa alih kode guru dan siswa yang muncul pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Banyumas. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan dan analisis dokumen. Teknik validitas data dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi sumber data dan review informan. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap. Analisis data dengan menggunakan metode padan intralingual. Hasil dari penelitian ini adalah masih ditemukan adanya  penggunaan alih kode dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X dan XI SMK Negeri 1 Banyumas. Alih kode yang ditemukan adalah alih kode jenis intern yaitu dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa Banyumasan dan dari Bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, dengan bentuk kata, klausa, dan kalimat. Faktor penyebabnya yaitu (1) situasi pembelajaran, dan (2) penutur dan mitra tutur.
The Philosophical meanings contained Serat Sari Swara entitled Wasita Rini Song by Ki Hadjar Dewantara Akbar Al Masjid; Sumarlam Sumarlam; Retno Winarni; Budhi Setiawan; Trisharsiwi Trisharsiwi; Suhailee Sohnui; Arya Dani Setyawan; Endah Marwanti
TAMANSISWA INTERNATIONAL JOURNAL IN EDUCATION AND SCIENCE Vol 4 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tijes.v4i2.13535

Abstract

Serat Sari Swara is an old literary work (1930) written directly by KHD using Javanese script and in Javanese in the form of tembang (poetry genre). This study of old literary works is important because it is an intellectual heritage of the work of the Father of the Indonesian National Education (KHD), which contains many moral and philosophical teachings that are useful as lessons and knowledge for the current generation. The data analysis method used is the content analysis method through the perspective of literary interpretation. The primary data source of this research comes from the Serat Sari Swara script, especially the Asmaradana Wasitarini songs. The results of the research on the philosophical meaning of the Asmaradana Wasita Rini song are about advice and teaching to women in fighting for their rights to obtain gender equality and women's independence, as well as the dedication of women (wives) to men (husbands) so that they can live in harmony and happiness. In detail, the contents of Wasita Rini's philosophical meaning are as follows: 1) teachings to women to always maintain the norms of decency and decency; 2) Protect themselves and their honour; 3) Women need to be respected and respected and do not like being treated arbitrarily; 4) can control themselves; 5) A woman must be conscientious and good at sorting out good and bad things; 6) Women must have the intelligence of creativity, taste, and intention (morals).