Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BAHAS

PERUBAHAN SOSIAL EKOLOGI DAN PERUBAHAN BUDAYA LINGUAL DALAM SISTEM KEKERABATAN MELAYU LANGKAT Abdurahman Adisaputera
BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i81 TH 38.2508

Abstract

Bahasa dan adat istiadat adalah dua unsur penting penanda identitas suatu etnik. Kedua unsur ini muncul dalam sistem kekerabatan. Pada komunitas Melayu Langkat, sistem kekerabatan mengacu pada garis keturunan ibu dan garis keturunan ayah. Sistem kekerabatan dapat dibedakan berdasarkan (1) lapisan sosial dan (2) lapisan keluarga. Panggilan kekerabatan pada lapisan sosial adalah tengku, wan, datuk, aja dan orang kaya, serta encek dan tuan. Pada lapisan keluarga, komunitas Melayu memiliki 8 panggilan (sapaan) kekeluargaan sesuai dengan urutan kelahiran yaitu ulong/yong, ngah, alang, uteh, andak, oda/uda, etam, dan suncu. Hasil pengujian terhadap 230 responden membuktikan bahwa sebagian komunitas remaja tidak memahami dan tidak lagi menggunakan sapaan ini.
PERUBAHAN SOSIAL EKOLOGI DAN PERUBAHAN BUDAYA LINGUAL DALAM SISTEM KEKERABATAN MELAYU LANGKAT Abdurahman Adisaputera
BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i77 TH 37.2608

Abstract

Bahasa dan adat istiadat adalah dua unsur penting penanda identitas suatu etnik. Kedua unsur ini muncul dalam sistem kekerabatan. Pada komunitas Melayu Langkat, sistem kekerabatan mengacu pada garis keturunan ibu dan garis keturunan ayah. Sistem kekerabatan dapat dibedakan berdasarkan (1) lapisan sosial dan (2) lapisan keluarga. Panggilan kekerabatan pada lapisan sosial adalah tengku, wan, datuk, aja dan orang kaya, serta encek dan tuan. Pada lapisan keluarga, komunitas Melayu memiliki 8 panggilan (sapaan) kekeluargaan sesuai dengan urutan kelahiran yaitu ulong/yong, ngah, alang, uteh, andak, oda/uda, etam, dan suncu. Hasil pengujian terhadap 230 responden membuktikan bahwa sebagian komunitas remaja tidak memahami dan tidak lagi menggunakan sapaan ini.   Kata Kunci: komunitas melayu, sistem kekerabatan, perubahan sosial
Co-Authors Agus Pandai Yani Tanjung, Rezki Ahmad Albar Tanjung Amaliyah, Raudhatul Amrin Saragih Anggi Chairunnisa Siregar Anita Yus Aprina Enzel Sihotang Arahman, Afif Asmin Panjaitan Bornok Sinaga Chaniago, Eva Nirmala Sari Dalimunthe, Elvi Susana Dalimunthe, Syairal Fahmi Daulat Saragi Daulay, Febriani Deny Setiawan Desi Kurnia Sari Dinda Khairun Nazila Dzu Mirratin Firda Hidayat Eliza Olga Pramita Harahap, Safinatul Hasanah Hasanah Harahap, safinatul Hasibuan, Mutiara Sany Henni Julia Citra Sitorus Hijrah, Nurul Hutagalung, Santa Hoky I Made Suastra I Wayan Jendra Ilmi Zajuli Ichsan Indah Gustia Lubis Isda Pramuniati Juniastel Rajagukguk, Juniastel Laksono Trisnantoro Lestari, Asdini Indah Lubis, Dinda Addila Lubis, Joharis M Oky Fardian Gafari M. Hutagalung, Surya M. Oky Fardian Gafari Mangunsong, Sri Emelda MARA UNTUNG RITONGA, MARA UNTUNG Mariani, Titin Masniari Hutagalung, Surya Mayang Putri Maysarah, Maysarah Muhammad Ridwan Nadhira, Yulia Nahampun, Debi Yanti Nainggolan, Fauziah Ahmad Zain Nurhayani nurhayani Paino, Novhira Putri Rahmayani, Ulina Raisa Fadhilah Rangkuti Renita, Renita Oktavia Gultom Rialni, Diva Azzurra P. Rizqa Jauhiratul Umma Safinatul Hasanah Harahap Sagala, Rotama Enjel Sari Putri Rezky Sitorus Shahryar Banan Silalahi, Artha Uli Br Simanjuntak, Firman Matias Matias Surya Masniari Hutagalung Syairal Fahmy Dalimunthe Syamsul Arif T. Thyrhaya Zein Tanjung, Tobi Bagustian Telaumbanua, Ammi Al-Habiby Trisnawati Hutagalung Valianto, Budi Yuliana Sari