p-Index From 2021 - 2026
18.46
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment) Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) OPSI Widyariset JPBM (Jurnal Pendidikan Bisnis dan Manajemen) Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial JABE (Journal of Accounting and Business Education) Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Jurnal Sistem dan Manajemen Industri GIZI INDONESIA Jurnal Mahasiswa Bina Insani INOVTEK POLBENG SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Menara Perkebunan Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Prologia Jurnal Ulunnuha Jurnal Medika Cendikia (e-Journal) Oetoesan-Hindia: Telaah Pemikiran Kebangsaan Jurnal Litbang Polri Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SMIPT) Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Widyariset Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Tamaddun : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan Didaktika: Jurnal Pemikiran Pendidikan Jurnal Ilmiah Penelitian Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat Indonesian Journal of Industrial Engineering & Management Mitra Pendidikan: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Literasi Jurnal Ekonomi dan Bisnis SADE Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Maharot : Journal of Islamic Education Jurnal Lazuardi Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Jurnal Pariwisata Indonesia TECHSI - Jurnal Teknik Informatika Proceedings of The ICECRS Industrial Research Workshop and National Seminar Jurnal Lemhannas RI JWM (JURNAL WAWASAN MANAJEMEN) Jurnal Sistim Informasi dan Teknologi Jurnal Ekonomi dan Bisnis (JEB) Pareto : Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis Balance: Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Akses : Journal of Public and Business Administration Science Mamangan Social Science Journal Jurnal Inovtek Seri Teknik Sipil dan Aplikasi (TekLA) Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Maharot : Journal of Islamic Education Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Dzihni: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, Linguistik dan Kajian Literatur Arab Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KETERAMPILAN MAHASISWA DALAM MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN PAI MELALUI METODE GUIDED DISCOVERY LEARNING admin admin; Muyasaroh muyasaroh
TAMADDUN : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan 2015: JANUARI
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tamaddun.v0i0.71

Abstract

Tujuan pendidikan diantarannya adalah mencetak manusia yang cakap, terampil, kreatif dan mandiri. Sebagai calon guru, mahasiswa PAI seharusnya terampil dan kreatif dalam segala bidang. Diharapkan dari sikap kreatif tersebut mahasiswa terampil dalam membuat media pembelajaran. Karena media pembelajaran yang baik dapat memotivasi siswa dalam belajar.Pengimplementasian metode Guided Discovery Learning pada proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa. Karena implementasi metode ini memfokuskan pada siswa aktif, menemukan konsep dengan berdiskusi dan mencoba menciptakan karya. Sedangkan dosen sebagai fasilitator dan pembimbing. Oleh karena itu penelitian ini ingin merumuskan masalah bagaimana peningkatan keterampilan mahasiswa dalam membuat media pembelajaran PAI melalui metode Guided discovery Guidance Learning. merupakan suatu metode pembelajaran yang menitik beratkan pada aktivitas siswa dalam belajar. Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator yang mengarahkan siswa untuk menemukan konsep, melalui tukar pendapat, berdiskusi, membaca sendiri dan mencoba sendiri.Adapun jenis penelitian adalah ( Field Research ) dan berupa PTK karena penelitian dilakukan berdasarkan pengalaman peneliti pada program Lesson study. Program Lesson Study ini ada 4 siklus dan tiap siklus terdiri dari Plan, Do dan See atau Refleksi. Penelitian ini menggunkan teknik pengumpulan data yaitu Observasi dan Dokumentasi. Analysis data menggunakan data reductions, data display, dan conclusion drawing /verification.. Hasil dari penelitian ini adalah melalui metode discovery Guided Learning mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membuat media Pembelajaran PAI dengan indicator- indikator kecepatan waktu, kesesuaian antara media dan materi yang akan disampaikan dan bentuk dari media yang dihasilkan sangat variatif.
INOVASI DOSEN DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH PROFIL KEGURUAN admin admin; Muyasaroh muyasaroh; Fita Masruroh; Arfa Ladamay; Budi Masruri
DIDAKTIKA Vol 20 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.306 KB)

Abstract

Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi; otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang ingatannya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupan peserta didik sehari-hari. Akibatnya, Ketika anak didik kita lulus dari lembaga pendidikan, mereka hanya pintar secara teoritis, akan tetapi mereka miskin dalam aplikasi. Selain itu suksesnya proses pembelajaran dengan menerapkan student center (siswa aktif) dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik juga dipengaruhi oleh beberapa kesiapan dosen dalam menjalankan profesinya secara kompeten. Kompetensi tersebut diantaranya adalah aspek kepribadian, sosial, professional dan paedagogik.Pada artikel kali ini memaparkan tentang bagaimana inovasi dosen dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa dalam proses pembelajaran pada mata kuliah profil keguruan ? dan bagaimana penilaian dosen terhadap tingkat kemandirian belajar mahasiswa pada proses pembelajaran mata kuliah profil keguruan dalam program lesson study ?Metode penelitihan kualitatif melalui pelaksanaan program Lesson Study (LS) dengan tiga tahapan plan, do dan see, para dosen juga memberikan berbagai inovasi-inovasi metode yang diterapkan dalam proses pembelajaran MK Profil Keguruan.Teknik analisis data menggunakan analisis isi hasil observasi pada kegiatan do dan see yang dilaksanakan. Pada analisis isi ini maka dilakukan pengumpulan informasi, reduksi, verifikasi dan kesimpulan hasil.Hasil dari analisa data menunjukkan bahwa : Pertama, inovasi yang dilakukan dosen dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa dalam proses pembelajaran pada mata kuliah profil keguruan ini adalah: tahap Plan Team dosen mendisain metode pembelajaran yang dapat memberikan stimulus belajar aktif, mandiri, dan kreatif sesuai dengan indikator kemandirian belajar mahasiswa. Tahap Do, dimunculkan dalam proses pembelajaran diantaranya adalah menampilkan gambar-gambar,bermain peran, pemutaran video-video baik bersifat kisah nyata yang memberikan inspirasi, vidio penilaian fakta, kerja kelompok, pemberikan sebuah fenomena problema di masyarakat, mengajarkan berfikir kritis, dan menampilkan materi dengan media power point sebagai bentuk mempermudah pemetaan materi sehingga dapat memberikan stimulus mahasiswa dalam berfikir secara mendalam dan pada akhirnya mampu melakukan hal-hal yang menjadi tanggungjawabnya sebagai seorang guru. Selain itu, dosen memberikan dorongan/motivasi, serta menciptakan suasana kelas yang nyaman, memberikan peluang bebas dalam berfikir dan berpendapat serta menanamkan nilai dan kebiasaan-kebiasaan hidup akan membentuk kepribadian, termasuk pula dalam hal kemandiriannya.Kedua, Penilaian dosen terhadap tingkat kemandirian belajar mahasiswa pada proses pembelajaran mata kuliah profil keguruan dalam program lesson study, Kesimpulan secara umumnya dalam tahap pelaksanan (DO) dan tahap evaluasi atau refleksi (see) dari siklus I sampai siklus IV terlihat jelas bahwa kemandirian belajar mahasiswa dalam bentuk antusiasme dalam proses pembelajaran.
AN ANALYSIS ON POLITENESS IN SMS OF THE STUDENTS TO THE LECTURERS OF ENGLISH DEPARTMENT UNIROW TUBAN admin admin; Agus Wardhono
DIDAKTIKA Vol 19 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.341 KB)

Abstract

The purposes of this study are to find out politeness strategies and the dominant politeness strategies in Short Message Service (SMS) text of the students of English period 2008 sent to the lecturers of English from March to May 2012. This study applies qualitative research. Using documentation method, the data are collected from the lecturers' mobile phone by making permission from the lecturers to send the students' SMS that they received to the writer' mobile phone. The data are analyzed using Brown and Levinson's politeness theory (1987). The results reveal that there are four politeness strategies in students' SMS- Bald on Record (BOR), Positive Politeness (PP), Negative Politeness (NP), and Off Record (OR). Negative politeness strategy is dominantly used by the students. But the students' SMS cannot reflect appropriateness in their interpersonal communication to lecturers since the SMS of the students of English period 2008 sent to the lecturers are not consistent with Brown and Levinson's politeness theory, that lower status members tend to be relatively indirect (polite) in their communication to higher-status superior.
SOCRATES' ANAMNESIS OF THE CHILD'S UNCONSCIOUS MEMORY TO NATURE AND ROUSSEAU'S HUMAN DEVELOPMENT IN WORDSWORTH'S POEMS admin admin; Rohmy Husniah
DIDAKTIKA Vol 18 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.92 KB)

Abstract

Childhood experience toward nature is important in shaping one's development of understanding life therefore this research is conducted. The purposes of this research are to describe how the anamnesis arouse the speaker's mind to recollect his childhood memory in “The Intimations Ode” and “My Heart Leaps up when I Behold” and to describe the way the speaker sees the nature from his childhood memory to his adult in those two poems. The scope of the study is two of Wordsworth poems analyzed by using the theory of anamnesis stated by Socrates and the theory of human development stated by Rousseau. Anamnesis is a form of remembrance enabling man to perceive certain permanent, even eternal, truths once he remembers to remember them, and through their recollection raise them once again to conscious significance. Rousseau states the human's development in five stages of life; infancy, the age of nature, pre-adolescence, puberty, and adulthood. These two theories are applied because content of the two poems are about recollecting the speaker childhood experience (anamnesis) and about growing (human's development). The limitations of the study are the data are taken from two of Wordsworth poems and only the stanza(s) which have natural terms according to Wordsworth are analyzed. The methodology of the research is as follows: after doing the close reading, the poems are classified based on Wordsworth's natural terms, then paraphrasing, interpreting the poems based on the two theories by Socrates and Rousseau, and the last is concluding the result. The findings show that the speaker of the poem thrills and understands life by activating his imagery and recollecting the experience with nature, it means that the speaker does anamnesis to find the truth. The phases of life in “The Intimations Ode” are in lines with Rousseau's theory those are from the age of nature until adulthood; whereas in “My Heart Leaps Up When I Behold” the speaker's life of stages begins from the age of nature until he becomes old, the old age is not stated in Rousseau's theory. As the conclusion, anamnesis brings the speaker into three phases of thinking; the loss of vision (the difference feeling of seeing the same nature between the speaker's childhood and adulthood), the nature of the loss (the reason why the loss happens), and the acceptance. Five stages of life of the narrator are commenced from the age of nature, pre-adolescence, puberty, adulthood, and old age. The old age is a stage creating by Wordsworth for Rousseau does not mention the old stage. Rousseau only stated one's life development until the age of twenty five. The suggestion is that the further researchers to analyze other poems of Wordsworth and the other romantic poets' works as most of their poems are also about nature.
ANALISIS KEMANDIRIAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PENERAPAN MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN admin admin; Sri Uchtiawati; Sarwo Edy; ZAINUL MA'ARIF
DIDAKTIKA Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.708 KB)

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan hasil pembelajaran yang memfokuskan pada kemampuan bertanggung jawab dan kemandirian bagi mahasiswa pada mata kuliah Metodologi Penelitian, yang dilakukan oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran melalui analisis permasalahan dan kajian literatur sebagai dasar teori, dan mekanisme proses pembelajaran melalui kooperatif, yang dilakukan oleh mahasiswa prodi pendidikan matematika semester 6. Pencapaian tujuan ini dilakukanmelalui Lesson study.Pembelajaran yang dilakukan secara kooperatif, memberikan potensi untuk meningkatkan kemampuan bertanggung jawab, serta kemandirian, yang dilakukan melalui pembuatan makalah, yang mengkaji permasalahan dan pendalaman teori matakuliah metodologi penelitian di semester genap tahun 2013/2014. Kegiatannya meliputi kajian tentang Variabel, hipotesis, eksperimen, Ex post Facto, dengan kegiatan yang dilakukan secara mandiri dan berkelompok, dan selanjutnya mempresentasikan hasil dan kemudian di evaluasi. Kegiatan ini berlangsung dalam 4 (empat) siklus pada satu semester.yang masing-masing siklus meliputi Plan, Do, See.Pada kegiatan Plan, pada kegiatan Do mahasiswa melaksanakan proses pembelajaran bersama dosen model dan diobservasi oleh 2 orang dosen yang tergabung dalam Tim. Pada akhir pembelajaran dilanjutkan dengan kegiatan See, yang merupakan kegiatan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan dipimpin oleh moderator, dan memberikan kesempatan pertama pada dosen model, sedangkan hasil pembahasan dipergunakan untuk memperbaiki Satuan Acara Perkuliahan pada plan dan dilakukan do pada siklus berikutnya.Data tentang temuan aktivitas dalam pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa setelah dianalisis menunjukkan bahwa ada peningkatan ‘tanggung jawab dan kemandirian’ pada mahasiswa terhadap mata kuliah Metodologi Penelitian yang didasarkan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan diskusi dan presentasi, melalui Lessonstudy, mahasiswa bersemangat untuk belajar, kemandirian mahasiswa dapat dikembangkan dengan mememberikan tugas terstruktur, tanggung jawab yang dikembangkan nanpak pada saat presentasi makalah, dilakukan evaluasi untuk merngukur kemampuan penguasaan materi, dilakukan motivasi untuk membaca literatur.
Pengaruh Kemampuan Spasial Terhadap Kemampuan Geometri Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Swasta Di Kecamatan Kebomas Gresik admin admin; Ary Hidayah Putri
DIDAKTIKA Vol 23 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.88 KB)

Abstract

Atas dasar permasalahan yang ditemukan di SMP swasta maupun negeri di kecamatan kebomas bahwa masih banyak peserta didik yang sulit dalam menyelesaikan soal matematika terutama pada materi geometri. Berdasarkan sudut pandang psikologi, geometri merupakan penyajian abstraksi dari pengalaman visual dan spasial, oleh karena itu, kemampuan spasial sangat berperan penting dalam pembelajaran tentang geometri ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan spasial terhadap kemampuan geometri. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII di Kecamatan Kebomas yang berjumlah 78 siswa. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik proporsional simple random sampling. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode tes dengan melakukan 2 tes. Dari hasil uji F tersebut terlihat nilai pada kolom sig. yaitu 0,000 sehingga sig. < á, (á = 0,05). Maka H0 ditolak, artinya ada pengaruh antara kemampuan spasial terhadap kemampuan geometri pada taraf sig. 0,05. Persamaan regresi Y atas X: Y = 0,513+0,892 Xi . Tanda (+) pada koefisien X menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap kenaikan Y, artinya untuk kenaikan satu satuan nilai tes kemampuan spasial maka akan menaikkan nilai tes kemampuan geometri sebesar 0.892. Koefisien korelasi R = 0.910, termasuk korelasi kuat. Berdasarkan koefisien korelasi tersebut, maka koefisien determinasi : R2= 0.829 (Tabel Model Summary), artinya : sekitar 83 % kemampuan spasial mempengaruhi kemampuan geometri, 17 % sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
ANALISIS KECAKAPAN MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH STATISTIKA-1 DENGAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS MASALAH admin admin; Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 20 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.807 KB)

Abstract

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik profesional adalah kompetensi profesional yang berkaitan dengan penguasaan terhadap materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Mata kuliah statistika 1 merupakan mata kuliah fundamental yang menjadi dasar bagi mata kuliah statistika yang lain. Oleh karena itu, Statistika 1 diambil sebagai obyek dalam pelaksanaan Lesson Study untuk semester ganjil tahun akademik 2013/2014. Agar sukses dalam belajar matematika maka seseorang harus memiliki kecakapan matematika. Kecakapan Matematika (Mathematics Proficiency) menurut Kilpatrick (2001) terdiri dari (1) pemahaman konseptual (conceptual understanding), (2) kelancaran prosedural (procedural fluency), (3) kompetensi strategis (strategic competence), (4) penalaran adaptif (adaptive reasoning) dan (5) disposisi produktif (productive disposition). Sementara itu, pembelajaran Statistika 1 biasanya dilaksanakan dengan berpusat pada siswa (student centered learning) yang biasanya hanya memfokuskan pada kelancaran prosedural dan kompetensi strategis.Oleh karena itu, tim MK Statistika 1 menerapkan model pembelajaran kolaboratif berbasis masalah yang dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Lesson Study yang diharapkan dapat mengembangkan seluruh bagian dari kecakapan matematis tersebut secara terpadu. Kegiatan LS dilaksanakan selama 4 siklus dan setiap siklusnya dibagi atas plan, do dan see. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi pembelajaran, lembar pengamatan kecakapan matematis mahasiswa. Selain itu, seluruh proses pembelajaran direkam dengan kamera video. Berdasarkan hasil analisa didapatkan bahwa pembelajaran mata kuliah 1 dengan pembelajaran kolaboratif berbasis masalah dilakukan dengan tahapan; 1). Fase 1: membagi tugas, 2). Fase 2: Pembentukan kelompok, 3). Fase 3:Diskusi kelompok, 4). Presentasi kelas. Sedangkan kecakapan matematis mahasiswa secara garis besar meningkat dari sklus yang satu ke siklus yang lain kecuali dari siklus yang ke-2 ke siklus yang ke-3. Desain masalah yang diajukan sangat mempengaruhi bagaimana kecakapan matematis dapat dimunculkan dalam pembelajaran di dalam kelas.
PENANGANAN INSTRUKSIONAL BAGI ANAK LAMBAT BELAJAR (SLOW LEARNER) admin admin; Nur Khabibah
DIDAKTIKA Vol 19 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.578 KB)

Abstract

Each child has a unique and different character. If in one class there are twenty-eight students, then there are twenty-eight different treatments that must be given by an educator. However, such treatment should not cause any jealousy among learners. All children have special needs, but when viewed in general, children with special needs is a child who really needs special handling because of its behavior or deviate from the kids in general. Slow learners child have unique characteristics with a variety of learning problems faced in school. To optimize their potential, it needs a special program designed to suit the educational needs of each individual.
Students' Development In Notating The Unit Of Speed admin admin; Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 18 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.049 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v18i2.32

Abstract

Students have acquainted with speed from their environment but it is not easy for them to learn the concept of speed since according to Gravemeijer (2007) , the concept of speed is still one of the most difficult quantities. What students learn about speed will be developed when they study at higher education it is very important for teacher to give support for the students so that they are not only able to use the formula deal with the speed but also know the reason behind the formula and how to apply it in other situations. Hence, a series of learning activities which in line with Realistic Mathematics Education (RME) was designed. Design research was chosen as the general heading of the research. It was conducted in SD Al-Fatah(Full day School) in Surabaya-Indonesia with a teacher and 25 students in fifth grade. Research findings show that “paper tapes activity” can lead the students to develop their notion on the unit of speed. Students realise that in order to compare the speed they must be aware of both distance and time as the components of the speed. The function of paper tapes which the students made gradually changing in line with students' thinking process. At the first time, it might only as the path for the toy cars, but then it shows the distance travelled by the car. Finally, students modified those paper tapes as the visualization of the unit of speed which help them to made a table as a strating point to come to the other units of speed.
KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI admin admin; Yuyun Istiana
DIDAKTIKA Vol 20 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.27 KB)

Abstract

Pendidikan anak usia dini dimulai sejak lahir sampai berkisar 6 tahun, karena pada usia ini merupakan masa yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Tujuan pendidikan anak usia dini adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Untuk itu metode penelitian deskriptif yang berlandaskan pada library research merupakan pendekatan yang sangat efektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama dalam mendidik anak usia dini dimulai dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah yang harus bersinergi satu sama lain.