Claim Missing Document
Check
Articles

TEORI PIRIE-KIEREN: LAPISAN PEMAHAMAN SISWA SMP BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN RUANG Suindayati Suindayati; Dian Septi Nur Afifah; Imam Sukwatus Suja’i
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.1 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n2a4

Abstract

Abstrak:Lapisan pemahaman memiliki peranan penting dalam mengukur tingkat pemahaman siswa dalam belajar dan berpikir, sedangkan tingkat kemampuan matematika memudahkan dalam pemahaman sehingga belajar dan berpikir dilakukan oleh siswa menjadi efektif dan efisien. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan lapisan pemahaman siswa SMP yang berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal bangun ruang  berdasarkan teori Pirie Kieren. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Bakung di kelas VIIIA dengan memilih subjek yang berkemampuan matematika tinggi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan pedoman wawancara. tes ada dua yaitu tes kemampuan matematika dan tes lapisan pemahaman. Analisis data  dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lapisan pemahaman subjek yang berkemampuan tinggi mampu memenuhi semua indikator lapisan pemahaman, yaitu lapisan primitive knowing, image making, image having, property noticing, formalizing, observing, structuring, dan inventising. Selanjutnya diharapkan dalam pembelajaran di kelas dapat menggunakan tutor sebaya untuk mengetahui pemahaman  siswa dalam pembelajaran di kelas.AbstractLevel of understanding has an important role in measuring the students’ understanding in learning and thinking, while the level of mathematical difficulties makes easier in understanding so that the students’ thinking and learning become effective and efficient. The purpose of this study was to describe the understanding level of junior high school students with high mathematical abilities in solving geometrical problems based on Pirie Kieren's theory. The method was descriptive qualitative research which was conducted in the 8th grade students of SMP Negeri 2 Bakung by selecting subjects with high mathematical ability. The instruments used in this study were tests and interview guidelines. There were two kind of tests, namely the mathematics ability test and the understanding level test. The data was analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicated that the high levels of understanding of the students were able to fulfill all the indicators of the understanding levels, namely the primitive knowing, image making, image having, property noticing, formalizing, observing, structuring, and inventorying. Furthermore, it was expected that peer tutors to know the students’ understanding could be used in classroom learning
STUDENTS’ REFLECTIVE THINKING IN MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING Rijalush Sholikhin; Dian Septi Nur Afifah; Maryono Maryono
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 9 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2021v9n1a10

Abstract

This study aims to describe reflective thinking in solving mathematical problems on linear equations system with three variables based on mathematical abilities. This study uses a qualitative approach with case study type. The instruments in this study used tests and interviews. The subjects of this study came from 38 students grade X Natural Science 2 Islamic Senior High School 3 Blitar, taken one from each category of students with high, moderate, and low mathematical ability to be the subject of research. The data analysis techniques used are data reduction, data display, and conclusions drawing/verification. The validity test of data used persistent observation and triangulation. The research results obtained by students with high and moderate abilities can meet the phase of reacting, comparing, and contemplating in reflective thinking. Meanwhile, low mathematical ability students are only able to meet the reacting and comparing phases. 
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA Siti Komariyah; Dian Septi Nur Afifah; Gaguk Resbiantoro
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.398 KB) | DOI: 10.30738/sosio.v4i1.1477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman konsep siswa dalam memecahkan masalah matematika yang ditinjau dari minat belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Boyolangu pada siswa kelas VII-A dengan subjek sebanyak 40 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes angket minat belajar dan tes masalah himpunan. Teknik pengumpulan data meliputi tes angket minat belajar, tes masalah himpunan dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu pemahaman konsep subjek yang memiliki minat belajar tinggi dalam memecahkan masalah dapat menyatakan ulang konsep dengan jelas dan benar, mampu mengklasifikasikan objek menurut sifatnya, mampu menerapkan konsep operasi himpunan dengan benar, menyajikan konsep himpunan dalam bentuk representasi matematika yang tepat, dapat mengaitkan konsep yang digunakan sehingga dapat memecahkan masalah dengan benar.
Profil Intuisi Matematis Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent Bondan Wicaksana Asmi Asmara; Dian Septi Nur Afifah
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 3, No 1: Mei 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.3.1.37-50

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Watulimo. Subjek penelitian ini adalah 2 orang siswa kelas VII yang terdiri dari 2 orang dari masing-masing gaya kognitif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis data dilakukan dengan cara: (1) mengelompokkan data dalam 4 kategori: (a) menganalisis dan memahami masalah (b) merancang dan merencanakan solusi (c) mengeksplorasi solusi untuk masalah yang sulit (d) memverifkasi solusi, kemudian mereduksi data yang tidak termasuk dalam 4 kategori tersebut, (2) menyajikan data dalam bentuk teks naratif, dan (3) menyimpulkan profl intuisi siswa pada masing-masing kategori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profl intuisi siswa dalam pemecahan masalah matematika untuk gaya kognitif (1) siswa Field Independent: (a) memahami menganalisis masalah menggunakan intuis afrmatori yang bersifat langsung dengan cara membaca dan mengubah informasi kedalam bentuk gambar dan melihat soal untuk mengetahui yang ditanyakan, (b) merancang dan merencanakan solusi menggunakan intuisi antisipatori yang bersifat global, (c) mengeksplorasi solusi untuk masalah yang sulit tidak menggunakan intuisi, menggunakan cara sesuai perencanaan yang dibuat, (d) memverifkasi solusi tidak menggunakan intuisi, memeriksa jawaban dengan mengecek rumus yang digunakan dan menghitung kembali jawaban yang telah diperoleh. (2) siswa Field Dependent: (a) memahami dan menganalisis masalah menggunakan intuisi afrmatori yang bersifat langsung, mengalami kesulitan dalam menentukan apa yang ditanyakan, (b) merancang dan merencanakan solusi menggunakan intuisi antisipatori yang bersifat global, meskipun dapat membuat rencana dalam mencari solusi namun tidak sampai solusi akhir, (c) mengeksplorasi solusi untuk masalah yang sulit tidak menggunakan intuisi, menggunakan cara sesuai dengan yang direncanakan, (d) memverifkasi solusi tidak menggunakan intuisi, menghitung kembali jawaban yang telah diperoleh dengan cara yang sama.
Pengaruh Math-Tainment Berbasis Multimedia Terhadap Pemahaman Materi Trigonometri Kelas X SMA Negeri 1 Trenggalek Moch Fachrish Rizha Zhamzhamy; Dian Septi Nur Afifah
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 3, No 1: Mei 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.3.1.51-63

Abstract

Ilmu pengetahun dan teknologi terutama pada jaman modern ini mengalami banyak perubahan yang sangat cepat, sedangkan cara mengajar dikelas masih saja sulit untuk mengalami perubahan yang signifikan. Artikel ini membahas tentang penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia atau disebut math-tainment. Dimana penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Melalui penelitian ini diharapkan dapat merubah cara mengajar yang terkesan monoton dari tahun-tahun sebelumnya, dan pemberdayaan media yang tersedia. Penelitian ini pun bersifat longitudinal (bertahap) karna selain untuk menguji media yang digunakan, juga untuk mengukur keefektifan media sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pengguna. Media yang digunakan juga bersifat multimedia seperti halnya powerpoint, macromedia flash, dan lainnya yang besifat multimedia. Dalam penyusunan medianya juga kita harus mengutamakan kejelasan dalam tampilan, dan kesingkronan dalam materi yang disampaikan. Perubahan dalam cara mengajar ini, sangat dianjurkan selama perubahan ini bisa menarik minat belajar anak dan mempermudah anak memahami sesuatu yang dipelajari.
Pengaruh Kecerdasan Numerik dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Khoirun Nisak; Dian Septi Nur Afifah
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 3, No 2: November 2019
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.3.2.81-92

Abstract

ABSTRACT. This research is quantitative research with experimental design is a non-eksperimental design. The purpose of this study is to determine the influence of numerical intellegence and interset in learing outcomes of student. Population in this study is the students of class VIII MTs Darussalam, while samples taken are students class VIII B. The variables in this study consist of two kinds of independent variable and dependent variable. Independent variable in this stuy is numerical intellegence and  interset in learning, while the dependept variable is the result of learning mathematics students. Data collection methods use are documentation, questionare and test. The data analysis techniques used are normality test, simple regressio test and multiple regression test. Based on the data it can be conclude that (1) there is influence of numerical intellegence on student learning result of mathematics, (2) there is an influence of interest in learning on student’s mathematics learning outcomes, (3) there is an influence of numerical intellegence and interest in learning of mathematics learning outcomes.   Keywords:numerical intellegence, interest in learning, learning outcomes mayhematics.
Tingkat Kecemasan Siswa Field Dependent dan Field Independent dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Rayiningtyas Ayu Palupi; Dian Septi Nur Afifah
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 7, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v7i2.26636

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tingkat kecemasan matematika, faktor-faktor yang menyebabkan, dan solusi untuk mengatasi kecemasan matematika siswa SMP dalam menyelesaikan soal bangun ruang ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent. Jenis penelitian yaitu kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Besuki dan metode pengumpulan data yang digunakan berupa metode angket, metode tes, metode wawancara dimana untuk menguji kredibilitas data digunakan triangulasi waktu. Hasil yang diperoleh yaitu tingkat kecemasan matematika siswa dengan gaya kognitif field dependent lebih tinggi dari pada siswa dengan gaya kognitif field independent. Siswa field dependent dan field independent mengalami kecemasan matematika disebabkan oleh faktor kepribadian, intelektual, dan lingkungan serta ditandai dengan respon fisiologis, kognitif, dan perilaku. Solusi untuk mengatasi hal tersebut, siswa merasa senang ketika belajar matematika dan bertanya saat mengalami kesulitan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan menjadi kajian untuk lebih memperhatikan siswa dengan gaya kognitif field dependent dalam pembelajaran di kelas dan dapat merencanakan strategi atau model pembelajaran yang menyenangkan untuk mengurangi kecemasan matematika.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH LINGKARAN BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO PADA KELAS VIII Alviana Widyawati; Dian Septi Nur Afifah; Gaguk Resbiantoro
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 6, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.267 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam memecahkan masalah matematika, yakni meliputi: letak kesalahan, jenis kesalahan dan faktor penyebab kesalahan siswa dalam memecahkan masalah lingkaran. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam memecahkan masalah matematika dapat diidentifikasi berdasarkan taksonomi SOLO. Taksonomi SOLO singkatan dari kata “Structure of the Observed Learning Outcome” yang berarti struktur dari hasil belajar yang diamati. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan tes untuk mengkategorikan siswa kedalam lima level taksonomi SOLO yakni level prastruktural, level unistruktural, level multistruktural, level relasional dan level extended abstrak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada kelas VIII-D SMP Negeri 1 Campurdarat ditemukan kecenderungan level yang memenuhi  level prastruktural, level unistruktural, level relasional dan level extended abstrak. Dalam penelitian ini tidak ditemukan adanya siswa dengan kecenderungan pada level multistruktural. Kesalahan pada keempat level taksonomi SOLO tersebut ditemukan bahwa subjek pada level prastruktural, cenderung melakukan kesalahan dalam memahami soal, membuat rencana, kesalahan dalam konsep, dan kesalahan dalam prinsip. Subjek pada  level unistruktural, cenderung melakukan kesalahan dalam melaksanakan dan menyelesaikan rencana, kesalahan dalam menuliskan jawaban akhir, kesalahan konsep dan kesalahan prinsip. Subjek pada level relasional dan level Extended abstrak, tidak ditemukan kesalahan dalam memecahkan masalah. Analysis Of Student Error in Solving Circle Problem Based On Solo Taxonomy In Class VIII AbstractThis study aims to describe students 'errors in solving mathematical problems, which include: the location of errors, types of errors and factors that cause students' errors in solving circle problems. Errors made by students in solving mathematical problems can be identified based on the SOLO taxonomy. SOLO Taxonomy stands for the word "Structure of the Observed Learning Outcome" which means the structure of observed learning outcomes. This research is a qualitative descriptive approach. In this study using a test to categorize students in the five levels of SOLO taxonomy, namely the level of prestructural, unistructural, multistructural, relational, and extended abstract. Based on the results of research conducted in class VIII-D, SMP Negeri 1 Campurdarat found the tendency of levels that meet prestructural, unistructural, relational, and extended abstract. In this study no students were found with a tendency at the multistructural level. Subject errors at the prestructural level tend to make mistakes in understanding the problem, making plans, mistakes in concepts, and errors in principles. Subjects at the unistructural level tend to make mistakes in implementing and completing plans, errors in writing the final answers, misconceptions and principle errors. Subjects at the relational and extended abstract levels, there were no errors in solving problems.Keywords: Error Analysis, Solving Problems, Circles, SOLO Taxonomy
Karakteristik Tingkat Kreativitas Siswa yang Memiliki Disposisi Matematis Tinggi dalam Menyelesaikan Soal Matematika Dewi Patmalasari; Dian Septi Nur Afifah; Gaguk Resbiantoro
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.282 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v6i1.1509

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman ide siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kreativitas siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sehingga kehadiran peneliti sangat penting karena peneliti berperan sebagai instrumen utama. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan metode angket, tes dan wawancara. Instrumen penunjang yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket disposisi matematis, soal tes masalah matematika, dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan mengacu terdiri dari tiga tahap yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Dalam penelitian ini reduksi data dilakukan dengan mengelompokkan siswa kedalam tingkat disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah melalui angket disposisi matematis siswa. Selanjutnya data disajikan berupa deskripsi karakteristik tingkat kreativitas siswa yang memiliki disposisi matematis tinggi dalam menyelesaikan soal matematika. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan triangulasi waktu untuk memeriksa keabsahan data. Hasil penelitian ini adalah siswa memiliki tingkat kreativitas 4 dan 3. The research motivated by the student's idea of diversity in mathematic problems solving. This research aims to describe student’s level of creativity that has high mathematic disposition. This research is qualitative research, so the presence of researcher is very important because researcher acted as the main instrument. In this research, the techniques of data collection are questionnaire, test, and interview. While instruments that use in this study are student’s mathematic disposition questionnaire, the test of mathematic problems solving and guidelines for interviews. The analysis data used are data reduction, data displayed, and conclusions. In this research, data reduction was done by grouping students into mathematical disposition rate high, medium, and low using student’s mathematic disposition questionnaire. Then, data are presented in the form of a description of the characteristics of student’s level of creativity that have the high mathematic disposition in mathematic problems solving. Furthermore, it carried out the withdrawal of the conclusion. Researcher uses triangulation to check the validity of the data. The results of this research are the student has creativity level 4 and 3.
KEMAMPUAN MAHASISWA PGSD DALAM MENGONSTRUKSI PEMAHAMAN KONSEP ALJABAR BERDASARKAN TEORI APOS Muhammad Ilman Nafi'an; Diesty Hayuhantika; Dian Septi Nur Afifah
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 1 (2017): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2017)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v8i1.1791

Abstract

The purpose of this study is to describe the ability of students in constructing the concept of symmetry group. This research was conducted in STKIP PGRI Tulungagung, subjek in this research is PGSD student of Semester VI, Data collection with written test, interviews and documentation. Written tests and interviews were conducted to obtain student data in building understanding of the concept of symmetry group, While documentation is used to record all activities in building understanding of the concept of Symmetry group. The results of this study indicate that At the stage of action the subject is able to show the next steps of showing the permutation link with an equilateral triangle, At the stage of the process is able to show the next steps of imagining the reflection of the triangle, And determine reflection, At the stage of the subject object is confident with the done and able to explain the next steps of imagining the reflection properties of the triangle wake up, and determine the reflection From the nature of the reflection is changed again into a transformation composition, At the subject schema stage can already explain if the triangle is altogether converted into a rectangular or pentagonal wake, then the reflection and composition of its transformation will change, it indicates that the subject already has a scheme about symmetry group.
Co-Authors Abdul Manab Alviana Widyawati Arum Purba Sulistyani Bachrul Ulum Bagus Ahmadi Basuki Sarjono Bondan Wicaksana Asmi Asmara Danti Sri Rahayu Dewi Patmalasari Didik, Sugiharto Diesty Hayuhantika Dinda Ayu Manggar DIRGANTORO, AJAR Diyah Ayu Wulandari Dwi Wulandari Dwi Wulandari Dwikoranto Ekawati Zuhro', Yuyun Erwanto, Danang Farida, Khoirul Gaguk Resbiantoro Gaguk Resbiantoro Geston Bakti Muntoha Grafika Saraswati Gufron, Mohammad Hadiputra, Susilo Hayuhantika, Diesty Hayuhantika, Diesty Hendra Erik Rudyanto Ika Mariana Putri Imam Sukwatus Suja’i indi ratnani Irnelia, Venia Regita Irwan Kristanto KHOIRUN NISAK Lutfia Marsalina Marsalina, Lutfia Maryono Maryono Moch Fachrish Rizha Zhamzhamy Moh. Gufron Mohammad Faizal Amir Mohammad Gufron Mohammad Syauqy Muhammad Anasrulloh Muhammad Ilman Nafi'an Muhammad Ilman Nafi'an Muhammad Ilman Nafi’an Muhammad Ngizzul Muttaqin Muhlasin Amrullah Muntoha, Geston Bakti Nafi'an, Muhammad Ilman Nafi'an, Muhammad Ilman Nur Ika Fatmawati NUR KHOLIFAH Pamungkas, Bian Dwi Pebriani, Linda Purnawananti, Yepi Sedya Putri, Ika Mariana Putri, Ika Mariana Rahmat Hidayat Rahyu Setiani Rayiningtyas Ayu Palupi Ria Lestari Ningrum Rijalush Sholikhin Rijalush Sholikhin Sholikhin Rohmah, Niza Nur Sari , Ratna Kumala Sari, Eka Yuliana Sarjono, Basuki Setyo Hartanto Sholikhin, Rijalush Sholikhin Siti Komariyah Suindayati Suindayati Sulistiyawati, Wiwik Sulistiyawati Suyani Suyani, Suyani Syafi'ah, Rohmatus Tomi Listiawan Wahyuni, Fida Ika Wardini, Sevia Umi Widyawati, Evi Winarti, Lilik Wiwik Sulistiyawati Sulistiyawati