Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATERI PENGIDENTIFIKASIAN JENIS- JENIS TANAH MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA PESERTA DIDIK KELAS V SDN MAGERSARI SIDOARJO Fajari, Akhmad Afif Al; Yasin, Fajar Nur
Jurnal Muassis Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 3 (2024): Volume 3 Nomor 3 September 2024
Publisher : Primary School Teacher Education, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jmpd.v3i3.998

Abstract

This research aims to improve learning achievement on the material of identifying soil types through a contextual approach for class V students at SDN Magersari Sidoarjo. The method used is the classroom action research method, the research was conducted at SDN Magersari Sidoarjo. The subjects used in this research were class V with a total of 27 students consisting of 16 boys and 11 girls. The results of the research show that from cycle completeness, the pre-action activities obtained a class average score of 64.07 with classical completeness of 62%, increasing in cycle 11 to 72.59 with classical completeness of 70%. The average class score in cycle 2 was 81.85 with classical completeness of 81%. The conclusion of this research is that a contextual approach to the material on identifying class V soil types at SDN Magersari can improve student learning outcomes.
Pengaruh Media Ular Tangga Pop Up Berorientasi NHT terhadap Hasil Belajar Kegiatan Ekonomi di Daerahku Ani Hidayati; Fajar Nur Yasin; Hikmah Luqiyah Kartikasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.819

Abstract

Rendahnya hasil belajar IPAS pada materi kegiatan ekonomi di daerahku disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran Ular Tangga Pop Up berorientasi model Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN Ketegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 50 meningkat menjadi sebesar 78 pada posttest, dengan desain pre-eksperimental tipe one-group Pretest-Posttest. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan normalitas,  paired sample t-test, serta N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan media Ular Tangga Pop Up berorientasi model NHT. Rata-rata nilai Pretest sebesar 50,00 meningkat menjadi 78,00 pada Posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media Ular Tangga Pop Up berorientasi model NHT terhadap hasil belajar IPAS siswa. Media Ular Tangga Pop Up berorientasi model NHT dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPAS, khususnya materi kegiatan ekonomi di daerahku.
Pengaruh Media Prezi Berbasis Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar Rizqi Afandirana; Fajar Nur Yasin; Novaria Lailatul Jannah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.840

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran IPAS materi Sejarah Kerajaan di Nusantara yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Prezi berbasis Discovery Learning terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN Kedensari 1. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa kelas IV SDN Kedensari 1. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 46 meningkat menjadi 78 pada posttest. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai t sebesar 9,162 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan media Prezi berbasis Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa. Temuan ini mendukung teori konstruktivisme yang menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui proses penemuan. Dengan demikian, penggunaan media Prezi berbasis Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPAS materi Sejarah Kerajaan di Nusantara siswa kelas IV SDN Kedensari 1. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media digital interaktif dan model pembelajaran aktif dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif di sekolah dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Berbantuan Media Rotating Mini Geotable terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas III Sekolah Dasar Maulidyah Tri Setyorini; Fajar Nur Yasin; Arie Widya Murni
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74209

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi kenampakan alam dan buatan di daerahku yang didominasi dengan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan pengaruh model pembelajaran inkuiri berbantuan media rotating mini geotable terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas III sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan tipe kuasi eksperimen dengan desain dua kelompok yang sama-sama diberikan pretest posttest, namun hanya kelompok ekeperimen yang memperoleh perlakuan. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis melalui uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 81,67 dan kelas kontrol sebesar 50,92. Selain itu, uji hipotesis nilai signifikasi sebesar 0,000 (sig < 0,05) dan nilai thitung sebesar 7,072 lebih besar dari ttabel 1,706 (thitung > ttabel), sehingga dapat dinyatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil rekapitulasi indikator berpikir kritis, siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan pada seluruh indikator dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol hanya mengalami peningkatan pada kategori sedang. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri berbantuan media rotating mini geotable dinyatakan berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
ANALISIS PENERAPAN PENDEKATAN DEEP LEARNING UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 PADA MATA PELAJARAN IPAS Ainul Farisa; Fajar Nur Yasin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13796

Abstract

Implementing the Deep Learning approach in Science and Social Studies (IPAS) learning is considered essential for developing 21st century skills (4Cs) critical thinking, creative thinking, communication, and collaboration   which require learning to move beyond mere content delivery. This study aimed to analyze the implementation of the Deep Learning approach in developing 21st century skills in IPAS learning for Grade V students at SDN Kemantren 1, and to identify the supporting and inhibiting factors. The study employed a qualitative case study approach. The research subjects were Grade V students, with the school principal, the class teacher, and selected students serving as informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman technique. The findings show that the Deep Learning approach was implemented systematically, beginning with planning that integrated the principles of mindful learning, meaningful learning, and joyful learning, followed by contextual and collaborative learning activities, and holistic assessment that simultaneously served as a means of skill development, with collaboration showing the most notable progress among the four skills. Successful implementation was supported by the flexibility of the Merdeka Curriculum, the principal's support, and teacher creativity, while limited time and technology access remained the main constraints. The study affirms that consistent integration of the three Deep Learning principles meaningfully contributes to developing elementary students' 21st century skills in IPAS learning. ABSTRAK Penerapan pendekatan Deep Learning pada mata pelajaran IPAS dipandang penting sebagai upaya mengembangkan keterampilan abad ke-21 (4C), yaitu berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikasi, dan kolaborasi, yang menuntut pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi semata. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan Deep Learning dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada mata pelajaran IPAS di kelas V SDN Kemantren 1, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V, dengan informan kepala sekolah, guru kelas V, dan peserta didik terpilih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Deep Learning dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan yang mengintegrasikan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, diikuti pelaksanaan pembelajaran kontekstual dan kolaboratif, serta asesmen holistik yang berfungsi sekaligus sebagai sarana pengembangan keterampilan peserta didik, dengan keterampilan kolaborasi menunjukkan perkembangan paling menonjol. Keberhasilan penerapan didukung oleh fleksibilitas Kurikulum Merdeka, dukungan kepala sekolah, serta kreativitas guru, sementara keterbatasan waktu dan akses teknologi menjadi kendala utama. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ketiga prinsip Deep Learning secara konsisten berkontribusi nyata terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21 peserta didik sekolah dasar pada pembelajaran IPAS.
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN ALAM SEKITAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS KELAS IV SEKOLAH DASAR Pratama Adiwidya, Aldo; Fajar Nur Yasin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.15350

Abstract

The purpose of this study is to find out how the critical thinking skills of grade IV students at SDI Wahid Hasyim Sekardangan, Sidoarjo, are influenced by the discovery learning model assisted by natural environment media. This research is a type of pre-experimental research by design (One Group Pretest-Posttest). All 28 students of grade IV, totaling 16, were taken for research. Data were collected through pre-test and post-test description tests. The validity and reliability test using Product Moment is said to be valid because X1 to X4 0.000 which means the Sig value < 0.05, and reliability using Cronbach's Alpha is 0.817 > 0.6 so it can be said to be reliable or consistent. The data analysis technique in this study used the Shapiro-Wilk normality test, and the Paired sample T test hypothesis test, which was used with the IBM SPSS program version 29.00 for Windows. The results showed that students' critical thinking skills were better with a discovery learning learning model assisted by the media of the surrounding natural environment. An increase in the posttest score to 65.7 from the average pretest result of 56.5 indicates that there is a positive increase. Thus, the discovery learning model assisted by environmental environmental media can make students active and affect the critical thinking skills of grade IV elementary school students
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA PUZZLE TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV PADA MATERI JUAL BELI SDN BALONGGABUS Mardhatilla Najwa Nurhaliza; Fajar Nur Yasin; Novaria Lailatul Jannah
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.14648

Abstract

This study aims to examine the effect of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model assisted by puzzle media on students' learning outcomes in Social and Natural Sciences (IPAS), particularly on the topic of buying and selling. The study was motivated by classroom conditions in which teacher-centered instruction remained dominant, resulting in suboptimal learning outcomes; preliminary observation showed that 70% of fourth-grade students had not yet achieved the Minimum Mastery Criteria (KKM). This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a non-equivalent control group design. The participants consisted of 26 students in the experimental group and 25 students in the control group. Data were collected using pretest and posttest instruments and analyzed through normality and homogeneity tests, an independent samples t-test, and N-Gain analysis. The results showed a significance value of 0.002 (< 0.05), with a t-value of 3.211 exceeding the t-table value of 2.010. The experimental group obtained an N-Gain score of 0.72, categorized as high, while the control group obtained an N-Gain score of 0.43, categorized as moderate. Therefore, the TGT model assisted by puzzle media had a significant effect and was more effective in improving students' IPAS learning outcomes on the topic of buying and selling than conventional instruction. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media puzzle terhadap hasil belajar IPAS peserta didik pada materi jual beli. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi pembelajaran yang masih didominasi oleh peran guru sehingga hasil belajar peserta didik cenderung rendah; data observasi awal menunjukkan bahwa 70% peserta didik kelas IV belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment melalui desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian melibatkan 26 peserta didik pada kelompok eksperimen dan 25 peserta didik pada kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen pretest dan posttest, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, Independent Sample t-Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05) dengan nilai t-hitung 3,211 yang lebih besar daripada t-tabel 2,010. Kelompok eksperimen memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,72 dengan kategori tinggi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,43 dengan kategori sedang. Dengan demikian, model TGT berbantuan media puzzle berpengaruh signifikan dan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik pada materi jual beli dibandingkan pembelajaran konvensional.