Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS ARANG KULIT SINGKONG (Manihot utilissima) DAN ARANG KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomea batata l. poir) DALAM MENURUNKAN KADAR ZAT BESI (FE) PADA AIR SUMUR SUNTIK DI KELURAHAN TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Ishaq, Edwin; Salham, Munir; Amalinda, Finta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.189 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.982

Abstract

ABSTRAKPersyaratan air yang layak konsumsi atau air sehat adalah dapat memenuhi syarat kimia, fisik dan biologi. Salah satu syarat kimia dalam persyaratan kualitas air adalah kandungan Zat Besi pada air sumur suntik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas arang kulit singkong (Manihot utilissima) dan arang kulit ubi jalar ungu (Ipomea batata l. poir) dalam menurunkan kadar zat besi (fe) pada air sumur suntik di kelurahan talise kecamatan mantikulore kota palu. Penelitian ini merupakan penelitian Experimen Semu dengan menggunakan pendekatan Pre test dan Post test. Penelitian ini berlokasi di dua tempat, yaitu di jalan Sintuvu dan sampel di periksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggah, dan telah dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa arang kulit ubi jalar ungu lebih efektif dibanding arang kulit singkong dalam menurunan kadar besi (Fe) pada air sumur suntik, penggunaan media dengan massa 265 gr dan kapasitas`air 4 liter waktu pengendapan 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Dimana semula air sumur suntik memiliki nilai Fe 0,857 mg/l setelah diberi perlakuan arang kulit singkong nilai Fe 0,451 mg/l dan untuk perlakuan dengan arang kulit ubi jalar ungu nilai Fe 0,237 mg/l. Pada pengendapan 3 jam menggunakan arang kulit ubi jalar ungu memberikan hasil yang signifikan menurunkan kadar zat besi. Disarankan bagi masyrakat di jalan Sintuvu Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu, agar metode penyaringan digunakan dan dimanfaatkan bagi masyarakat yang memiliki sumber air bersih yang mempunyai kandungan besi.Kata Kunci: Arang Kulit Singkong, Arang Kulit Ubi Jalar Ungu, Zat Besi (Fe)
EFEKTIFITAS DAYA PROTEKSI EKSTRAK BIJI ALPOKAT SEBAGAI PENOLAK NYAMUK AEDES AEGYPTI TAHUN 2019 Aprianus, Aprianus; Miswan, Miswan; Amalinda, Finta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.926 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.795

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara tropis di dunia yang memiliki kelembaban suhu optimal yang mendukung bagi kelangsungan hidup serangga. Serangga mempunyai peranan penting sebagai vektor (perantara) dari berbagai penyakit. Nyamuk merupakan salah satu jenis serangga yang dapat merugikan kesehatan manusia karena peranannya sebagai vektor penyakit. Beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan melalui nyamuk Aedes spTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas ekstrak biji alpokat (Persea americana mill) sebagai Reppelant nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen design yaitu penelitian murni dengan melakukan kegiatan percobaan (eksperimen), yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu. Hasil penelitian ini bahwa Ektraksi biji Alpokat (Persea Americana Mill) yaitu pada konsentrasi 20%  tidak efektif sebagai repellant nyamuk aedes aegypti karena mengalami penurunan daya proteksi dibawah ˂ 90 %, Ektraksi biji Alpokat (Persea Americana Mill) pada konsentrasi 40% efektif sebagai repellant nyamuk aedes aegypti karena tidak mengalami penurunan daya proteksi dibawah ˂ 90%, Ektraksi biji Alpokat (Persea Americana Mill) pada konsentrasi 60%  efektif sebagai repellant nyamuk aedes aegypti karena tidak mengalami penurunan daya proteksi dibawah ˂ 90 %, di dalam kolonisasi uji dari 25 ekor total nyamuk aedes aegypti yang di uji Berdasarkan hasil peneltian yang dilakukkan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa ektraksi biji alpokat sebagai reppelant nyamuk aedes aegypty efektif pada konsentrasi 40% dan 60%. Saran Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap konsentrasi Ektraksi biji Alpokat (Persea Americana Mill) sehingga daya tolak mampu mencapai 100%. Kata Kunci : Ekstrak, Biji Alpokat Dan Nyamuk Aedes Aegypti
EDUKASI KESEHATAN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK TENTANG PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT ISPA DI KELURAHAN NALU KABUPATEN TOLITOLI Latowale, Bela Safitri; Kunoli, Firdaus J.; Amalinda, Finta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.607 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.786

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA adalah penyebab utama  morbiditas dan mortalitas pada balita. ISPA merupakan penyakit yang sering terjadi baik pada orang dewasa maupun pada anak-anak. Menurut WHO diperkirakan insiden Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di negara berkembang mencapai 15 % - 20 % pertahun, dengan jumlah balita yang meninggal mencapai ± 13 juta setiap tahun, dimana ISPA merupakan salah satu penyebab utama kematian yang  membunuh ± 4 juta balita setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Pengetahuan Anak Tentang Pencegahan Penyakit ISPA di Keluraahan Nalu Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Nalu Kabupaten Tolitoli.Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif survey analitik dengan metode Quasi-experimental one group pretest – posttest dengan jumlah 180 sampel, meggunakan uji statistic uji Mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Pengetahuan Anak Tentang Pencegahan Penyakit ISPA di Kelurahan Nalu Kabupaten Tolitoli dengan nilai ρ 0,000 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pada pengetahuan anak sebelum dilakukan edukasi kesehatan sampai dengan sesudah dilakukan edukasi kesehatan dengan nilai rata – rata sebesar 100,83 menjadi 260,17.Penelitian ini menyarankan agar instansi terkait diharapkan dapat menambah kesadaran pihak sekolah. Pihak sekolah dapat melakukan kerja sama untuk melakukan kemitraan dengan Puskesmas sehingga bisa memberikan edukasi kesehatan untuk siswa, guru dan staf sekolah terkait. Kata kunci: Edukasi Kesehatan, Permainan Ular Tangga 
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN RIWAYAT PENYAKIT DIARE DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI DESA KAVAYA KECAMATAN SINDUE KABUPATEN DONGGALA Angliana, Wisda; Sakung, Jamaluddin; Amalinda, Finta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.281 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.819

Abstract

Masalah gizi pada anak balita dapat memberikan dampak terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga apabila tidak diatasi dapat menyebabkan lost generation. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah gizi baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pola makan dan riwayat penyakit diare dengan status gizi anak balita di Desa Kavaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala.Penelitian ini di lakukan di Desa Kavaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 52.Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pola makan dengan status gizi anak balita di Desa Kavaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala dengan nilai p=0,00 dan ada hubungan antara riwayat penyakit diare dengan status gizi anak balita di Desa Kavaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala, hal ini di buktikan dengan uji chi-square dengan hasil nilai p=0,00.Peneliti menyarankan agar petugas kesehatan lebih meningkatkan sistem koordinasi dengan pihak Instansi yang terkait untuk meningkatkan informasi yang dibutuhkan khususnya di bidang kesehatan.Kata Kunci : Pola Makan, Riwayat Penyakit Diare, Status Gizi
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KELURAHAN DUYU KOTA PALU Diniyah, Wildani Dwi; Kunoli, Firdaus J.; Amalinda, Finta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.093 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.791

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung hingga alveoli, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA masih merupakan masalah kesehatan utama yang banyak ditemukan di Indonesia. Penyakit ISPA juga merupakan penyakit yang sangat sering dijumpai dan merupakan penyebab kematian paling tinggi pada anak balita.Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control, yang bertujuan untuk mengetahui apa saja factor risiko kejadian ISPA pada anak balita.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara paparan asap rokok dan kejadian penyakit ISPA pada anak balitadibuktikan dengan uji statistik dengan nilai nilai P = 0,018 P < 0,05, dan paparan asap rokok merupakan faktor risiko terhadap kejadian ISPAOdds Ratio (OR=3,133).Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara ASI Eksklusif dengan kejadian ISPA pada anak balitadengannilai P= 0,000 <  P 0,05 danbukan faktor risiko tetapi sebagai faktor protektif terjadinya penyakit ISPA (OR= 0,124; 95% CI= 0,048-0,32). SedangkanHasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara riwayat BBLR dengan kejadian ISPA pada anak balitadengan uji statistik dengan nilai nilai P= 0,742 ˃ 0.05,  dilihat dari nilai Odds Ratio  (OR = 0,641) berarti BBLR bukan merupakan faktor risiko terjadinya penyakit ISPA pada anak balita.Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat mempertahankan promosi kesehatan yang telah ada agar dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian balita yang disebabkan oleh penyakit ISPA. Kata Kunci: Paparan Asap Rokok, ASI Eksklusif, BBLR, ISPA
ANALISIS PENGUNAAN ARANG BIJI DURIAN DAN ARANG BIJI SALAK TERHADAP KUALITAS AIR Muhsinin, Akram; Budiman, Budiman; Amalinda, Finta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.307 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.790

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup manusia terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan air dalam tubuh, contohnya sebagai air minum. Tidak semua air dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan, karena banyak terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh manusia dan alam. Air yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga adalah air yang memenuhi standar kualitas air bersih. Biji durian dan biji salak merupakan bahan yang memiliki sifat adsorb apabila bentuknya diubah menjadi arang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan arang biji durian dan arang biji salak terhadap kualitas air.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian dilakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2019.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan arang biji durian terhadap sampel air sungai mempu menurunkan pH semula 6,9 menjadi 6,7, menaikkan jumlah ion semula 861 mg/L menjadi 1.570 mg/L, menaikkan tegangan linstrik yang semula -4 mV menjadi 11 mV. Menaikkan jumlah padatan (TDS) semula 0,1 mg/L menjadi 435 mg/L, menaikkan kadar salinitas air yang semula 0,1 menjadi 0,4 dan manaikkan oksigen terlarut (DO) yang semula 0,1 mg/L menjadi 0,4 mg/L sedangkan utuk perlakuan dengan menggunakan arang biji salak terhadap sampel air sungai mampu menaikkan pH semula 6,9 menjadi 7,05. Menurunkan jumlah ion semula 861 mg/L menjadi 839 mg/L, menurunkan tegangan listrik yang semula -4 mV menjadi -6 mV, menaikkan jumlah padatan (TDS) semula 60,1 mg/L menjadi 414 mg/L, menaikkan kadar salinitas air yang semula 0,1 menjadi 0,4 dan menaikkan oksigen terlarut (DO) yang semula 0,1 mg/L menjadi 0,2 mg/L.Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk mencari bahan baru yang dapat digunakan sebagai arang yang memiliki kemampuan menyerap bahan-bahan kimia yang berlebihan sehingga dapat meningkatkan kadar kualitas air.Kata Kunci: Arang, biji durian, biji salak, kualitas air
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HUMAN IMUNNODEFICIENCY VIRUS / ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROM (HIV/ AIDS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI Ningsih, ANCILLA M.; Afni, Nur; Amalinda, Finta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.796

Abstract

        Permasalahan HIV/AIDS telah sejak lama menjadi isu bersama yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan, terutama sektor kesehatan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tentang permasalahan kesehatan ini yang masih belum diketahui lebih jauh oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya faktor risiko kejadian Human Imunnodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrom (HIV/ AIDS) di wilayah kerja Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan metode Case Control Study. Dengan jumlah 44 sampel (22 kasus dan 22 kontrol) dengan menggunakan uji Statistik yaitu Chi – square  ( X2 ).Hasil uji statistik dengan  uji Odds Ratio menunjukan bahwa perilaku seks  berisiko merupakan faktor risiko terhadap kejadian HIV/AIDS dengan nilai OR 34,000 >1, penggunaan narkoba jarum suntik merupakan faktor risiko terhadap kejadian HIV/AIDS dengan nilai OR 3,316>1 dan infeksi menular seksual merupakan faktor risiko terhadap kejadian HIV/AIDS dengan nilai OR 2,100 > 1Kesimpulan dalam penelitian ini dengan menggunakan uji Odds Ratio menunjukkan bahwa perilaku seksual berisiko merupakan faktor risiko kejadian HIV/AIDS,  Penggunaan narkoba jarum suntik merupakan faktor risiko terhadap kejadian HIV/AIDS dan infeksi menular seksual merupakan faktor risiko terhadap kejadian HIV/AIDS.  Saran dalam penelitian ini adalah bagi petugas Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi untuk lebih meningkatkan penyuluhan tentang faktor risiko dalam mencegah HIV/AIDS dengan menganjurkan penggunaan kondom jika ingin melakukan hubungan seksual, serta untuk masyarakat untuk lebih meningkatkan pola hidup sehat dan mencegah faktor pencetus dan merubah gaya hidup yang dapat menyebabkan HIV/AIDSKata Kunci:  Perilaku Seks berisiko, Penggunaan Narkoba Jarum Suntik, Infeksi Menular Seksual, Kejadian HIV/AIDS
PERAN KADER DALAM PELAKSANAAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI RW 3 RANONTAI, KELURAHAN PANTOLOAN BOYA, KECAMATAN TAWAELI, KOTA PALU Nureni, Nureni; Salham, Munir; Amalinda, Finta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kader dalam pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Jumlah informan 9 orang terdiri dari 3 orang kader, 1 orang ketua RW 3 Ranontai, 1 orang pemegang program Posbindu PTM, 4 orang pengguna Posbindu PTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Posbindu PTM dilaksanakan sesuaidengan kemampuan dan kondisi yang ada. Pelaksanaan Posbindu PTM di RW 3 Ranontaikelurahan Pantoloan Boya  belum berjalan secara optimal,  hal ini akibatadabeberapa peran kader belum sesuai dengan standar oprasional, dimana kader dalam melakukan pemantauan faktor resiko PTM, konseling dan pencatatatan  belum sesuai dengan petunjuk teknis Posbindu PTM, serta kurangnya koordinasi dari ketua RW 3 Ranontai setempat dalam melaksanakan kegiatan Posbindu PTM. Penelitian ini menyarankan, Puskesmas Pantoloan untuk memberikan kemudahan akses terhadap kader dalam membantu masyarakat dan memberikan pelatihan kepada kader sesuai dengan petunjuk teknis Posbindu PTM.Kata Kunci: Peran, Kader, Posbindu PTM
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ZAT PEWARNA PADA JAJANAN DI LAPANGAN VATULEMO PALU Wulandari, Wulandari; Sudirman, Sudirman; Amalinda, Finta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.831

Abstract

Zat pewarna merupakan suatu benda berwarna yang memiliki afinitas kimia terhadap benda yang diwarnai. Zat warna sintetik merupakan zat warna yang berasal dari zat kimia yang sebagian besar tidak dapat digunakan sebagai pewarna makanan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama fungsi hati didalam tubuh kita. Zat pewarna yang tidak sesuai dengan syarat pemakaian dalam minuman jajanan menjadi salah satu masalah keamanan pangan sehingga dapat merugikan konsumen dari segi kesehatannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan zat pewarna pada Jajanan di Lapangan Vatulemo Palu.Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan Cross sectional study melalui uji Chi-Square. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 40 orang dan sampel merupakan total populasi.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan zat pewarna pada jajanan dengan nilai p value (0,001) ≤ 0,05. Terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan zat pewarna pada jajanan dengan nilai p value (0,003) ≤ 0,05. Terdapat hubungan antara tindakan dengan penggunaan zat pewarna pada jajanan dengan nilai p value (0,000) ≤ 0,05. Hal ini berarti Ha diterima dan H0 ditolak.Dengan adanya hasil penelitian ini, diharapkan kepada instansi yang terkait untuk meningkatkan pengawasan dan sosialisasi mengenai penggunaan zat pewarna pada jajanan untuk mencegah bahaya penggunaan zat pewarna terhadap kesehatan konsumen. Kepada pedagang untuk menghindari penggunaan zat pewarna pada jajanan yang dijual. Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan mengembangkan penelitian ini untuk jenis minuman lainnya. Kata Kunci                           : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Zat Pewarna
UJI PERBANDINGAN KEMASAN BERPORI DAN TIDAK BERPORI PADA BAHAN PANGAN BUAH DAN SAYUR Adriyanto, Adriyanto; Budiman, Budiman; Amalinda, Finta
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.755

Abstract

Pengawetan dengan suhu rendah bertujuan untuk memperlambat atau menghentikan metabolisme.Hal itu terjadi karena dapat menyerap dan meningkatkan kinerja bahan, berdifusi ke produk dan proses migrasi serta memperpanjang masa simpan bahan yang dikemas. Namun, kerusakan pada buah dan sayur dipengaruhi oleh faktor alamiah dan lingkungan pada pengemasan. Tujuan penelitian ini diketahuinya perbandingan kemasan berpori dan tidak berpori pada bahan pangan sayur.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan membandingkan kemasan berpori dan tidak berpori sebagai wadah untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau pembusukan bahan pangan di suhu rendah. Data disajikandalam bentuk tabel dan narasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kemasan berpori sayur pada hari ke lima mengalami  kerusakan meliputi sawi,  kubis  dan kacang panjang, sedangkan pada kelompok kontrol mengalami kerusakan pada hari ke dua. Pada kemasantidak berpori pada sayur mulai mengalami kerusakan pada hari ke tujuh, yaitu kacang panjang, sedangkan kelompok kontrol mengalami kerusakan hari ke dua.Kesimpulan dari penelitian ini adalah keadaan buah dan sayur pada kemasan berpori lebih tahan lama dari pada kemasan tidak berpori.  Disarankan agar masyarakat dapat menggunakan kemasan yang cocok dengan bahan yang dikemas dan  peneliti lain melanjutkan penelitian  dengan metode dan variable yang berbeda.Kata kunci: Kemasan Berpori, Tidak Berpori, Buah, Sayur
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W A.R, Asmanur Abdul Hakim Laenggeng Adriyanto Adriyanto Adriyanto Adriyanto, Adriyanto ahmad yani Akram Muhsinin alwi, Tri Rizkiyanti ANCILLA M. Ningsih Angliana, Wisda Aprianus Aprianus Aprianus, Aprianus Arief Muliawan Asriyani, Nadia Atikah Pratiwi Ayu Lestari Badaruddin, Helda F. Bela Safitri Latowale Brahmana, Widya Budiman Budiman Budiman Budiman Darsikin Darsikin Daswati Daswati Daud Karel Walanda Delvi, Delvi Dewi, Eka Diniyah, Wildani Dwi Edwin Ishaq Eka Prasetia Hati Baculu Fatmawati Fatmawati Firdaus Hi Jahja Kunoli Firdaus J Kunoli Firdaus J. Kunoli Firdaus J. Kunoli I Komang Werdhiana Ibrahim, Andi Zuhra Irfan Irvan Prasetio Isdayanti, Isdayanti Ishaq, Edwin Isqaida Ningsih Jamaludin M Sakung Jufri, Muhammad Ali Khamidah Lalusu, Regita Geiananti Y. Latowale, Bela Safitri Majid, Moh. Risno S. Marungkil Pasaribu Masiti, Masiti Meilin Anggreyni Mery Mery Mery, Mery Miswan Miswan Miswan Miswan Miswan Moh. Risno S. Majid Mohammad Jamhari Mohammad Miftahur Rizky Muadz Muadz Muadz, Muadz Muhammad Jufri Muhsinin, Akram Ningsih, ANCILLA M. Nur Afni Nur Afni Nur Rismawati Nureni Nureni, Nureni Olviana Olviana, Olviana Panto, Normin Perabu, Aderina Phalis, Annisa Putri Ana Pontoh, Israwati Rahmi, Ince Revina, Revina Rizka Rizka, Rizka Rizky, Mohammad Miftahur Rusli, Sfandi Rusli, Sfandy Salham, Munir Salham, Munir Sembiring, Rinawati Siti Nur Halimah Slamet Raharjo Sri Hardianti Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sukmawati Sukmawati Sunarsih Sunarsih Syahadat, Dilla Srikandi Wijayanti, Anik Wisda Angliana Wulandari Wulandari Wulandari Wulandari Yasin, Agustina M. Zulfajri Rahman Zulfajri Rahman, Zulfajri Zulhijah