Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Menjaga Kesehatan Mata untuk Penglihatan yang Optimal Atzmardina, Zita; Dian Hafsari Fitri; Cornelia Kartika Matthew; Anissa Rachavidia; Muhamad Daffa Alfarisi
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v2i3.1721

Abstract

Conjunctivitis is an inflammation of the conjunctiva commonly affecting individuals of all ages. In Indonesia, its rising prevalence raises concerns due to its impact on quality of life and potential for community transmission. This program aimed to improve public awareness and prevention of conjunctivitis, particularly in the Puskesmas area. Cause analysis was conducted using Blum’s Paradigm, with data collected via a mini-survey. Problem prioritization applied the non-scoring Delphi method, and root causes were identified using a fishbone diagram. The intervention focused on health education and proper handwashing demonstrations. Evaluation was conducted using the PDCA (Plan-Do-Check-Act) cycle and a continuous monitoring system. Results showed an increase in post-test scores following education sessions, indicating improved community understanding of proper hand hygiene to prevent conjunctivitis transmission. The initiative is expected to continue as part of community health promotion and prevention efforts.
HUBUNGAN RERATA INDEKS MASSA TUBUH DAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA PASIEN RUMAH SAKIT INCHE ABDOEL MOEIS TAHUN 2022-2023 Margono, Gracella Louise; Atzmardina, Zita
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34832

Abstract

Angka kejadian DM di Indonesia menduduki posisi kelima pada tingkat internasional. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko kejadian DM, salah satunya merupakan IMT yang tinggi. Walaupun demikian, penelitian terkait hubungan antara kejadian DM dan IMT belum pernah dilakukan pada RSUD Inche Abdoel Moeis sehingga peneliti termotivasi untuk melakukan studi lebih lanjut yang menggambarkan hubungan antara DM dan IMT pada pasien RSUD Inche Abdoel Moeis. Studi ini bertujuan untuk menilai asosiasi antara angka kejadian DM dan nilai IMT dengan menilai perbedaan rerata kelompok yang terdiagnosa mengalami diabetes dan tidak diabetes. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dan desain penelitiannya adalah potong lintang. Berdasarkan 54 subyek yang didapatkan dari data rekam medis, diperoleh bahwa secara statistik tidak ditemukan selisih rata-rata dalam nilai IMT yang signifikan pada pasien DM dan tidak DM. Namun berdasarkan asosisasi epidemiologis ditemukan perbedaan rerata sebesar 1,78320 . Potensi menderita DM akan meningkat secara linear seiring dengan peningkatan IMT. Nilai IMT yang tinggi dapat menimbulkan proses biologis yang dapat memicu terjadinya resistensi insulin yang dapat mempengaruhi metabolisme glukosa. Nilai IMT yang berlebih dapat menyebabkan peningkatan risiko terkena DM, sehingga menjaga IMT tetap dalam batas normal sangatlah penting.
Community Diagnosis Activity Report in Efforts to Increase Tuberculosis Preventive Therapy Acceptance Rate in Dukuh Village, Cikupa Health Center Work Area, Cikupa Subdistrict, Tangerang Regency, Banten Province Period: May 2, 2025 - June 28, 2025 S, Cindy Clarissa; Atzmardina, Zita; Baharits, Irvan
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.22769

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the Mycobacterium tuberculosis complex. Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) is necessary for individuals at high risk of contracting TB to prevent transmission. However, the uptake rate of TPT remains low in areas with the highest number of TB cases. From January to April 2025, the number of TPT recipients in the Cikupa Community Health Center's working area was only 41 people, falling short of the target of 91. The objective was for all participants to demonstrate increased knowledge following the intervention and to be able to correctly perform the intervention. Data was collected through a mini-survey conducted among the community within the Cikupa Community Health Center's working area. The collected data was then analyzed using the Blum Paradigm to identify problems. Problem prioritization was determined using the non-scoring Delphi method. A Fishbone diagram was used to identify the root causes of the problem. During the intervention, pre-tests and post-tests were administered to assess the knowledge of Dukuh village residents before and after the intervention. The PDCA (Plan-Do-Check-Act) cycle and a systems approach were used for monitoring and evaluation. The problem identification using the Blum Paradigm indicated that 'Lifestyle' was the primary contributing factor. In Intervention 1, a total of 26 participants showed an increase in correct answers on their post-test compared to their pre-test, and 31 participants achieved a post-test score of ≥ 70. For Intervention 2, three participants were able to correctly re-demonstrate the procedure. Following Interventions 1 and 2, the program was declared successful. It is expected that these interventions will lead to an increase in the number of TPT recipients in the Dukuh Village area. Keywords: Tuberculosis, TPT, Community Diagnosis
DIAGNOSIS KOMUNITAS UPAYA PENURUNAN KASUS ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI DESA TALAGA, CIKUPA Carisa, Felisca; Atzmardina, Zita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26138

Abstract

Diagnosis komunitas merupakan upaya kesehatan pada tingkat masyarakat dan tidak hanya merawat individu namun mencakup keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal yang berfokus pada pencegahan dan promosi kesehatan. Anemia merupakan salah satu risiko tinggi pada kehamilan, yang merupakan jumlah massa sel darah merah yang berkurang sehingga tidak dapat memenuhi perannya dalam mengangkut oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer. World Health Organization (WHO) tahun 2020 sebanyak 287.000 ibu hamil meninggal akibat risiko tinggi pada kehamilan. Hasil riskesdas Banten tahun 2018 sebanyak 29,81% ibu hamil mengalami salah satu dari risiko tinggi. Total risiko tinggi kehamilan di Puskesmas Cikupa tahun 2023 sebanyak 417 ibu hamil dan anemia terdapat 15,2%. Upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai anemia dalam kehamilan merupakan hal yang dilakukan untuk menurunkan kasus anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Cikupa. Metode diagnosis yang digunakan adala Paradigma Blum, pengumpulan data melalui mini survei, prioritas masalah ditentukan dengan metode non skoring Delphi, dan akar penyebab masalah menggunakan fishbone. Hasil intervensi dilihat dari nilai test setelah penyuluhan dan skrining kadar Hb. Pemantauan menggunakan siklus Plan–Do-Check-Action (PDCA) dan evaluasi dengan pendekatan sistem. Dari hasil intervensi didapatkan perbedaan rata-rata nilai yang bermakna sebesar 17,65 poin (P <0,01). Berdasarkan hasil intervensi yang dilakukan dapat dinyatakan intervensi berhasil dan diharapkan dapat menurunkan kasus anemia dalam kehamilan di Puskesmas Cikupa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI TUBERKULOSIS MELALUI PENYULUHAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKUPA Winova, Virdha Hanggraenie; Atzmardina, Zita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24124

Abstract

Tuberkulosis memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi, merupakan penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang pernapasan. Kemenkes mengatakan bahwa terdapat peningkatan kasus pada tahun 2021(397.377 kasus), dibanding tahun 2020 (351.936 kasus) . Tahun 2021–2022 kasus tuberkulosis di Puskesmas Cikupa mengalami peningkatan sebesar 28% dari yang sebelumnya 171 kasus menjadi 219 kasus. Pada Januari-Juni 2023 terdapat total 54 kasus baru tuberkulosis dan selalu masuk ke dalam sepuluh besar penyakit di Puskesmas Cikupa. Tujuan intervensi adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai tuberkulosis dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Identifikasi sumber masalah dilakukan menggunakan paradigma Blum, lalu data dikumpulkan menggunakan  mini survey. Metode non -scoring Delphi digunakan untuk menetukan prioritas masalah, diagram fishbone untuk identifikasi akar penyebab masalah. Intervensi yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai tuberkulosis dan gizi seimbang kepada warga Desa Talagasari. Kegiatan dimulai dengan pengisian lembar pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi tuberkulosis dan gizi seimbang menggunakan media powerpoint , lalu sesi tanya jawab mengenai materi yang masih ingin ditanyakan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengisian lembar post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan penyuluhan. Hasil pre-test dan post-test pada 21 responden menujukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan (P<0.001) dengan mean difference sebesar 16.67 (SD 17.98). Intervensi berupa penyuluhan yang telah dilakukan memberikan hasil yaitu peningkatan antara nilai pre-test dan post-test pada warga Desa Talagasari. Diharapkan interensi tersebut dapat menurunkan kasus tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Cikupa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI ANEMIA DALAM KEHAMILAN MELALUI PENYULUHAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKUPA SUAPUTRA, VINCENT; Atzmardina, Zita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.27514

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan kondisi kekurangan sel darah merah yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada ibu ataupun janin, dari gangguan pertumbuhan janin hingga kematian ibu dan janin. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi anemia defisiensi besi pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9%. Pada tahun 2022-2023 Puskemas Cikupa mencatat total kasus anemia pada kehamilan sebanyak 306 orang (11.32%), dan mengalami peningkatan sebesar 5.16% pada bulan Januari 2024 dibanding bulan Desember 2024. Tujuan intervensi adalah meningkatnya pengetahuan dan lifestyle masyarakat untuk mencegah terjadinya anemia pada kehamilan. Identifikasi sumber masalah dilakukan menggunakan paradigma Blum, lalu data dikumpulkan menggunakan mini survey. Metode non-scoring Delphi digunakan untuk menetukan prioritas masalah, diagram fishbone untuk identifikasi akar penyebab masalah. Intervensi yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai anemia pada kehamilan. Kegiatan diawali dengan pengisian lembar pre-test, dilanjutkan dengan penyuluhan menggunakan media poster, sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan pengisian lembar post-test. Hasil pre-test dan post-test pada 37 peserta menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan (median difference = 10; mean difference = 10.27, 95% CI: 7.28 - 13.26; P-value <0.001). Intervensi berupa penyuluhan memberikan hasil peningkatan pengetahuan pada warga Desa Dukuh. Diharapkan intervensi tersebut dapat menurunkan kasus anemia pada kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Cikupa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA KARYAWAN CV. NIRWANA MANDIRI Rebawa, Ni Wayan Kanakaesa Putri; Atzmardina, Zita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38042

Abstract

Rokok merupakan gulungan tembakau yang menggunakan kertas, daun, atau kulit jagung sebagai pembungkusnya biasa dibakar seseorang dan dihisap bagian ujungnya. Di dalam rokok terkandung lebih dari 7000 campuran zat kimia yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Sayangnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya merokok masih sangat kurang. Karyawan sebagai individu yang produktif seharusnya bisa memperhatikan kesehatan dengan baik agar produktifitasnya tetap terjaga. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok pada karyawan CV. Nirwana Mandiri, selain itu juga diharapkan mampu menambah pengetahuan mengenai bahaya merokok sehingga dapat menurunkan angka perilaku merokok. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rumus potong lintang (cross sectional). Banyaknya sampel yang digunakan sebesar 191 responden yang merupakan karyawan CV. Nirwana Mandiri yang memenuhi kriteria inklusi. Kuisioner merupakan instrumen dari penelitian ini. Hasil penelitian ini menemukan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok karyawan CV. Nirwana Mandiri dimana didapatkan nilai p-value < 0,001 (<0,05) dengan risiko karyawan yang berpengetahuan kurang tentang bahaya rokok untuk melakukan perilaku merokok tinggi sebesar 0,512 kali lebih besar daripada mereka yang berpengetahuan baik. Dapat disimpulkan dengan hasil tersebut maka pengetahuan mengenai tentang bahaya rokok memiliki dampak yang cukup signifikan untuk dapat menekan angka perilaku merokok di masyarakat. Sehingga sudah seharusnya masyarakat dan pemerintah bisa saling bekerja sama dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dari merokok agar tercipta lingkungan yang sehat dan masyarakat yang sehat.
Optimalisasi Kesehatan Masyarakat Melalui Pencegahan Mumps Atzmardina, Zita; Christopher Amadeus Nicholas; Fathiyah Fathiyah; Tiffany Avelia
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Februari: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v5i1.5935

Abstract

Community diagnosis is a strategic step that aims to identify fundamental problems in the community, determine problem priorities, and formulate appropriate solutions to overcome them. One of the identified health issues is a significant increase in cases of mumps (epidemic parotitis), an acute infectious disease caused by the mumps virus, a member of the Rubulavirus genus. This increase in cases was recorded in the Puskesmas work area from the beginning of the year to November 2024. This phenomenon raises concerns regarding the potential for widespread health problems at the community level. Therefore, this intervention activity was carried out with the hope of reducing the incidence of mumps in the Puskesmas work area.The methodology applied in this activity includes data collection through mini surveys, analysis of health determinants using the Blum Paradigm, determination of problem priorities through the Delphi method, and identification of root causes using a fishbone diagram. Based on the results of this analysis, the interventions implemented include counseling on mumps and preventive measures, as well as demonstrations of proper hand washing. The results of the intervention showed a significant increase in knowledge, where all participants (n=40, 100%) obtained a post-test score of ≥ 7, indicating a good understanding of the material presented. In the demonstration session, a number of participants were also able to demonstrate the steps for washing hands according to the correct procedure. From the results of the analysis, it was found that the increase in mumps cases in this area was closely related to community lifestyle factors. Therefore, this intervention is expected to not only increase community knowledge about mumps, but also encourage the implementation of clean and healthy living behaviors, especially in the practice of washing hands, as a preventive measure to reduce the number of transmissions and accelerate case handling.
Hubungan Kadar HBA1C dan Insulin Puasa Terhadap Infeksi Saluran Kemih Pada Kelompok Lanjut Usia di Panti Santa Anna S, Donatila Mano; Atzmardina, Zita; Santoso, Alexander Halim; Nathaniel, Fernando; Kurniawan, Joshua; Wijaya, Dean Ascha; Kaminto, Eric Raditya; Syarifah, Andini Ghina; Ezra, Pasuarja Jeranding; Marcella, Agnes; Syachputri, Rifi Nathaznya
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.13510

Abstract

ABSTRACT Urinary tract infection (UTI) poses a serious concern in the elderly population, with approximately 25% of total infection cases in the geriatric group being UTIs. Diabetes mellitus stands as a leading cause of global morbidity and is associated with severe complications, including an increased risk of infections impacting the quality of life. Patients with diabetes face a twofold higher risk of mortality due to infections. Advanced age is also a risk factor for UTIs, influenced by factors such as uncontrolled diabetes. Measuring parameters such as fasting insulin and HbA1c levels is crucial for understanding correlation between diabetes and UTIs. HbA1c can reflect long-term glycemic control in diabetic patients. This cross-sectional study aims to investigate relationship between HbA1c and fasting insulin levels concerning the occurrence of UTIs in the elderly population, conducted at the Santa Anna Nursing Home in 2023. The study included 33 respondents with an average age of 72.88 years, predominantly comprising 24 female respondents (72.7%). The mean fasting insulin level was 12.46 mIU/mL, and HbA1c level was 5.97%. UTIs were diagnosed in 11 respondents (33.3%). The correlation analysis between these variables indicated no significant difference in the mean HbA1c levels between groups with or without UTIs (p = 0.955). However, a significant difference was observed in the mean fasting insulin levels between the two groups (p < 0.001). This finding is noteworthy as fasting insulin levels have a direct correlation with circulating blood glucose levels and formation of red blood cells, potentially influencing HbA1c levels. Further clarification is needed on how these three variables interact. Keywords: Elderly, Fasting Insulin, HbA1c, Urinary Tract Infection  ABSTRAK Infeksi saluran kemih (ISK) adalah masalah serius pada populasi lanjut usia, sekitar 25% dari total kasus infeksi pada kelompok geriatri adalah ISK. Diabetes melitus adalah penyebab utama morbiditas global dan berhubungan dengan komplikasi serius, termasuk risiko infeksi yang berdampak pada kualitas hidup. Pasien diabetes memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi untuk kematian akibat infeksi. Peningkatan usia juga merupakan faktor risiko untuk ISK, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti diabetes yang tidak terkontrol. Pengukuran parameter seperti insulin puasa dan HbA1c adalah kunci dalam memahami korelasi antara diabetes dan ISK. HbA1c dapat mencerminkan kontrol glikemik jangka panjang pada pasien diabetes. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dan insulin puasa terhadap kejadian ISK pada kelompok lanjut usia yang dilakukan di Panti Lansia Santa Anna pada tahun 2023. Penelitian mengikutsertakan 33 responden dengan rata-rata usia 72,88 tahun dan didominasi oleh jenis kelamin perempuan  sebanyak 24 responden (72,7%). Rerata kadar insulin puasa sebesar 12,46 mIU/mL dan kadar HbA1c sebanyak 5,97%. Sebanyak 11 responden (33,3%) terdiagnosis ISK. Hasil korelasi antara kedua variabel tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam rerata kadar HbA1c antara kelompok dengan atau tanpa ISK (p = 0,955). Meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikan dalam rerata kadar insulin puasa antara kedua kelompok (p < 0,001). Hal ini menjadi sebuah pertimbangan karena kadar insulin puasa memiliki korelasi langsung dengan jumlah gula yang beredar bebas dalam darah dan pembentukan sel darah merah yang dapat meningkatkan tingkat HbA1c. Diperlukan penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana ketiga variabel ini berinteraksi. Kata Kunci: HbA1c, Infeksi Saluran Kemih, Insulin Puasa, Lanjut Usia
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BPJS KESEHATAN DENGAN STATUS KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS JIPUT Sampurno, Dana Profit; Atzmardina, Zita
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19415

Abstract

BPJS Kesehatan adalah badan publik yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan. Badan ini bertujuan untuk mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak. Mulai tanggal 1 Januari 2019 setiap Warga Negara Indonesia diwajibkan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Kepesertaan dari BPJS Kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah ditingkatkannya pengetahuan sehingga kepesertaan BPJS Kesehatan juga meningkat. Penelitian ini adalah studi deskriptif menggunakan metode crosssectional, subjek penelitian ini terdiri dari 113 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang BPJS Kesehatan dan untuk analisis bivariatnya menggunakan metode Chi Square. Dalam penelitian ini diperoleh 58,4% responden merupakan peserta BPJS Kesehatan dan 55,8% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang BPJS Kesehatan dengan status kepesertaan BPJS Kesehatan.