Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN RERATA INDEKS MASSA TUBUH DAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA PASIEN RUMAH SAKIT INCHE ABDOEL MOEIS TAHUN 2022-2023 Margono, Gracella Louise; Atzmardina, Zita
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34832

Abstract

Angka kejadian DM di Indonesia menduduki posisi kelima pada tingkat internasional. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko kejadian DM, salah satunya merupakan IMT yang tinggi. Walaupun demikian, penelitian terkait hubungan antara kejadian DM dan IMT belum pernah dilakukan pada RSUD Inche Abdoel Moeis sehingga peneliti termotivasi untuk melakukan studi lebih lanjut yang menggambarkan hubungan antara DM dan IMT pada pasien RSUD Inche Abdoel Moeis. Studi ini bertujuan untuk menilai asosiasi antara angka kejadian DM dan nilai IMT dengan menilai perbedaan rerata kelompok yang terdiagnosa mengalami diabetes dan tidak diabetes. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dan desain penelitiannya adalah potong lintang. Berdasarkan 54 subyek yang didapatkan dari data rekam medis, diperoleh bahwa secara statistik tidak ditemukan selisih rata-rata dalam nilai IMT yang signifikan pada pasien DM dan tidak DM. Namun berdasarkan asosisasi epidemiologis ditemukan perbedaan rerata sebesar 1,78320 . Potensi menderita DM akan meningkat secara linear seiring dengan peningkatan IMT. Nilai IMT yang tinggi dapat menimbulkan proses biologis yang dapat memicu terjadinya resistensi insulin yang dapat mempengaruhi metabolisme glukosa. Nilai IMT yang berlebih dapat menyebabkan peningkatan risiko terkena DM, sehingga menjaga IMT tetap dalam batas normal sangatlah penting.
DIAGNOSIS KOMUNITAS UPAYA PENURUNAN KASUS ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI DESA TALAGA, CIKUPA Carisa, Felisca; Atzmardina, Zita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26138

Abstract

Diagnosis komunitas merupakan upaya kesehatan pada tingkat masyarakat dan tidak hanya merawat individu namun mencakup keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal yang berfokus pada pencegahan dan promosi kesehatan. Anemia merupakan salah satu risiko tinggi pada kehamilan, yang merupakan jumlah massa sel darah merah yang berkurang sehingga tidak dapat memenuhi perannya dalam mengangkut oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer. World Health Organization (WHO) tahun 2020 sebanyak 287.000 ibu hamil meninggal akibat risiko tinggi pada kehamilan. Hasil riskesdas Banten tahun 2018 sebanyak 29,81% ibu hamil mengalami salah satu dari risiko tinggi. Total risiko tinggi kehamilan di Puskesmas Cikupa tahun 2023 sebanyak 417 ibu hamil dan anemia terdapat 15,2%. Upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai anemia dalam kehamilan merupakan hal yang dilakukan untuk menurunkan kasus anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Cikupa. Metode diagnosis yang digunakan adala Paradigma Blum, pengumpulan data melalui mini survei, prioritas masalah ditentukan dengan metode non skoring Delphi, dan akar penyebab masalah menggunakan fishbone. Hasil intervensi dilihat dari nilai test setelah penyuluhan dan skrining kadar Hb. Pemantauan menggunakan siklus Plan–Do-Check-Action (PDCA) dan evaluasi dengan pendekatan sistem. Dari hasil intervensi didapatkan perbedaan rata-rata nilai yang bermakna sebesar 17,65 poin (P <0,01). Berdasarkan hasil intervensi yang dilakukan dapat dinyatakan intervensi berhasil dan diharapkan dapat menurunkan kasus anemia dalam kehamilan di Puskesmas Cikupa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI TUBERKULOSIS MELALUI PENYULUHAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKUPA Winova, Virdha Hanggraenie; Atzmardina, Zita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24124

Abstract

Tuberkulosis memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi, merupakan penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang paling sering menyerang pernapasan. Kemenkes mengatakan bahwa terdapat peningkatan kasus pada tahun 2021(397.377 kasus), dibanding tahun 2020 (351.936 kasus) . Tahun 2021–2022 kasus tuberkulosis di Puskesmas Cikupa mengalami peningkatan sebesar 28% dari yang sebelumnya 171 kasus menjadi 219 kasus. Pada Januari-Juni 2023 terdapat total 54 kasus baru tuberkulosis dan selalu masuk ke dalam sepuluh besar penyakit di Puskesmas Cikupa. Tujuan intervensi adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai tuberkulosis dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Identifikasi sumber masalah dilakukan menggunakan paradigma Blum, lalu data dikumpulkan menggunakan  mini survey. Metode non -scoring Delphi digunakan untuk menetukan prioritas masalah, diagram fishbone untuk identifikasi akar penyebab masalah. Intervensi yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai tuberkulosis dan gizi seimbang kepada warga Desa Talagasari. Kegiatan dimulai dengan pengisian lembar pre-test, dilanjutkan dengan pemaparan materi tuberkulosis dan gizi seimbang menggunakan media powerpoint , lalu sesi tanya jawab mengenai materi yang masih ingin ditanyakan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengisian lembar post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan penyuluhan. Hasil pre-test dan post-test pada 21 responden menujukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan (P<0.001) dengan mean difference sebesar 16.67 (SD 17.98). Intervensi berupa penyuluhan yang telah dilakukan memberikan hasil yaitu peningkatan antara nilai pre-test dan post-test pada warga Desa Talagasari. Diharapkan interensi tersebut dapat menurunkan kasus tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Cikupa.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI ANEMIA DALAM KEHAMILAN MELALUI PENYULUHAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKUPA SUAPUTRA, VINCENT; Atzmardina, Zita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.27514

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan kondisi kekurangan sel darah merah yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada ibu ataupun janin, dari gangguan pertumbuhan janin hingga kematian ibu dan janin. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi anemia defisiensi besi pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9%. Pada tahun 2022-2023 Puskemas Cikupa mencatat total kasus anemia pada kehamilan sebanyak 306 orang (11.32%), dan mengalami peningkatan sebesar 5.16% pada bulan Januari 2024 dibanding bulan Desember 2024. Tujuan intervensi adalah meningkatnya pengetahuan dan lifestyle masyarakat untuk mencegah terjadinya anemia pada kehamilan. Identifikasi sumber masalah dilakukan menggunakan paradigma Blum, lalu data dikumpulkan menggunakan mini survey. Metode non-scoring Delphi digunakan untuk menetukan prioritas masalah, diagram fishbone untuk identifikasi akar penyebab masalah. Intervensi yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai anemia pada kehamilan. Kegiatan diawali dengan pengisian lembar pre-test, dilanjutkan dengan penyuluhan menggunakan media poster, sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan pengisian lembar post-test. Hasil pre-test dan post-test pada 37 peserta menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan (median difference = 10; mean difference = 10.27, 95% CI: 7.28 - 13.26; P-value <0.001). Intervensi berupa penyuluhan memberikan hasil peningkatan pengetahuan pada warga Desa Dukuh. Diharapkan intervensi tersebut dapat menurunkan kasus anemia pada kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Cikupa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA KARYAWAN CV. NIRWANA MANDIRI Rebawa, Ni Wayan Kanakaesa Putri; Atzmardina, Zita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38042

Abstract

Rokok merupakan gulungan tembakau yang menggunakan kertas, daun, atau kulit jagung sebagai pembungkusnya biasa dibakar seseorang dan dihisap bagian ujungnya. Di dalam rokok terkandung lebih dari 7000 campuran zat kimia yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Sayangnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya merokok masih sangat kurang. Karyawan sebagai individu yang produktif seharusnya bisa memperhatikan kesehatan dengan baik agar produktifitasnya tetap terjaga. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok pada karyawan CV. Nirwana Mandiri, selain itu juga diharapkan mampu menambah pengetahuan mengenai bahaya merokok sehingga dapat menurunkan angka perilaku merokok. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rumus potong lintang (cross sectional). Banyaknya sampel yang digunakan sebesar 191 responden yang merupakan karyawan CV. Nirwana Mandiri yang memenuhi kriteria inklusi. Kuisioner merupakan instrumen dari penelitian ini. Hasil penelitian ini menemukan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang bahaya rokok dengan perilaku merokok karyawan CV. Nirwana Mandiri dimana didapatkan nilai p-value < 0,001 (<0,05) dengan risiko karyawan yang berpengetahuan kurang tentang bahaya rokok untuk melakukan perilaku merokok tinggi sebesar 0,512 kali lebih besar daripada mereka yang berpengetahuan baik. Dapat disimpulkan dengan hasil tersebut maka pengetahuan mengenai tentang bahaya rokok memiliki dampak yang cukup signifikan untuk dapat menekan angka perilaku merokok di masyarakat. Sehingga sudah seharusnya masyarakat dan pemerintah bisa saling bekerja sama dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dari merokok agar tercipta lingkungan yang sehat dan masyarakat yang sehat.
Optimalisasi Kesehatan Masyarakat Melalui Pencegahan Mumps Atzmardina, Zita; Christopher Amadeus Nicholas; Fathiyah Fathiyah; Tiffany Avelia
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Februari: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v5i1.5935

Abstract

Community diagnosis is a strategic step that aims to identify fundamental problems in the community, determine problem priorities, and formulate appropriate solutions to overcome them. One of the identified health issues is a significant increase in cases of mumps (epidemic parotitis), an acute infectious disease caused by the mumps virus, a member of the Rubulavirus genus. This increase in cases was recorded in the Puskesmas work area from the beginning of the year to November 2024. This phenomenon raises concerns regarding the potential for widespread health problems at the community level. Therefore, this intervention activity was carried out with the hope of reducing the incidence of mumps in the Puskesmas work area.The methodology applied in this activity includes data collection through mini surveys, analysis of health determinants using the Blum Paradigm, determination of problem priorities through the Delphi method, and identification of root causes using a fishbone diagram. Based on the results of this analysis, the interventions implemented include counseling on mumps and preventive measures, as well as demonstrations of proper hand washing. The results of the intervention showed a significant increase in knowledge, where all participants (n=40, 100%) obtained a post-test score of ≥ 7, indicating a good understanding of the material presented. In the demonstration session, a number of participants were also able to demonstrate the steps for washing hands according to the correct procedure. From the results of the analysis, it was found that the increase in mumps cases in this area was closely related to community lifestyle factors. Therefore, this intervention is expected to not only increase community knowledge about mumps, but also encourage the implementation of clean and healthy living behaviors, especially in the practice of washing hands, as a preventive measure to reduce the number of transmissions and accelerate case handling.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BPJS KESEHATAN DENGAN STATUS KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS JIPUT Sampurno, Dana Profit; Atzmardina, Zita
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19415

Abstract

BPJS Kesehatan adalah badan publik yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan. Badan ini bertujuan untuk mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak. Mulai tanggal 1 Januari 2019 setiap Warga Negara Indonesia diwajibkan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Kepesertaan dari BPJS Kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah ditingkatkannya pengetahuan sehingga kepesertaan BPJS Kesehatan juga meningkat. Penelitian ini adalah studi deskriptif menggunakan metode crosssectional, subjek penelitian ini terdiri dari 113 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang BPJS Kesehatan dan untuk analisis bivariatnya menggunakan metode Chi Square. Dalam penelitian ini diperoleh 58,4% responden merupakan peserta BPJS Kesehatan dan 55,8% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang BPJS Kesehatan dengan status kepesertaan BPJS Kesehatan.
Edukasi Mengenai Makanan Sehat untuk Menanggulangi Hiperkolesterolemia pada Masyarakat Desa Cikupa Layrenshia, Belinda; Atzmardina, Zita
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i1.14843

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan keadaan dimana terdapat kadar kolesterol yang tinggi pada darah seseorang. Hiperkolesterolemia merupakan suatu keadaan yang banyak dijumpai secara global maupun secara nasional dan lokal. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terhadinya hiperkolesterolemia, sala satunya pola makan yang tinggi lemak jenuh dan asam lemak trans. Hiperkolesterolemia dapat dicegah dengan pola makan tinggi serat, sayur, ikan dan buah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan mengenai makanan sehat untuk mencegah dan menanggulangi hiperkolesterolemia. Dari hasil analisis T-test berpasangan didapatkan adanya perbedaan rata-rata yang bermakna (p-value <0.01) dengan peningkatan rata-rata nilai pre-test dan post-test sebesar 23.81 poin. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa pengaruh edukasi dapat meningkatkan pengetahuan peserta terhadap makanan sehat untuk mencegah dan menanggulangi hiperkolesterolemia. Diharapkan edukasi dapat terus dilakukan secara berkala sehingga kasus hiperkolesterolemia dapat berkurang.
Laporan Kegiatan Diagnosis Komunitas dalam Upaya Penurunan Angka Kejadian Kasus Baru dan Pencegahan Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Periode: 6 Mei – 14 Juni 2024 Sunardi, Hendry Purnomo; Arliska, Vira Geraldine; Kristiani, Alyn; Mahandra, Bryan Anggareti; Atzmardina, Zita
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i11.52291

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya insiden Tuberkulosis (TB) paru di wilayah kerja Puskesmas Cikupa, yang memerlukan intervensi edukatif untuk menekan angka kasus baru. Tujuan penelitian adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan penanganan TB paru melalui penyuluhan dan pelatihan. Metode penelitian ini meliputi survei mini, analisis komunitas menggunakan paradigma BLUM, dan penentuan prioritas masalah dengan metode Delphi. Akar masalah diidentifikasi menggunakan diagram fishbone, dengan intervensi yang terdiri dari pre-test, post-test, penyuluhan, dan pelatihan etika batuk serta penggunaan masker. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dimana 83,4% dari mereka mencapai skor ≥70 pada post-test, dibandingkan dengan 23,4% pada pre-test. Seluruh peserta berhasil memperagakan etika batuk dan penggunaan masker dengan benar. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas dapat secara signifikan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap TB paru. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan kasus TB paru baru di wilayah penelitian melalui kampanye edukasi kesehatan berkelanjutan.
PENYULUHAN SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN DEMAM TIFOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEGOK Atzmardina, Zita; Darmawan, Reagan; Satyanegara, William Gilbert; Natasya
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i1.24540

Abstract

Typhoid fever is a digestive disease with risk factors for lack of knowledge and inadequate hand washing. Typhoid fever cases in the world reach 11-20 million cases per year. The incidence of Typhoid fever in Asia is 267.6 cases per 100,000 per year. According to the RI Ministry of Health, Typhoid fever in Indonesia reached 41,081 cases. At the Puskesmas Legok there was an increase in typhoid fever visits of 550% in August compared to the average number of visits each month. The purpose of holding this activity is to increase public knowledge about typhoid fever and how to wash hands properly and correctly in the Puskesmas Legok. A community diagnostic approach is used to determine causes and interventions. Collecting data using a mini-survey and identifying the causes of problems through the Blum paradigm. The problem priority is determined from the Delphi non-scoring method. The root cause of the problem is determined using a Fishbone diagram. Intervention by counseling about Typhoid fever, training on proper and proper hand washing as well as distributing leaflets and placing posters. Monitoring uses the Plan-Do-Check-Action (PDCA) method and evaluation uses a systems approach. The results obtained at the counseling regarding Typhoid fever along with the pre-test and post-test, obtained a post-test value of > 70 in 85% of respondents. The results of good and correct hand washing activities were found to be 80% washing hands properly and correctly. It was concluded that one of the reasons for the increase in Typhoid fever cases at the Legok Health Center was the lifestyle aspect. After the intervention, there was an increase in knowledge about Typhoid fever and how to wash hands properly and correctly. Demam Tifoid merupakan penyakit pencernaan dengan faktor risiko kurangnya pengetahuan dan mencuci tangan yang tidak adekuat. Kasus demam Tifoid di dunia mencapai 11-20 juta kasus per tahun. Insiden demam Tifoid di Asia sebesar 267,6 kasus per 100.000 per tahun. Menurut Kemenkes RI, demam Tifoid di Indonesia mencapai 41.081 kasus. Pada Puskesmas Legok terdapat peningkatan kunjungan demam Tifoid sebesar 550% di bulan Agustus dibandingkan dengan jumlah kunjungan rerata tiap bulannya. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai demam Tifoid dan cara mencuci tangan yang baik dan benar di wilayah kerja Puskesmas Legok. Pendekatan diagnosis komunitas digunakan untuk menentukan penyebab serta intervensinya. Pengumpulan data menggunakan minisurvey dan mengidentifikasi penyebab masalah melalui paradigma Blum. Prioritas masalah ditentukan dari metode non-scoring Delphi. Akar penyebab masalah ditentukan menggunakan diagram Fishbone. Intervensi dengan penyuluhan mengenai demam Tifoid, pelatihan cuci tangan yang baik dan benar serta pembagian leaflet dan pemasangan poster. Monitoring menggunakan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA) dan evaluasi menggunakan pendekatan sistem. Hasil yang didapatkan pada penyuluhan mengenai demam Tifoid disertai pre-test dan post-test, didapatkan nilai post-test > 70 pada 85% responden. Hasil kegiatan cuci tangan yang baik dan benar didapatkan 80% melakukan cuci tangan dengan baik dan benar. Disimpulkan bahwa salah satu penyebab peningkatan kasus demam Tifoid di Puskesmas Legok adalah aspek lifestyle. Setelah intervensi didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai demam Tifoid dan cara mencuci tangan yang baik dan benar.