Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi Asam Sulfat (H2SO4) dan Diameter Batang terhadap Produktivitas Getah Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vries) Prasista, Venny Jala; Syarifuddin, Amir; Triwanto, Joko
Journal of Forest Science Avicennia Vol 3, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v3i2.9394

Abstract

Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vries) merupakan jenis pinus yang tumbuh asli di Indonesia. Semakin banyaknya permintaan getah untuk memenuhi kebutuhan industri, maka kebutuhan pada gondorukem dan terpentin meningkat. Permasalahan yang dihadapi adalah getah yang keluar belum memenuhi target Perhutani, sehingga memerlukan stimulant yang aman dalam jangka panjang dan dapat membuat getah terus keluar tanpa merusak pohon pinus. Penelitian berlokasi di BKPH Kepanjen KPH Malang RPH Gendogo (petak 173A). Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga April 2019. Peningkatan produksi getah dengan pemberian larutan asam sulfat. Semakin besar diameter batang pohon pinus semakin banyak getah yang keluar. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh asam sulfat (H2SO4) dan diameter batang terhadap produktivitas getah pinus (P. merkusii Jungh et de Vries). Metode penelitian dilakukan dengan RAK (Rancangan Acak Kelompok) terdiri 2 faktor. Faktor 1, konsentrasi larutan asam sulfat yang digunakan yaitu : 0% , 15% , 25% , dan 35%. Faktor 2, diameter batang yang digunakan yaitu : 20-25 cm, 26-30 cm, 31-35 cm, masing-masing diulang 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 5 pohon pinus. Parameter yang diteliti adalah jumlah getah pohon pinus dan kualitas getah pohon pinus yang dihasilkan. Berpengaruh nyata dari perlakuan, dilakukan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara pemberian konsentrasi larutan asam sulfat (H2SO4) dan diameter batang terhadap hasil getah pada pemungutan ke 1 kualitas getah A dan pemungutan  ke 3,4,5 kualitas getah B. Konsentrasi 35% mempercepat keluarnya getah pinus. Diameter batang ukuran 31-35 cm menghasilkan getah dengan mutu A dan B paling banyak. 
Pantai Taman-Pacitan ecotourism development: Conservation and community empowerment orientation Prihanta, Wahyu; Zainuri, Ach. Muhib; Hartini, Rahayu; Syarifuddin, Amir; Patma, Tundung Subali
Journal of Community Service and Empowerment Vol 1, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v1i1.11515

Abstract

Ecotourism is a form of tourism that is closely linked to the principle of conservation. Thus, ecotourism is right and beneficial in maintaining the integrity and authenticity of ecosystems in natural areas, particularly turtle conservation areas. Ecotourism is synergized to turtle conservation as it has such features: (1) Conservation, the use of biodiversity does not damage the natural source, also it does not cause negative impact whereas it is very environmentally friendly, (2) Education, by improving community’s awareness and changing their behavior about the need for conservation of living natural resources and their conservation, (3) Economy, ecotourism provides economic benefits and spur regional development; and (4) Active role of community, this is done by building partnership with local communities for the development of ecotourism. Based on the issues, “IbW Conservation and Ecotourism Ngadirojo  District Pacitan Region” was done by (1) Making a model of tourism activities that is environmentally, ecologically, socially, and economically beneficial to local communities and to the sustainability of natural resources, (2) Assessing the object of tourist attraction in flora and fauna conservation areas, in this case sea turtles and their ecosystems, so that can synergize with ecotourism activities, and (3) Making a model of local community-based tourist institution. The method implemented to achieve the objectives was “Community Empowerment through Ecotourism” which is described as follow: (1) Land Conservation, value and travel product, (2) Creation of an ecotourism atmosphere that all people who live in the area will gain the benefit, (3) The development of tourism activities that carry the excellence of the physical, economic, socio-cultural aspects of the local, (4) The solid image of ecotourism activities in the region that is supported by the readiness of all stakeholders, and (5) Integration of turtle theme conservation and ecotourism area with other supporting tourism products in the Regency. Pacitan Construction of facilities that have been carried out are: (1) developing the forest of eternity, (2) ecological restoration of coastal forests, (3) making sea water wells for turtle ponds, (4) nursery of coastal forest vegetation, (5) construction of marine biota ponds and sanitation facilities, (6) construction of shelters and gazebos, (7) construction of parking lot, and (8) widening of the ecotourism ring road. The next stage plans are: (1) ecotourism community empowerment, (2) strengthening the ecotourism area, and (3) revitalization of marine biota ponds.
TOTAL ECONOMIC VALUE OF ENVIRONMENTAL SERVICES, KAMPUNG BLEKOK, SITUBONDO Ghina Salsabila; Amir Syarifuddin; Febri Arif Cahyo W.
Media Konservasi Vol 26 No 3 (2021): Media Konservasi Vol. 26 No. 3 Desember 2021
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.26.3.202-207

Abstract

Blekok tourism village has become an ecotourism-based mangrove conservation area based on Situbondo Regent Regulation No. 13 of 2017. In less than 30 years, the mangrove forest has decreased by 50% this is due to the rapid population growth and lack of information from the community around the mangrove forest area. Decreasing the quality and quantity of mangroves can have an impact on the survival of the surrounding community and ecosystems that have been formed previously, so calculations are needed as a reference in the use of environmental services in the mangrove forest area. The purpose of this study is to determine the value of direct, indirect and optional economic benefits and to determine the value of the total economic benefits of the mangrove ecosystem economy. The method used was observation and interviews as primary data and literature studies as secondary data. The results obtained are the value of direct benefits of IDR. 681.284.900,00 per year obtained from the catch of crabs and ecotourism. The value of indirect use is obtained as much as IDR. 87.336.000,00 per year which is obtained from catching fish and making breakwaters. The value of choice is IDR. 1,399,923.00 (1 USD= IDR. 14.814,00. The total economic value generated by the mangrove forest area of ​​Kampung Blekok is IDR. 1.027.904.350,00 per year. Keywords: Blekok Village, economy, mangrove forest
PENDAMPINGAN PENERAPAN TEKNOLOGI IRIGASI TETES PADA PETANI KENTANG DI DESA MOJOREJO KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN Amir Syarifuddin
Jurnal Dedikasi Vol. 5 (2008): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v5i0.862

Abstract

Kurangnya ketersediaan air pada musim kemarau di DesaMojorejo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan untukpenanaman kentang, dapat diatasi dengan mengaplikasikan danmengelola irigasi yang tepat yaitu dengan menggunakan irigasitetes.Mengingat penerapan teknologi irigasi tetes membutuhkanpengetahuan, dan keterampilan khusus disamping itu petanikentang di Desa Mojorejo, maka perlu dilakukan pendampingandalam penerapan teknologi irigasi tetes tersebut. Tahap-tahapaktivitas pendampingan penerapan teknologi irigasi tetes meliputisosialisasi, demontrasi perakitan, pemeliharaan dan deplot dilahan.Pada kegiatan sosialisasi, para petani yang diundang 10orang dan yang datang 18 orang. Pada kegiatan demontrasimerangkai dan pemeliharaan alat yang diundang 18 orang danyang datang 27 orang dan pertanyaan yang di lontarkan sangatbervariatif dan saling berkaitan. Pada kegiatan demontrasi plotpada lahan yang diundang 27 orang yang datang 35 orang. Padasaat panen yang di udang 35 orang yang datang 50 orang.Hasil panen kentang dengan penerapan teknologi irigasitetes setelah dikonversikan ke hektar sebesar 17, 3 ton, hasil inilebih kecil dari hasil umbi kentang jika dibanding dengan musimtanam pada musim penghujan tetapi ada peningkatan pendapatanjika dibanding dengan jika tanah diberokan atau menanamtanaman selingan seperti jagung, dan kacang tanah. Kata Kunci: Teknologi Irigasi Tetes, Petani kentang.
APLIKASI AGROFORESTRY DI DESA MENTARAMAN KECAMATAN DONOMULYO KABUPATEN MALANG Joko Triwanto; Amir Syarifuddin; Tataq Mutaqin
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1380

Abstract

Joko Triwanto1, Amir Syarifuddin2, & Tataq Mutaqin31,2,3Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jln. Raya Tlogomas, No.246 MalangEmail : tatag.umm@gmail.com, joko.tpumm@gmail.comABSTRAKAgroforestry merupakan manajemen pemanfaatan lahan secara optimal dan lestari, denganmetode mengkombinasikan kegiatan kehutanan dan pertanian pada unit pengelolaan lahan yang sama.Pengembangan agroforestry diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil hutan, kesempatankerja, pendapatan dan mengentaskan kemiskinan.Penerapan model agroforestry bertujuan untuk mewujudkan interaksi positif antara masyarakatdan lahan hutan melalui pengelolaan partisipatif maupun pembinaan proses produksi hasil kayu danbukan kayu yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung dan berkelanjutan terutama masyarakatyang tinggal didalam kawasan hutan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di desa Mentaraman, KecamatanDonomulyo Kabupaten Malang mulai bulan Agustus 2010 s.d. Mei 2012Aneka kebun pepohonan campuran telah dikembangkan di Desa Mentaraman melalui modelagroforestry untuk pertanian tradisional pohon buah dan tanaman pangan. Komoditas lain juga dapatmenjadi sumber pendapatan yang potensial meskipun tidak rutin sebagai penghasilan tambahan.Agroforestry dapat sepenuhnya menggantikan fungsi hutan sebagai cadangan lahan untuk perluasanpertanian sehingga perlindungan hutan menjadi efisien.Perlu dikembangkan Model agroforestry guna menompang sumber daya pilihan dalammengkonstruksi struktur hutan rakyat.Kata Kunci : Aplikasi, Agroforestry, Desan Mentraman.
KONSERVASI EKOLOGI HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO Ach. Muhib Zainuri; Anang Takwanto; Amir Syarifuddin
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4292

Abstract

KONSERVASI EKOLOGI HUTAN MANGROVEDI KECAMATAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGOAch. Muhib Zainuri1, Anang Takwanto2, Amir Syarifuddin 31Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Malang 2Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang3Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas MuhammadiyahMalangE-mail : 1) muhibzain@gmail.com, 2)a.takwanto@gmail.com, 3)amir@umm.ac.idABSTRAKHutan mangrove merupakan salah satu bentuk ekosistem hutan yang unik dan khas, memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan apabila kurang bijaksana dalam pengelolaannya. Restorasi ekologi pada dasarnya merupakan tindakan silvikultur melalui rekayasa lingkungan, mulai dari penelusuran tapak hingga diketahui tabiat upaya-upaya pemulihannya. Pulih kembalinya kawasan mangrove seperti sediakala sebelum terdegradasi, menjamin kembali pulihnya habitat bagi kehidupan satwa liar. Hal ini dilakukan melalui pemulihan kualitas lingkungan, melalui: (a) Penilaian kawasan mangrove, (b) Peningkatan kualitas habitat, (c) Peningkatan kualitas kawasan hijau, dan (d) Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan mangrove. Kegiatan yang dilakukan adalah (1) Pembuatan bibit mangrove, (2) Penanaman dan penyulaman bibit mangrove, (3) Pemberdayaan masyarakat, dan (4) Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Perlu penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya pelestarian kawasan mangrove guna menjamin keberlanjutan ekologi pantai.Kata kunci : Mangrove, Konservasi, Pesisir, Pemberdayaan.
Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat Wahyu Prihanta; Amir Syarifuddin; Ach. Muhib Zainuri
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4304

Abstract

Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis MasyarakatWahyu Prihanta1, Amir Syarifuddin 2, Ach. Muhib Zainuri31Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang 2Jurusan Kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang 3Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang 1wahyuprihanta@gmail.com, 2amir@umm.ac.id, 3muhibzain@gmail.comABSTRAKTujuan yang hendak dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk merancang strategi pembentukan kawasan ekonomi dalam rangka peningkatan pendapatan ekonomi melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pantai Taman, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.Permasalahan yang dijumpai dalam upaya pembentukan kawasan ekonomi adalah ketiadaan rencana induk pengembangan pariwisata kawasan ekowisata yang dilandasi tata ruang kawasan, kelembagaan ekowisata yang tidak kondusif dan kondisi budaya masyarakat yang cenderung subsistem. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui diskusi kelompok fokus, analisis faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan daya tarik wisata di Pantai Taman. Hal yang sudah dilakukan adalah (1) Penguatan daya tarik wisata yang sudah ada dan(2) Pembangunan objek wisata baru. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa (1)Para pelaku ekowisata sangat terbantukan, (2) Kegiatan telah mencapai sasaran yang diinginkan, (2) Pelaku ekowisatamemiliki keterampilan pemasaran produk-produk ekowisata.Kata kunci : Konservasi, Ekowisata, Ekologi, Pemandangan, Pantai.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT AGROFORESTRY UNTUK PENGEMBANGAN EDUWISATA BERBASIS PERTANIAN DAN KOPI ORGANIK DESA TAWANGARGO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Bambang Yudi Ariadi; Amir Syarifuddin; Muhammad Irfan
Jurnal Dedikasi Vol. 16 (2019): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v16i1.12515

Abstract

Desa Tawangargo merupakan salah satu Desa Perbatasan di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu,Secara geografis Desa Tawangargo secara tidak langsung pola hidup dan cara pandang masyarakat lebih tertuju pada pola hidup masyarakat kota, namun demikian adat istiadat serta dinamika masyarakat masih sifat kegotong royongan masih sangat tinggi.Sehingga secara umum masyarakat merasa ikut memiliki, memikirkan bagaiman Desanya menjadi berkembang,maju dan madiri menjadi desa swasembada.Melihat manfaat dari lomba Desa dan Kelurahan adalah salah satu kegiatan Pemerintah yang hakekatnya merupakan upaya untuk mendorong usaha Pembangunan masyarakat atas dasar tekat dan kekuatan sendiri. Kegiatan tesebut sekaligus untuk meneliti dan menilai keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam membangun Desa dan Kelurahan, yang terwujut dalam peningkatan kualitas dibidang kehidupan ekonomi, sosial, politik dan kebudayaan masyarakat serta terpeliharanya lingungan Desa yang sejahtera.
IDENTIFIKASI PLASMA NUTFAH VEGETASI HUTAN ALAM RESORT TRISULA TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU (TNBTS) Amir Syarifuddin
Jurnal Gamma Vol. 6 No. 2 (2011): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amir SyarifuddinSataf Pengajar Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas 246 MalangEmail: amir_1958@yahoo.comABSTRACTThe research aim to detects the structure and composition of nature forest vegetation inTrisula Resort of Bromo Tengger Semeru National Park. This watchfulness is carried out at TrisulaResort nature forest of Bromo Tengger Semeru National Park, broadly 5.222,737 ha, in June 2011.The methods that used is stripe method federation and line compartment method so that instripes made sample terracing. The vast sample compartment to each growth level covers: seedlingof the size compartment 2 x 2 m, saplings of the size compartment 5 x 5 m, pole or little tree of thesize compartment 10 x 10 m, and tree of the size compartment 20 x 20 m. And then in this compartmentdone kind identification, total, count diameter (dbh), and tall.The forest vegetation structure at Trisula Resort of Bromo Tengger Semeru National Park inseveral blocks that is Amprong, Jarak Ijo and Coban Trisula, show tropical forest generality, wheredoes tree closeness of the size smaller always higher compared of the size larger ones tree. Conditonbe dinamic cycle existence instruction as tropical forests individuality in general. Recorded as muchas 178 species from 77 kins in sample as big as 0.208 ha, several found flora endemic BTN-BTS likeMagnolia blumei PRANTL, Cyathea tenggerensis (R.) Copel, and Cephaelis ipecachuanha TUSSAC.While formation and forest composition in ngadas block show secondary forest conditon. in thisblock chockablock ground covers has expansive and flame resistant like Imperata cylndrica L. ,Eupatorium odoratum L., and many kind of Scrubs. Strightened kinds like Casuarina junghuhnianaMiq. , Acacia decurrens Willd. , Albizia lophanta (Willd)., and Vaccinium varingifolium (Bl.) Miq.,be kinds general are met at these area. Then highest important values that has by several kinds ineach block, show that kinds has part level or big importance as the communities compositioncomposers part. The highest kind of variety level for stage seedlings up to tree that by variety indexin Coban Trisula block, that is in tree as big as 3,7, with similiarity as big as 0,95, furthermore inpole as big as 3,56 with similiarity as big as 1, then in pole as big as 3,3 with similiarity as big as 0,9and latest in seedling with value 2,8 with similiarity index as big as 1, while highest kind unity levelfor ground covers found in block amprong with value 3,53 and similiarity index as big as 0,89.Keyword : Professionalism, dedication to professionalism, professionalism standard, autonomy socialobligation and community affiliation
ANALISA VEGETASI HUTAN MANGROVE PELABUHAN LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT Amir Syarifuddin; Zulharman .
Jurnal Gamma Vol. 7 No. 2 (2012): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISA VEGETASI HUTAN MANGROVE PELABUHAN LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARATAmir Syarifuddin1 & Zulharman21&2 Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian dan PeternakanUniversitas Muhammadiyah Malange-mail: 1)amir_1958@yahoo.co.idABSTRACTThe research aimed to find out potential of mangrove forest in Pelabuhan Lembar Lombok Barat Residence Nusa Tenggara Barat area. The research was done in Pelabuhan Lembar Lombok Barat Residence Nusa Tenggara Barat area with 183,63 Ha area which was done in July 2011 until July 2012.Method used in measurement and observation of Mangrove vegetation observation using transect/double quarter line with measurement square 20x20 m2 for trees inside measurement square. In measurement square with size 20x20 m2 there made smaller square 10x10 m2 for pole level. While for 5x5 m2 square for pole and 2x2 m2 square for understory.From the research done in Pelabuhan Lembar, there found 5 kinds of 3 different famili: A. marina (Forsk) Vierh, R. apiculata BI, R. mucronata Lmk, R. stylosa Griff, S. alba J.E Smit. In Pelabuhan Lembar area dominated kind was R. apiculata BI and R. stylosa Griff. Vegetation with highest INP value for trees was R. apiculata BI that was 88,8%, for pole kind was R. apiculata BI that was 89,2% and pole variance was R. apiculata BI that was 79,4%.In general, there could be seen zone mangrove forest in Pelabuhan Lembar Lombok Barat Residence Nusa Tenggara Barat area as: close beach zone, R. apiculata BI, R. mucronata Lmk, R. stylosa Griff and S. alba J.E Smit Lamk. Middle zone were A. marina (Forsk) Vierh.According to research done in Pelabuhan Lembar Lombok Barat Residence Nusa Tenggara Barat area, there were Mangrove destruction caused by tritip pest caused damaged in mangrove stand also destruction by people around the beach. That’s why there needed reservation and safety in mangrove forest at Pelabuhan Lembar Lombok Barat Residence Nusa Tenggara Barat area so that mangrove forest could be benefit for people around the beach and Life Environment and Research Institution and another related institution. Key word :Vegetasi, mangrove forests
Co-Authors Abdul M. Rambe Abdurrahman, Muhammad Fathi Ach. Muhib Zainuri Achmad Valliant Ali Agus Dwi Sulistyono Ahmad Tarmizi Ajeng Nurul Fitriawati Ali, Achmad Valliant Anny Wahyuni Aprilia, Lala Arif Nazaruddin Yusuf Arif Prasetyo Wibowo Arsil Hadi Bambang Yudi Ariadi Bistok Saing Budi Purnomo Bunyamin Alamsyah Defrianti, Denny Delliansyah, Eflan Erni Mukti Rahayu Fajriansyah, Bima Farid Ma’ruf Fatonah Fatonah Febri Arif Cahyo W. Febri Arif Cahyo Wibowo firdaus, tawakal ridho Fitriawati, Ajeng Nurul Ghina Salsabila Harianto, Neldi Hasan, Uswan Heni Astuti Huda, Muhammad Qomarul Ibrahim Ibrahim Imtiyaaz, Cassytta Dhiya Indra Laksana Indra Laksana Irfan, Muhammad Irma Suryani Iwan Kurniawan Joko Triwanto Mei Dina Amelia Meichaty, Alef Mochamad Chanan Mohamad Syahri Mohammad Rifki Mudin, Ihyak Ulum Muhammad Irfan Muhammad Zuhdi Muhib Zainuri, Ach. Nirmala Ayu Aryanti Novalina, Sesti Nugroho Tri Waskitho Patma, Tundung Subali Pendi, Hamdi Zas Pertin Sianturi Prasista, Venny Jala Putra, Dody Raden Achmad Syarnubi Raharyoso, Dwi Rahayu Hartini Relawati, Relawati Riwayati, Selvi Rosa Septiana Mieske Putri Rosmati Rosmiati Rosyid Ridlo Al-Hakim Ruben Achmad Saddam Affandy Yusuf Sarbaini Sarbaini Sitinjak, Widia Priscila Sri Winugroho Subhan Subhan Sukmayanti, Rifka Hardina Supriyati . Suzanalisa Suzanalisa Takwanto, Anang Tatag Muttaqin Tataq Mutaqin Tataq Mutaqin, Tataq Tawakal Ridho tawakal ridho firdaus Uswanto, Heri Venny Jala Prasista Wahyu Prihanta Yusdi Anra Yusuf, Muhammad Azmi Zainuri, Ach. Muhib Zulharman Zulharman