Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

Pengaruh Pembatasan Konsumsi Pakan Terhadap Bobot Tubuh Ikan Nila (Oreochromis sp.) Siap Panen Tomy Rosady; Sadikin Amir; Zaenal Abidin
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i1.8

Abstract

Ikan nila merupakan ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan. Salah satu permasalahan pada sistem pemasaraannya yakni para petani yang ikannya siap panen kebanyakan menunggu para pembeli. Selama pemeliharaan tersebut petani harus masih mengeluarkan biaya pakan agar bobot tubuh ikan tetap terjaga, yang akan menambah biaya produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembatasan konsumsi pakan pada ikan nila (Oreochromis sp.) yang siap panen terhadap bobot tubuh dan nilai ekonomisnya bagi petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Perlakuannya yaitu A = Pemberian pakan 2 kali sehari (kontrol), B = Pemberian pakan 1 kali sehari, C = Pemberian pakan setiap 2 hari sekali (puasa 24 jam), D = Pemberian pakan setiap 3 hari sekali (puasa 48 jam). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan 2 kali sehari menghasilkan pertambahan bobot tertinggi (1,0772 ± 0,68 g). Nilai konversi pakan terbaik pada perlakuan pemberian pakan setiap 2 hari sekali (111,57). Berdasarkan B/C ratio pemberian pakan setiap 2 hari sekali dapat meminimalisir kerugian dengan tingkat biaya paling kecil.
Frekuensi Pemberian Pakan Optimum Menjelang Panen Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Saopiadi Saopiadi; Sadikin Amir; Ayu Adhita Damayanti
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i1.9

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani ikan nila adalah tingginya harga pakan ikan. Pakan berperan penting sebagai kebutuhan pertumbuhan bagi ikan, selain itu pakan merupakan biaya variabel terbesar dalam proses produksi sekitar 30 sampai 60% dari biaya produksi. Mengingat ikan nila termasuk dalam golongan omnivora cenderung herbivora dan sangat responsif terhadap pakan buatan, maka perlu alternatif untuk mengefisiensikan pemberiaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekensi pemberian pakan yang optimum untuk mendapatkan bobot tubuh ikan nila (Oreochromis niloticus) yang paling tinggi menjelang panen. Penelitian ini dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan ini terdiri dari 1 faktor yakni perbedaan frekuensi pemberian pakan. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Frekuensi pemberian pakan yang berbeda menjelang panen pada ikan nila (Oreochromis sp.) dianalisis dengan analisis keragaman (ANOVA) pada taraf nyata 5% (P < 0,05) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan frekuensi pemberian pakan yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan (P<0,05) tetapi tidak berpengaruh terhadap konversi pakan (FCR) dan tingkat kelangsungan hidup (SR) (p>0,05).
Pengaruh Perbedaan Jenis Pakan terhadap Kematangan Gonad Abalon (Haliotis squamata) Nanik Tri Purwaningsih; Sadikin Amir; Nunik Cokrowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i2.20

Abstract

Produksi abalon (Haliotis squamata) saat ini lebih banyak diperoleh dari tangkapan di alam, sehingga dikhawatirkan terjadinya pengambilan yang tak terkendali. Ketersediaan pakan sangat penting bagi kelangsungan hidup abalon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan yang terbaik terhadap kematangan gonad abalon. Penelitian dilakukan di Balai Budidaya Laut Lombok (BBL) Kecamatan Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat, pada bulan Juni-Agustus 2012. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan jenis pakan yaitu Gracillaria sp, pellet, dan agar, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan yang berbeda mempengaruhi perkembangan gonad. Pakan Gracillaria sp memberikan tingkat kematangan gonad yang lebih baik dibandingkan dengan pakan agar dan pellet. Masa waktu minimum untuk abalon mengalami perkembangan gonad adalah 43 hari. Waktu yang diperlukan untuk mengalami perkembangan gonad dari TKG 0 ke TKG 1 adalah ±21 hari, dari TKG 1 ke TKG 2 adalah ±14 hari, dan dari TKG 2 ke TKG 3 adalah ±14 hari. Kualitas air selama proses pematangan gonad adalah: suhu 26,0-26,2oC, pH 6,5-6,6, salinitas 34,1-34,6 ppt, DO 3,9-4,4 mg/l. Nilai kualitas air tersebut, masih dalam kisaran optimum kehidupan abalon.
Pertumbuhan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) pada Pemberian Pakan dengan Frekuensi yang Berbeda Ivan Rihardi; Sadikin Amir; Zaneal Abidin
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i2.24

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali yaitu satu kali pemberian (F1), dua kali pemberian (F2), tiga kali pemberian (F3), empat kali pemberian (F4), dan lima kali pemberian (F5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan frekuensi 2 kali sehari menghasilkan pertumbuhan yang cenderung lebih tinggi meskipun tidak berbeda (p>0,05) dibandingkan frekuensi pemberian pakan 1 kali, 4 kali, dan 5 kali sehari, sedangkan pemberian pakan 3 kali memberikan pertumbuhan yang lebih rendah (p<0,05) jika dibandingkan dengan pemberian pakan 2 kali. Frekuensi pemberian pakan yang berbeda tidak menghasilkan pertambahan panjang karapaks, frekuensi molting, dan tingkat kelangsungan hidup lobster yang berbeda (p>0,05).
Pengaruh Pemotongan Dactylus Bergesk terhadap Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Kepiting Bakau (Scylla serrata) pada Sistem Pemeliharaan Isolasi dan Tanpa Isolasi Putra Satria Timur; Sadikin Amir; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v1i2.29

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan krustase bernilai ekonomi tinggi yang saat ini mulai banyak dibudidayakan. Sifat kanibalismenya yang tinggi merupakan salah satu permasalahan yang dihadapai oleh pembudidaya kepiting. Alternatif untuk mengatasinya adalah dengan melakukan pemotongan ujung capit yang dapat bergerak fleksibel (dactylus bergesk) sepanjang 1-2 cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemotongan dactylus bergesk terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau pada sistem pemeliharaan isolasi dan tanpa isolasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2012 di tambak tradisional kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap terdiri atas tiga perlakuan yaitu kepiting dengan pemotongan dactylus bergesk yang dipelihara tanpa sistem isolasi (non soliter), kepiting dengan pemotongan dactylus bergesk yang dipelihara dengan sistem isolasi (soliter), dan kepiting tanpa pemotongan dactylus bergesk yang dipelihara dengan sistem isolasi (soliter). Setiap perlakuan diulang enam kali. Selama percobaan, kepiting uji diberi pakan berupa ikan rucah setiap sore hari sebanyak 10% dari bobot tubuh. Data bobot tubuh kepiting uji diamati setiap 10 hari selama 40 hari masa pemeliharaan (empat periode), sedangkan tingkat kelangsungan hidup ditentukan pada akhir percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan spesifik dan nisbi kepiting uji antar perlakuan tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan tingkat kelangsungan hidup 100%. Teknik pemotongan dactylus bergesk berpeluang untuk diaplikasikan pada budidaya kepiting secara massal menggunakan kepadatan tinggi yang dilakukan dalam karamba maupun dalam tambak
PENGARUH ABLASI MATA TERHADAP PERIODE PEMIJAHAN DAN LAMA WAKTU PENGERAMAN TELUR PADA KEPITING BAKAU (Scylla Serrata) Mohammad Syakiran; Sadikin Amir; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v3i2.32

Abstract

Permasalahan yang dihadapi pada budidaya kepiting bakau adalah ketersediaan benih yang kurang. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah melakukan percobaan pembenihan dengan perangsangan pematangan gonad melalui ablasi mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ablasi mata terhadap periode pemijahan dan lama waktu pengeraman telur kepiting bakau. Penelitian dilakukan mcnggunaka nmetode eksperimental pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas dua perlakuan yaitu P1 (Ablasi mala) dan PII. (Tanpa ablasi) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 10 kali. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Januari sampi 28 Maret 2013, di Tambak Dusun Serumbung, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil analisis keragaman menggunakan uji-t menunjukkan bahwa ablasi mata tidak memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap periode pemijahan namun berbeda nyata terhadap periode pengaraman telur. Periode pemijahan PI adalah 34,5+4,1 hari, sedangkan PII adalah 27,81+4.54 hari sementara itu pengeraman telur PI adalah 9,751+1,98 sedangkan PII adalah 9,75+1,98 sedangkan PII adalah 16,60+3,13 hari. Tingkat kelangsungan hidup semua perlakuan adalah 100%.
TlNGKAT PENETASAN TELUR DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) PADA SUHU YANG BERBEDA Nurul Rahmatia Ardianti; Sadikin Amir; Zaenal Abidin
Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v3i2.37

Abstract

Ikan guramy (Osphronemus gouramy) merupakan komoditas perikanan air tawar yang memiliki pertumbuhan lambat, salah satunya dipengaruhi oleh suhu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penetasan telur dan pertumbuhan benih ikan gurami pada suhu yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2012 di Laboratorium Program Studi BudidayaPerairan Universitas Mataram. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan suhu yaitu A (19-21oC), B (22-24oC), C (25-27oC), D(28-30oC) dan E (31-33oC), dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penetasan semakin singkat seiring dengan peningkatan suhu media pemeliharaan sampai suhu 33oC.Suhu 19oC-33oC tidak mempengaruhi tingkat penetasan telur dengan tingkat penetasan adalah 96,67 – 100%. Rata-rata pertambahan berat ikan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya suhu sampai suhu 30 oC.Tingkat kelangsungan hidup pada ikan yang dipelihara selama 30 hari pada suhu 19-21oC lebih rendah dibandingkan dengan yang dipelihara pada suhu 22- 33oC. Bcnih yang dipelihara pada suhu 19-21oC dapat menyebabkan terjadinya kecacatan sedangkan pada suhu 25oC sampai 33oC tidak mengakibatkan kecacatan. Hasil uji BNJ menunjukkan bahwa suhu memberikan pengaruh yang nyata terhadap lama waktu inkubasi telur, pertumbuhan, kelangsungan hidup dan persentase kecacatanbenih ikon gurami, namun tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat penetasan telur ikan gurami.
PENGARUH DOSIS NATRIUM CHLORIDA (NaCI) YANG BERBEDA SEBAGAI MEDIA PENETASAN TELUR DAN SINTASAN LARVA BAWAL AIR TAWAR(Colossoma macropomum) Prawita Anggeni; Sadikin Amir; Nanda Diniarti
Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v3i2.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis (NaCI) yang berbeda terhadap derajat penetasan telur dan sintasan larva bawal air tawar (Colossorna macropomum). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor yaitu dosis NaCI dengan 6 perlakuan dan empat ulangan. Dosis yang digunakan adalah 0 ppt, 0,2 ppt, 0,4 ppl, 0,6 ppl 0,8 ppl dan 1 ppt. NaCI digunakan untuk menyeimbangkan tekanan osmotik media penetasan dengan tekanan osmotik dalam sel telur. Derajat penetasan dengan dosis larutan NaCI berbeda memberikan pengaruh yang nyata. Pemberian larutan NaCI pada media penetasan telur mempengaruhi lama waktu penetasannya. Perlakuan dengan dosis larutan NaCI 1 ppt menetas lebih cepat dibandingkan dengan yang lainnya, yaitu 24.5 jam setelah fertilisasi. Selain perbedaan waktu penetasan, dengan penambahan NaCI. Perbandingan diameter kuning telur dari perlakuan dosis NaCl 1 ppt juga lebih besar dibandingkan perlakuan 0 ppt. Hal ini terjadi karena pada dosis NaCI 1 ppt, energi yang digunakan untuk osmoregulasi lebih sedikit, sehingga energi untuk pembentukan sel embrionya lebih maksimal. Penambahan NaCI pada penetasan telur memberikan perbedaan yang nyata, namun tidak demikian dengan sintasannya. NaCI tidak memberikan pengaruh yang nyata. Penambahan NaCI pada proses penetasan dan pemeliharaan larva ini sangat bagus dijadikan lahan bisnis, karena keuntungan (laba) dengan menggunakan metode ini mencapai 59,98%.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN NUTRISI Artetnia salina Hariansyah Hariansyah; Sadikin Amir; Bagus Dwi Hari Setyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v3i2.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan Artemia salina serta untuk mengetahui kandungan nutrisinya. Penelitian dilakukan pada Bulan April-Mei 2012 di Laboratorium Kultur Pakan Alami Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok Sekotong dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan pakan yang berbeda, yaitu Nannochloropsis sp., Tetraselmis chuii, Isochrisys sp., dan dedak padi yang sudah dihaluskan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian jenis pakan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup serta kandungan nutrisi Artemia salina (p<O,05). Secara umum Tetraselmis chuii memberikan nilai yang tertinggi terhadap pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup serta kandungan Artemia salina
PENGARUH KONSENTRASI ZOOSPORA TERHADAP PREVELENSI INFEKSI Saprolegnia spp. PADA lKAN NILA Oreochromis niloticus Kadek Juniati; Sadikin Amir; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v7i2.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zoospora Saprolegnia spp. terhadap prevalensi infeksi Saprolegnia spp. dan tingkat kelangsungan hidup ikan Nila (0.niloticus). Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2014 di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian dan Laboratorium Bioekologi Perairan Program Studi Budidaya Perairan, Universitas Mataram. Bagian punggung Benih ikan Nila (berat rata-rata + SD = 9,9 + 1,2 g /ekor; n = 5) digores menggunakan skalpel kemudian 10 ekor ikan dimasukkan ke dalam media 10 L air yang telah diinokulasi dengan zoospora Saprolegnia dengan konsentrasi berbeda yaitu 0 sel/mL (kontrol), 102 se/mL, 103 sel/mL, 104 sel/mL,dan 105 sel/mL. Hewan uji dipelihara selama 14 hari dengan pemberian pakan secara ad libitum dan dilakukan pergantian air setiap tiga hari sebanyak 30% setiap tiga hari tanpa penambahan zoospora. Hewan uji yang mati selama percobaan diamati secara mikroskopis yang dilanjutkan dengan uji Postulat Koch untuk memastikan isolat jamur Saprolegnia yang tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi zoospora memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap prevalensi infeksi Saprolegnia pada Ikan Nila (0.niloticus) dimana semakin tinggi konsentrasi zoospora maka rata-rata tingkat prevalensi infeksi akan semakin tinggi. Prevalensi infeksi Saprolegnia yang mencapai minimal 50% diperoleh pada konsentrasi zoospora 105 sel/mLyaitu 73,2%. Tingkat kelangsungan hidup Ikan Nila selama 14 hari percobaan menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap kontrol (p>0,05). Parameter kualitas air yang diukur selama 14 hari percobaan yaitu suhu 27, 1-28,5 0C, pH = 8, dan DO = 4 - 4,2 mgIL menunjukkan dalam batas yang dapat ditolerir oleh hewan uji. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi dasar untuk pengujian lethal dosis (LD50%) dan pengembangan metode penanggulangan penyakit Saprolegnosis seperti penggunaan bakteri kitinolitik atau bahan alami anti jarnur
Co-Authors Abidin, Z Abidin, Zaneal Adiwijaya, Cakra Agung, Wahyu Aktia, M. Gilang Alis Mukhlis Amir , Sadikin Andre Rachmat Scabra Anggeni, Prawita Aprilya, Nabilah Ardianti, Nurul Rahmatia Ariana, Septian Dwi Arisqia, Neny Ashari, Rowi Astutiwati Ayu Adhita Damayanti Bachri, Syaeful Bagus Dwi Hari Setyono Baiq Hilda Astriana, Baiq Hilda Bambang Hari Kusumo Chandrika Eka Larasati Chandrika Eka Larasati, Chandrika Eka Dewi Nuraeni Setyowati Dewi, Amalia Sartika Dietriech Geoffrey Bengen Edwin Jefri Fredinan Yulianda Gigentika, Soraya Hamzah Hamzah Hamzah, Hamzah Hardhini, Rossy Hariansyah Hariansyah Hariansyah, Hariansyah Hasbullah, Lalu Heldy Sardianto Hilyana, Siiti Ibadur Rahman Iryanto Ivan Rihardi Jefri, Edwin Joni Tibun Juniati, Kadek Kadek Juniati Khaldun, Muhammad Hafidz Ibnu Kholilah, Nenik Lalu Ferdi Alfarisi Murdin Lestaringsih, Wiwid Andriyani lestariningsih, Wiwid Lestariningsih, Wiwid Andriyani Lolita Endang Susilowati Mahardika Rizqi Himawan Mahendra, Putra Ivan Martanina, Martanina Mennofatria Boer Mohammad Syakiran Muh. Marwan Muhammad Sumsanto Murdin, Lalu Ferdi Alfarisi Nanda Diniarti Nanik Tri Purwaningsih Niechi Valentino Nunik Cokrowati Nurliah Nurliah Buhari nurliah, nurliah nurlinda, lindabp nur Nurul Rahmatia Ardianti Nyoman Widi Artha Putra Paryono Pratama, Alfian Prawita Anggeni Purwaningsih, Nanik Tri Putra Satria Timur Rahman, Ibadur Ramdini Zakrah, Intan Rhojim Wahyudi Rihardi, Ivan Rosady, Tomy Roslina Roslina, Roslina Rossy Hardhini Rusmin Nuryadin Sahrul Alim Sakina, Sholihati Lathifa Saopiadi Saopiadi Saopiadi, Saopiadi Saptono Waspodo Septiani, Ninda Setyowati, Dewi Nuraeni Sholihati Lathifa Sakina Sitti Hilyana Sitti Hilyana Soraya Gigentika Sukartono Syakiran, Mohammad Syawalina Fitria Tahir, Ahdiat Mardelaga Tibun, Joni Timur, Putra Satria Tomy Rosady Umam, Misbahul Wahbi, Wahbi Wiwid Andriyani Lestariningsih Yulianto Suteja Zaenal Abidin Zaenal Abidin Zaneal Abidin Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah